
Setelah sampai didalam rumah Alisa berjalan ke arah kamarnya tanpa memperdulikan suaminya yang tengah mencari cara untuk merayu dirinya.
" Sayang, kamu kok masih ngambek sih, bukannya mas udah minta maaf , Ujar Fandi yang mengikuti istrinya memasuki kamar.
Alisa masih saja tidak menyahuti perkataan suaminya, kemudian ia beralih untuk membuka lemarinya dan mengambil sesuatu lalu pergi menuju kearah kamar mandi.
" Brakkk ", Alisa pun membanting pintu kamar mandi dengan keras.
Fandi pun langsung terdiam, ia sangat merasa bersalah sekarang, dan tentunya ia akan semakin frustasi jika istrinya tidak menyapanya sama sekali.
Fandi pun duduk di tepi ranjang sambil menunggu istrinya keluar dari dalam kamar mandi.
" Kok lama sekali sih di kamar mandi ", Gumam Fandi yang terus mengomel didalam hati.
Tak lama kemudian Alisa keluar dari kamar mandi sambil menggunakan pakaian yang membuat Fandi susah untuk menelan salivanya.
Alisa masih saja mondar-mandir di depan Fandi yang tengah duduk di ranjang, Alisa saat ini hanya menggunakan lingerie tipis yang menutupi tubuhnya dan perutnya yang buncit.
Fandi masih saja menatap istrinya yang sudah menggodanya saat ini, kemudian dengan cepat Fandi bangkit dari duduk nya dan menghampiri istrinya yang tengah duduk di meja towalet nya.
" Sayang ...???", Ucap Fandi dengan nada lembut.
Alisa masih saja mengacuhkannya dan tidak menoleh ke arah Fandi.
" Biarin aja, aku kerjain kamu sekarang mas ", Gumam Alisa dalam hatinya.
Kini Fandi memeluk istrinya dari belakang sambil menenggelamkan kepalanya di leher istrinya, berharap istrinya akan luluh kepadanya.
Sejujurnya Alisa juga sudah mulai merasakan geli karena ulah suaminya tapi ia tahan karena ia masih ingin membalas perbuatan Fandi kepadanya.
Tak lama kemudian setelah selesai melakukan aktivitas nya di depan cermin Alisa segera bangkit dan menuju ranjang tidurnya, ia menarik selimutnya sampai ke lehernya agar tubuhnya tidak terlihat lagi oleh suami nya.
Fandi hanya melihat istrinya yang sudah tidur di ranjang tanpa menghiraukan nya,
" Sayang, kamu kok cuekin mas sih ", Ucap Fandi sambil masuk ke dalam selimut istrinya.
Dengan gerakan tangannya Fandi kini menyentuh perut Istrinya, ada rasa ingin membalikkan tubuhnya menghadap ke suaminya, tapi tetap akan Alisa tahan.
__ADS_1
" Sayang malam ini mas ingin kamu ", Ujar Fandi yang bicara di dekat telinga Alisa secara pelan.
" Nggak mas ", Sanggah Alisa yang masih membelakangi Fandi.
" Sayang kamu kok tega sama mas, Kan udah seminggu ini mas gak ngunjungi baby kita di dalam, mau ya sayang ", Ucap Fandi yang masih saja merayu istrinya, bahkan Fandi kini sedang menciumi ceruk leher Istrinya membuat Alisa semakin tak tahan lagi untuk membalikkan badannya.
Tak hanya itu saja, Fandi kini mulai menciumi semua bagian leher istrinya yang membuat istrinya tiba-tiba mendesah nikmat.
Mendengar desahan istrinya membuat Fandi semakin ingin menjamah setiap inci tubuh istrinya.
Fandi kini mulai turun kebawah, memainkan bagian dada istrinya yang membuat Alisa semakin mengerang nikmat.
" Mas.....", Terdengar suara Alisa yang begitu menggoda menurut Fandi.
Kini Alisa sudah tidak dapat menahan hasratnya, ia mulai menikmati pagutan dari suaminya, Mereka kini telah saling bertukar salivanya bahkan Fandi tak sedikit pun menghentikan ciumannya sampai akhirnya mereka kehabisan nafas.
Fandi mulai menyentuh bibir istrinya kembali, ia mulai mengabsen bagian rongga mulut istrinya, semakin lama ciuman mereka semakin besar juga hasrat mereka berdua.
