Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Hari terakhir Liburan


__ADS_3

Pagi ini mereka akan merencanakan untuk piknik kecil-kecilan di perkebunan teh, disana nantinya pak Ujang lah yang akan memandu mereka karena Fandi juga belum mengetahui tempat yang bagus yang bisa ia gunakan untuk berlibur.


" Sudah siap semuanya ??", Fandi dan Denis kini membawa beberapa perlengkapan untuk acara piknik mereka, para lelaki tersebut tak membiarkan para istrinya yang akan kelelahan membawa semua barang-barang.


Tak lupa Fandi juga membawa kameranya yang akan ia gunakan untuk mengambil beberapa foto yang akan ia jadikan kenangan suatu saat nanti jika Rafa sudah besar.


Mereka kini sudah sampai di tempat yang menurut pak Ujang cocok digunakan untuk tempat piknik.


Fandi dan Denis pun menyiapkan tikar dan para wanita pun mulai menata barang dan makanan yang ia bawa tadi.


Semua pun sudah duduk, terdengar suara kicauan burung membuat Fandi dan lainnya Tersenyum sambil menikmati udara alami di sini.


" Kita nikmati aja hari ini, besok kita udah kerja lagi ", Fandi pun mulai merebahkan tubuhnya menikmati pemandangan. dan Denis pun beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan untuk melihat luasnya perkebunan itu.


" Bos, kalau kita punya rumah disini pastinya enak deh bos, sepi Tenang dan udaranya juga alami ", Denis kemudian mengambil nafas nya dalam-dalam, Denis dapat merasakan kesegaran di sini dan ia juga sangat suka.


Fandi kemudian melangkah kan kakinya menghampiri Denis,


" Aku juga merasa begitu den, tapi jika pindah kesini kamu mau jadi tukang kebun disini ??",


" Ye ileh bos, ya gak mau lah, masak iya ganteng gini jadi tukang kebun ", Fandi pun kemudian langsung tertawa, para istri mereka pun melihat mereka tertawa hanya saling mengerutkan keningnya.


" Biarin aja Nis, kan gak pernah tuh lihat mereka berdua tertawa seperti itu ", Alisa pun juga sebenarnya penasaran dengan apa yang mereka bahas sampai-sampai mereka pun tertawa.


" Iya mbak, lebih baik kita segera siapkan makan siang nya mbak, udah laper nih" Ujar Nisa kepada Alisa. Padahal setahu Alisa Nisa baru satu jam yang lalu sebelum berangkat sudah sarapan, tapi kini ia sudah bilang kalau di lapar lagi.


Nisa kini menjadi sangat sering merasa lapar dan Nisa pun tak tahu apa yang sedang terjadi dengan dirinya yang perlahan-lahan berubah nafsu makannya.


" Ya udah Nis, kamu panggil mas Fandi sama Denis ya, mbak mau ngambil botol susu Rafa, kayaknya Rafa haus deh ",


Alisa kemudian mengambil Asi yang sudah ia siapkan di botol, Alisa kemudian membuka cooler box dan segera mengambil Asi yang ia simpan tadi sebelum berangkat.


Nisa Kemudian kembali dengan diikuti oleh kedua orang laki-laki dibelakangnya,

__ADS_1


Nisa segera duduk dan mengambilkan makanan terlebih dahulu untuk suaminya.


" Saya nanti saja Nis, nunggu Alisa aja, kalian kalau sudah lapar makan dulu gak apa-apa ",


Fandi pun menunggu istrinya yang sedang menyusui Rafa, kemudian Fandi berjalan menghampiri istri dan Anaknya.


Fandi duduk tepat disamping istrinya dan tersenyum kepada istrinya.


" Kami lapar mas ??", Alisa pun bertanya kepada suaminya.


" Nggak, kamu lanjutin aja nyusuin Rafa, kasihan kan anak Daddy ini kalau kehausan ", Fandi pun mengelus kepala putranya dengan penuh rasa kasih sayang.


Tak lama kemudian susu yang diminum Rafa pun sudah habis dan Alisa kembali menyimpan botol susunya.


