Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 20


__ADS_3

Ratna pun tak habis pikir, ia akan berurusan dengan dokter itu selama dua bulan kedepan, rasanya itu seperti mimpi buruk buat Ratna sendiri.


Kini ia tengah membantingkan tubuhnya diatas kasur empuknya,


tubuhnya merasa lelah, ya seharian ini Ratna sangat lelah sekali, apalagi dengan persoalan dengan dokter Ghani membuat Ratna ingin sekali memarahi dokter itu.


"Kenapa harus aku sih, kenapa bukan orang lain??", Ratna pun mengusap wajahnya kasar, ia bingung jika harus menjadi kekasih dokter dingin tersebut.


Dilain tempat, Ghani kini juga sedang berada di dalam kamarnya, menatap langit-langit kamarnya, rasa lelah juga sedang mendera tubuh Ghani, ia pun berniat untuk segera membersihkan tubuhnya.


Langkahnya gontai, memang rasanya sangat malas, ia malas sebenarnya untuk menyentuh air, yang ia inginkan saat ini hanya merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


Selepasnya menyegarkan tubuhnya, rasa kantuk dan malas yang dialami oleh Ghani pun seketika hilang, Ghani pun akhirnya turun dan ikut bergabung bersama dengan keluarganya di lantai bawah.


Alisa melihat putranya datang, tak biasanya Ghani akan di rumah pada malam hari seperti ini, biasanya Ghani akan mengabiskan malamnya di dalam rumah sakit karena menjalankan tugasnya sebagai Dokter.


"Mom...", Ghani menghampiri Mommy nya dan mencium pipi ibunya tersebut.


Ghani kemudian duduk disebelah Mommy nya, menghalangi daddy nya yang ingin selalu dekat dengan Mommy nya.


"Ghan, Kamu kan bisa cari tempat duduk sendiri, gak usah dekat-dekat Mommy mu, Daddy jadi gak kebagian tempat duduk", Fandi pun menggerutu kesal, ia selalu akan berebut jika duduk di dekat mommy nya.


Ghina pun hanya melirik saja, ia kini tengah duduk di sebelah kakaknya, mereka berdua sama-sama sedang menonton drama Korea di laptop yang Ghina bawa.


Kedua Kaka beradik itu tidak menggubris Apa yang tengah dilakukan oleh Ghani, yang terpenting mereka saat ini tengah menikmati drama Korea tersebut.

__ADS_1


Satu Minggu kemudian, Rafa kini tengah membawa undangan pernikahannya yang sudah jadi, rencananya ia akan mengundang teman-teman dekatnya dan orang yang juga sedang dekat dengan adik-adik nya.


"Ghina, Ghani, ini undangan buat orang ter spesial buat kalian, jangan lupa diberikan", Ghani dan Ghina pun menerima undangan tersebut, wajah Ghina pun sangat senang sekali karena ia bisa mengundang Zian di acara pesta pernikahan kakaknya.


"Makasih ya kak, sayang deh sama kakak", ucap Ghina senang.


Lain halnya dengan Ghina, Ghani saat ini tengah diam, diam memikirkan siapa yang akan ia undang dan menemani dia di acara pesta kakaknya.


"Makasih kak, tapi aku bingung mau aja siapa", Ucap Ghani membuat Ghina Seketika tertawa.


"Makanya Lo tuh cari pacar, biar bisa ada yang gandeng", Ghina secara terang-terangan mengejek Ghani membuat Ghani seketika kesal.


"Bicara aja sesuka Lo, gue nyantai aja, gak ribet kayak lo", ucap Ghani dan kemudian pergi meninggalkan Ghina.


"Udah jangan ribut, kakak jadi pusing lihat kalian berdua ribut terus, kalian itu udah besar, masak mau kayak gini terus, kalau sampai Mommy tahu kasihan mommy, pasti gak mau lihat kalian terus berdebat kayak gini",


Satu jam kemudian, sesampainya Ghina di kantor, Ghina langsung saja mencari Zian,sudah satu Minggu ini Ghina menjadi kekasih Zian, dan Ghina sangat bahagia dengan hubungan nya ini.


