Pilihan Ku

Pilihan Ku
[S2] Aku Ingin Punya Keluarga.


__ADS_3

Raina pulang saat larut malam,ia menghabiskan waktu di sebuah mesjid,mencoba menenangkan pikirannya.


Hari ini sungguh sangat melelahkan baginya.


Ia di hadapkan oleh dua pilihan yang sangat sulit untuk nya.


Natali sedang mempersiapkan pakaiannya untuk acara besok, saat Raina masuk, Natali langsung menyapanya, ia bersikap seolah tak terjadi apa-apa, Natali berpikir jika Raina memilih mengalah dan menjauhi Arya.


"Raina menurut mu besok aku pakai yang mana?! ini atau yang ini?" tanya Natali memperlihatkan dua pasang baju.


"Dua-duanya cantik,cocok untuk kamu,"jawab Raina mencoba tersenyum.


"Gitu ya, ya udah. kalau begitu aku pakai yang ini aja," ucap Natali meletakkan satu bajunya ke kasur dan yang lainnya di masukkan kembali ke dalam kemari pakaiannya.


"Kalau yang ini cocoknya yang mana?"tanya Natali memperlihatkan 2 hiasan jilbab yang baru di belinya kepada Raina,


"Pakai yang biru aja, lebih cantik!, aku mandi dulu ya ,"ucap Raina berlalu ke kamar mandi, tubuhnya sangat leleh, sekarang ia sangat merindukan bantal kesayangannya.


Natali sibuk menyiapkan perlengkapannya untuk tampil besok hingga larut malam,sedangkan Raina sudah lebih dulu tertidur, tubuh sangat lelah.


Natali terbangun saat mendengar benda jatuh di kamar kosan sebelahnya, ia meraba ponselnya ingin mencari tahu sudah jam berapa sekarang.


Mata Natali membulat sempurna saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 08.30 ia sudah sangat terlambat.


Natali melihat Raina juga masih tidur. Dengan terburu-buru ia mandi dan berpakaian.


"Raina bangun, kita sudah terlambat." Natali membangunkan Raina yang masih terlelap.


Raina dengan malas melihat jam di ponselnya dan tidur kembali.


"Raina kamu ga ke sekolah?" tanya Natali


"Enggak, aku sudah izin. Badanku sakit semua!" ucap Raina kembali menarik selimutnya.


"Aku pergi sekolah dulu, Aku bawa motor ya," ucap Natali berlalu dengan terburu-buru.


Natali bernafas lega saat melihat beberapa murid yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut masih banyak diluar ruangan tempat akan dilaksanakannya kegiatan tersebut.


"syukur lah aku tidak terlambat,"gumam Natali memarkirkan motornya.


Arya yang sudah menunggu sedari tadi di parkiran langsung menghampiri Natali.


"Raina ga kesekolah ya?"tanya Arya, Arya dari sekolah Raina, hingga pelajaran dimulai Raina tak juga datang.


"Iya, katanya ia sudah izin ,"jawab Natali.


"kenapa?"

__ADS_1


"Ga tau kak, tadi aku bangun kesiangan ga sempet nanyain kenapa ia ga kesekolah," jawab Natali berlalu meninggalkan Arya.


Arya mengikuti Natali, "Apa Raina sakit?" tanya Arya.


"Ga tau kak,"


"Ga tau gimana kamu kan sekamar dengan Raina," geram Arya.


"kak..." ucap Raina terpotong saat Gavin datang menghampirinya.


"Kamu kok masih di sini, sebentar lagi giliran kita," Gavin menarik tangan Natali meninggalkan Arya yang masih menunggu jawabannya.


"Apa Raina sedang sakit ya," batin Arya.


Arya berencana untuk pergi ke kosan Raina, ia dari kemarin terus mengkhawatirkan nya.


Saat di parkiran ia bertemu dengan Papanya,


"Kamu mau kemana?" tanya Bram yang melihat Arya tergesa-gesa menuju mobil nya.


"Arya ingin ke kosan Raina pah, hari ini Raina ga kesekolah," jawab Arya.


"Nanti saja kamu ke sana, sebentar lagi acaranya akan di mulai, Kamu kan ketua OSIS di sekolah ini, tak baik jika kamu tak hadir dalam acara ini." tegas Bram.


Arya pun mengurungkan niatnya untuk menemui Raina, Papanya benar, ia harus menjaga nama baik Papanya.


Semua keluarga Abraham Wijaya hadir di sana.


"Bunda kenalin ini Natali yang akan tampil bersama Gavin nanti,"ucap Gavin.


"Kamu cantik sekali, bunda sering mendengar mereka membicarakan kamu," ucap Mikaila yang membuat Natali sangat senang.


