Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
100


__ADS_3

Alisa kemudian pergi menuju kekamar lainnya untuk menenangkan dirinya, ia tak menyangka jika Fandi menganggapnya masih senang jika bertemu Anton.


Alisa masih terisak didalam kamar tersebut.


Lain halnya dengan Fandi kini dia tengah duduk sendiri didalam kamarnya, ia mengusap kasar wajahnya, ia teramat frustasi dengan apa yang ia alami saat ini.


Fandi masih enggan untuk mencari istrinya yang keluar entah kemana, ia masih saja dengan cemburunya yang membuat istrinya pergi dari kamarnya.


Didalam kamar nya yang lain Alisa kini masih saja menangis,kemudian ia mengambil ponselnya untuk segera menghubungi Vina.


" Halo Vin kamu dimana ??", Tanya Alisa.


" Aku dirumah Al , Kamu kenapa ??, sepertinya suaramu seperti habis menangis ",


Tanya Vina penasaran.


"Aku tidak apa-apa Vin, aku mau kerumahmu boleh??", Tanya Alisa.


" Dengan senang hati Al, aku akan menunggu mu ", Ujar Vina.


Setalah mematikan telpon nya Alisa segera pergi keluar rumah dan pergi menuju rumah Vina tanpa sepengetahuan Fandi.


Hatinya masih teramat sakit jika mengingat Fandi yang berkata dengan keras tadi kepadanya.


Setengah jam kemudian Alisa sudah sampai di depan rumah Vina, dengan satu kali ketukan, Vina kemudian segera membukakan pintu rumahnya.


Alisa langsung saja menghambur kepelukan Vina dengan air mata yang masih terus mengalir.


" Al, kamu kenapa , ayo masuk ", ujar Vina sambil mengajak Alisa masuk kedalam rumahnya.


" Kamu bertengkar sama suami kamu ??", Tanya Vina.


Alisa masih saja diam, Kemudian Vina segera pergi menuju kedapur untuk mengambil air minum untuk sahabatnya tersebut.


Alisa kemudian segera meminum air tersebut.


Setelah Alisa merasa tenang, Vina segera mengajak Alisa untuk istirahat dikamarnya, melihat Alisa yang kini tengah hamil besar membuat Vina tak tega dengan keadaan temannya tersebut.


Vina masih saja penasaran dengan masalah yang dialami Alisa saat ini, namun ia tidak ingin mencari tahu karena ia tidak mau mencampuri urusan rumah tangga Alisa dan suaminya.


Hari pun sudah semakin sore dan sebentar lagi sudah memasuki waktu Maghrib, Fandi yang kini masih didalam Ruangan kerjanya belum menyadari akan kepergian istrinya dari tadi.

__ADS_1


Kini ia tengah berjalan untuk keluar untuk pergi kedapur karena ia sudah merasa haus.


Penampilan Fandi pun nampak kacau setelah pertengkaran nya tadi siang dengan Alisa.


Bibi yang menyadari Fandi menuju kearahnya segera bertanya kepada Fandi.


"Ada yang bisa saya bantu Den ??", Tanya Bi Jum yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


" Aku cuma ingin mengambil air minum bi, Oh ya ngomong-ngomong Bibi lihat Istri saya ??", Tanya Fandi kepada Bibi.


" Tidak Den, Bibi mulai tadi pagi tidak melihat Nona sama sekali ", Ujar Bibi.


" Baiklah bi, mungkin Alisa sedang istirahat dikamarnya ", Ujar Fandi.


" Kalau begitu saya mau kekamar dulu ", Ujar Fandi.


Fandi kemudian berjalan ke kamarnya yang kini tengah ia tempati bersama istrinya, tapi ketiak Fandi membuka pintu kamar tersebut tampak tidak ada seseorang yang sedang berada di dalam, kamar mandi pun juga seperti tidak ada yang memasukinya.


Fandi pun kemudian berpikiran bahwa Alisa berada di kamar atas, kemudian Fandi segera naik keatas untuk mencari Alisa kembali.


Setelah Fandi membuka kamar tersebut Fandi masih saja belum menemukan istrinya, Fandi kemudian berjalan kerah kamar mandi berharap istrinya berada di dalamnya.


" Sayang... sayang... ", Ucap Fandi sambil mengetuk pintu kamar mandi dengan sedikit keras .


Dengan cepat Fandi segera membuka kamar mandi yang ternyata tidak ada Alisa disana .


