Pilihan Ku

Pilihan Ku
Masalah Bram...


__ADS_3

Pagi hari Bram bangun disambut oleh senyum manis Mikaila,,tanpa sadar Bram mengusap pipi Mikaila.


"Pagi mas,"ucap Mikaila.


"pagi"ucap Bram tersadar dan langsung menarik tangan nya dari pipi Mikaila.


"pagi papa,"ucap Arya yang juga sudah bangun dan kembali memeluk papanya.


Hari ini hari minggu,semua keluarga datang ke rumah Bram,,termasuk Bayu dan Dimas,,,


Bram meminta Pak Wawan menjemput mereka.


Bayu dan Dimas sangat terkagum-kagum saat melihat rumah teman sekontrakan nya itu.


Rumah yang begitu megah sangat jauh berbeda dengan kontrakan mereka.


Dimas langsung menghampiri Bram dan Gavin yang sedang duduk di meja makan dan memakan buah yang telah dipotong oleh Mikaila.


Dimas bergabung dan tos dengan Gavin...


mereka langsung akrab setelah malam itu.


"bagaimana semalam?"bisik Dimas.


"makan dulu,"ucap Bram menyumbat mulut Dimas.


"udah iya iyaan belum?"bisik Dimas lagi.


Bram langsung menyikut Dimas,


Mikaila hanya melirik mereka,Bram yang dulu dikenalnya jauh berbeda dengan yang sekarang membuat ia sedikit canggung.


Mikaila memanggil Gavin yang sudah duduk di meja.


Gavin merangkak menuju bundanya.


"nih kasi papa"ucap Mikaila menyodorkan piring yang berisi buah.


Gavin kembali merangkak mengganti piring kosong yang ada di depan papanya.


Semua kemudian berkumpul di ruang keluarga,mereka berbincang-bincang.


Banyak pertanyaan yang mereka berikan kepada Bram bagaimana ia bisa selamat dan apa saja yang ia lakukan selama setahun ini.


Bram menjawab semua pertanyaan mereka sesuai dengan apa yang ia alami.


Ibu kembali bersedih mendengar cerita anaknya,Bram terlunta lunta di jalan seorang diri.


ibu berterima kasih kepada Bayu dan Dimas sudah mengajak Bram tinggal bersama mereka.


"sama sama Bu,,,kami senang bisa tinggal dengan Juna eh maksud saya Bram."ucap Bayu.


Sebagai rasa terima kasih ayah Bram menawarkan pekerjaan kepada mereka di perusahaan mendapat posisi yang cukup tinggi di banding di perusahaan mereka sekarang.


"tentu saja pak,"ucap Dimas dengan menerima tawaran itu.


Bayu hanya tersenyum ia bingung harus menerima nya atau tidak.Ia sudah bekerja lama di perusahaannya sekarang namai tawaran ayah Bram sangat menggiurkan.


"Anda bisa bekerja di perusahaan kami kapanpun anda siap."ucap ayah Bram mengerti apa yang di pikirkan Bayu.


"iya pak terimakasih,"ucap Bayu.


Disaat yang lainnya tengah sibuk,Yoga meminta Bram ke ruang kerjanya,,ia mencoba menjelaskan kondisi perusahaan dan usaha pribadi Bram yang ada didalam maupun diluar negeri.


Yoga juga menceritakan masa lalu Bram sebelum ia menghilang, menceritakan masalah Niken dan sonia yang menjadi penyebab menghilang ingatan dirinya,tak lupa Yoga juga menceritakan masalah Zaky.


Yoga hanya ingin Bram mengetahui seperti apa dirinya yang dahulu.


Yoga bercerita banyak tentang kepribadian Bram yang ia ketahui.


"terimakasih sudah menjaga keluargaku,,aku yakin kita pasti lebih dari hubungan keluarga dan rekan."ucap Bram.

__ADS_1


Mereka kembali bergabung dengan yang lain.


Semua kembali setelah makan malam,


"mobil lho buat aku ya,"bisik Dimas saat pamit pulang pada Bram.


"hemmm ambil,"jawab Bram tertawa mendengar bisikan Dimas.


Mikaila kembali melirik Bram,,, Dulu Bram tak pernah tertawa lepas di depan orang lain kecuali di depan keluarga dan dirinya.


Suasana rumah kembali sepi.


Mikaila menidurkan Anak-anaknya sedangkan Bram duduk mengobral dengan ayah mertuanya...


Ayah Mikaila sudah mengantuk,ia pamit untuk tidur.


Bram kini sendiri di ruang keluarga,ia bingung harus pergi ke mana ia masih canggung saat masuk di kamar yang sama dengan Mikaila


Akhirnya Bram memilih ke ruang kerjanya,,ia menyalakan laptop dan melihat apa sebenarnya yang ia kerjakan sebelum ia menghilang....


Lama Bram di ruang kerjanya, hingga saat masuk ke kamar Mikaila sudah tertidur pulas.


Bram ke kamar anak-anaknya,ia mengecup mereka satu persatu.


"papa sayang kalian,"ucap Bram.


Bram kembali ke kamar nya,ikut bergabung dengan Mikaila.


"cantik,"ucap Bram memperhatikan setiap lekuk wajah istrinya.


Tak tahan Bram mengecup bibir Mikaila,tubuhnya kembali memanas dan lagi lagi Bram harus mendinginkan tubuh nya sendiri....


Pagi hari Mikaila mengemas beberapa cemilan bersama ibunya,,,hari ini mereka akan piknik ke taman.


Mikaila bertekat akan membantu Bram mengingat kembali masa lalunya dengan membawa ke tempat yang dulu mereka sering kunjungan,salah satunya adalah taman.


