Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
143


__ADS_3

" Sayang, Bagaimana kalau yang jadi sekertaris kamu itu Nisa, Istri Denis ", Ujar Fandi.


" Nisa istri sekertaris kamu mas ??", Tanya Alisa kepada Fandi.


" Iya sayang, mas rasa dia cocok buat jadi sekertaris kamu, Denis ikut aku, dan Nisa ikut kamu ", Ujar Fandi.


Fandi yang merasa Nisa lah yang bisa untuk mendampingi istrinya, lumayan lah bisa bantu Denis, jadi Denis bekerja dan istrinya juga ikut kerja.


" Bagaimana menurut mu sayang ??", Tanya Fandi.


" Aku nurut aja apa kata kamu mas ", Jawab Alisa yang membuat Fandi tersenyum.


" Ya sudah, mas akan bicarakan sama Denis besok ya, semoga Denis mengizinkan istrinya kerja sama kamu ", Ujar Fandi sambil memegang tangan istrinya.


Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang karena Fandi takut istrinya akan marah kepadanya, Tak lama kemudian Mereka pun sudah sampai di halaman rumah mereka.


Alisa segera turun, dan Fandi juga mengikutinya dari belakang saat memasuki rumah Mereka.


" Assalamualaikum ", Ucap Alisa dan Fandi secara bersama-sama.


Tania yang berada dirumah tengah langsung menjawab salam dari Alisa dan Fandi.


" Waalaikum salam ", Jawab Tania.


Alisa dan Fandi terus saja berjalan ke arah Tania yang berada di ruang tengah yang kini sedang bersama putra mereka.


" Mbak, kita ke atas dulu ya ", Ujar Alisa.


" Iya Bu ", Jawab Tania.


Fandi masih saja penasaran dengan wanita yang kini menjadi baby sitter putranya tersebut, ia kemudian langsung saja naik untuk menemani istrinya menuju ke kamarnya.


" Sayang, aku mau mandi dulu ya ", Ujar Fandi yang langsung diangguki oleh Alisa.


Fandi pun segera melepas sepatu dan kemudian mengambil handuk dan langsung memasuki kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Fandi sudah selesai dan segera mengganti pakaiannya yang sudah disiapkan oleh Alisa.


" Sayang, aku mau kebawah dulu ", Ujar Fandi berpamitan.


" Iya mas ", Jawab Alisa.


Fandi pun langsung turun ke lantai bawah untuk menemui Mama nya yang kini sedang berada di dapur.


" Mah ",Panggil Fandi kepada Mama Mira.

__ADS_1


Mama Mira pun menoleh ke arah putranya tersebut,


" Kamu sudah pulang Fand ??", Tanya Mama Mira.


" Sudah ma, bagaimana ma, kita jadi menyelidiki nya ??", Tanya Fandi.


Ibu dan anak tersebut sudah merencanakan akan mengikuti Heni yang Sebenarnya adalah Tania.


" Iya Fand, Tapi kami udah kasih tau Alisa apa belum, Mama takut nantinya Alisa mencari kamu ", Ujar Mama Mira.


" Iya ma, habis ini aku mau izin dulu sama Alisa ", Ujar Fandi yang kini melangkah kan kakinya kembali menuju ke lantai atas untuk menemui istrinya.


Fandi segera masuk kedalam kamar yang tidak di kunci oleh Alisa,


Alisa yang kini baru keluar dari dalam kamar mandi menjadi kaget melihat suaminya yang sudah berada didalam kamarnya kembali.


" Mas kamu ngagetin aku aja, aku kira siapa ", Ujar Alisa.


Fandi kemudian Tersenyum nakal kepada istrinya yang kini hanya memakai handuk yang dililitkan di badannya, memang salah Alisa yang tadi sempat lupa membawa handuk bajunya ke kamar mandi, sehingga dirinya sekarang hanya memakai handuk saja.


Fandi kemudian mendekat ke arah istrinya, ia tatap wajah polos istrinya yang tanpa makeup yang menunjukkan wajah putih bersih segar.


Fandi semakin mendekatkan wajahnya dan tangannya pun mengelus wajah istrinya.


Fandi pun tertawa melihat ekspresi panik dari istrinya, kemudian Fandi mengecup kilas bibir mungil Alisa dengan lembut.


