
Bram berpamitan kepada penduduk pulau,,mereka akan kembali ke kota.
Bram mengajak Dika dan kakek ikut bersamanya,Bram sangat berterima kasih dan sudah menganggap kakek adalah keluarga nya.
Dika sangat senang ,selama ini Dika selalu iri pada teman-teman yang berangkat ke kota untuk belajar dan sukses di sana.
Kakek sebenarnya berat meninggalkan tempat yang selama ini di tinggali nya namun kakek ingin juga menyenangkan cucu satu-satunya.Ia sudah tua,tak tau kapan ajal akan menjemputnya.
Sebelum pulang tak lupa Bram berbagi bersama mereka semua,Bram memberikan beberapa kapal untuk mereka pakai mencari nafkah memberikan uang untuk mereka pakai memperbaiki kapal mereka yang rusak agar layak di pakai berlayar..
Bram tau betul bagaimana susahnya menumpang kapal nelayan lain dan berlayar dengan kapal yang sudah tak layak berlayar,Bram sudah pernah mengalaminya sendiri saat masih membatu kakek.
Penduduk sangat berterima kasih.
tak hanya itu,Bram berencana membangun tower telekomunikasi disana agar mereka dapat dengan mudah berkomunikasi dengan keluarga mereka di kota,Banyak dari mereka yang memilih menetap di kota namun banyak pula yang bertahan di pulau tersebut.
Dirumah Bram sudah ada ibu dan ayah Bram yang menunggu kedatangan mereka,begitu sampai di kota Mikaila memberitahu mereka kalau orang yang telah menolong Bram ikut bersama mereka.
Kakek dan Dika di sambut hangat oleh kedua orang tua Bram dan Mikaila.
Ayah Bram memeluk kakek,
"terimakasih sudah menyelamatkan anak saya kek,kami berhutang sama kakek,"ucap ayah Bram.
"sama-sama pak,saya bersyukur di kirim Allah SWT untuk menolong anak bapak.
Kakek dan Dika tinggal bersama Bram di rumahnya,Dika sangat kagum dengan rumah yang ia tempati sekarang.
Awalnya kakek merasa tak nyaman kehidupan nya sekarang sangat berbeda dengan dahulu.
Ia hanya duduk-duduk saja membuat tulangnya terasa pegal.
Mikaila dan Bram mengantar ayah dan ibu Mikaila ke bandara.
Mereka sudah terlalu lama meninggalkan kampung, melihat putri nya sudah kembali bahagia,ayah sudah tenang saat meninggalkannya dan kembali ke kampung.
Dika yang sudah remaja sudah sangat terlambat dalam pendidikan,ia tak pernah mengenal yang namanya sekolah.Namun Dika anak yang cerdas,ia mampu belajar sendiri dengan bantuan buku yang ia titip saat ada penduduk yang ke kota...
Bram menyewa guru privat untuk Dika, dan benar saja Dika dengan mudah mengejar ketinggalannya.
Bram meminta Yoga agar menyiapkan Dika untuk mendampingi Arya kelak dalam memimpin perusahaan.
Kakek mulai merasa nyaman,ia sudah akrab dengan para penghuni rumah khusus pa slamat.
Kakek walau sudah tua ia masih bisa kalau hanya sekadar mencuci mobil dan membersihkan halaman.
Mereka sudah melarang kakek,namun kakek mengatakan ia akan cepat mati kalau tak bekerja.
Kakek mendapat izin dari Bram untuk melakukan apa saja yang ia suka.
Semenjak kembali dari pulau, anak-anaknya bergantian sakit,walau hanya demam dan flu biasa namun itu sukses membuat Bram dan Mikaila tidur terpisah.
Mikaila akan tidur bersama putranya yang sakit dan Bram tidur di kamar lain bersama anak-anak nya yang sehat.
Dan itu membuat Bram kembali bisa merasakan tidur nyenyak nya.
__ADS_1
Bram sudah mulai aktif kembali di kantor,Yoga dan David terus mendampingi dan menjelaskan apa saja pekerjaan yang Bram tinggalkan selama ini.
Dimas yang sudah ikut bergabung dengan perusahaan Bram dan mendapat posisi yang yang cukup tinggi.
Berbeda dengan Bayu yang memilih tetap berkerja di perusahaannya, posisi nya di sana memang lebih tinggi dari Dimas.
Dan setelah Dimas pindah posisi mereka menjadi setara,tak jarang mereka bertemu dalam urusan pekerjaan dan itu sangat membantu Bayu jika Dimas yang menanganinya dari pihak Wijaya grup.
Siang ini Dimas keruangan Bram,
"siang pak Juna."sapa Dimas saat masuk ke ruang kerja Bram.
"masuk Dim,"balas Bram mempersilahkan Dimas masuk.
Bram dan Dimas masih sama seperti dulu,Bram juga tak keberatan jika Dimas memanggilnya Arjuna,Bram sudah merasa nyaman dengan sebutan itu..
Bram meninggalkan pekerjaannya dan ikut duduk di sofa.
"bagaimana dengan pekerjaan mu,apa perlu bantuan,"canda Dimas.
"hammm,aku perlu bantuan,tapi bukan pekerjaan."ucap Bram gantung.