Ayah dan ibu Mikaila tak ikut,,mereka ingin mereka menghabiskan waktu bersama.


Mikaila dan Bram duduk sambil melihat anak-anak bermain,, Mikaila memberi bekal cemilan kepada Bram,ia bingung harus berbicara apa.Suasana benar-benar Canggu.


Tak ada pembicaraan di antara mereka,,,hanya sesekali saling pandang.


Mikaila mengambil kap eskrim dan memakannya,ia mencoba mencari topik pembicaraan.Begitu pula dengan Bram.


"ada"


"mas"ucap mereka bersamaan.


"ada apa,?"tanya Bram,


"mas aja duluan,tadi mau ngomong apa?tanya Mikaila.


"ada eskrim di bibir kamu,"ucap Bram menunjuk eskrim yang ada di bibir Mikaila.


Mikaila menyodorkan wajahnya, meminta Bram membersihkan nya.


Bram mengambil tisu dan berniat membersihkannya.


"mas,,dulu mas selalu membersihkannya dengan bibir mas,"ucap Mikaila menahan tangan Bram.


Bram tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke wajah Mikaila.


Bram kembali menegang saat membersihkan eskrim itu dengan bibirnya,,


Mikaila mencengkram baju Bram saat Bram menjilati dan sedikit ******* bibirnya.


Bram melepas bibirnya dan mengusap bibir Mikaila yang basah karena saliva nya.


Ia sadar di mana mereka sekarang.


Mikaila tersenyum melihat Bram yang salah tingkah setelah nya, sebenarnya Mikaila juga sangat merindukan tubuh suaminya namun ia merasa malu jika meminta yang satu itu.

__ADS_1


Setelah lelah bermain anak-anak ikut bergabung dengan mereka memakan cemilan yang Mikaila bawa.


Suasana piknik yang sangat hangat,Bram memandang senyum mereka semua,ia bersyukur masih bisa di pertemuan dengan mereka.....


"bagaimana kabar Dika dan kakek disana,aku harap kalian baik-baik saja,"batin Bram ikut makan dengan mereka....


Sesampainya di rumah Bram membantu memandikan ketiga putranya,mereka mandi bersama dan cukup lama.


"mas sudah mandinya nanti mereka sakit,"tegur Mikaila...


Mereka menyudahi acara mandi bersama dan Bram kembali membantu mereka berpakaian.


Anak-anak langsung berlari menghampiri kakek mereka di ruang TV.


Mikaila membersihkan sisa mandi mereka dan tanpa sengaja ia terjatuh dan basah.


Mikaila sekalian mandi dan lupa mengunci pintu.


Bram berniat membersihkan kamar mandi yang berantakan karena ulah mereka.


Bram membuka pintu kamar mandi dan matanya di suguhkan pemandangan yang sangat menggoda,,, Mikaila mandi di bawah guyuran shower,Bram terpaku terus memperhatikan apa yang ada di hadapannya,,, memperhatikan setiap lekuk tubuh Mikaila yang begitu sempurna di matanya.


Perlahan Bram menutup pintu dan berjalan pelan menuju ruang kerja nya....


Ia berjalan bolak-balik saat sudah menutup pintu ruang kerjanya,,,ia menjambak rambutnya sendiri,,,kali ini ia benar-benar menginginkan Mikaila.


Bayangan Itu terus terlintas di pikirannya.


"bagaimana ini,,"ucap Bram mengusap kasar wajahnya.


"aku bisa gila,"gumam Bram yang sudah merasa sesak...


Saat makan malam entah mengapa setiap melihat Mikaila bayangan itu kembali muncul,,dengan alasan ada pekerjaan yang harus di kerjaannya Bram mengakhiri makannya...


Bram keruang kerjanya ia duduk di kursi kebesarannya menatap langit-langit ruangan tersebut,,,


"aku bisa gila kalau seperti ini,,"gumam Bram.


Mikaila mengetuk pintu dan masuk membawa secangkir kopi...


Saat Mikaila berjalan menghampirinya Bram kembali membayangkan Mikaila berjalan tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya....


Bram melongo hingga Mikaila menyentuh lengannya untuk menyadarkannya.


"mas kenapa?"tanya Mikaila.


"ga nggak apa-apa,"jawab Bram gugup...


"mas jangan terlalu capek dulu ya,"ucap Mika menyimpan kopi kesukaan Bram d meja.


Bram hanya mengangguk mengiyakan.


Mikaila kembali ke kamar nya,ia memilih pakaian tidur yang cukup seksi dan menunggu Bram.


Lama Bram di ruang kerjanya, Mikaila sesekali melihat ke arah pintu ruang kerja Bram,berharap Bram keluar dari ruangan itu,, sementara itu Bram bolak-balik di balik pintu ia ragu apakah malam ini akan tidur bersama Mikaila atau tidur di sofa yang ada di ruangannya....


Bram berjongkok menatap pintu dan sofa secara bergantian..


Akhirnya Bram memilih sofa,ia yakin kalau bersama Mikaila ia tak akan bisa mengendalikan nafsunya.


Mikaila duduk di sofa kamar nya,,,memeluk bantal guling sambil terus melihat ke arah pintu..


"mas Bram ko lama sekali.,"gumam Mikaila menahan kantuknya...


Akhirnya mereka berdua tidur di sofa di ruangan yang berbeda.


Terimakasih sudah membaca 💗🙏👍💗


Jangan lupa like vote dan komennya 💗💗💗


Tetap patuhi protokol kesehatan,Sehat selalu.

__ADS_1


__ADS_2