Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
104


__ADS_3

Fandi menaruh barang belanjaannya di atas meja dapurnya, bibi yang mengetahui nya segera menata barang belanjaan tersebut.


Kemudian Fandi segera melangkahkan kembali kakinya menuju kamar atas, ia tahu istrinya tengah berada di situ karena semenjak pagi tadi Alisa sangat antusias sekali dengan barang-barang milik bayinya tersebut.


" Ayo mah, aku antarkan ke kamar Alisa ", Ujar Fandi.


"Maksud kamu apa Fand, kamar Alisa ??, Kalian tidur terpisah??", Tanya Mama Mira penasaran.


" Oh.. nggak mah, Alisa lagi di kamar atas, lagi bongkar perlengkapan bayi yang kita beli kemarin ", Ujar Fandi.


Setelah mendengar perkataan Fandi akhirnya Mama Mira berjalan kembali menuju kamar yang berada di lantai atas, Fandi yang mengikuti Mama nya dari belakang merasa apa yang dikatakan nya saat ini menjadi serba salah menurut Mamanya.


Tak lama kemudian Fandi dan Mama Mira sudah sampai di depan pintu kamar yang sudah terbuka, terlihat didalam kamar tersebut Alisa nampak mulai mendekor kamar untuk bayinya nanti.


" Assalamualaikum ", Ucap Fandi saat memasuki kamar tersebut, sementara Mama Mira kini tengah menunggu diluar.


Alisa pun menoleh, ia kaget dengan kedatangan suaminya yang mendadak tersebut.


"Waalaikum salam mas, kok udah pulang ??", Tanya Alisa yang merasa heran tidak biasanya suaminya pulang di jam sebelum makan siang.


" Iya sayang kan mas kangen sama kamu ", Ujar Fandi yang membuat Alisa tersenyum malu.


Fandi kemudian berjalan menuju ke tempat istrinya saat ini, kamar tersebut sudah di dekor sendiri oleh Alisa secara pribadi tanpa campur tangan dari Fandi tentunya.


" Sayang, kamu jangan terlalu capek ", Ujar Fandi mengingatkan.


"Iya mas, aku gak.merasa capek sama sekali, bahkan aku sangat bersemangat ", Ujar Alisa.


Fandi hanya tersenyum mendengar penuturan istrinya tersebut.


" Sayang, ada yang ingin bertemu kamu ", Ujar Fandi yang sengaja memberi surprise.


'" Siapa mas ??", Tanya Alisa penasaran.


Fandi tidak menjawab, ia terus menggandeng lengan Alisa dan berjalan perlahan menuju ke luar kamarnya.


Setelah sampai luar barulah Alisa tahu siapa orang yang ingin bertemu dengannya.


" Mama", Ujar Alisa bahagia.


Alisa kemudian berjalan dan menemui Mama Mira dan langsung memeluknya.


Mama Mira pun tampak bahagia bisa bertemu dengan Alisa.

__ADS_1


" Bagaimana keadaan mu sayang ??", Tanya Mama Mira.


" Alhamdulillah mah, Aku baik-baik saja ", Ujar Alisa sambil melepaskan pelukannya.


" Maafkan Fandi ya sayang ", Ujar Mama Mira.


" Mas Fandi gak salah kok mah, kita cuma salah paham saja, jadi Alisa juga salah ", Ujar Alisa kepada Mama Mira.


" Ayo mah, kita duduk dulu ", Ujar Alisa sambil duduk di sofa ruang tengah.


Fandi sangat bahagia melihat kedekatan Mama nya dengan istrinya,


" Mah, sayang aku tinggal ke ruang kerjaku dulu ", Ujar Fandi yang langsung di angguki oleh mereka berdua.


Terlihat Mama Mira dan Alisa sedang bercanda sambil tertawa.


Tak lama kemudian Bibi pun datang untuk memberitahu kan bahwa makan siang sudah siap.


Kemudian Alisa dan Mama Mira langsung menuju ke meja makan, sebelum itu Alisa pergi terlebih dahulu menuju ke ruangan Fandi untuk mengajak makan siang bersama.


Setelah semua berkumpul mereka kini makan siang dengan sangat bahagia karena ada Mama nya yang berkunjung siang ini kerumahnya.


