Pilihan Ku

Pilihan Ku
Extra part 3


__ADS_3

Bram,Mikaila, Arya, Kelvin,Gavin dan Arsy mengunjungi nenek di kampung,ini untuk pertama kalinya Arsy pergi ke kampung ibunya.


Para tetangga dan saudara sangat gemas pada bayi lucu itu, malam hari semua berkumpul di meja makan.


Jabar dan keluarga kecilnya, dan Mikaila serta anak dan suaminya duduk berkumpul bersama kedua orang tua mereka.


Ayah Mikaila sangat bahagia anak-anaknya berkumpul dengan keluarga kecil mereka, Ayah sangat bahagia bisa menyaksikan kehangatan anak-anaknya.


Setelah makan mereka semua berkumpul di ruang keluarga ,ada yang menonton TV ada yang bermain ponsel sedangkan ayah duduk di karpet dikelilingi oleh para cucu-cucunya bahkan Arsy dan Adam saling berebut kakek mereka ,pemandangan yang sungguh menyenangkan bagi siapa saja yang melihatnya..


Dulu mereka hidup serba kekurangan, sudah bisa makan sudah sangat bersyukur namun sekarang ia bahkan bisa memberi makan banyak orang dan tinggal di sekitar rumahnya.


Tinggal di rumah mewah semua berkat menantunya Abraham Wijaya .Memiliki cucu-cucu yang tampan dan cantik mereka semua sangat menggemaskan,semua ini tak pernah terpikir oleh ayah Mikaila.Kebahagiaan yang sangat berharga di masa tuanya.


Pagi hari Arya Kelvin dan Gavin bersiap-siap dengan baju batik mereka,hari ini ayah dan ibu Mikaila ingin ke Kampung sebelah,mereka mendapat undangan pernikahan dari tetangga Kampung mereka.


Semenjak Mikaila menikah dengan Bram,Bram sering mengirimkan uang kepada mertuanya untuk dibagi-bagikan kepada warga sekitar yang kurang mampu membuat ayah Mikaila dikenal hingga keluar kampungnya.Setiap acara merupakan sebuah kehormatan jika orangtua Mikaila menghadiri acara mereka.


Walau seperti itu ayah dan Ibu Mikaila tak bersikap sombong,Ia tetap ayah dan ibu Mikaila yang dulu ramah dan baik hati.


Saat mereka datang semua mata tertuju pada ketiga pria tampan yang berjalan di depan kakek dan neneknya.


Mereka menikmati acara hingga selesai,saat pulang Gavin menunjuk sebuah kebun mangga yang sangat luas dengan mangga yang sudah matang tergantung menjuntai turun hampir menyentuh tanah .


"Nenek-nenek mau mangga ,"tunjuk Gavin pada mangga di kebun itu.


"Nanti kita minta ayah Adam ya, buat beli di pasar. Kalau yang ini orangnya sedang tidak ada ada," ucap nenek mereka saat melihat pintu rumah pemilik kebun tertutup.


Gavin akhirnya duduk tenang, sesekali ia masih menatap melihat pohon mangga yang seperti melambai-lambai memanggilnya.


"Kamu kenapa, kamu mau mangga? tanya Kelvin.


Gavin mengganggu cepat.


"Kamu minta aja sama papa dibeliin sepeda,"ucap Kelvin.


"Gavin mau mangga Kak, bukan sepeda," protes Gavin.


"Sudah kamu jangan banyak tanya, minta aja sepeda sama papa, mintanya 3 ya ya ,"ucap Arya.


" Iya deh, nanti Gavin minta ke papa." ucap Gavin .


Arya dan Kelvin saling tos, Gavin hanya melihat kedua kakaknya itu, dia tak mengerti apa maksud mereka.


Ia ingin makan mangga namun disuruh meminta sepeda.


Sesampai di rumah, Gavin benar-benar meminta sepeda dan terus merengek hingga Bram membawanya ke toko sepeda.


Arya dan Kelvin naik lebih dulu ke mobil saat mereka tahu ,papa dan Gavin akan ke toko sepeda.


Di kampung toko sepeda tidak terlalu banyak dan hanya tersisa 2 sepeda.

__ADS_1


" Bagaimana hanya tersisa dua sepeda kalian gantian aja ya"tanya Bram.


"iya papa ,kita gantian aja,"ucap Arya mereka pun membeli sepeda Han bermain di sekitar sana.


Sepulang dari sana, awalnya mereka hanya bersepeda di sekitaran Kampung mereka namun Arya dan Kevin mengayuh sepedanya lebih jauh lagi." Kakak kita mau kemana ?"tanya Gavin yang duduk di belakang dan dibonceng oleh Arya.


"Kamu tenang aja, kamu mau mangga kan kan?" tanya Arya.


" Iya Kak, mau"jawab Gavin.


"Ya sudah diam saja,"ucap Arya yang sudah kelelahan mengayuh sepedanya.


