
Pagi hari yang begitu Cerah dan membuat semangat Alisa yang begitu besar untuk segera berbenah mengemasi semua barang barangnya.
Setelah mendengar ucapan Papanya bahwa hari ini mereka akan kembali ke rumah Utama keluarga Bachtiar membuat Alisa tak mampu lagi untuk meluapkan rasa bahagia nya.
"Sayang, jangan terlalu bersemangat nanti kamu capek", ucap Papa Ardi yang melihat Alisa yang begitu semangat untuk membereskan barang-barang nya yang bisa dikata teramat banyak.
"Aku gak apa-apa kok pah, aku masih bisa sendiri untuk membereskan ini semua", jawab Alisa.
Papanya sudah tidak bisa berkata lagi, sekarang Alisa begitu semangat dengan berbagai pekerjaaan rumah, berbeda Alisa yang dulu, dia dulu begitu pemalas hingga hal sekecil apapun pasti dia akan menyuruh para maid nya untuk melakukannya.
Tepat pukul Setengah Delapan Fandi sudah sampai didepan rumah Alisa, Fandi nampak heran karena sudah ada beberapa koper yang terletak di teras depan rumah Alisa.
"Assalamualaikum", ucap Fandi.
Alisa yang mendengar fandi mengucapkan salam langsung saja berjalan keluar rumah,
"Waalaikum salam mas", jawab Alisa.
Fandi yang melihat Alisa yang masih belum siap untuk berangkat kuliah pun langsung bertanya
"Al kamu gak kuliah sekarang", tanya Fandi.
"Nggak mas, aku lupa tadi mau ngabarin kamu , soalnya hari ini aku mau pindahan lagi kerumah yang lama", ucap Alisa.
Fandi hanya ber oh saja.
"Om, sama Kakek kemana Al??" Tanya Fandi .
"Papa sama Kakek juga lagi beres - di belakang, Ayo mas masuk dulu", ucap Alisa sambil menyuruh Fandi masuk kedalam.
Fandi mengikuti Alisa dari belakang, ia juga turut membantu keluarga calon istrinya tersebut untuk pindah ke rumah mereka yang lama.
Alisa yang melihat Fandi ikut serta membereskan barang - barangnya langsung saja bertanya, " Mas kamu gak ke Resto", tanya Alisa .
"Gak Al, aku mau bantuin kamu aja disini, lagi pula di Resto udah ada yang ngurusin", ucap Fandi.
Alisa pun bergeming, " Terserah mas saja kalau gitu" ujar Alisa.
"Oh iya mas aku hari ini dan besok gak kerja dulu ya", Ujar Alisa.
"Kenapa dua hari Al", tanya Fandi.
"Tugas aku lagi numpuk mas, kan udah mau wisuda", ucap Alisa.
"Mau aku bantu ??" Tanya Fandi.
"Emang nya mas lagi gak sibuk??" tanya kembali Alisa.
"Gak kok Al, aku gak lagi sibuk, aku selalu ada waktu kok buat kamu", jawab fandi.
"Hmmm... seriusan???" Lanjut Alisa.
__ADS_1
"Iya Al, nanti kalau ini semua sudah selesai aku bakalan bantuin kamu ngerjain tugas kuliah kamu", ucap Fandi.
"Makasih ya sayang, ucap Alisa".
Kemudian Fandi dan Alisa segera melanjutkan mengemas barang - barang yang ada di kamar Alisa.
"Akhirnya selesai juga", ucap Alisa.
Kemudian Alisa berjalan ke arah Fandi sambil menyerahkan sebuah kardus yang berisi buku - buku milik Alisa.
"Udah selesai semua Al??", tanya Fandi.
"Udah mas" , ujar alisa.
"Kalau gitu kamu duduk aja dulu mas, aku bikinin teh", ujar Alisa sambil berjalan menuju dapur.
Fandi yang melihat Alisa yang begitu perhatian padanya , membuat Fandi terus ingin selalu bersama Alisa.
Tak lama kemudian Pak Ardi keluar dari dalam kamarnya sambil menyeret sebuah koper, Fandi pun langsung berdiri dan membantu calon mertuanya tersebut.
"Sudah lama Fand", tanya Pak Ardi.
"Baru saja Om", jawab Fandi.
"Kenapa Om gak bilang kalau mau pindah sekarang", tanya Fandi.
"Aku tidak mau merepotkan mu Fand, lagi pula orang suruhanku juga sudah banyak", ujar Pak Ardi.
Saat dirasa sudah siap mang Dirman supir pribadi Kakek Bagas pun tiba, lalu ia langsung mengangkat sebagian koper milik Tuannya tersebut.
