Pilihan Ku

Pilihan Ku
Kebohongan Bram.


__ADS_3

Bram berangkat ke Batam bersama Yoga untuk melakukan beberapa pemeriksaan,ia mengatakan kepada Mikaila kalau mereka ada urusan bisnis di sana.


Semua pemeriksaan sudah dilakukan dan hasilnya Bram cocok menjadi pendonor Zaky.


"Bram"ucap Talia yang melihat Bram.


Talia sedang ada kunjungan di beberapa rumah sakit dan hari ini ia berada di rumah sakit tempat Arya di rawat.


Talia yang melihat Bram berjalan bersama Yoga dan dokter ahli dari luar negeri menjadi penasaran,apa yang ia lakukan di rumah sakit ini,siapa yang sedang sakit sehingga seorang Abraham Wijaya berkunjung ke rumah sakit.


Talia terus mengikuti Bram.


"siapa mereka,"batin Talia melihat Zahra dan Randy berbicara dengan Bram.


Talia yang punya banyak teman dokter di rumah sakit itu, langsung mencari informasi.


Tidak mudah mendapatkan informasi tentang anak yang sedang di rawat itu, membuat Talia semakin penasaran.


Dengan segala cara ia mencari tahu dan akhirnya berhasil mendapat informasi.


"pendonor,apa mereka Keluarga Wijaya,"batin Talia bertanya-tanya.


Talia yang seorang dokter tahu tentang laporan media yang di dapatkannya.


Talia semakin penasaran dan mengunjungi tempat Zaky di rawat.


Zaky yang sudah sadar sedang makan, Zahra menyuapi putranya dengan hati-hati.


Berusaha tetap tersenyum walau hatinya hancur.


Talia masuk dengan menggunakan jas Dokter nya.Ia berpura-pura mengecek kondisi Zaky,Zahra tak curiga sama sekali.


Talia melihat Zaky dan tersenyum,


"apa anak ini anak Bram,"batin Talia melihat kemiripan Zaky dengan Bram.


Tak mau menduga-duga Talia mengambil sehelai rambut Zaky yang ada di bantal Zaky saat sedang memeriksanya.


Talia keluar setelah berpamitan pada Zahra layaknya seorang dokter memeriksa pasien nya.


"ternyata Bram munafik juga,kita lihat apakan dugaan ku benar atau salah."gumam Talia melenggang meninggalkan rumah sakit itu.


Bram kembali ke kota x,ia sebisa mungkin bersikap seolah tak terjadi apa-apa,bermain bersama anak-anak dan bermesraan bersama Mikaila seperti biasa.


Bram melihat Mikaila dengan setia menyiapkan segala kebutuhannya dan anak-anaknya,tak ada beban sedikitpun di wajahnya.


"maaf sudah membohongi mu,mas hanya tak ingin membuatmu bersedih."batin Bram.


Talia mendatangi kantor Bram,


"mau apalagi kamu kesini,"ucap Bram melihat Talia menghampirinya saat baru keluar dari mobilnya.


"aku hanya kebetulan lewat saja dan melihatmu,"Ucap Talia tak tau malu.


Talia mengikuti Bram hingga masuk ke ruangannya,


"mau minum kopi dengan ku"ucap Talia menghampiri Bram di meja kerjanya.

__ADS_1


"Talia aku mohon keluarlah,aku sedang banyak kerjaan"ucap Bram yang sudah kehabisan kesabarannya.


"baiklah,aku pamit.."ucap Tania berjalan di belakang Bram.


Tania sengaja terjatuh dan menyangkutkan gelangnya di rambut Bram,


"maaf maaf,"ucap Tania berusaha melepas gelangnya dari rambut Bram.


"aww"Bram mengusap rambut nya saat Talia berhasil melepaskan gelangnya.


"maaf maaf,aku keluar Sekarang,"ucap Talia bergegas keluar dari ruangan Bram.


Talia langsung buru-buru keluar melihat tatapan Bram yang merasa terganggu dengan kehadiran nya.


Talia yang memang akan ke rumah sakit langsung menyerahkan Sempel Zaky dan Bram ke laboratorium.


Talia menunggu hasilnya dengan tidak sabar,ia langsung berlari saat mendapat pesan dari salah satu teman dokter nya yang bekerja di laboratorium.


Perlahan ia membuka hasil tes DNA dan hasilnya positif,Zaky adalah anak kandung Bram.


" aku tak menyangka kamu bisa punya anak dari wanita lain,"ucap Talia,senyum tak pernah hilang dari wajahnya.


Ia keluar dari rumah sakit dan berencana menemui Mikaila.


Sonia juga tersenyum dibalik maskernya.


flash back


Sonia menyuruh seseorang mengawasi Zahra,ia ingin memastikan rencananya mencampur obat perangsang ke dalam minuman Zahra malam itu berhasil atau tidak,.


Sonia sangat senang saat mengetahui Zahra membeli tespek di apotik dan langsung ke kota x,ia langsung menunggu Zahra di bandara,ia juga mengikuti Zahra saat Zahra datang ke kantor Bram.


