Pilihan Ku

Pilihan Ku
Putra-Putra Abraham Wijaya sang Milyuner.


__ADS_3

Arya Wiguna Putra Wijaya,Kelvin Raffaiya Wijaya dan Gavin Raffaiya Wijaya.


3 putra dari seorang Abraham Wijaya pewaris Wijaya Grup menjadi topik hangat di kalangan para pebisnis.Di usia mereka yang masih balita namum mereka sudah memiliki saham dimana-mana.


Bram yang seorang milyarder memberikan kepada anak-anaknya beberapa hartanya yang ia miliki dari bisnis nya di luar pendapatannya dari perusahaan keluarga.


Bram Memang memiliki beberapa usaha di luar Wijaya Grup, memiliki saham di beberapa negara.bahkan pendapatannya tak kalah banyak dari keuntungan perusahaan yang di pimpinannya.


kesibukan di pagi hari bertambah saat si kembar hadir di kehidupan mereka.


"sayang,akikahan si kembar kita buat sederhana aja ya,cukup mengundang keluarga dekat saja."ucap Bram memeluk istrinya yang masih enggan meninggalkan kasur empuknya."


"iya mas,aku ikut maunya mas aja."


"sebagai rasa syukur atas kelahiran mereka mas berencana membuat beberapa panti asuhan dan merenovasi panti asuhan yang sudah ada."


"aku setuju mas,"


"mas juga berencana membangun mesjid-mesjid di beberapa daerah.mas sangat bersyukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan kepada kita"


"mas memang suami terbaik di dunia,"


"apa ada yang kamu inginkan?"


"apa ya,"berfikir...


"bilang apa aja yang kamu inginkan,mas janji akan memenuhinya."


"aku hanya ingin mas selalu sehat dan terus bersama kami,"


"pasti sayang,"


Suara tangis anak-anak mereka semakin membuat ramai rumah tangga mereka.


Acara akikahan si kembar di adakan secara sederhana,hanya keluarga dekat yang hadir dan beberapa anak yatim-piatu.


"Tante kak Jabbar ga datang ya?"tanya Isabela yang tak melihat Jabbar di acara itu.


"kakak lagi sakit,jadi ga bisa datang,"jawab Mikaila.


"sakit apa kak?"tanya nya panik,


"sakit demam aja kok,"


Isabela langsung menelpon pujaan hatinya itu, menanyakan bagaimana kabarnya,gejala apa saja yang di rasakanya.


Beberapa larangan serta obat apa saja yang harus di makannya terus keluar dari mulutnya khas seorang dokter.


Acara berlangsung dengan lancar.walaupun sederhana namun penuh hikmat.


Bram menyumbang uangnya bahkan jauh lebih banyak dari dana yang di keluarkan saat akikahan baby Arya.


"pagi sayang,"ucap Bram mengecup kening anak-anaknya.


"Mas mandi sana, sekalian mandiin Arya,"


"ayo kita mandi,"Bram membawa Arya mandi bersama.


Arya yang sudah sangat aktif dan mulai pandai berbicara menambah kerepotan mereka.


"Arya ayo mandi sini,"


"au Andi cama unda papa,"tolak Arya dengan bahasanya.


"bunda lagi sibuk sayang,sama papa ya."


"nada au papa"

__ADS_1


Bram tak habis akal,ia mengisi air di bathtub dan memasukkan sabun cair,jadilah banyak busa di sana,melihat itu Arya langsung berlari ke papanya.


"wah banyak butana"celoteh Arya dan mulai masuk ke bathtub dan bermain busa.


Bram yang melihat Arya asyik bermain sabun mengambil kesempatan untuk mandi juga di bawah shower.


selesai mandi, Bram memandikan Arya.


"sudah selesai,"ucap Bram mengangkat tubuh mungil Arya dari bathtub,


Namun Arya menagis tak mau meninggalkan busanya.


"au Andi papa,Aya au Andi"rengek Arya.


"sudah ya,kita sarapan dulu baru mandi lagi ok,"bujuk Bram sambil membersihkan tubuh Arya yang penuh busa.


Setelah perjuangan yang cukup melelahkan akhirnya Bram turun ke bawah untuk sarapan dengan pakaian kerjanya bersama Arya yang sudah wangi di gendongannya.


"Arya sama mba Siti dulu ya,papa mau sarapan,"Ucap Mikaila mengambil Arya dari gendongan Bram.


