
Anton yang kini sudah lulus bersamaan dengan Alisa kini ia tengah sibuk untuk mencari pekerjaan, dengan bermodalkan berbagai lembar surat kabar yang berisikan berbagai banyak lowongan pekerjaan, ia kini mulai mencari dari satu persatu lowongan pekerjaan yang pas untuk dirinya.
Lembar demi lembar telah Anton bolak balik sedari tadi tapi ia masih belum menemukan pekerjaan yang cocok untuk dirinya.
Ia mulai frustasi, ternyata begitu sulit untuk mencari pekerjaan di surat kabar,
ia berpikir mencari pekerjaan sangat lah mudah sehingga ia menganggap itu bukan suatu masalah besar, tapi kenyataannya sekarang ia malah sudah hampir putus asa dengan semua ini.
Anton kini sudah mulai berubah, ia tak mau jadi seperti dulu yang hanya memanfaatkan wanita, ia sudah berjanji akan bekerja keras agar ia nantinya bisa sukses dan bisa membahagiakan ibunya dan tentunya calon istrinya kelak.
Fandi kini mulai memasuki area perkantoran ya, dengan langkah tegapnya Fandi berjalan menuju loby kantornya dan segera menuju ruangannya, Denis yang sudah sampai terlebih dahulu saat melihat Fandi langsung saja mensejajarkan kan langkah nya dengan bosnya tersebut.
" Selamat pagi bos ", Ujar Denis yang mengikutinya dari belakang, ia tadi sebelum memasuki ruangannya terlebih dahulu menuju pantry kantor untuk membuat secangkir kopi untuk dirinya.
" Apa jadwal saya hari ini den ??", Tanya Fandi sambil terus melangkah kan kakinya menuju ruangannya.
" Anda hari ini free bos, semuanya sudah terhandle bos , dan besok bos akan ada rapat bersama petinggi perusahaan kita untuk membahas rencana kedepannya perusahaan kita ", Ujar Denis.
" Baiklah ", Ujar Fandi sambil masuk kedalam ruangannya.
Anton kini baru kembali dari mengambil koran yang ada di depan rumahnya, setiap pagi tukang koran akan mengantarkan koran ke semua rumah yang ada di sekitar komplek rumah Anton, Setelah mendapat apa yang di butuhkan segera Anton kembali ke mejanya untuk mencari lowongan pekerjaannya kembali.
Segera Anton mengambil spidol untuk melingkari beberapa lowongan kerja yang menurutnya ia cocok.
Dilihat nya dari beberapa lowongan yang ada di koran tersebut, ada satu yang menurut nya sangat cocok untuk dirinya, segera ia menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya dan kemudian langsung saja menuju tempat perusahaan Tersebut untuk menyerahkan surat lamarannya.
Dengan menggunakan kemeja berwarna putih dan celana bahan berwarna hitam, Anton kini sudah siap untuk pergi ke lokasi perusahaan.
Dengan menaiki sepeda motornya yang selalu ia bawa, tak lupa juga tas ransel nya ia kemudian berangkat dan sudah berpamitan kepada ibunya.
Perjalanan Anton ia tempuh kurang lebih satu jam perjalanan, tak lama kemudian ia sampai di tempat tujuan,
__ADS_1
Dengan bertanya kepada satpam tersebut, Anton kemudian tahu jika di kantor tersebut sedang membutuhkan karyawan baru, Anton pun berjalan menuju meja resepsionis,
" Permisi mbk, saya mau melamar kerja di tempat ini ", Ujar Anton kepada wanita yang sedang duduk di balik meja resepsionis.
" Iya mas, Silahkan menuju ruang HRD, anda bisa menyerahkan surat lamaran anda disana ", ujar kedua wanita tersebut.
Anton kemudian menuju ke ruang HRD yang sebelumnya sudah di beritahu oleh kedua resepsionis tersebut.
Saat sudah sampai di depan ruangan tersebut,Anton langsung saja masuk ke dalam dengan mengetuk pintu terlebih dahulu.
