Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
118


__ADS_3

" Em... begini pak, tadi sewaktu saya lagi di lift, saya bertemu dengan karyawan divisi keuangan, dan pada saat itu tiba-tiba dia sakit perut dan dia meminta tolong kepada saya agar saya yang datang keruangan bapak ", Ujar meta mencari alasan.


Fandi merasa ucapan meta mengada-ada, tapi ia tidak mau terlalu curiga, Fandi langsung saja memberikan berkas itu dan segera menyuruh meta keluar, Fandi sedari tadi merasa tidak nyaman saat meta melihat istrinya dengan tatapan yang kurang ramah.


" Lain kali saya tidak mau jika divisi lain datang dengan membawa Map dari divisi yang berbeda ", Ujar Fandi.


" Baik pak, maaf, kalau begitu saya permisi ", Ujar meta yang langsung keluar dari dalam ruangan Fandi.


Meta keluar dengan perasaan kesalnya, Bahkan dia dipermalukan didepan wanita itu,


" sial", Ucap meta yang kesal.


" Kenapa mbk ??", Tanya Denis yang sedang berada di mejanya.


Meta langsung saja menutup mulutnya karena apa yang diucapkan nya didengar oleh Denis.


" Oh tidak apa-apa, kalau begitu saya permisi ", Ujar Meta yang terlihat salah tingkah didepan Denis.


Denis yang melihat meta nampak bingung, tak lama kemudian Fandi pun memanggil dirinya untuk segera datang ke ruangannya.


" Permisi bos, ada yang bisa saya bantu??", Tanya Denis.


" Kenapa dia tadi masuk kedalam ruangan ku, kenapa bukan kamu den??", Tanya Fandi.


" Maaf pak, saya tadi sudah melarangnya dan meminta berkas tersebut, tapi dia bersikeras ingin meminta sendiri kepada bos, jadi saya suruh masuk bos ", Ujar Denis.


" Lain kali jangan di ulangi Den ", Ujar Fandi.


" Baik bos, maaf kan atas kesalahan saya, kalau begitu saya permisi dulu bos ", Ujar Denis yang langsung diangguki oleh Fandi.


Alisa yang melihat sikap suaminya langsung saja menghampiri suaminya dan berbicara kepadanya.


" mas kamu kenapa marah-marah seperti itu, kasihan Denis kan ??",


" Lagi pula mbk yang tadi juga gak salah, kenapa kamu jadi marah-marah juga ??".


" Dia mantan sekertaris sehariku sayang, mas merasa tidak nyaman saja jika dia berada diruangan mas, apa lagi dia tadi menatapmu dengan tatapan yang tidak ramah ", Ujar Fandi.


Alisa yang tidak mengerti pun hanya diam saja,

__ADS_1


" Ya sudah kamu lanjutin dulu pekerjaan mu mas", Ujar Alisa.


Siang harinya saat sudah menunjukkan jam makan siang, Fandi segera membawa Alisa beserta Rafa untuk turun menuju loby utama kantor.


Fandi kemudian memberitahu kepada resepsionis untuk mengumpulkan seluruh karyawannya, dengan cepat kedua resepsionis tersebut segera melaksanakan perintah dari Fandi.


Setelah semua berkumpul banyak yang bertanya-tanya kenapa mereka dikumpulkan saat jam makan siang,


Meta pun ikut juga bergabung dengan para karyawan lainnya dan juga terlihat bingung.


" Terimakasih kalian sudah mau berkumpul disini, dan saya minta maaf karena telah menyita waktu jam makan siang kalian semua.


Langsung saja saya beritahukan kepada kalian semua perempuan yang sedang ada disamping saya adalah istri saya, saya hanya ingin kalian mengetahui dan bersikap baik kepadanya, dan yang ada di gendongan saya adalah putra saya", Ujar Fandi yang sudah memperkenalkan istrinya.


Banyak karyawan perempuan yang terlihat kaget dengan perkataan bosnya tersebut, termasuk Meta, dia langsung saja memelototkan matanya ketika mengetahui bahwa wanita yang berada di dalam ruangan bosnya adalah istrinya.


