
Di kediaman David.
Queen merengek pada maminya,
"Mami kok kak Kelvin nggak pernah ngangkat teleponku sih, Apa dia nggak mau bicara sama aku ya mi,?" tanya Queen mengikuti kemanapun Maminya pergi,
"Ya kamu coba lagi dong sayang," ucap Arabella.
"Udah mami, Queen udah coba beribu kali, tapi nggak pernah diangkat. Bahkan sudah dua hari ini nomor kak Kelvin nggak bisa dihubungi. Apakah kak Kelvin sedang sakit ya mi?" ucap Queen merasa khawatir.
"Mungkin dia sedang sibuk, makanya dia tidak mengaktifkan ponselnya. Kak Kelvin ke sana kan untuk belajar bukan untuk berlibur," ucap Arabella mencoba menenangkan putrinya.
"Iya mami, Queen tau kak Kelvin sedang belajar, tapi kan bisa balas chat Queen atau angkat teleponku sebentar saja," protes Queen.
"Iya, tapi kamu Jangan ikutin mami terus sayang, kamu itu ganggu mami," keluh mama Arabella yang merasa terganggu saat Queen mengikutinya bolak-balik menyiapkan makanan untuk David suaminya.
"Ih Mama kok gitu sih, aku kan lagi curhat."
"Iya Mami dengerin curhatan kamu, tapi sebentar lagi Papi mau ke kantor , nanti Papi telat lagi gara-gara sarapannya belum siap.Dari pada kamu gangguan mami mending kamu bantuin mami siapin sarapan."
"Mami Queen kan lagi kesel," ucap Queen malah duduk dan terus mencoba menghubungi Kelvin dan nomornya tetap tidak aktif.
Queen kemudian menghubungi Gavin,
"Halo Kak Gavin," ucap Queen saat Gavin mengangkat teleponnya.
"Iya ada apa Queen?" tanya Gavin,
"Kak, kok nomor Kak Kelvin nggak aktif ya?"
"Masa sih,?!" tanya Gavin.
"Iya, sudah dua hari ini Queen telepon nomornya enggak aktif," ucapnya.
"Aktif kok, aku baru aja nelpon dia," ucap Gavin.
"Benarkah? ya udah, aku coba hubungin kak Kelvin lagi ," ucap Queen matikan panggilannya dan mencoba kembali menghubungi Kelvin, namun hasilnya tetap sama, nomor telepon Kelvin tetap tidak bisa dihubungi.
Queen terus menghubungi Kelvin sambil menunggu Papanya selesai sarapan, kemudian mereka berangkat ke sekolah.
Queen duduk di bangku kelas 1 SMA, sedangkan Gibran duduk di bangku kelas 3 SMA. Mereka satu sekolah di Wijaya school.
Queen menghampiri Gibran yang sedang memarkirkan motornya, Gibran lebih senang memakai motor daripada membawa mobil.
"Gibran," panggil Queen,
"Ada apa?"
"Pinjam ponsel mu,"
"Untuk apa?" tanya Gibran.
"Kamu kok banyak nanya, pinjem aja ," ucap Queen langsung mengambil ponsel Gibran yang ada di kantor bajunya.
"Mau ngapain sih, kamu kan punya ponsel sendiri?!"
"Berapa sandinya ?" tanya Queen saat menyalakan ponsel Gibran memiliki kata sandi .
Gibran masukkan kata sandi tersebut dan ponselnya terbuka dengan cepat Queen langsung mencari nomor Kelvin dan menghubunginya. Nomornya tersambung,
__ADS_1
" Halo, ada apa Gibran," ucap Kelvin saat mengangkat telepon dari Gibran. Queen langsung mematikannya dan memberikan ponsel Gibran kembali. Ia berlari masuk ke dalam gedung sekolah,
"Ada apa dengan Queen ," gumam Gibran menyusul Queen masuk kedalam gedung sekolah.
"Mereka bisa menghubungi kak Kelvin, ada apa ini. Apakah kak Kelvin memblokir nomorku ," lirih Queen duduk di dalam kelasnya. Ia merasa sangat kecewa saat mengetahui hanya nomornya lah yang tidak bisa menghubungi Kelvin.
"Apa kah kak Kelvin nggak mau dihubungin sama cewek ya, Apa kah Kak Kelvin ingin konsentrasi belajar.," pikir Queen polos.
Queen teringat akan Natali, sepulang sekolah Queen meminta Gibran mengantarnya ke kampus Natali. Begitu sampai di gerbang kampus, beruntung Queen langsung melihat Natali yang berada di gerbang kampus.
"Kak Natali," panggil Queen menghampirinya,
"Kamu Queen kan" sapa Natali,
"Iya kak, kakak lagi nungguin siapa?" tanya Queen.
"Aku lagi nungguin kakak aku."jawab Natali.
"Kak bisa pinjam ponselnya nggak!" ucap Queen.
"Ponsel?" tanya Natali,
"Iya aku ingin menghubungi seseorang, ponselku mati," alasan Queen.
