Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
65


__ADS_3

Alisa kini sudah mengerjapkan matanya, Ada beban berat yang kini tengah ada diatas perutnya.


Kemudian Alisa menoleh kearah samping, ternyata ada suaminya yang kini tengah ikut tertidur bersama nya, " Kapan Mas Fandi pulangnya ??", Tanya Alisa dalam hatinya.


Kemudian Alisa memindahkan tangan kekar Fandi secara perlahan-lahan berharap suaminya tak terbangun dengan apa yang ia lakukan saat ini, tapi diluar dugaan Fandi sudah membuka matanya dan menarik tubuh Alisa semakin dekat mendekat denagn tubuhnya.


" Selamat sore sayang ", Ucap Fandi.


Alisa tidak menjawab perkataan Fandi ,kini ia malah menanyakan kapan Fandi pulang.


" Mas, kapan kamu pulang, kok aku nggak tahu ??", Tanya Alisa.


Fandi pun tersenyum, nafas merrkya berdua sangat dekat satu sama lain sehingga mereka dapat merasakan hembusannya dari kedekatan mereka saat ini.


" Aku tadi pulang jam 2 sayang ", Ucap Fandi.


" Tak biasanya mas pulang jam segini, biasanya jam 5 mas baru keluar dari ruangan mas ", Ucap Alisa yang mengingat kebiasaan Fandi selama ia bekerja di Resto.


" Kamu ini sayang, kenapa kamu bisa tahu aku keluar dari ruangan ku jam 5, Apa jangan - jangan selama ini kamu selalu memperhatikan setiap gerak gerik ku ", Tanya Fandi.


" Ah, nggak lah mas, mana mungkin aku memperhatikan mu selama ini, aku kan cuma menebaknya saja, kan itu juga sama dengan jam pulang karyawan kantor lain ", Ucap Alisa.


" Aku sangat menghawatirkan mu sayang, aku takut Tania akan kemari dan melakukan hal buruk terhadap mu, jadi fikiranku tak tenang selama aku di Resto tadi ", Ucap Fandi.


" Mas kamu kenapa, aku baik - baik saja, mas tak perlu khawatir, buka nya di depan sudah ada Pak Galih yang akan menjaga pintu tersebut agar Tania tak dapat masuk kerumah ini ", Ucap Alisa.


" Iya sayang aku tahu, tapi aku tak tenang jika aku tak berada disampingmu sayang ", Ucap Fandi.


" Mas ke khawatiran mu ini sangat berlebihan ", Ucap Alisa sambil meraba bulu halus didada Fandi.


" Sayang kamu ini ..", Ucap Fandi yang sedikit emosi karena Alisa menganggap kekhawatiran nya selama ini dianggap berlebihan.


Fandi yang emosinya akan memuncak tiba - tiba terhenti karena merasakan sentuhan tangan Alisa yang sudah menari - nari di dada bidangnya.


" Fandi kemudian memegang tangan Alisa, " Sayang kamu ingin menggodaku sore - sore begini ", Tanya Fandi.


Alisa tidak menyangka jika tangannya ini sudah membangkitkan gairah Fandi yang kini sudah muncul untuk memakannya.


" Tidak mas, aku tidak bermaksud untuk menggoda mu ", Ucap Alisa.


Ucapan Alisa sama sekali tidak didengar oleh Fandi, kini didalam kamar tersebut sudah tercipta suara - suara dan sudah mengalir peluh yang menetes karena adegan panas yang dibuat oleh Fandi.


Alisa segera bangkit dari tempat tidurnya, kini ia berjalan ke arah kamar mandi untuk segera mandi karena waktu sudah menunjukkan senja.

__ADS_1


Setelah mereka sudah nampak segar, baru mereka turun dan menemui Papa dan Kakek yang tengah menunggu mereka untuk makan malam.


" Selamat malam Pah, Kek ", Ucap Fandi yang berjalan menuju ke arah sofa untuk bergabung dengan Papa Ardi dan Kakek.


Sementara itu Alisa berjalan ke arah dapur untuk membantu Bibi menyiapkan makan malam untuk mereka.


" Non, sebaiknya anda duduk saja, biar saya saja yang melakukan nya ", Ucap Bibi.


" Aku akan membantu Bibi ", Ucap Alisa.


Bibi pun tidak dapat menolak permintaan Alisa, merek kini tengah sibuk untuk menata semua makanan di atas meja,


Setelah selesai Alisa berjalan dan memanggil semua untuk segera makan malam karena semua sudah siap.


