
Sonia membuka matanya,merasakan sakit di sekujur tubuhnya,ia bahkan tak bisa menggerakkan sebelah tangannya.
Dewi keberuntungan masih bersamanya,saat mobilnya jatuh ke jurang,ia sempat keluar dari mobil sebelum mobilnya meledak di udara.
Sonia terjatuh di sungai,bajunya tersangkut di dahan pohon.
Menyadari dirinya masih di dalam air,sonia dengan sisa-sisa tenaganya berenang ke tepian, sampai di tepi sungai ia kembali tak sadarkan diri.
Niken meremas gelas plastik yang di pegangnya hingga pecah,ia mendapat kabar dari orang suruhan nya untuk mengawasi Sonia.Jika mereka kehilangan jejak.
"beraninya kamu melanggar perjanjian kita."geram Niken yang mengira Sonia mengambil uangnya dan tak melaksanakan tugasnya.
Hubungan Randy dan Zahra semakin berantakan,mereka sering bertengkar,hingga akhirnya Zahra meminta putus kepada Randy,awalnya Randy menolak, namun Zahra tetap meminta mengakhiri hubungan mereka.
Randy pun menyerah dengan hubungan mereka dan menerima kata putus dari Zahra.
Zahra menangis saat Randy keluar dari ruangannya,ia sebenarnya masih sangat mencintai Randy, namun kesalahannya terlalu fatal untuk di maafkan.
Zahra terduduk di lantai menangisi masa depan yang telah disusun dengan sangat baik bersama Randy harus berakhir karena tindakan bodohnya.
Ingatan akan kejahatannya pada Mikaila terus terputar di otaknya,saat dirinya mendorong Mikaila ke air terjun,memukul Mikaila dan saat memberi obat tidur kedalam minuman nya hingga ia di culik.
Tubuh Zahra terkulai lemah,
"inikah balasan dari segala dosa-dosaku"Batinnya merintih.
Zahra memutuskan untuk pulang ke rumah nya,ia sangat lelah dengan semua masalahnya.
Saat di jalan Zahra melihat seorang nenek kesulitan menyebrang jalan.Ia turun dari mobilnya dan membantu nenek tersebut.
Setelah sampai di seberang jalan nenek tersebut berterima kasih dan mendoakan kebahagiaan Zahra.
Hati Zahra menjadi lebih tenang saat mendengar doa dari nenek tersebut.
Zahra kembali ke mobilnya,dan melanjutkan perjalanannya.Hatinya kembali bergetar saat mendengar suara adzan berkumandang.
Zahra memeng dadanya.
"apakah ini juga teguran karena aku melupakan mu,"Batinnya.
Zahra memarkirkan mobilnya di halaman mesjid,dengan ragu ia berjalan menuju tempat wudhu,ia sudah sangat lama meninggalkan shalat lima waktu,ia terlena dengan kebahagiaan duniawi.
"kenapa berdiri saja,ayo kita shalat,"ucap seorang ibu yang juga ingin mengambil air wudhu.
"aku tidak punya mukenah Bu,"jawab Zahra.
"di dalam banyak mukenah, ayo kita wudhu dulu."ucap ibu lagi.
Zahra pun mengikuti ibu itu mengambil air wudhu dan shalat ashar berjamaah di masjid.
Hatinya terasa sangat lega,seakan beban yang selama ini di pikuknya terangkat sudah.
Sajak saat itu Zahra mulai memperbaiki diri,mulai belajar shalat tepat waktu,banyak sedekah,dan mulai menghadiri pengajian untuk menambah ilmu agamanya yang sangat minim.
Zahra menjalani hari-hari dengan bahagia, bisnisnya semakin lancar dan ia semakin dekat dengan penciptanya.
__ADS_1
Zahra juga mengubah penampilannya,ia telah memakai hijab syar'i dan senyum selalu menghiasi wajahnya.
Setelah ia sadar dari pingsannya,Sonia merasakan sakit luar biasa di sekujur tubuhnya,wajahnya terasa perih,sebelum keluar dari mobil, kaca depan mobil pecah dan mengenai wajahnya.
Sonia yang tak tau dimana dirinya berada terus berjalan tak tentu arah,ia akan memakan apa saja untuk bertahan hidup,tak jarang ia bertemu mahluk buas penghuni hutan itu.
Sonia berjalan berhari-hari hingga ia menemukan sebuah perkampungan.
Ia meminta tolong kepada penduduk di sana.
Sonia mendapat perawatan seadanya,setelah merasa lebih baik ia kembali ke kota.
Gambar wajahnya tersebar dan dinyatakan buronan,ia mencoba menghubungi orangnya.
Sonia sudah memperkirakan hal buruk akan terjadi padanya Karena berhadapan dengan Seorang Abraham Wijaya, namun ia tak menduga ia akan mengalami hal sampai seperti ini.
Mereka bertemu,Sonia meminta tolong untuk membantunya pulang ke negaranya,meski harus memberikan semua harta yang di titipkan pada orang itu.
