Pilihan Ku

Pilihan Ku
Ke Kebun Binatang.


__ADS_3

Arya terus menunggu telfon dari Raina, Mikaila yang melihat kesedihan anaknya berusaha menghibur,


"kakak kita jalan-jalan yuk,"Mikaila mencium kedua tangan anaknya,


"Raina ko nggak nelfon bunda?"tanya Arya untuk yang kesekian kalinya,


"mungkin Raina sedang sibuk sayang,jadi ngga bisa telfon kakak,"bujuk Kaila.


"gitu ya bunda,"ucap Arya lemas.


"kita ke kebun binatang yuk,"ajak Mikaila.


Arya mengangguk,ia memang suka dengan binatang.


Mereka pun membawa Arya ke kebun binatang.


Mereka memberi makan kelinci,Gavin dengan semangat mengambil wortel untuk Arya dan Kelvin.


Setelah melihat kelinci mereka melihat sapi yang sedang di perah,,,Bram membantu Arya ikut memerah susu,ia sangat senang saat melihat air susu mulai mengisi gelasnya.


Gavin yang penasaran ikut mencoba sendiri memerah susu sapi, namun saat memencet susu sapi, bukannya masuk ke dalam wadah, susu justru menyemprot wajahnya sendiri.


Arya tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Gavin,,,


Setelah Gavin ,Kelvin pun ingin mencoba dengan bantuan petugas kebun.ia sukses mendapat segelas susu.


Melihat anak-anak Mikaila juga ingin mencoba,namun setelah memegangnya ia geli sendiri dan tak jadi memerah susu.


Mereka beralih ke hewan lainnya,,,,


Bram melihat ada seekor ular,ia tau kalau istrinya sangat takut dengan hewan yang satu ini.


Bram terlebih dahulu bertanya kepada petugas apakah hewan ini aman untuk di pegang.


"ini aman pak,ini memang jenis ular peliharaan."jawab petugas kebun binatang.


Bram mengambil satu ular yang paling besar,ia berjalan menuju Mikaila.


"sayang lihat deh,,ini cantik banget."ucap Bram mendekati Mikaila.


"mas,ih jangan mendekat,"Mikaila berlari menjauhi Bram yang sedang memegang ular.


"ini cantik sayang,coba pegang,"ucap Bram mengejar Mikaila.


"enggak mas aku takut,"ucap Mikaila yang sudah menagis.


"ini aman,coba deh kamu pegang,"


Mikaila histeris saat Bram berhasil menangkap nya,ia terduduk dan menutup matanya.


"ini ga Gigi sayang,,"ucap Bram menyentuhkan ular itu ke kulit Mikaila.


Mikaila berteriak ketakutan saat ular itu menyentuh kulitnya,,,


"mas, cukup,"Mikaila sudah menagis layaknya anak kecil.


Melihat bundanya menangis karena ketakutan,Gavin memukul-mukul papanya sambil menangis histeris.


Mba Siti yang juga takut dengan ular sudah kabur sedari tadi.


Bram menyudahi kejahilannya saat melihat tangan Mikaila gemetaran.

__ADS_1


Bram memberikan ular itu kepada petugas,,


"maaf ya sayang,mas cuma bercanda."


Mikaila merapikan pakaian dan hijabnya yang sudah berantakan karena ulah Bram.


Ia mendorong Bram dan berjalan menjauhinya.Gavin berlari mengejar bundanya.


Arya dan Kevin hanya melihat saja,mereka justru ikut bermain dengan ular yang di pegang petugas kebun.


Bram menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,ia kemudian melanjutkan turnya hanya bertiga .


Setelah Mikaila tenang,mereka melihat kuda.


Walau masih marah namun ia tetap ikut untuk menghibur Arya.


Mereka menaiki kuda mengelilingi kebun binatang.


Mikaila dan Gavin menumpangi 1 kuda dan di tarik oleh bram.sedangkan Arya bersama Kelvin menaiki kuda yang sama,dan di tarik oleh pak slamat.


Arya memakai topi pemberian Raina,itu satu satunya kenangan yang ia punya.


Ia sejenak melupakan kesedihannya,ikut larut dalam kebahagiaan keluarga nya.


Setelah seharian bermain,mereka akhirnya pulang.


Mikaila menelfon bi Yanti,mereka akan makan di luar,jadi tidak usah masak untuk mereka.


Mikaila menyuruh mereka menyusul ke restoran yang akan mereka singgahi.


Mereka semua menyusul ke restoran yang di maksud Mikaila,pak Wawan yang mengendarai mobil.