Fandi kini menyadari jika istrinya telah pergi dari rumah sejak tadi siang.


" Kenapa aku bisa sampai tidak tahu kalau istriku pergi dari rumah ", Ujar Fandi frustasi.


Kemudian Fandi segera meraih kunci mobilnya dan segera pergi untuk mencari istrinya.


Ponsel Fandi sedari tadi masih belum berhenti untuk menghubungi Alisa , namun sepertinya Alisa tidak menjawab panggilannya sekarang ini.


Kemudian Fandi mulai mencari nomor telfon keluarga Alisa berharap Alisa berada disana.


Namun setelah mendengar apa yang dikatakan salah seorang maid disana Fandi terlihat semakin frustasi.


" Sayang, kamu dimana ??, maafin mas yang gak bisa mengontrol emosi mas tadi sehingga mas bentak kamu ", Ujar Fandi menyesali perbuatannya.


Fandi kemudian menuju ke rumahnya berharap Alisa sedang disana bersama Mama nya.

__ADS_1


Tapi setalah Fandi datang dan menceritakan semuanya , kini yang ia dapatkan adalah kemarahan sang Mama kepada-nya.


" Sekarang Mama tidak mau tahu kamu cepat cari menantu Mama sampai ketemu, kamu keterlaluan Fand, kenapa kamu sampai tega membentak istrimu yang tengah hamil besar.


Mama jadi khawatir Bagaimana jika terjadi sesuatu dengannya ", Ujar Mama Mira yang kecewa terhadap Fandi.


" Maafin aku mah, aku tadi benar-benar emosi sehingga aku tidak dapat mengontrol diriku ", Ujar Fandi.


" Kamu tidak perlu minta maaf kepada Mama, Seharusnya kamu minta maaf kepada istrimu dengan apa yang kamu lakukan kepadanya ", Ujar Mama Mira.


Kemudian Fandi segera pergi kembali untuk mencari istrinya.


Alisa kini yang sudah bangun nampak terlihat sangat kacau sama seperti Fandi, Alisa masih saja diam bahkan makan malamnya yang sudah Vina bawakan sama sekali tidak ia sentuh.


" Al, Lo kenapa , kalau ada masalah cerita sama aku ", Ujar Vina.


Alisa masih saja diam dan tidak menjawab, ia hanya menunjukkan senyum tipisnya kepada Vina.


" Ya sudah kalau kamu masih belum bisa bicara kepadaku, setidaknya makan lah , kasihan bayimu jika ibunya tidak memberikan makan malam ini ", Ujar Vina mengingatkan.


" Aku mau mandi aja Vin ", Ujar Alisa sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, tapi masih saja belum ada kabar tentang istrinya, Fandi menjadi teringat akan ucapan mamanya tadi, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan istrinya saat ini tentu saja Fandi tidak akan memaafkan dirinya sendiri.


Fandi kembali mengambil ponselnya dari sakunya dan Fandi juga memasangkan earphone ke telinganya yang akan membuat ia semakin mudah jika ingin menghubungi istrinya kembali.


Segera ia mengambil ponselnya dan menghubungi Alisa kembali, satu dua kali masih belum di jawab oleh Alisa saat ini.


Vina saat ini yang sedang menunggu Alisa mandi tiba-tiba mendengar suara ponsel Alisa yang berbunyi sedari tadi.


Dengan penuh keberanian akhirnya Vina mengambil ponsel tersebut dan melihat siapa yang sedang menelepon Alisa.


Benar dugaan Vina sekarang, Fandi lah yang sudah menelfon Alisa yang sudah lebih dari 50 kali tapi sama sekali tidak dijawab oleh Alisa.


Vina pun akhirnya memberanikan dirinya untuk mengangkat ponsel Alisa.


Saat sudah mendengar suara Fandi yang begitu bingung mencari Alisa Vina segera memberitahukan bahwa Alisa sedang berada di rumahnya sekarang.


Vina kemudian menceritakan semua dari kedatangan Alisa siang tadi yang sudah menangis terisak-isak.


Fandi amat menyesal setelah mendengar cerita dari Vina.

__ADS_1


Setelah menutup telfonnya akhirnya Fandi melajukan mobilnya menuju kearah rumah Vina yang sebelumnya sudah di beri tahu oleh Vina terlebih dahulu.


" Maafkan aku Al, aku melakukan semua ini hanya demi kebaikan mu ", Gumam Vina dalam hatinya.


__ADS_2