Dengan segala cara akhirnya Sonia berhasil kembali ke negaranya,ia terus bersembunyi dari kejaran Abraham Wijaya.
Menyewa kontrakan sederhana dengan sisa uang yang ia punya,mencoba bertahan hidup dengan bekas luka di wajahnya.
Di rumah Bram.
Kelvin yang sudah sembuh kembali berlarian di dalam rumah bersama saudara nya.
Ia tanpa mengaja melihat foto papanya bersama seorang wanita dan gadis kecil.
wanita itu bukan bundanya.
Kelvin meminta bantuan kepada pak Wawan untuk mengambilkan foto tersebut kemudian berlari membawa foto tersebut kepada papanya yang sedang duduk di pinggiran kolam renang meminum kopi sambil mengecek harga saham di ponselnya.
Bram mengambil foto tersebut dari tangan Kelvin.
"ini kakak Tasya,"ucap Bram mengangkat Kelvin naik ke pangkuannya.
"Ini kak Tasya?"tanya Kelvin yang sudah lancar berbicara.
Arya dan Gavin yang sedang kejar-kejaran di sekitar mereka,sekilas mendengar Kelvin menyebutkan nama Tasya.
Arya dan Gavin menghampiri Bram dan Kelvin.
"papa kenapa peluk-peluk Tante ini,"ucap Arya emosi sambil menunjuk foto Inanti..
Bram hanya melihat Arya,ia bingung harus menjawabnya.
Arya melipat kedua tangannya di dada dan memalingkan wajahnya dari papanya,dan berjalan masuk kerumah.
Gavin yang tidak mengerti maksud kakaknya meniru gaya Arya dan ikut berlari memanggil bundanya.Yang ia tau papanya menggendong anak yang tidak ia kenal.
Bram dan Kelvin saling pandang dan mengangkat bahu mereka.
Bram mengalihkan perhatian Kelvin dari pertanyaan nya tadi,Bram tidak tau bagaimana cara menjelaskan nya.
Bram memperlihatkan video dari ponsel nya.
__ADS_1
"ini bunda papa nakal,"ucap Arya menarik tangan Kaila dan menunjuk pada papanya.
"papa nakal,"tambah Gavin.
Gavin dan Kelvin sangat suka meniru apa yang di lakukan oleh kakaknya.
"maksudnya apa sih mas"tanya Mikaila.
"nih,"Bram memberikan foto kepada Mikaila.
"bunda, papa peluk Tante,"ucap Arya protes.
Gavin mengangguk mengiyakan ucapan Arya .
Sementara Kelvin masih fokus pada ponsel papanya.
Mikaila duduk di samping Bram,menarik kedua anaknya ke pangkuannya.
"ini mama Inanti dan ini kak Tasya,"jelas Mikaila.
Arya dan Gavin memiringkan kepalanya dan melihat bundanya,mereka tidak mengerti.
Kelvin yang mendengar penjelasan bundanya ikut mendekat melihat foto yang tadi di temukan nya.
"Dulu papa punya mama Inanti dan kakak Tasya,tapi sekarang mereka sudah bersama Allah di surga,"tambah Mikaila.
Arya mengangguk mengerti walau sedikit bingung.
"apa bunda sama kakak Arya juga nanti tinggalin papa dan ke surga sama Allah?"tanya Kelvin yang sedikit mengerti maksud bundanya.
"byurrrr"Bram yang sedang minum kopi menyemburkan kopinya saat mendengar pertanyaan Kelvin dan tepat membasahi wajah Gavin.
"Gavin yang kaget karena semburan kopi dari papanya,hanya bisa duduk diam dan mengedip-ngedipkan matanya saat cairan kopi masuk ke mata kecilnya.
Bram langsung membersihkan wajah putranya itu dengan tisu yang ada di meja.
Beruntung kopi tersebut sudah hangat jadi Gavin tidak meresakan panas di wajahnya.
Mikaila,Arya dan kelvin melongo melihat apa yang terjadi pada Gavin.
Mulut Kelvin sampai terbuka lebar Karena ikut terkejut.
Tiba-tiba Gavin menagis,Bram panik dan meniup-niup wajah Gavin,
"Bunda jangan pergi ke surga,Gavin sayang bunda,bunda di sini aja sama Gavin.Papa aja yang kesurga.
Bram bernafas lega saat tau alasan Gavin menangis bukan karena semburan kopi nya tapi karena takut di tinggal bundanya.
Bram melotot saat mendengar kalimat terakhir Gavin.
Mereka kemudian tertawa bersama sama,Gavin yang tidak mengerti mengapa mereka tertawa saat dirinya menangis ikut tertawa karena melihat mereka semua tertawa....
Terima kasih, semoga menghibur.💗
Bagi Like nya dong!!!!!
__ADS_1
Satu like dan komen sangat berarti bagi kami,,,,agar lebih semangat dan merasa senang ada yang menyukai karya receh kami.
Selamat beraktifitas,semoga di lancarkan rezekinya...Aminnn.👍