"ote unda,"ucap Arya menggemaskan.


"anak bunda wangi banget sih,"menciumi seluruh wajahnya putranya yang membuat Arya tertawa riang.


Mikaila mengambilkan makanan untuk Bram.


"Arya itu nurut banget sama kamu,kalau sama aku harus nego dulu baru mau nurut,"


Mikaila hanya tersenyum menanggapi keluhan suaminya.


"sabar sayang,namanya juga anak-anak."


Mereka makan bersama,salah satu kebiasaan yang selalu ia lakukan makan bersama suaminya.


Mengantar kepergian Bram bekerja.


Siti bahkan sering kuwalahan saat menjaga Arya.


Mikaila meletakkan baby Kelvin dan Gavin yang sedang tertidur di box bayi yang juga di sediakan di sana.Agar lebih mudah mengawasi mereka sambil menemani Arya bermain.



Mikaila selalu mengurus anak-anak sendiri,Siti yang bertugas sebagai baby sister nya hanya ikut membantu sang majikan.


"mba Lala , aku mau ke kamar dulu,titip anak-anak ya,bantuin Mba Siti,"ucap Mikaila yang melihat mba Lala yang telah selesai membersihkan rumah.


"iya Bu,"


Mikaila naik ke kamarnya.


"astagfirullah mas Bram"ucapnya saat melihat kamarnya berantakan.Bedak berserakan di mana-mana,diruang pakaian tak kalah berantakan.


Mikaila selalu membersihkan kamar dan mencuci pakaian dalamnya dan suaminya sendiri.


Ia menarik nafas dalam-dalam saat masuk ke kamar mandi yang super duper berantakan.


Mikaila turun ke bawah dan melihat anak-anaknya bermain bersama Siti,Lala,dan Bu Yanti.


"unda,"teriak Arya menghampiri Mikaila.


"anak bunda"menggendong Arya.


"Ade udah bangun ya,"menghampiri bayi kembarnya yang juga tersenyum bundanya datang.


"Dede da bangnun unda,"ucap Arya.


"kakak pinter banget sih jagain Ade"

__ADS_1


"tata Aya Uda ecal unda,"


"oya,kakak udah besar ya,"ucap Mikaila menggelitik putranya.


"assalamualaikum,"ucap ibu.


"waalaikumussalam"ucap mereka bersamaan.


"Nene,,Tate,,,uyu,,,"ucap Arya berlari menghampiri kakek nenek serta buyutnya..


"Aduh cucu kakak makin tampan aja."ucap ayah Bram memeluk cucunya.


"kakak,ade nya mana sayang"


"Adi inum cucu Nene"


Semenjak kelahiran si kembar mereka jadi lebih sering berkunjung ke rumah Bram.


"dia ga rewel kan?"menggendong baby Kelvin.


"enggak ko Bu,mereka ga pernah rewel."


"Aya dagain Ade "


"Oya,kakak udah bisa jagain Ade nya?tanya Oma memangku Arya.


"iya uyu,Aya Uda becal.


Semua tertawa mendengar celotehan nya.


"kakak Arya tinggal sama kakek aja ya?"


"nda au,Ama unda aja."


"nanti kakek beliin ikan yang banyak,"rayu kakek.


"au,api Unda epin apin papa uga."ucapnya gembira.


"kakak aja yang ikut kakek,nanti kita beli sama-sama."


Arya menggeleng.


"Aya au di luma papa aja"


Pernah sekali Arya di bawah ke rumah neneknya,namun saat tengah malam ia menangis mencari bundanya.


Bram pun menjemputnya, karena walau sudah di bujuk dengan berbagai alasan Arya tetap menagis mencari bundanya.


"Tate ain yuk"ajak Arya.


kakek dan cucu itu pun bermain bersama.


Ayah sedikit kelelahan mengimbangi gerakan cucunya,namun ia begitu senang dan terus bermain bersama.


Kelvin dan Gavin yang melihat mereka ikut tertawa dan bertepuk tangan.


Bram yang baru datang langsung ikut bermain bersama ayah dan anaknya.


Mereka saling kejar-kejaran dan saling melempar bola mainan Arya.


Nenek Bram tertawa terbahak-bahak hingga cairan bening menetes dari mata.


Rasa haru bercampur bahagia melihat anak nya bermain bersama cucu dan cicitnya.


Terima kasih ya sudah mampir.


Mohon dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2