Apalagi saat ia mendengar kabar kalau Zahra sudah menikah dengan kekasihnya.


ia pun menganggap rencananya gagal saat itu.


Suatu hari ia kembali mendengar kabar dari orang suruhannya kalau Zahra mencari donor sumsum tulang belakang untuk anaknya,,,


Sonia langsung ke Batam dan ingin memastikan sendiri apa yang sebenarnya terjadi.


Sonia kerumah sakit tempat anak Zahra di rawat, namun ia tak sengaja melihat seorang dokter yang mencurigakan,ia mengikuti dan mencari tau apa yang dokter itu lakukan,mengapa ia mengambil hasil laporan dan rambut anak Zahra secara diam-diam.


"Ternyata bukan cuma aku saja yang mengincar keluarga itu."batin Sonia.


Mulai saat itu ia terus mengawasi dokter yang tak lain adalah Talia.


Jika Talia mengandalkan koneksinya untuk mencari informasi tentang kondisi Zaky dan hasil tes DNA, Sonia justru melakukan nya dengan cara mengancam para dokter itu,ia akan melukai anak mereka jika tidak memberikan apa yang ia inginkan.


TujuanTalia mengumpulkan bukti Zaky adalah anak Bram untuk memberikannya kepada Mikaila,agar rumah tangga Bram dan Mikaila hancur.


Berbeda dengan Sonia ia akan memberikan bukti itu kepada Niken agar mendapat uang yang di janjikan padanya.


Talia duduk di dalam mobil nya,sesekali melihat ke arah jalan,ia sedang ada di parkiran sebuah kafe, dimana kafe itu setahunya tempat favorit Mikaila,,


Tak butuh waktu lama,mobil Mikaila memasuki area parkir kafe tersebut,talia


langsung mengambil tas dan amplop berisi laporan kesehatan Zaky dan hasil tes DNA.

__ADS_1


Ia berjalan menuju meja dimana Mikaila duduk sendiri.


Semenjak Mikaila bisa membawa mobil ia akan menyetir sendiri jika jaraknya dekat dari rumah.


"boleh aku gabung,"ucap Talia langsung duduk tanpa di persilahkan.


Tanpa basa-basi lagi Talia menyarahkan amplop yang di pegang nya kepada Mikaila.


"apa ini?"tanya Mikaila.


"ini bukti kelakuan menyimpang suami tercintamu,"ucap Talia melihat kedua tangannya di dada menatap remeh Mikaila.


Mikaila yang tidak mengerti apa yang dimaksud Talia tak menggubris ucapan Talia.


"lihatlah,itu bukti perselingkuhan Bram yang tak kau ketahui,"ucap Talia menyodorkan amplop itu ke hadapan Mikaila.


"aku tak membutuhkan semua ini,aku percaya mas Bram melebihi apa yang ada di dalam amplop ini,"ucap Mikaila mendorong amplop itu ke depan Talia.


"sebaiknya kamu lihat dulu sebelum mengatakan hal itu.Aku ada banyak pekerjaan aku pergi dulu.Aku hanya kasihan pada gadis semanis kamu terperdaya oleh pria seperti Bram."Talia meninggalkan Mikaila bersama amplop itu.


Mikaila melihat amplop itu,lama ia terduduk di sana hingga eskrim yang ada di depannya mencair.Ia percaya pada Bram,tapi ia juga ingin tahu apa yang di maksud dengan perkataan Talia tadi.


Perlahan Mikaila mengambil amplop itu dan membuka apa isi di dalamnya,


"apa ini"gumam Mikaila tak mengerti maksud dari laporan kesehatan yang ada di dalam amplop tersebut.


Mikaila memotret semua berkas-berkas itu yang di yakini nya adalah laporan kesehatan seseorang.


Mikaila mengirimnya ke Isabela, menanyakan apa maksud dari isi laporan kesehatan itu.


Mikaila kembali melihat isi amplop masih ada satu lagi,ia mengambilnya.


belum sempat ia membaca isi kertas tersebut bunyi notifikasi ada pesan di ponselnya.


"ini hasil laporan kesehatan pasien yang membutuhkan donor sumsum tulang belakang, dan sepertinya pasien ini sudah mendapatkannya. dan biasanya orang yang cocok adalah ayah atau saudara kandungnya"jelas Isabela.


"ini punya siapa?"tanya Isabela lagi.


"bukan siapa siapa"balas Mikaila.


"kenapa Talia memberikan ini padaku,siapa yang sedang sakit"gumam Mikaila.


Mikaila menyimpan ponselnya dan kembali melihat kertas di tangannya.


"Hasil tes DNA mas Bram dengan Zaky,,Siapa Zaky,"gumam Mikaila terus membaca.


kertas yang di pegang Mikaila terjatuh dari tangannya,


"apa ini,mas Bram punya anak bernama Zaky."


batin Mikaila .


Mikaila mematung, air matanya sudah menetes ,dadanya sesak seakan ribuan anak panah menancap di dadanya.


😭😭😭😭


bersambung.

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komennya 🙏💗🙏😭😭😭


__ADS_2