Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 67


__ADS_3

Disya tak pernah menyangka jika ia akan hamil secepat ini, ia terus mengelus perut buncitnya, ada kehidupan lainnya didalam rahimnya saat ini, dan Disya sangat bahagia dan ia berjanji akan menjaganya dengan baik.


Mama mertuanya tadi sudah mengintruksikan jika ia harus bungkam terlebih dahulu, Alisa sudah merencanakan sesuatu untuk Rafa tentang kehamilan Disya, dan Disya pun hanya menurut saja.


Tak lama setelah itu Rafa pun kembali, mengecek bagaimana keadaan istrinya yang sudah mendapatkan penanganan dari dokter,


"Bagaimana keadaan mu sayang, apa masih pusing??" Tanya Rafa, dan Disya hanya mengangguk, memang kepalanya masih pusing dan dia belum bisa untuk melakukan aktivitas seperti biasanya, entah bagaimana hari-hari selanjutnya, yang pasti, Disya berharap kehamilan nya tak akan membuat ia berbaring terus diatas ranjang.


"Lebih baik kamu segera istirahat lagi, gak perlu gerak dulu, yang penting pusing nya biar hilang dulu" Disya pun menurut melihat suaminya yang begitu perhatian membuat Disya tenang, ia bisa pastikan jika kehamilan nya akan terurus dengan baik jika Rafa yang selalu memperhatikan nya.


Rafa kemudian keluar, setelah memastikan Disya sudah tertidur, dia kemudian berjalan keluar untuk menemui Ghani yang sudah bangun tidur dan saat ini tengah berada di kolam renang.


Persiapan masih terus dilakukan, meskipun ada tragedi kecil tak membuat acara tersebut di undur karena tragedi tersebut membuahkan kabar baik bagi keluarga mereka.


Kini Rafa Berada di kolam renang, menemani Ghani yang tengah menyeduh kopi panasnya yang sudah di buatkan oleh Mommy nya tadi.


Ghani melirik kakaknya itu, kakaknya tengah duduk menyandarkan tubuhnya di kursi sebelah yang ada di situ.


"Kenapa kak??" Tanya Ghani, dan Rafa masih diam saja tanpa menjawab pertanyaan dari adiknya itu.


Mata Rafa kemudian terbuka, dan ia menoleh ke arah adiknya sambil bangun dari sandaran nya.

__ADS_1


"Nggak apa-apa, cuma lagi mikirin kakakmu saja" Ucap Rafa, ia sedikit khawatir dengan kondisi istrinya yang mendadak seperti ini.


"Kakak gak perlu khawatir lagi, kak Disya gak apa-apa, itu wajar, kan lagi hamil" Ujar Ghani, Ghani sama sekali tidak mengetahui rencana Mommy nya jika ingin membuat surprise untuk kakaknya Rafa.


Mata Rafa pun membulat sempurna, Merasa ingin mendengar sekali lagi kata yang di ucapkan oleh adiknya itu.


"Apa Ghan, Katakan sekali lagi" Titah Rafa dan Ghani pun mengulangi nya lagi.


"Kak Disya itu lagi hamil, kelihatan kok gejala-gejala nya, muntah-muntah kan??" Tanya Ghani, dan spontan Rafa pun mengangguk.


Rafa pun terdiam, memikirkan apa yang dikatakan oleh Ghani terhadapnya,


"Kamu yakin??, tapi kakak kamu gak bilang apa-apa sama kakak, Mommy juga" Ucap Rafa bingung.


Rafa pun berdiri, dia ingin kembali ke kamarnya dan menanyakan apa yang dikatakan Ghani itu benar atau tidak.


Ghani pun tersenyum, ia senang melihat kakaknya yang sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah, dan secara tidak langsung Ghani pun ingin juga segera menikah dan mempunyai anak juga.