Mereka kini sudah tidak menggunakan sehelai kain apapun, Fandi sudah membuangnya dan sudah berserakan dilantai kamar tidurnya.
Tangan Alisa kini sudah berpindah ke bagian leher suaminya, ia kini mengalungkan tangannya untuk bisa memeluk suaminya.
" Terimakasih sayang", Ujar Fandi sambil mencium kilas bibir basah istrinya.
Kemudian mereka segera tidur karena mereka sudah sangat kelelahan, Bahkan Fandi ingin mengulangi nya lagi, tapi kali ini Alisa menolak karena ia sudah merasa tubuhnya sudah tidak sanggup lagi, lebih-lebih kini melihat perutnya semakin besar membuat Alisa semakin mudah lelah.
" Ya udah kita tidur aja sayang ", Ujar Fandi sambil memeluk tubuh istrinya.
Tak lama Kemudian mereka sudah terlelap begitu saja dan sudah terbawa ke alam mimpinya.
Pagi harinya mereka bangun agak kesiangan, mungkin badan mereka sedang sangat lelah karena aktivitas nya tadi malam.
" Mas bangun, udah siang ", Ujar Alisa sambil membangun kan suaminya.
"Sebentar sayang, mas masih ngantuk ", Ujar Fandi sambil.masih memeluk guling yang ada disampingnya.
" Mas kita belum sholat, dan kita juga belum mandi, nanti waktu shubuh nya habis ", Ujar Alisa.
__ADS_1
Tak lama kemudian Fandi mulai mengerjapkan matanya perlahan-lahan, ia mulai melihat sinar matahari dari balik gorden kamarnya.
" Ya Allah, sayang ini sudah siang ", Ujar Fandi.
Alisa yang kebetulan sudah keluar dari dalam kamar mandi langsung saja mengomeli suaminya.
" Kan aku udah bilang mas, ini udah siang, kamu malah meluk guling lagi ", Ujar Alisa .
" Iya sayang maaf deh, kan mas lelah juga karena kamu yang ??, Kamu kan yang bikin mas sangat lelah tadi malam ", Ujar Fandi.
" Kamu cepetan mandi mas gak usah bela diri , nanti kamu gak sholat shubuh lagi ", Ujar Alisa.
" Iya Bumil sayang, Bumil kalau marah tambah cantik ya ", Goda Fandi sambil memasuki kamarnya.
Guyuran shower kini tengah membasahi tubuh Fandi, dalam mandi nya Fandi masih saja tersenyum kala mengingat istrinya yang saat ini suka sekali mengomelinya.
"Mas kamu lama amat sih mandinya ", Ujar Alisa sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi nya.
" Iya sayang Bentar, mas kan baru aja masuk ", Ujar Fandi .
Fandi pun segera menyudahi mandinya pagi ini, dan dia langsung saja menunaikan sholat shubuh nya yang kesiangan itu.
Setelah selesai Fandi berjalan menuju ruang kerjanya sedangkan Alisa masih tetap berada di dalam kamarnya untuk sekedar membereskan ranjangnya yang berantakan akibat ulah suaminya.
" Hm... sudah beres " Ujar Alisa sambil duduk di tepi ranjangnya.
Kemudian ia mengambil ponselnya dan memainkannya untuk sekedar menghilangkan rasa jenuhnya.
" Tumben banyak chat masuk ", Ujar Alisa sambil terus membaca chat-chat yang masuk di ponselnya.
Kemudian pandangannya tiba-tiba tertuju pada nomor kontak yang tak asing menurut nya, "Kenapa masih ada sih nomor nya, aku kira udah aku hapus dari dulu ", Ujar Alisa, dengan cepat Alisa segera menghapus nomor kontak tersebut dari ponselnya.
" Untung aja mas Fandi gak tahu, kalau tau kan bisa bahaya, kan dia cemburuan ", Ucap Alisa.
"Siapa yang cemburuan sayang ??", Tanya Fandi yang tiba-tiba muncul di depan pintu kamarnya.
" Iya kamu lah mas ", Ujar Alisa.
__ADS_1
" Emangnya aku cemburu nya sama siapa sayang ??", Tanya Fandi balik.
Kira-kira Alisa bakalan jujur gak ya sama bang Fandi???