Anton pun kemudian duduk di meja di hadapan kepala bagian HRD, Anton kemudian menyerahkan CV yang ia bawa tadi,
Pak Didit langsung saja membuka dan membaca data diri Anton.
" Kamu belum pernah bekerja ??", Tanya pak Didit.
" Belum pak, saya belum pernah bekerja sama sekali ", Jawab Anton secara pelan.
" Mulai besok kamu bisa bekerja di kantor ini", Ujar Pak Didit.
Anton pun merasa senang, dengan senyum lebarnya Anton kemudian membalas jabatan tangan dari pak Didit yang mulai besok akan menjadi atasannya di bagian tersebut.
" Terimakasih Pak, kalau begitu saya permisi", Ujar Anton berpamitan.
Anton pun keluar dengan perasaan bahagianya, ia tidak tahu jika perusahaan Tersebut dipimpin oleh Fandi suami dari Alisa.
Anton kemudian melajukan motornya menuju rumah Wina, ia berniat memberitahukan bahwa dirinya sudah mempunyai pekerjaan.
Wina yang saat ini tengah pergi tak tahu jika Anton akan datang kerumahnya.
Alisa dan Fandi berniat untuk mencari baby sitter untuk menjaga Rafa, jadi mereka hari ini berniat untuk pulang lebih cepat dari biasanya untuk pergi ke penyaluran baby sitter yang ada di kotanya.
__ADS_1
Setelah mencari informasi melalui internet, Alisa dan Fandi Kemudian menuju ke arah alamat yang ia dapatkan dari sosmed tersebut, setelah yakin dengan temap tujuannya kini mereka tengah turun dari mobilnya dan menuju ke salah satu rumah yang menurut Alisa adalah tempat age. penyaluran baby sitter.
Terlihat dari papan nama yang ada di depan bertuliskan jika benar ini adalah tempatnya, dengan berjalan bersama Alisa dan Fandi kemudian masuk kedalam untuk menemui pengelola tempat itu.
" Selamat siang Pak, Bu, Ada yang bisa kami bantu ??", Tanya ibu pengelola tersebut.
" Silahkan Duduk Pak Bu ", Ucap ibu tersebut.
" Begini Bu kedatangan kami kemari ingin mencari baby sitter untuk anak kami ", Ujar Alisa kepada ibu pengelola tersebut.
Ibu pengelola itu pun tersenyum,
" Anda datang ketempat yang sangat tepat Bu, disini memang menyediakan jasa baby sitter profesional ", ujar ibu tersebut.
Ibu pengelola itu kemudian berjalan menuju ke arah meja kerjanya dan mengambil sebuah foto album yang berisikan foto-foto baby sitter yang ada di agency tersebut.
Setelah menyerahkan album tersebut, Fandi dan Alisa segera membuka satu persatu foto tersebut, Banyak dari foto-foto tersebut merupakan foto baby sitter yang cukup cantik sehingga membuat Alisa berpikir dua kali.
" Mas bagaiman ??", Tanya Alisa yang meminta pendapat dari Suaminya.
" Terserah kamu saja sayang, kamu lebih suka yang mana ", Ujar Fandi.
Alisa masih saja membolak-balik kan foto yang ada di album tersebut, pandangannya kini beralih menuju ke salah satu wanita paruh baya yang terlihat sangat ke ibuan untuk mengurus Rafa.
" Bu, sepertinya saya memilih ibu ini ", Ujar Alisa sambil menyerahkan kembali foto tersebut.
Ibu pengelola tersebut memperlihatkan foto yang dipilih oleh Alisa,
" Maaf Bu, sepertinya ibu ini sudah di ambil oleh orang lain, maaf saya belum sempat memindahkan foto tersebut ", ujar ibu pengelola.
Senyum Alisa pun memudar mau tak mau ia harus memilih salah satu dari beberapa wanita cantik yang ada di album foto tersebut.
__ADS_1