"Bunda kita kesana dulu, sebentar lagi giliran kita,"ucap Gavin.


Gavin dan Natali bersiap ke belakang panggung.


Raina yang merasa lebih baik, mencoba untuk mandi dan mencari sarapan, perutnya sangat lapar, semalam ia tak sempat makan sebelum tidur.


Saat akan keluar, Raina baru menyadari jika kalung liontin di pergelangan tangannya hilang, Raina mencari di setiap sudut kamar kost nya,


"Dimana aku menjatuhkannya," gumam Raina terus mencari.


Raina melihat kedua hiasan jilbab Natali masih ada di sana.


"Hmmm Natali pasti lupa membawanya," Raina melihat jam, "mudah-mudahan ia belum tampil.


Raina ingin mengantarkan hiasan tersebut ke sekolah Natali, Raina hanya membeli Roti untuk mengganjal perutnya yang terasa sangat lapar.

__ADS_1


Di gedung Wijaya school.


Suara tepukan tangan bergemuruh saat Natali dan Gavin sukses dengan penampilan mereka, suara merdu Natali dan alunan piano Gavin membuat semua tersihir oleh keindahan alunan musik mereka...Natali terlihat begitu cantik hari ini, Sepanjang penampilannya Kelvin terus memperhatikannya.


Acara selesai, Mikaila menghampiri Natali dan mengucapkan selamat atas kesuksesan mereka, Mikaila memuji kecerdasan, kecantikan dan merdunya suara Natali, membuat Natali bagai terbang ke langit ketujuh, bunda dari pria yang di sukai nya memuji dirinya,


Natali yang memang mudah akrab dan periang, langsung akrab dengan Mikaila dan Arsy, mereka berbincang-bincang sambil menunggu Bram yang sedang berbincang dengan para pengajar di sekolah itu.


Raina berjalan cepat, bahkan sedikit berlari memasuki gerbang Wijaya school, ia berharap Natali belum tampil dan ia masih sempat memberikannya hiasan itu.


Namun langkahnya terhenti saat melihat Natali dan Bunda Mikaila.


"Bunda..."batin Raina melihat mereka, melihat Mikaila yang selama ini di rindukannya, bunda Mikaila yang sudah di anggap sebagai bundanya. Walau hanya sesaat Raina bisa merasakan kasih sayang seorang ibu dari Bunda Mikaila.


Air matanya sudah tak terbendung lagi, dadanya sesak, melihat Natali terlihat begitu bahagia mengobrol dengan Bunda Mikaila, tak bisa di pungkiri ia merasa cemburu pada Natali.


Raina sangat ingin berlari dan memeluk bundanya itu, namun kakinya kaku saat melihat kebahagiaan di wajah Natali.


Tak lama kemudian Bram menghampiri mereka,


"Papa..."batin Raina menagis pilu, isakannya sudah tak tertahankan lagi, melihat sosok yang begitu di kagumi nya ada di hadapannya.


Hati Raina semakin sakit saat melihat Arya , Kelvin dan juga Gavin ikut bergabung.


Natali di kelilingi oleh orang-orang yang selama ini ia tunggu, yang ia rindukan.


"Apa aku ga ditakdirkan untuk hidup bahagia, mengapa disaat kebahagiaan mulai menghampiriku, aku justru selalu merasa sakit.


Apa aku memang di takdir kan untuk hidup sendiri di dunia ini."


Raina meninggalkan Sekolah itu dengan hati yang perih, dadanya sesak, ia berjalan sambil terus menangis. Raina tak peduli orang-orang yang melihat ke arahnya Karena terusik oleh suara tangisannya.


"Apa salahku, aku tak pernah berbuat jahat. Mengapa kebahagiaan tak mau menghampiri ku. Apa tak ada sedikitpun kebahagiaan yang tersisa untukku. Aku hanya ingin punya keluarga, punya bunda, punya papa, apa itu saja tak boleh." lirih Raina terus berjalan menyusuri jalan raya.


Raina hanya bisa menagis menghilangkan rasa sakitnya.


🙏🙏🙏💖🙏💖💖💖💖🙏💖🙏🙏🙏


Terima kasih sudah membaca karya


"Pilihan Ku" jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya dengan memberi like, vote dan komen sebanyak-banyaknya, agar karya ini lebih baik lagi.


Mohon dukungannya ya🙏🙏🙏


Sambil menunggu update selanjutnya silakan mampir ke karya terbaruku judulnya,


"My Papa My Boss." Mohon bantuannya juga ya 😍😍🤗

__ADS_1


Terima kasih.


Salam dariku Author m anha 💖🙏


__ADS_2