
Mereka tiba di depan pintu utama kantor Bachtiar Group, Ghina segera turun, banyak yang memperhatikan mobil yang ia naiki tersebut, mereka yang merasa tidak asing dengan mobil itu seketika memandang ke arah Ghina, begitu juga dengan Zian, ia juga melihat Ghina yang turun dari mobil mewah tersebut.
Ghina kemudian masuk, banyak pasang yang memperhatikan gadis cantik ini, mereka penasaran dengan siapa yang mengantar pegawai baru itu.
Ghina yang merasa diperhatikan tidak memperdulikan semua orang yang ada disana, ia terus saja melangkahkan kakinya dan segera menuju ke ruangan HRD,
Ghina duduk dan memulai pekerjaannya, tak lama setelah itu Daddy dan Mommy nya datang, mereka para karyawan yang ada dalam satu divisi dengannya itu berdiri,
Ghina pun ikut berdiri, ikut memberi hormat kepada Presdir Bachtiar Group ini yang nyatanya memang orang tua nya sendiri.
...Ghina POV...
Daddy ku memberikan senyum manisnya kepadaku, dan tanpa aku sadari Daddy ku juga memberiku jempolnya dan kemudian berlalu, oh tidak, jangan sampai yang lain salah paham, apa yang akan terjadi, dan bahkan semua orang yang ada disini pun memperhatikan ku, termasuk Zian, dia kini menatapku dengan tatapan anehnya.
Aku pun mendengus kesal, kenapa Daddy seperti itu kepadaku, aku tidak mau semua orang tau siapa diriku sebenarnya.
Aku pun duduk kembali melanjutkan pekerjaanku dan tanpa aku sadari ada seorang perempuan kini ada dihadapan ku, dia berdiri dengan melipat tangannya, sungguh aku tak mengerti maksudnya yang ada kini dia menatap diriku dengan aneh, aku pun ngeri, salah apa kah aku.
"Jangan suka tebar pesona dengan bos ya, kamu tuh anak baru, jadi jangan sampai berani kamu menggoda bos besar", ucapnya padaku, aku pun mendelikkan mataku, rasanya aku ingin tertawa, menggoda katanya, aku menggoda daddy ku sendiri, aku rasanya ingin tertawa sekencangnya, tapi itu tidak mungkin.
"Maaf ya Bu, saya tidak tertarik dengan Pak bos, Saya bukan tipe perempuan seperti itu", ucap ku kepada wanita yang ku panggil ibu, umurnya juga sudah sama seperti Mommy ku tapi mungkin masih lebih muda lagi.
Dia kemudian pergi, dia marah, aku semakin ingin tertawa, semua pasang mata melihat kearah ku, termasuk Zian yang kini tengah keluar dari ruangan, laki-laki tampan yang menjabat kepala disini, dan aku pun menjadi salah tingkah jika di tatap oleh laki-laki ini.
Nanti malam rasanya aku ingin berbicara dengan daddy ku, hari ini Daddy membuat aku disebut-sebut menjadi wanita penggoda, penggoda Daddy ku sendiri.
__ADS_1
Jam makan siang, aku pun berencana ingin makan siang di kantin kantor, aku pun sudah bersiap, dan ingin segera pergi dari sana, aku tidak mau mendengar orang yang kini sedang membicarakan diriku, berbicara dibelakang ku, lebih baik aku segera pergi agar aku tidak semakin kesal disini.
Aku keluar, melewati pintu besar ini, tak sadar sama sekali aku menabrak seorang Wanita, kami pun sama-sama terjatuh.
"Maaf aku tidak sengaja", kataku kepada wanita yang umurnya mungkin sama dengan ku.
"Tidak apa-apa, aku juga minta maaf", Ucap nya kepada ku, wanita ini juga berada dalam satu divisi ku, tapi aku belum mengenalnya terlalu jauh.
Kami berdua pun bangkit, dan saling berkenalan, Dia bernama Anita, dan aku juga memperkenalkan diriku, dan kami sepakat untuk menjadi teman mulai saat ini, dan kami pun kini makan siang bersama.
Lagi-lagi Zian menatap ku, aku pun tak menghiraukan nya, aku pun berlalu bersama dengan Nita, kami berjalan berdua, banyak yang ingin kami bicarakan, sejak kapan dia mulai bekerja dan lain-lain.
Kami mencari tempat duduk khusus dua orang, kami tak mau diganggu, kemudian kami kami memesan makanan bersama dan tak lama kemudian makanan kami pun datang.
Kami memakan makanan kami, Setelah itu kami pun pergi, kami pergi menuju ke musholla kantor, kami akan melakukan sholat dhuhur.
Setengah jam kemudian kami pun kembali, kembali kedalam ruangan kami, saat aku masuk aku sudah mendapati Zian sudah berada di dalam ruangan itu juga.
Ada yang menghampiri ku, dia bilang aku dipanggil Zian.
"Ghin, kamu di panggil pak Zian", Katanya kepadaku, aku pun mengangguk dan kemudian bangun dan pergi menuju ke ruangannya.
Aku ketuk pintu tersebut, dan tak lama setelah itu terdengar suara yang menyuruh ku masuk, aku pun masuk dan kulihat dia sedang memperhatikan laptop yang ada dihadapannya.
"Duduk", Ku dengar suara dia dan kemudian aku melakukan perintahnya untuk duduk, dia masih terdiam dan tak lama setelah itu dia pun memperhatikan ku.
__ADS_1
"Nanti ada rapat mendadak bersama Presdir kita, kamu sudah tau kan tugas mu, mendampingi ku nanti, jangan lupa", ucap nya kepadaku, aku pun Hay mengangguk, menemani rapat Zian tak masalah untuk ku, meskipun aku harus bertemu dengan Mommy dan daddy ku nantinya.
"Baik pak, apa ada yang lain, jika tidak saya permisi dulu, masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan", Aku pun bangun dari tempat duduk ku, dan suara itu pun terdengar kembali.
"Siapa yang menyuruh mu keluar, duduk", Perintahnya lagi, dia kini malah menatapku lebih intens lagi.
"Ada apa lagi pak, bukannya sudah tidak ada yang ingin bapak katakan kepada saya", Ucap ku lagi.
"Periksa semua ini, aku tunggu disini", Aku pun mendengus kesal, aku pun mengambil map itu dan kemudian duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan itu.
Ghina dengan secepatnya memeriksa map tersebut, ghina mulai memeriksa data-data pegawai yang ada disana.
Dua jam kemudian ghina sudah selesai dan menata kembali kertas tersebut, ia meletakkan kembali map tersebut dia atas meja Zian.
"Ini pak sudah selesai, saya mau keluar dulu", aku pun hendak berbalik dan lagi-lagi Zian menahan ku.
"Kamu ikut aku ke ruangan pak Presdir, Ayo", aku pun ikut bersama Zian, banyak pasang mata memperhatikan kami berdua, aku pun tak menghiraukan semua orang yang ada disitu.
Zian mengetuk pintu ruangan mommy, aku pun hanya diam menunggu, tak ada satu katapun yang aku ucapkan kepadanya.
Kami pun masuk, mommy dan Daddy memperhatikan diriku, rasanya aku sedikit malu,ini pertama kalinya aku menginjakkan kakiku di ruangan orang tuaku.
Daddy menyuruh kami duduk, dan kaki duduk berdua tepat dihadapan mommy dan Daddy ku.
"Permisi pak bu, ini data yang bapak dan ibu minta", Zian pun memberikan Map tersebut, dan Daddy menerimanya dengan tersenyum.
__ADS_1