"Kamu bisa aja Fand cari kesempatan" , ujar Pak Ardi.
Fandi pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "sepertinya Om Ardi terlalu pintar sehingga dia bisa tau kalau aku ingin sekali selalu bersama putrinya". Gumam Fandi.
Setelah mang Dirman kembali dan langsung memberitahu bahwa mobilnya sudah siap dan bisa untuk segera berangkat,
Pak Ardi dan kakek Bagas pun akhirnya berangkat dan meninggalkan Alisa dan Fandi yang masih berada di dalam rumah itu.
"Sayang, Papa sama Kakek berangkat dulu", ujar Papa Ardi.
"Iya pah", jawab Alisa.
'Fand, Om titip Alisa ya, jaga dia baik - baik", ucap Pak Ardi.
"Siap Om, Om tenang aja akan Fandi jagain selalu Alisa buat Om", ucap Fandi percaya diri.
"Ya sudah Om berangkat dulu", ucap Pak Ardi sambil menepuk bahu Fandi.
"Hati - hati dijalan Om, Kek ", Ucap Fandi.
Setelah kakek berangkat tinggal Fandi dengan Alisa yang masih berkutat dengan berbagai macam barang yang harus dibereskan.
__ADS_1
"Sudah selesai Al", tanya Fandi.
"Bentar mas kayaknya ada yang tertinggal, ucap Alisa sambil mengingat sesuatu.
Alisa pun kembali berjalan menuju kamarnya dan membuka sebuah laci di meja nakasnya, tampak beberapa album foto dirinya bersama sang mama yang masih belum di ambil.
"Hampir aja ketinggalan", ucap Alisa.
"Ini adalah barang yang tidak boleh sampai tertinggal", gumam Alisa.
Setelah mengambil album foto dikamarnya Alisa segera keluar dari kamarnya dan meletakkan album foto tersebut didalam kardus.
Setelah selesai Alisa langsung memberitahu Fandi.
"Ayo mas kita berangkat, aku sudah selesai", ucap Alisa.
Fandi dan Alisa pun akhirnya sama - sama menyeret masing - masing satu koper,
tak lupa juga ia mengunci rumah itu, "Rumah yang penuh dengan kenangan selama beberapa bulan ini", ucap Alisa.
Setelah cukup lama berjalan menyusuri gang jalan tersebut akhirnya mereka sampai di tempat parkir mobil Civic Fandi.
Setelah memasukkan kopernya dan sebuah kardus, kemudian mereka segara masuk dan berangkat menuju rumah utama keluarga Bachtiar.
"Al, alamatnya dimana", tanya Fandi.
"Jadi lupa deh ngasih tau alamatnya", ucap Alisa terkekeh.
"Maaf ya mas, aku terlalu bersemangat, sehingga aku jadi lupa, Alamat nya di Perum xxx Blok xx", ucap Alisa.
Setelah mendengar dari mulut Alisa, Fandi langsung saja mengemudikan mobilnya menurut alamat tersebut, setelah hampir satu jam mereka akhirnya tiba dirumah utama.
Setelah sampai Fandi langsung menurunkan barang - barang milik Alisa, "Udah nih Al", ucap Fandi.
"Ayo mas masuk", ucap Alisa.
Fandi pun segera berjalan mengikuti Alisa, tampak beberapa maid yang menyambutnya dengan penuh bahagia, sudah terlalu lama mereka tidak berjumpa dengan nonanya yang dulunya sangat manja, dan para maid juga nampak terkejut dengan perubahan penampilan Alisa,
"Selamat siang nona, selamat datang kembali kerumah ini", ucap para maid.
"Selamat siang juga", ucap Alisa sembari tersenyum, "Oh iya perkenalkan ini mas Fandi calon suami saya" ucap Alisa memperkenalkan Fandi.
"Selamat siang tuan ucap para maid serentak, selamat siang juga", ucap Fandi sambil menyerahkan koper yang tadi ia bawa.
"Taruh saja dikamar saya ya bi, nanti biar saya sendiri yang membereskannya", ucap Alisa.
"Baik nona", ucap salah satu maid.
Alisa dan Fandi pun langsung menuju ruang tamu yang kini tengah ada Papa dan Kakek nya yang menunggu kedatangannya.
"Sayang kamu sudah datang", ucap Papa Ardi.
__ADS_1
"Iya pah, baru saja". jawab Alisa.
Kemudian Alisa dan Fandi segera duduk bersama dengan sang Papa dan Kakek nya.