"Boleh ko," Natali memberikan ponselnya, " bentar ya aku ke kamar mandi dulu,"
"Iya kak,"
Queen melakukan hal yang sama saat ia meminjam ponsel Gibran, Queen langsung mencari nomor Kelvin dan menghubunginya, Kelvin langsung mengangkat pada deringan pertama,
"Jika menggunakan ponsel Gibran dan ponsel Natali," ko langsung nyambung ya.
"Halo Natali," ucap Kelvin. Queen langsung matikan nya.
Queen melihat banyak pesan Kelvin di sana, ia kemudian membuka semua pesan tersebut. Queen yang bisa melihat begitu banyak pesan Kelvin yang berisi perhatian kepada Natali. Hampir di setiap saat Kelvin mengirim pesan kepada Natali.
"Bagaimana?, Apa sudah selesai?" tanya Natali menghampirinya.
"Sudah Kak, ini ponselnya," ucap Queen memberikan ponsel Natali.
"Aku permisi dulu ya kak," pamitnya.
Queen pun meminta Gibran mengantarnya pulang. Sepanjang perjalanan Queen yang biasanya cerewet menjadi pendiam,
"Kamu kenapa?" tanya Gibran.
"Enggak apa-apa kok!" ucap Queen dengan suara bergetar,
"Kamu nangis?"
"Enggak," jawab Queen yang kini sudah terisak .
"Enggak nangis kok kamu terisak?!"
"Aku nggak nangis,"
Gibran kemudian menepikan motornya dan melihat wajah Queen yang sembab.
"Kamu lapar, aku beliin bakso mau?" tanya Gibran,
__ADS_1
Queen menggeleng,
"Terus kenapa kamu nangis?" tanya Gibran.
"Aku mau pulang ," ucap Queen .
"Lah ini kan kita mau pulang, jadi nggak usah nangis," Gibran kembali melajukan motornya. Bukannya berhenti menangis Queen malah menambah tangisannya.
"Queen jangan nangis dong, nanti mami kamu marahin aku, kirain aku yang buat kamu nangis," bujuk Gibran.
Saat memasuki gerbang rumahnya Queen semakin meraung-raung nangis,
Gibran menjadi panik dibuatnya, begitu sampai di depan rumah Queen langsung berlari masuk ke kamarnya.
Arabela yang melihat putrinya menangis menyusulnya ke kamar,
"Kamu kenapa?" tanya Arabela mengusap punggung Queen yang bergetar karena tangisnya.
Queen tak menjawab, ia mengambil ponsel dan menghapus nomor Kelvin di sana.
****
Kelvin yang sedang sangat sibuk terus mendapat panggilan dari Queen, Kelvin sudah mengirim pesan Jika ia sedang ada mata kuliah, namun Queen tetap saja memanggilnya. Karena kesal Kelvin langsung memblokir nomor Queen. Saking sibuknya Kelvin jadi lupa jika ia telah memblokir nomor Queen.
****
Selama ini Queen sangat menyukai Kelvin, namun Kelvin hanya menganggap Queen anak kecil yang selalu menempel padanya, ia tak pernah berfikir kalau Queen menyukainya sebagai seorang wanita.
*****
Bram hari ini menghadiri rapat orang tua murid, Iya dan Mikaila datang ke sekolah Arsy.
Bram bisa melihat jika Dias terus mengikuti Arsy dan putrinya itu terlihat tak nyaman dengan kelakuan anak Dimas itu.
Setelah rapat Bram menghampiri mereka
"Anak Papa kenapa manyun begini ?" tanya Bram.
"Selamat siang Papa," sapa Dias yang sejak tadi mengikuti Arsy.
"Siang Dias, kamu kenapa nggak gabung sama teman kamu?" tanya Bram.
"Enggak apa-apa, aku mau sama Arsy aja," ucap Dias dengan polosnya.
"Papa Arsy nggak suka Dias ngikutin Arsy, teman Arsy nggak ada yang mau main sama Arsy gara-gara Dias selalu ada di dekat Arsy," lirih Putri Abraham itu.
"Dias kamu dengarkan apa yang Arsy bilang kan?!, teman Arsy nggak ada yang mau main dengannya karena kamu. Kamu sayang kan dengan Arsy?" tanya Bram.
Dias pun mengangguk,
"Mulai sekarang dan seterusnya nya, Dias main sama teman Dias ya, biar Arsy main sama temannya juga.Dias masih bisa ko temenan dengan Arsy jika Arsy lagi ga main sama teman nya," ucap Bram .
"Iya Pah," ucap Dias yang juga memanggil Bram dengan sebutan Papa.
Dias pun berlari ke teman-temannya dan bermain bersama mereka.
🙏💖💖💖💖💖💖🙏💖💖💖💖💖🙏
Terima kasih, Jangan lupa like, vote dan komennya.
__ADS_1
salam dariku Author m anha,
💖💖💖💖🙏💖💖💖💖💖🙏💖💖💖💖💖