Ghina kemudian memasuki lift yang ada di lantai utama itu, dan bertepatan saat itu juga Zian pun datang dan segera mempercepat langkahnya saat melihat Ghina memasuki lift tersebut sendirian.


Akhirnya Zian pun dapat masuk lebih cepat, telat satu langkah saja, pintu lift itu pun akan tertutup.


Kini mereka berada di dalam lift tersebut berdua saja, ini merupakan kesempatan Ghina untuk memberikan undangan tersebut.


"Mas, aku ada sesuatu buat kamu", Ghina kemudian mengeluarkan undangan tersebut dari dalam tasnya.

__ADS_1


"Ini undangan pernikahan kak Rafa di Surabaya, mas Zian datang ya", pinta Ghina sambil menyerahkan undangan tersebut.


Zian pun tersenyum kepada Ghina, ia pun mengangguk dan menerima undangan tersebut dengan senang hati.


"Terimakasih ya, insyaallah aku akan datang" Tak lama setelah itu pintu lift pun terbuka dan Ghina pun segera keluar mendahului Zian.


Ghina pun masuk kedalam ruangan yang sudah banyak teman-teman nya yang datang, tak lama setelah itu terlihat Zian masuk kedalam ruangan nya juga.


Ghina pun duduk dan Nita pun segera menghampiri Ghina ditempat duduknya.


"Tumben Lo masuk nya bareng pak Zian, Berangkat nya bareng ya??", tanya Nita yang langsung di gelengi kepala oleh Ghina.


"Enggak, gue berangkat sendiri sama kakak gue, terus ketemu Zian pas di lift kantor", ucap Ghina membuat Nita manggut-manggut.


Akhirnya Nita pun kembali ke mejanya, mengerjakan pekerjaan yang menantinya di atas meja, jika ia terus saja berdiri di samping meja kerja Ghina,bisa dipastikan mereka berdua akan mendapatkan teguran untuk yang kedua kalinya dari bosnya tersebut.


Suasana kantor Wiratama Corp pun tampak riuh saat beredar kabar jika sang Presdir akan menikah Minggu depan.


Banyak para wanita yang sangat menyukai Rafa, namun Rafa sama sekali tidak melirik wanita yang ada di dalam kantornya tersebut.


"Kira-kira siapa ya wanita yang bisa membuat hati pak Rafa klepek-klepek, gue aja yang udah tebar pesona dari dulu gak dilirik sama sekali", Ujar salah satu karyawan wanita yang ada di dalam kantor tersebut.


"Gue juga gak tau, penasaran sih, tapi kita lihat aja nanti, seberapa cantik sih dia", ucap salah satu karyawan Rafa.


Rafa yang mendengar kasak-kusuk tentang dirinya sama sekali tidak merespon, biarlah semau karyawan wanita yang ada di kantor ini penasaran, dan Rafa pun sama sekali tidak perduli, ia tak mau mengambil pusing dengan segala apa yang akan dikatakan boleh para karyawan nya, yang jelas Disya sudah lebih dari segalanya dari pada wanita-wanita yang selalu ia jumpai di kantornya Setiap hari.

__ADS_1


Jantung Rafa mendadak berdegup secara kencang, entah apa yang ia alami saat ini, ataukah ini bawaan dari kegugupan nya menjelang hari pernikahannya, Rafa pun tidak tahu, sudah beberapa malam ini jantung Rafa rasanya berdetak lebih cepat, tak seperti biasanya, tapi mengingat jika pernikahannya tinggal menghitung hari sepertinya itu masalah lumrah, jadi Rafa sebisa mungkin untuk menstabilkan kinerja detak jantungnya saat ini dan mencoba untuk tetap tenang saat hari pernikahannya tiba.


__ADS_2