" Sini biar mas yang gendong ", Alisa menyerahkan Rafa lalu segera berdiri dan berjalan menuju ke arah Nisa dan Denis.


Fandi seketika langsung mencium Pipi gembul putranya.


Apalagi Rafa merupakan duplikat dari Fandi kecil,menurut Mama Mira Rafa sangat mirip dengan Daddy nya sewaktu kecil.


" Makan dulu aja mas, nanti gantian ", Alisa pun mengalah, ia tak akan mementingkan dirinya sendiri dan menomor duakan orang lain.


Nisa pun sudah selesai dan ia berniat mengambil Rafa agar Alisa bisa makan bersama Suaminya.


" Mbak aku udah selesai, mbak makan dulu aja biar Rafa aku yang gendong ", Nisa pun menawarkan dirinya dan tentu saja Alisa langsung mengiyakan.


Nisa membawa Rafa ke tempat yang lebih sejuk lagi bersama Denis, mereka seperti keluarga bahagia saat bersama Rafa, Alisa juga melihatnya ikut tersenyum karena Nisa terlihat begitu menyayangi Rafa begitu tulus.


" Semoga Nisa cepat hamil ya mas ", Ujar Alisa kepada Fandi.


" Iya sayang, biar rumah mereka gak sepi lagi", Fandi pun menjawab perkataan istrinya.


Fandi dan Alisa kini sibuk mengemasi barang yang ia bawa tadi, ia tak masalah jika Denis dan Nisa tidak membantunya, toh dia sekarang tengah menjaga putranya dengan baik.

__ADS_1


" Habis ini kita kesana ya sayang ", Fandi pun menunjuk bukit kecil yang terletak kurang lebih 50 meter dari tempat ia berdiri.


" Seperti nya spot disana bagus untuk berfoto", Ujar Fandi.


" Ya sudah ayo kita kesana ", Alisa pun terlebih dulu menghampiri Nisa dan Denis dan menggendong Rafa kembali.


Mereka pun kini saling berfoto dengan pasangan mereka masing-masing, jika Fandi dan Alisa yang sedang berpose, Denis dan Nisa lah yang akan menjadi fotografer nya, dan begitu juga sebaliknya.


Alisa juga terlihat foto bersama dengan Nisa dan kadang-kadang juga ia berfoto sendiri dan dengan Rafa.


Setelah lelah berfoto, Fandi pun mengajak Istrinya, Denis dan Nisa untuk segera kembali ke villanya.


Sore ini mereka harus sudah berangkat pulang Kembali ke Jakarta dan besok sudah harus kembali bekerja.


Tepat pukul 3 sore mereka sudah bersiap dan sudah berpamitan kepada pak Ujang.


" Terimakasih ya Pak selama tiga hari ini bapak sudah membantu kami semua disini ", Ujar Fandi sambil menyalami dan memberikan sebuah amplop coklat kepada pak Ujang


" Ini apa pak ??", Pak Ujang tak enak jika Fandi memberikannya uang terlalu banyak seperti ini.


" Jangan menolak pak, ini rezeki bapak, Maaf kalau ini tak seberapa ", Ujar Fandi.


" Terimakasih pak Fandi, anda begitu baik dengan saya ".


Fandi fan lainya kemudian berpamitan dan


segera pulang menuju ke Jakarta.


" Assalamualaikum ", Ucap Fandi saat akan meninggalkan villa nya tersebut.


" Waalaikum sala, hati-hati dijalan Pak Fandi", Pak Ujang pun menjawab dengan penuh ketulusan.


Pak Ujang tidak menyangka jika Fandi akan sebaik ini kepadanya, bahkan tiap bulan Fandi akan mengirimi nya uang untuk gaji dirinya merawat dan membersihkan villanya Tersebut.

__ADS_1


" Semoga pyak Fandi selalu diberi kebahagiaan, dan semoga mereka selamat sampai tujuan ", Ujar Pak Ujang berdoa kepada Allah SWT.


Fandi dan Alisa akhirnya Sampai di Jakarta dengan selamat, Fandi pun terlihat bahagia bisa mengajak keluarga kecilnya berlibur dan melupakan semua masalah yang pernah menimpa keluarga mereka.


__ADS_2