
Dua minggu sudah sejak kejadian kecelakaan itu,Kini luka Mikaila dan Gavin sudah mengering...
Malam hari di kamar.
"Gavin tidurnya di kamar sama kakak ya,"rayu Bram pada putranya,
"papa aja yang tidur dengan kakak,,papakan sudah besar,"ucap Gavin mempererat pelukannya pada Mikaila.
"ini kan kamar papa sama bunda,"ucap Bram menarik-narik baju Gavin.
"bunda papa nih,"keluh Gavin yang merasa terganggu.
"iya,,,papa benar.Gavin kan udah besar Bobonya sama kakak ya,"Mikaila ikut membujuk Gavin.
"papa lebih besar dari Gavin,kenapa Bobonya dengan Bunda."protes Gavin melihat papa dan bundanya.
Bram menggaruk kepalanya yang tak gatal,ia sudah dua minggu lebih ia tak menyentuh istrinya.
"Mau papa beliin eskrim?"tanya Bram menggunakan senjata terakhirnya.
Mendengar kata eskrim Gavin berbalik melihat papanya.
"eskrim?"tanya ulang Gavin.
"iya eskrim yang banyak,"ucap Bram lagi,,,"seperti nya kali ini berhasil"batin Bram melihat ekspresi wajah Gavin.
"iya mau,"ucap Gavin senang.
"tapi Gavin kembali tidur di kamar sama kakak ya,"ucap Bram.
"iya,"ucap Gavin kembali memeluk bundanya.
"lho katanya iya?"tanya Bram.
"iya Gavin mau tidur sama kakak lagi,"ucap Gavin tanpa melihat papanya.
"terus kenapa masih di sini?"tanya Bram tak mengerti apa maksud Gavin.
Gavin berbalik.
"eskrim nya yang banyak mana?"tanya Gavin.
Bram menepuk jidatnya,,ini sudah jam 11 malam masa ia harus keluar membeli eskrim sekarang.
"ternyata Gavin pinter juga,anak siap sih dia"gumam Bram berbaring di sebelah Mikaila.
"ya anak kamu lha mas,,masa anak tetangga,"protes Mikaila mencubit lengan Bram.
Malam ini mereka kembali harus tidur bertiga.
,
,
Pagi hari.
Mikaila sudah Kembali segar,,sudah seminggu ia tak bisa bangun di pagi hari dan kepalanya terus pusing.
Pagi ini ia tak pusing lagi dan seperti biasa ia bangun sebelum suami dan anak-anaknya bangun..
"pagi bi,"ucap Mikaila yang melihat bi Yanti ada di dapur.
"pagi non,,apa sudah tak pusing lagi?"tanya bi Yanti.
"udah enggak bi, Alhamdulillah."jawab Mikaila.
"masak apa bi,,"masak soto ayam non,,
"soto ayam, untuk sarapan bi,"tanya Mikaila.
Dua Minggu ini ia tak pernah makan bersama anak dan suaminya di meja makan,, Mikaila mengurung diri di kamar dan selalu bangun saat siang hari.
__ADS_1
"iya,,ini pesanan tuan."jawab bi Yanti.
"masa sih bi,,aneh"ucap Mikaila.
"iya aneh,belakangan ini tuan aneh.
Banyak makanan yang tak biasa di makannya kini dimakan dengan lahap."ucap bi Yanti pelan.
"apa jangan-jangan ada pengaruhnya saat ia pingsan waktu itu,"tebak Mikaila dengan suara tak kalah pelannya.
"mungkin saja non."ucap bi Yanti masih dengan suara pelan.
Hanya Yoga yang tau kalau ingatan Bram sudah kembali.
Bi Yanti dan Mikaila memasak soto ayam sambil terus berbisik membicarakan perubahan Bram.
"siapa yang aneh,"tanya Bram yang sudah ada di belakang Mikaila tanpa sepengetahuan mereka
"astagfirullah mas,"pekik Mikaila karena kaget.
Bi Yanti mengelus dadanya,ia juga kaget saat Bram tiba-tiba bertanya pada mereka.
"plak,"Mikaila memukul lengan Bram.
"mas bisa ga sih kalau datang itu jangan dadakan aku kaget tau,"ucap Mikaila mengelus dadanya.
"lagian kalian serius amat bisik-bisik nya,,,lagi ngomongin apa ayo....?"tanya Bram menggoda mereka,,terlihat jelas di wajah mereka jika mereka tertangkap basah sedang bergosip.
"siapa juga yang ngomongin siapa,lagian mas tumben banget sarapan minta soto,biasanya juga roti dan kopi aja?"tanya Mikaila,
"lagi pingin aja,"jawab Bram.
Anak-anak sudah bergabung dengan mereka,
"kalian ada yang mau soto juga?"tanya Mikaila pada anak-anak nya,ia meletakkan Soto di hadapan Bram.
"roti aja,"ucap Arya.
"aku mau kaya papa"ucap Gavin menunjuk mangkuk papanya.