Mama Mira pun sudah pulang dan pak Rizal yang menjemputnya, Mama Mira sengaja meminta pak Rizal untuk menjemput karena tidak ingin mengganggu Fandi dan Alisa karena Mama Mira ingin hubungan keduanya membaik.


Alisa kini kembali menuju kamar yang sedari tadi ia tempati untuk menata semua perlengkapan bayi nya.


" Sayang ", Ucap Fandi sambil menenggelamkan kepalanya di ceruk leher istrinya.


Memang saat ini Alisa sedang tidak mengenakan jilbabnya ketika berada di kamar.


" Mas geli ", Ujar Alisa yang sedikit geli dengan tingkah suaminya yang sedang mencium lehernya berulang kali.


" kenapa sayang, mas kangen sama kamu ", Ujar Fandi yang masih belum melepas pelukannya.


" Aku masih sibuk mas, Lebih baik mas bantuin aku ", Ujar Alisa.


Dengan terpaksa Fandi pun melepas pelukannya dan kini sedang membantu istrinya untuk menghias kamar bayi mereka.


Alisa tampak tersenyum puas karena apa yang ia bayangkan akhirnya bisa ia wujudkan.


" Apa kamu suka sayang ", Ujar Fandi yang melihat istrinya yang sedari tersenyum sambil memandang ke seluruh penjuru kamar tersebut.


" Iya mas, aku sangat suka ", Ujar Alisa.

__ADS_1


" Aku jadi tidak sabar menunggu kelahiran bayi kita ", Ujar Alisa.


" Mas juga sama sayang, mas sangat menantinya sekian lama ", Ujar Fandi sambil mengelus perut istrinya.


"Ayo lebih baik sekarang kamu istirahat sayang, kamu terlihat sangat lelah sekali ", Ujar Fandi sambil menggandeng tangan Alisa menuju kamarnya.


" Mas aku mau disini saja, gak usah ke bawah", Ujar Alisa.


Akhirnya Alisa dan Fandi masuk kedalam kamar dan segera istirahat.


Alisa kemudian menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya terlebih dahulu, begitu juga dengan Fandi yang juga sudah selesai dengan mandinya mereka kemudian melakukan sholat dhuhur secara berjamaah.


Alisa kini sudah terlelap dalam tidurnya, Fandi yang sedari tadi mengelus dan mengusap rambutnya dengan lembut langsung saja tersenyum saat melihat istrinya yang tengah tertidur pulas.


Fandi kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut dan segera menarik selimut istrinya.


Fandi pun ikut terlelap dalam tidurnya dengan memeluk istrinya.


Ia tak dapat membayangkan jika ia tidak dapat memeluk istrinya lagi karena kejadian kemarin yang membuat Alisa pergi dari rumah.


Sore harinya Fandi yang bangun terlebih dahulu segera turun dari tempat tidurnya, tapi sebelum itu Fandi membetulkan kembali selimut yang menutupi tubuh istrinya.


Fandi kemudian melangkahkan kakinya keluar secara perlahan agar tidak membangunkan istrinya.


Fandi kemudian berjalan menuju dapur untuk membasahi tenggorokan nya yang terasa kering saat bangun tidur.


" Bi tolong buatkan saya kopi ", Ujar Fandi kepada Bibi.


" Baik Den ", Jawab Bibi dengan tersenyum.


" Antarkan ke ruangan kerja saya bi ", Ujar Fandi sambil pergi meninggalkan dapur.


Bibi pun segera membuatkan kopi untuk Fandi dan setelah selesai Bibi pun langsung mengantarkan kopi Tersebut.


Setelah mengantar kan kopi ke ruangan Fandi bibi pun kemudian langsung pergi menuju ke arah dapur Kembali.


Alisa yang kini sudah terbangun terlihat sedang mencari Fandi sedari tadi, lalu Alisa pun segera keluar dan berpapasan dengan bibi yang baru saja keluar dari ruangan Fandi.


" Bi dari mana ??", Tanya Alisa kepada Bibi.


" Saya baru saja mengantar kopi untuk Den Fandi Non ", Ujar Bibi kepada Alisa.


" Oh ya sudah kalau begitu ", Ujar Alisa.

__ADS_1


" kalau begitu saya permisi dulu Non ", Ujar Bibi meninggalkan Alisa yang masih berdiri didepan pintu kamarnya.


Alisa pun segera pergi menuju ruangan kerja suaminya untuk menemani Fandi yang sedang berada disana.


__ADS_2