Pak Wahyu tak mau ketinggalan,dan menitipkan rumah pada satpam diluar gerbang.


ia sudah memesan satu meja khusus untuk mereka semua.


Pak slamat dan mba Siti sudah duduk di meja itu menunggu mereka.


Sedikit canggung,ini pertama kalinya mereka makan di restoran mewah.


Pesanan datang, berbagai jenis makanan di sajikan di atas meja, Mikaila memesan menu yang sama dengan apa yang ia pesan untuk mereka.


Mereka makan dengan lahap,makanan yang ada di meja,rasanya benar-benar enak.


"kalian tau ga harga makana ini berapa,?"tanya pak Wahyu yang paling muda di antara mereka.


"beberapa pak?"tanya pak Wawan penasaran.


"makanan yang kita makan ini seharga gaji kita sebulan perporsinya."ucap pak Wahyu yang tanpa sengaja melihat tagihan di meja Bram.


Pak Wawan menelan kasar ludahnya,


"makanya jangan di sisa makanannya,ini sekali seumur hidup,"ucap pak slamat santai memakan makanannya.


Setelah kenyang mereka pulang,pak Wahyu mengantar yang mba Lala dan pak Wawan pulang,karena mereka hanya bekerja sampai jam 7 malam,tak lupa Mikaila membelikan makanan untuk keluarga mereka.


kemudian pak Wahyu kembali ke rumah Bram, karena ia menang tinggal di rumah Bram.


Pak Wahyu berasal dari desa,ia merantau ke kota,dan bertemu Bram,awalnya ia berkerja sebagai satpam di kantor,namun karena Bram menyukai cara kerjanya ia di pindahkan menjadi satpam di rumahnya dengan gaji dua kali lipat.


Pak Wahyu belum menikah,ia selalu mengirim sebagian gajinya ke kampung,membantu kedua orang tuanya.

__ADS_1


Di kamar.


Mikaila masih marah,ia terus mendiamkan Bram.


"sayang,dosa loh marah lama-lama sama suami."ucap Bram terus mengikuti kemanapun Mikaila pergi.


tak ada jawaban dari Mikaila.


"sayang tidur yuk,"rayu Bram.


Mikaila sibuk mengurus ini dan itu,ia sengaja menghindari bram, Namun Bram terus mengekor di belakangnya.sesekali menarik piama Mikaila.


Mikaila berbalik dan menatap Bram tajam,


"mas,kamu ya,"Mikaila meremas udara di depan wajah Bram.


"maaf sayang,aku cuma bercanda tadi."ucap Bram memelas.


"bercanda,mas aku tadi itu hampir mati ketakutan."Mikaila bergidik ngeri membayangkan ular itu menyentuh tangannya.


"iya maaf ya,kamu cantik banget malam ini,seksi lagi."Bram mengedipkan matanya.


"mas malam ini kamu tidur di kamar anak-anak,aku masih kesel lihat wajah kamu mas,"ucap Mikaila melemparkan Bantar ke Bram.


"ko gitu sih sayang,kamu tega banget sama suami sendiri."ucap Bram mendekati Mikaila.


"stop,"Mikaila menahan Bram dengan isyarat tangannya.


"tidur di kamar anak-anak." ucap Mikaila menutup tubuhnya dengan selimut.


Bram pasrah,ia menghampiri anak-anaknya yang sudah tertidur pulas.


Bram mengusap rambut Arya,anak itu tidur sambil memeluk topi pemberian Raina.


Bram keruang kerjanya,saat ponselnya berdering.


"bagaimana?"tanya Bram pada seseorang di balik telfon.


"mereka adalah sindikat perdagangan anak,ini bukan pertama kalinya mereka mengirim anak keluar negri,,, Mereka berpura-pura mengadopsi kemudian menjualnya."jawab orang suruhan Bram


"terus cari anak itu,"perintah Bram.


Bram semakin cemas,


"Raina dimana kamu nak,bagaiman keadaan mu."batin Bram.


Ting,satu pesan masuk di ponsel Bram.


"Talia,"ucap Bram melihat nama pengirim pesan.


"selamat malam Bram,apa kabar?"isi pesan itu.


Bram tak berniat membalasnya,justru langsung menghapus pesan itu


dan kembali ke kamar anak-anaknya.ikut tertidur di sana.


Bersambung....


Terimakasih sudah membaca 💗


Jangan bosan-bosan ya 🙏

__ADS_1


Jangan lupa like vote dan komennya 💗


__ADS_2