Di dapur, Alisa yang tengah ikut membantu bibi tiba-tiba kedatangan Ghina yang baru saja turun dari kamarnya, Ghina penasaran, sebenarnya sakit apa kakaknya itu dan kenapa sampai muntah-muntah seperti itu.


"Mom??" Panggil Ghina dan Alisa segera menoleh.

__ADS_1


"Iya sayang, ada apa ??, kamu butuh apa??" Tanya Alisa, Thian didalam kamarnya tengah menyiapkan gaun yang akan ia pakai nanti malam, dan Ghina pun sudah tidak sabar untuk mengenakannya.


"Kak Disya sakit apa ya Mom, kok Sampai seperti itu??" Tanya Ghina penasaran, dan Alisa hanya tersenyum.


"Kakak kamu sedang hamil, dan Mommy minta kamu rahasiakan dulu ini, jangan sampai kakakmu dengar, Mommy ingin memberi kejutan Sama kakakmu itu" Tepat diwaktu yang sama terdengar suara pak satpam yang masuk kedalam, dan pak satpam tersebut membawa sebuah kantung kresek yang ia dapatkan dari petugas Ojol yang ada di depan.


"Maaf Bu, ada kiriman untuk ibu" Ucap satpam tersebut, Alisa pun segera menerima dan menyembunyikan nya, jangan sampai Rafa tau apa yang ia beli untuk Disya, Alisa pun segera mengeluarkan uang lima puluh ribu rupiah dan memberikan nya kepada satpam penjaga rumahnya.


"Ini pak, minta tolong sekalian bayar barang saya ya pak ke petugas Ojol nya" Ucap Alisa dan kemudian satpam tersebut mengangguk.


Setelah Alisa menerima barang tersebut ia kemudian ingin segera menemui Disya, tapi sebelum dirinya naik ke kamar Disya, Rafa yang juga sedang berjalan juga melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya,


Alisa pun mengurungkan niatnya, jika ia naik sekarang, pastinya ia akan ketahuan, jadi Alisa memutuskan untuk menunda dulu sampai saatnya tiba.


Rafa masuk kedalam kamarnya, ia ingin segara menanyakan hal tersebut, tapi sebelum ia menanyakan, ia melihat istrinya yang masih tertidur, jadi Rafa tak tega untuk Bertanya dan ia memutuskan untuk menundanya.


💗💗💗


Di tempat lain, Tania saat ini tengah menata seserahan yang akan ia bawa ke rumah Alisa, Tania begitu sangat antusias, ternyata begini rasanya orang tua yang akan melamar anak gadis orang untuk putranya, rasanya sangat bahagia sekali, apalagi putranya itu juga terlihat sangat bahagia, membuat Tania semakin bersemangat untuk segera berkunjung nanti malam.


Zian hari ini masih masuk ke kantor, nanti ia akan pulang lebih awal, dan Fandi tidak mempermasalahkan itu, sebenarnya Fandi sudah memberikan izin kepada Zian untuk tidak masuk kerja, tapi menurut Zian itu tidak perlu, acara nya akan dilakukan nanti malam, dan pagu sampai sore ia masih bisa bekerja tanpa mengganggu waktu nanti malam.

__ADS_1


Sudah jam 2 siang, Zian pun bersiap untuk keluar dari kantor, banyak juga yang penasaran, kenapa Zian pulang lebih awal, dan Ghina tidak masuk kerja hari ini, Fandi juga begitu, ia pulang setelah jam.makan siang selesai dan anehnya lagi Bu Alisa juga tidak masuk kerja haru ini, Rasa penasaran itu pun juga dialami oleh Anita, setelah ini ia ingin menelfon sahabat nya itu dan menanyakan apa yang terjadi mengapa hari ini Ghina tidak masuk kerja.


Panggilan pun tersambung, dan ponsel Ghina yang berada di dalam kamar terus saja berbunyi, Ghina saat ini sedang berada di dapur bersama Mommy nya dan ia terlihat sedang mencoba kue yang baru saja datang dari toko langganan keluarga nya.


__ADS_2