
Rafa saat ini tengah berada di bandara, menurut Rafa Mama dan Papa mertuanya akan tiba beberapa menit lagi. Disya tidak ia ajak, kondisinya saat ini Mudah lelah sehingga Disya lebih memilih untuk istirahat agar malamnya bisa fit di acara resepsi pernikahan Ghina dan Zian.
Denis dan Nisa sudah keluar. dan dapat mereka lihat Rafa sudah menunggu dirinya di depan.
"Assalamualaikum Pa" Ucap Rafa dan kemudian menyalami Papa mertuanya. Rafa kemudian juga melakukan hal yang sama kepada Mama mertuanya.
"Waalaikum salam. Sudah lama fa??, Maaf, Papa agak lama". Ujar Denis.
"Nggak pa, Aku juga baru datang" Ujar Rafa. Rafa kemudian membawa barang-barang milik mertuanya, dan segera membawa ke dalam mobilnya.
Perjalanan tidak memerlukan waktu lama, jalanan cukup lengang, jadi Rafa bisa secepatnya untuk sampai di rumah orang tuanya.
Saat ini Disya sudah bangun dari tidurnya. Dia melirik jam dindingnya. Sudah sore Ternyata. dan Disya harus Segera bersiap untuk Acara resepsi pernikahan adik iparnya tersebut.
__ADS_1
Disya tak mau didandani oleh MUA. Dia memilih untuk mendandani wajahnya sendiri. Ia ingin makeup yang sangat natural saja, tidak mencolok.
Akhirnya Rafa sampai di depan rumah orang tua nya. Rumahnya sudah terlihat sangat sepi. Mungkin semua anggota keluarga sudah berangkat menuju ke hotel tempat acara resepsi berlangsung. Rafa dan Disya nantinya akan menyusul bersama kedua Mertuanya itu.
"Ayo Pah, Ma, Silakan masuk". Ajak Rafa. Dan Rafa kembali membawakan barang-barang milik mertuanya. Rafa ingin menjadi menantu yang sangat baik itu Papa dan Mama mertuanya.
Rafa membukakan salah satu kamar tamu di sana. dan Denis dan Nisa pun segera masuk dan beristirahat sebentar. Sekitar dua jam lagi mereka nanti akan berangkat kembali menuju ke tempat acara resepsi berlangsung.
Dan saat ini juga Zian masih saja berada di dekat Ghina. Zian terus memandang wajah Ghina yang sedang di poles oleh Beberapa MUA yang sedang mendandani Ghina.
Ghina pun merasa malu. Ia sangat gerigi jika Zian terus memandangi dirinya. Ia ingin sekali menutup wajahnya dengan tangannya tapi sepertinya itu tidak mungkin, Pastinya MUA yang sudah meriasnya akan kesal jika Ghina melakukan hal seperti itu. tak lam setelah itu Mak up pun selesai. tinggal ganti baju saja. dan Para MUA itu sudah keluar dari dalam ruangan tersebut.
Ghina kemudian berdiri. ia akan mengganti pakaiannya dengan gaun yang sudah di siapkan. tapi sebelum ia melangkah, tangan Ghina sudah di Pegang oleh tangan kekar milik suaminya.
__ADS_1
"Mau kemana sayang??", Tanya Zian kepada Ghina.
Aku mau ganti baju mas. Kan Make up nya udah" Ujar Ghina.
"Mas ikut ya??, Mas mau bantu kamu. Mas yakin kamu gak akan bisa mengganti pakaianmu sendiri" Ghina pun sejenak berpikir. Benar juga, tak mungkin ia memakai gaun itu sendiri sedangkan resleting nya berada di belakang.
Mau tak mau pun Ghina masuk dan diikuti oleh Zian di belakang nya.
Ini pertama kali buat Zian. Ia dapat melihat punggung Istrinya saat ini. Meskipun masih punggung yang terlihat, tapi Zian sudah cukup senang. Nantinya akan ada yang lebih lagi yang bisa ia lihat dari milik istrinya.
***Dikit dulu ya. Aku sempatin up ini, Lagi sibuk banget, Ada acara pernikahan, jadi mohon maaf jika tidak bisa up setiap hari, kalau ada waktu aku usahain up kok.
dan semoga yang baca karya ku dan yang lainnya selalu sehat wal Afiat, aminnn***.
__ADS_1