Bram menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa dan melonggarkan dasinya.
"ada masalah apa?"tanya Dimas serius melihat wajah frustasi temannya.
"Mikaila adalah istri ku yang sah,tapi aku masih merasa gugup saat bersamanya."ucap Bram putus asa.
Dimas yang mendengar ucapan Bram langsung tertawa,,,
"bukk,"Bram melempar batal sofa ke arah Dimas.
"oke oke,,,Santi pak bos.Untuk merebut hati ibu bos harus memakai trik khusus."ucap Dimas sok serius.
Bram yang tau jika Dimas sangat ahli dalam mengambil hati wanita mendekat,
Terbukti tak butuh waktu lama Dimas sudah menjadi idola para wanita di perusahaan nya sekarang.
"apa triknya,"tanya Bram penasaran.
Dimas mulai menjelaskan trik nya.Awalnya masuk akal bagi Bram,lama kelamaan menjadi vulgar dan watak mesum Dimas mulai keluar.
Bram tak tahan mendengar nya,ia berusaha menghentikan ocehan Dimas yang membuatnya membayangkan kembali tubuh polos istrinya, apa yang di ucapkan Dimas membuatnya sedikit gerah.
"sudah cukup,,ide mu tak masuk akal, Mikaila bukan wanita seperti itu."ucap Bram.
Mikaila membawa anak-anak nya ke kantor,mereka membawa makan siang untuk Bram.
Wajah tampan ketiga nya membuat semua orang yang melihatnya kagum.
Arya dan Kelvin mendominasi wajah papanya,sedangkan Gavin lebih Mirip bundanya,,,terlihat lebih kalem di tambah tubuhnya yang sedikit berisi membuatnya semakin menggemaskan.
Dimas tak berhenti mengoceh,ia semakin memprovokasi pikiran liar Bram tentang Istri nya.
Bram berusaha menutup mulut Dimas,Dimas terus menghindari dan terjadi adu gulat mereka lupa dimana mereka sekarang.
__ADS_1
Bram dan Dimas memang memang seperti itu jika di dalam kamar kontrakan mereka dulu,Bayu selalu menggedor pintu mereka jika sudah sangat menggangu waktu tidur nya .
Mikaila langsung membuka pintu ruangan Bram dan melihat mereka saling tindih.
"mas Bram ngapain?"tanya Mikaila sedikit risih melihat Bram ada di atas Dimas.
"main kuda-kudaan ya papa,?"tanya Gavin.
Mereka berempat berdiri mematung melihat tingkah laku papa mereka.
"bukan apa-apa,"jawab Bram langsung berdiri dan merapikan pakaiannya.
Anak-anak langsung berlarian masuk ke dalam.
Dimas berjalan keluar dan melewati Mikaila.
"hemm ganggu aja,,"ucap Dimas saat berada di samping Mikaila.Berlaga menyelipkan rambut ke telinganya menatap Mikaila tak suka seolah telah menggungu kesenangannya.Memalingkan wajah dan berjalan kesal keluar.
Mikaila menatap Dimas dengan tatapan jijik,ia bergidik ngeri membayangkan apa yang baru saja terlintas di pikirannya.
Dimas tertawa terbahak-bahak tanpa suara setelah menutup pintu.
Yoga dan David yang berada di luar dan melihat tingkah aneh Dimas hanya saling pandang dan mengangkat bahu.
"makan tu batangan,"ucap Dimas berlalu pergi saat menyadari Yoga dan David memperhatikannya...
Mikaila menyiapkan makanan yang di bawahnya dan mereka makan bersama.
Saat pulang, Mikaila bertemu Dimas di lift,
"kamu sangat akrab ya dengan suami saya?"tanya Mikaila.
"Hemm,kami bahkan sekamar."jawab Dimas.
"sekamar?tanya Mikaila memperjelas apa yang Dimas maksud.
"iya sekamar.kamar di kontrakan hanya dua sedangkan kami tiga orang."Dimas mengerti apa yang ada di pikiran Mikaila sekarang.
"suami kamu itu sangat kuat,Oya apa perut kotaknya nya masih ada? walau amnesia ia masih menjaga pola makan dan rutin olahraga."ucap Dimas seolah membayangkan tubuh Bram.
Pintu lift terbuka Mikaila langsung keluar tak ingin mendengar ucapan Dimas yang seolah-oleh mengagumi tubuh suaminya,,"
"Bunda tunggu,"anak-anak mengejar bundanya yang berjalan cepat meninggalkan lift.
Dimas kembali tertawa kali ini ia tertawa sangat kencang melihat ekspresi wajah ibu bosnya
Malam hari Mikaila seperti biasa membawa secangkir kopi untuk Bram ke ruang kerjanya.
Mikaila duduk di sofa menatap Bram yang tengah serius dengan laptop nya.
"apa mas Bram dan Dimas punya hubungan khusus ya,"batin Mikaila.
"apa mas Bram udah ga normal,"Mikaila bertanya tanya dalam hati,apa itu sebabnya selama ini Bram tak pernah menyentuhnya sebagai seorang suami.
Terimakasih sudah berkunjung 🙏🙏💖💖💖
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like vote dan komennya 💗🙏👍
Semoga kita sehat selalu AMIN.🤲🤲