Mereka pun kembali duduk di sofa, Alisa juga sudah selesai membantu Bibi kembali untuk membereskan sisa - sisa makan malam tadi.


Kini ia tengah berjalan dengan membawa nampan yang berisikan 4 cangkir teh hangat dan sepiring potongan Brownies yang ia buat tadi siang dengan Bibi.


" Silahkan dicoba ", Ucap Alisa yang kemudian duduk disamping Fandi.


" Mas, ayo coba ini aku yang buat tadi ", Ucap Alisa.


Fandi pun dengan segera mengambil satu potongan Brownies dan memakannya,


" Enak sayang, kamu sendiri yang buat ???", Tanya Fandi.


" Iya mas, aku sendiri ??, Kamu nggak percaya ?? ", Tanya Alisa sambil mencubit perut suaminya.


" Eh, iya sayang aku percaya ", Ucap Fandi yang setengah tertawa.


Papa Ardi dan Kakek yang melihat interaksi antara putri dan menantunya nampak sangat bahagia sekali.


Papa Ardi semakin yakin bahwa Fandi orang yang dikirim Allah SWT untuk mendampingi dan menjaga putrinya tersebut.


" Fand, apa kamu tidak merencanakan liburan atau honeymoon bersama Alisa ??",. Tanya Papa Ardi.


Fandi kemudian menatap Alisa, " Hmm... iya Pah, sebenarnya Fandi ada pekerjaan dalam waktu dekat ini yang tak bisa Fandi tinggalkan, jadi Fandi dan Alisa sudah memutuskan untuk sedikit menundanya ", Ucap Fandi.


" Sebaiknya kalian segera pergi bulan madu dan secepatnya bawakan aku Cicit yang lucu ", Ucap Kakek.


" Tenang saja Kek, doakan saja semoga kami cepat mendapatkan momongan ", Ucap Fandi.


Setelah itu Papa Ardi beranjak dari tempat duduk nya dan mengajak Fandi untuk ikut dengannya ke ruang kerja Papa Ardi.

__ADS_1


" Fand, ayo ikut Papa ", Ajak Papa kepada Fandi.


Fandi kemudian mengikuti Papa mertuanya dan meninggalkan Alisa dengan Kakek.


Setelah sampai di Ruangan Papa Ardi Fandi segera duduk di kursi yang berada di depan meja kerja Papa mertuanya.


" Fand, langsung saja Papa ingin bicara kepadamu ", Ucap Papa Ardi.


" Iya pah, ada apa ??", Tanya Fandi serius.


" Apa kamu tahu Fand, sebentar lagi adalah ulang tahun Alisa ", Ucap Papa Ardi.


" Iya pah, aku tahu, dan aku sudah menyiapkan kekuatan untuk nya ", Ucap Fandi.


" Papa juga berfikiran seperti itu , apa yang ingin kamu lakukan ??", Tanya Papa Ardi.


" Sama yang seperti Papa minta, Fandi akan memberikan kejutan bulan madu untuknya", Ucap Fandi.


" Ternyata kamu selangkah lebih cepat Fand ", Ucap Papa Ardi tersenyum.


Kemudian mereka kembali keluar dari ruang kerja Papa Ardi, Alisa sudah menunggu sejak tadi dan penasaran apa yang dibicarakan Papa nya dan suaminya sehingga harus dibicarakan diruang kerja Papanya.


Sebenarnya kakek juga sudah tahu bahwa Fandi akan memberi kejutan untuk cucunya, saat mereka berkumpul mereka tengah membicarakan ini tanpa sepengetahuan Alisa, jadi tadi kakek hanya sebagai penahan Alisa agar Alisa tidak bisa pergi sebelum mereka keluar dari dalam.


Tak lama kemudian Alisa sudah turun dari tangga dan sedang membawa tas yang baru saja ia ambil.


" Pah, Kek, sepertinya sudah malam, Fandi dan Alisa mau pamit dulu ", Ucap Fandi.


" Iya Fand, hati - hati dijalan ", Ucap Papa Ardi.


Kemudian mereka segera mencium tangan Papa Ardi dan Kakek,


" Assalamualaikum Pah, Kek ", Ucap Fandi dan Alisa.


" Waalaikum salam ", Jawab Papa dan Kakek.


Mereka pun memasuki mobil dan hendak pulang ke apartemen Mereka.


***


Hai readers, Author hanya ingin mengucapkan


Selamat Idul Adha 1441 H, Semoga di hari yang suci ini membuat hati kita semakin ikhlas menerima semua cobaan di masa-masa terberat seperti saat ini.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2