" Mas cuma mau bilang sayang, mas mau nganterin Mama pulang ", Ujar Fandi.


Alisa kemudian berjalan menuju ke arah lemari pakaiannya,


" Iya mas, hati-hati dijalan, jangan ngebut ", Ujar Alisa.


" Ya sudah sayang mas berangkat dulu ", Ujar Fandi sambil mencium pucuk kepala Alisa.


Fandi kemudian langsung turun kembali, dan Mama Mira tampak terlihat menahan kekesalannya kepada Fandi sekarang.


" Kamu ngapain aja sih Fand, lama Banget ", Ujar Mama Mira heran.


Fandi kemudian pun terkekeh melihat ekspresi Mama sekarang,


" Iya mah, maafin Fandi ya ", Ujar Fandi.


" Pasti kamu gangguin Alisa kan ??", Tanya Mama Mira menebak apa yang dilakukan putranya di kamarnya tadi.


" Hehehe, Mama tau aja ", Ujar Fandi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


" Ayo cepetan,Heni sudah keluar dari 5 menit yang lalu ", Ujar Mama Mira.


" Apa ma ??",


Fandi pun kaget, memang salahnya yang sedari tadi bukannya cepat-cepat malah mengganggu istrinya dikamar.


"Ayo kita pergi sekarang ma, siapa tau dia belum jauh ", ujar Fandi kepada Mama nya yang langsung diangguki.


Rafa kini tengah berada bersama dengan Bi Jum.


" Bi kami berangkat dulu, Assalamualaikum ", Ucap Fandi sambil melangkahkan kakinya keluar dari rumahnya bersama Mamanya.


Fandi segera membukakan pintu untuk Mama nya, Setelah itu ia segera masuk kedalam mobilnya dan segera memasang seat belt agar nantinya tak menimbulkan masalah saat dijalan.


Segera ia memutar kunci dan mobilnya pun segera dikemudikan.


Fandi masih menyusuri jalan yang ada disekitar area perumahannya,


Terlihat Tania kini masih berada di ujung pintu masuk perumahan untuk mencari taxi.


" Alhamdulillah ma, ternyata dia belum mendapatkan taxi ", Ujar Fandi.


" Iya Fand, Mama kira hari ini kita gagal gara-gara kamu ", Ujar Mama Mira mengingat.


"Tapi sekarang kan kita gak sia-sia kan ma ",


"Iya Fand, Ya sudah perhatikan terus jalanmu, itu lihat dia sudah dapat taxi ", Ujar Mama Mira yang melihat Tania sudah memasuki taxi online nya.


"Ayo Fand ikuti dia ", Ujar Mama Mira agar Fandi segera melajukan mobilnya untuk mengikuti Tania.


Mereka mengikuti taxi tersebut dari kejauhan, ia tak mau sampai akhirnya Heni curiga karena ia sekarang tengah diikuti.


Setelah melewati jalanan selama kurang lebih satu jam, akhirnya mereka berhenti disalah satu jalan yang sepertinya dekat dengan sebuah apartemen.


Taxi yang di tumpangi Heni kemudian berhenti, " Fand, dia berhenti ", ujar Mama Mira.


" Iya ma, tapi kok berhenti nya di apartemen mewah ini ", Ujar Fandi heran.


" Iya juga ya Fand, perasaan duku sewaktu bilang katanya Heni tinggal di desa, tapi kok ini malah berhenti di apartemen ??", Ujar Mama Mira bertanya-tanya.


Tania pun keluar dari taxi tersebut, tak lama kemudian datang seorang laki-laki yang menghampiri Tania, Tania tampak berbicara dengan laki-laki yang tadi menghampirinya.


" Siapa ya Fand laki-laki itu, bukannya Heni dulu pernah bilang dia sudah punya suami, tapi dilihat-lihat penampilan lelaki itu seperti bukan orang biasa ??", Tanya Mama Mira yang merasa banyak teka-teki dalam diri Heni.


Tak lama kemudian Tania pun masuk kedalam apartemennya bersama dengan Niko, awalnya Tania menolak tapi karena Niko memohon terus-meneeus akhirnya Tania pun mengizinkan Niko untuk masuk kedalam bersama dengannya.

__ADS_1


__ADS_2