Arya dan Kelvin terus mengayuh sepedanya, karya tertinggal jauh dari Kevin,


"Kakak cepat dong, Kak Kelvin sudah jauh ," ucap Gavin memukul-mukul belakang kakaknya.


"Kamu sih dek makan terus kan kakak susah mengayuh sepedanya,"ucap Arya ngos-ngosan.


"Kok susah gara-gara makan ?"tanya Gavin bingung.


"Iya kamu berat ,"ucap Arya.


Gavin terdiam ,Tak lama kemudian mereka sampai di kebun mangga yang mereka lihat tadi pagi .


"Kak sepertinya pintu rumahnya sudah terbuka," ucap Kelvin.


"Iya, sudah ada orang nya, kalian tunggu di sini ya aku coba bicara sama pemilik rumah," ucap Arya memberikan sepedanya kepada Gavin Arya menghampiri rumah tersebut.


"Waalaikumsalam," terdengar dari dalam jawaban dari salamnya.


"Ada apa nak?" tanya seorang kakek.


"Maaf kek, apa boleh saya membeli mangga kakek," ucap Arya sopan.


"Iya tentu saja ,ambil saja Nak tidak usah membelinya."ucap sang kakek.


"Yang benar kek?" tanya Arya memastikan.


"Iya,"jawab sang kakek.


Sebenarnya Ia hanya berbasa-basi ingin membeli, ia sama sekali tidak membawa uang .


"Ambil saja sebanyak yang kalian mau," ucap sang kakek.


"Terimakasih kek,"ucap Arya .


Kakek memiliki buah mangga yang sangat melimpah, Tak jarang ia membagi-bagikannya kepada tetangga banyak tetangga yang membeli dan banyak tetangga yang hanya mengambil, saja kakek tidak pernah mempermasalahkannya .


Di dalam kamar Raina sayup-sayup mengenali suara yang ada di luar,sedang berbicara dengan kakeknya angkatnya.


"Itu kan Suara ka Arya,"gumam Raina berlari keluar, Namun di luar sudah tidak ada siapa-siapa hanya kakek sendiri.

__ADS_1


"Kakek tadi ada orang ya,?" tanya Raina .


"Iya tadi ada orang yang meminta mangga."jawab kakek.


"Orangnya mana ?"tanya Raina lagi.


"Orangnya sudah pergi ke kebun,"jawab kakek.


"Oh," Raina mengajak Natalie ke kebun mangga ,ia yakin suara yang didengarnya tadi adalah suara Arya.


Menurutnya nggak mungkin Arya ada di sana namun Ia tetap ingin melihatnya Karena merasa penasaran.


Gavin sudah memetik mangga dan menyimpannya di kantong yang ia bawa .


"Sudah jangan banyak-banyak, kita nggak bisa bawanya nanti,"ucap Kelvin pada Gavin yang terus memetik mangga.


"Satu lagi Kak," ucap Gavin memetik mangga terakhir dan memasukkannya ke dalam kantung .


Raina terus berjalan mendekat, ia melihat 3 anak laki-laki,Kelvin melihat burung bertengger di atas pohon ia mengambil batu dan melempar nya,


"Aww," terdengar suara pekikan dari bawah pohon tempat burung itu bertengger namun saat mencari tahu sumber suara Arya dan Kelvin melihat seseorang yang terbaring pingsan.


"Hey kalian siap? kenapa melempar teman saya?" Ucap Natali menghampiri mereka.


"Maaf, maaf kami tidak sengaja.,"ucap Arya mewakili adiknya.


Natali mengambil batu yang tadi bermaksud ingin melempar mereka .


Arya Kelvin dan Gavin berlari menuju sepeda dan mengayuh sepedanya sekencang mungkin. Natali melempar batu kepada mereka namun mereka sudah terlalu cepat mengayuh sepedanya.


" Raina bangun, Raina "ucap Raina Natali menggoyangkan lengan Raina..


Natalie mengambil air dan memercikkannya ke wajah Rena, Rena pun tersadar.


"Sakit ,kepalaku sakit," ucap Raina memegang kepalanya.


"Kamu nggak apa-apa kan?"tanya Natali khawatir.


"Enggak cuman sakit sedikit saja ,"Raina mencoba berdiri dan kembali mencari sosok yang tadi di lihatnya


Sebelum pingsan Raina melihat Arya,ia baru akan memanggil Arya tiba-tiba sebuah batu mendarat di kepalanya dan ia tak sadarkan diri.


"Apa tadi Kak Arya ya," batin Raina.


🙏💖💖💖💖🙏💖💖💖💖🙏


Terima kasih sudah membaca, jangan lupa berikan like dan komen sebanyak-banyaknya.Dan jangan lupa mampir ya ke karya terbaruku" My Papa My Boss" terima kasih , sampai jumpa di pilihanku season 2 nantikan keseruan mereka.


Di season 2 ini menceritakan kisah ketiga anak Bram dan Mikaila saat duduk di bangku SMA .


terima kasih 🙏

__ADS_1


Salam dariku author m anha. 💖


__ADS_2