Banyak juga yang terlihat mengagumi kecantikan Alisa, dengan make up tipis dan warna lipstik yang tidak menonjol membuat kecantikan Alisa tampak terlihat alami.


" Saya kira perkenalan ini cukup sampai disini dan kalian semua bisa melanjutkan jam makan siang kalian ", Ujar Fandi.


Semua pun terlihat membubarkan diri masing-masing, banyak juga yang sedang membicarakan Alisa dibelakang Fandi,


Mereka mengira Alisa hanyalah perempuan biasa yang diangkat derajatnya oleh Fandi setelah menikah dengan Fandi, nyatanya Alisa merupakan pewaris tunggal dari


" Bachtiar Group ", salah perusahaan Terbesar di kota ini.


" Sayang, kamu mau makan apa ??", Tanya Fandi sambil melangkahkan kakinya keluar dari area kantor.


" Apa aja mas ", Jawab Alisa sambil terus mengekori suaminya yang sedang menggendong Rafa.


" Baiklah kalau gitu, kita makan seafood aja ya, mas udah lama kayaknya gak makan seafood ", Ujar Fandi yang langsung diangguki oleh istrinya.


Fandi langsung menancapkan gasnya menuju salah satu restoran seafood terbaik dikota ini, tak perlu menunggu lama, mereka kini sudah sampai di depan Resto tersebut.


Fandi segera mencari tempat duduk dan sebelum itu Fandi juga terlihat mengambil alih Rafa kedalam gendongan nya kembali.


Setelah memesan makanan mereka tak lama setelah itu makanan tersebut sudah tersaji di atas mejanya.


Dengan segera Fandi dan Alisa langsung memakan makanannya sampai habis.

__ADS_1


Mereka tak kembali lagi ke kantor, mereka kini melajukan mobilnya menuju kerumah Papa Ardi karena Alisa sudah lama tidak kerumah Papa nya semenjak ia melahirkan.


Setelah sampai Alisa segera turun dari mobil, sambil ditemani oleh Fandi karena Rafa kini tengah tertidur.


Setelah Bu Minah membukakan pintu, Bi Minah nampak sannygat terkejut dan senang karena apa yang dia tunggu datang juga ke rumah ini.


" Non ", Ucap Bibi senang.


" Assalamualaikum Bi ", Ucap Fandi dan Alisa bersama.


" Waalaikum salam Non, Den, silahkan masuk", Ujar bi Minah.


Alisa dan Fandi Segera masuk dan segera menuju kekamar Alisa.


Setelah masuk betapa terkejutnya Alisa dan Fandi jika kamar Alisa yang dulu sudah di sulap oleh Papa nya menjadi kamar yang bernuansa anak-anak.


Juga sudah tersedia box bayi disana membuat Alisa semakin senang.


Segera ia tidurkan Rafa ke dalam box bayi tersebut dan Alisa kemudian menghampiri suaminya yang tengah berbaring di ranjangnya tersebut.


" Mas lepas dulu dong jas nya ", ujar Alisa sambil duduk di samping suaminya.


Fandi kemudian duduk dan segera dilepas Jas yang sedari tadi masih ia pakai.


" Mas mau mandi dulu aja ", Ujar Fandi sambil melepas semua kancing kemejanya, terlihat badan Fandi yang membuat Alisa seketika malu jika menatapnya.


Fandi yang merasa istrinya sangat malu, kemudian ia semakin mendekat kan tubuhnya ke arah istrinya.


" Mas, katanya mau mandi ??" Tanya Alisa sambil menghadap membelakangi Fandi.


Fandi kemudian segera memeluk badan istrinya dari belakang.


" Kenapa kamu sayang??", Tanya Fandi.


" Maksud kamu apa mas??, aku gak apa-apa kok ", Ujar Alisa yang masih tetap tidak mau menghadapkan wajahnya ke arah Fandi.


" Mas tau kamu malu sayang, hey... kenapa harus malu, bukannya kmu selalu melihat mas seperti ini, Ayo sayang lihat mas ", Ujar Fandi sambil membalikkan badannya Alisa mengahadap ke arahnya.


Alisa kemudian mulai mendongakkan kepalanya dan mulai melihat wajah Fandi yang masih tetap terus menatap nya.

__ADS_1


__ADS_2