Mereka sarapan bersama,Arya dan Kelvin sudah aktif sekolah,namun Gavin masih betah tinggal di rumah dengan alasan masih belum sembuh.
Dika dan kakeknya juga ikut sarapan bersama mereka.
Gavin dan Mikaila mengantar mereka hingga teras rumah,, melambaikan tangan saat mobil mulai bergerak maju....mereka masuk saat mobil mereka sudah keluar pintu gerbang ...
Dika ikut ke kantor.
Pagi hari ia akan ke kantor dan sore hari ia akan belajar dengan guru privat dirumah.
Mikaila masuk ke dapur dan Gavin memilih duduk di teras bersama kakek Dika melihat pak slamat mencuci mobil.
Di dapur..
"bi makan siangnya aku mau ikan bakar ya,"ucap Mikaila.
"iya non,nanti bibi siapkan..."jawab bi Yanti.
"aku ke kamar dulu ya bi,"ucap Mikaila...
Di kantor.
Bram masuk ke ruangannya dan melihat Alex dan Yoga sudah menunggunya.
"pagi Alex lama tak bertemu,"ucap Bram menjabat tangan Alex.
"selamat atas kembalinya ingatan Anda."ucap Alex.
Bram duduk di kursi kebesarannya,ia memijat tengkuk nya.
"Dimas keruangan ku,"ucap Bram memanggil Dimas lewat sambungan telepon.
__ADS_1
"bagaimana dengan Raina?"tanya Bram langsung.
Alex yang sudah menduga kalau Bram akan menanyakan soal itu.
"hanya ini yang aku temukan di sana,"ucap Alex menyerahkan paper bag di atas meja.
Dimas datang dangan wajah di tekuk.
"eh Juna gue kekantor untuk ngantor bukan jadi tukang pijit lho ya,,enak aja mentang-mentang lho bosnya disini,"ucap Dimas saat masuk tak memperdulikan tatapan Yoga dan Alex padanya...
Bram tak memperdulikan ocehan Dimas,ia menunjuk tengkuknya.
Walau mengomel Dimas tetap memijat Bram..
Belakangan ini Dimas beralih profesi menjadi tukang pijat pribadi Bram.
Bram membuka paper bag itu dan melihat tas kecil milik Raina.
"waktu aku ke alamat yang Roy berikan aku hanya menemukan itu dan rumah yang berantakan,"ucap Alex
"Roy meninggalkan karena kecelakaan dan kami tak tau dimana ia menitipkan Raina."ucap Roy lagi.
"aww,"pekik Bram saat Dimas memijatnya dengan keras.
Bram membalik kursinya dan menendang kaki Dimas,,
"ga ikhlas ya,"ucap Bram.
Dimas mengusap kakinya yang terasa sakit karena tendangan Bram,,,
"awwe sakit,"Dimas mengelus-elus kakinya.
Tak terima,Dimas membalas menendang kaki Bram.
Yoga hanya menggeleng melihat mereka,,pemandangan seperti ini sudah sering ia lihat.
Berbeda dengan Alex ia langsung berdiri saking terkejut nya,melihat Dimas berani menendang kaki Bram...
Alex melihat Yoga yang terlihat santai melihat ulah Dimas iapun kembali duduk.
"sini gue pijit,,ada rapat dengan David sebentar lagi."ucap Dimas membalikkan kursi Bram ke posisi semula.
"yang ikhlas dong,,,entar gaji lho di tambahin,"ucap Bram.
"gitu baru bener,ga sia-sia nenek gue ngajarin ngurut ternyata ada gunanya juga,"ucap Dimas .
Bram dan Alex membahas tentang Raina...Dimas hanya menjadi pendengar,ia sama sekali tak mengerti apa yang sedang mereka bahas.
Di rumah Bram.
Gavin kegirangan saat petugas eskrim datang dan membawa eskrim langsung dengan freezer nya.
"ini semua untuk Gavin bunda."tanya Gavin pada Mikaila yang baru turun.
"iya,"ucap Mikaila.
Bram sudah menelfon Mikaila kalau ia sudah memesan eskrim untuk Gavin,tapi ia tak menyangka akan sebanyak ini...
Siang hari Bram pulang bersama Dika ,Arya dan Kelvin.Mereka langsung menghampiri Gavin yang duduk di dekat freezer eskraimnya.
"wahh,, eskrim,"ucap Arya dan Kelvin berlari melihat banyak eskrim.
Gavin menghalangi mereka saat mendekati eskraimnya..
"kakak kalau mau eskrim harus bayar dulu."ucap Gavin...
Dengan malas Arya dan Kelvin mengeluarkan uang dari saku mereka dan memberikannya kepada Gavin barulah Gavin memberi mereka eskrim.
Begitu juga dengan Dika dan papanya,mereka membayar eskrim yang mereka ambil .
Terimakasih sudah mampir 💗😉
__ADS_1
Like vote dan komen sebanyak-banyaknya 💖💖