Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Itu Hukuman buat kamu


__ADS_3

Bukan lupa kali ini memang disengaja, Alisa ingin memberikan hukuman kepada suaminya dan ia kini hanya berpura-pura lupa.


Alisa sudah menarik selimutnya dan Fandi hanya menatap punggung istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan, Fandi kemudian turun mencoba membuka lemari pakaiannya untuk mengambil lingerie yang ia belikan tadi,


Tangan Fandi kini sibuk menyingkap beberapa baju, ia terus saja mencari apa yang ia belikan tadi, tapi nyatanya barang itu sudah tidak ada digantungkan, dimana kira-kira Alisa menyimpan baju seksi tersebut.


Fandi menutup pintu nya kembali, ia membuka lemari pakaian yang disebelah nya, tapi itu merupakan lemari pakaiannya mana mungkin istrinya meletakkan pakaian itu disana.


" Dimana pakaiannya di simpan ??", Gumam Fandi dalam hatinya, Rasanya ingin sekali ia mencari pakaian favorit yang akan dipakai istrinya, tapi sekarang hilang entah kemana.


Fandi kembali menoleh ke arah ranjang, ia melihat istrinya yang sudah memejamkan matanya, cepat sekali, benarkah istrinya kini tengah tidur atau sedang berpura-pura.


" Sayang ??", Panggil Fandi sambil tangannya menggoyangkan bahu istrinya dengan pelan.


Tak ada respon sama sekali, tapi sesekali Alisa mengintip sedikit, ia ingin melihat bagaimana Ekspresi Suaminya kini.


Didalam hatinya Alisa kini tertawa cekikikan, menertawakan ekspresi wajah Fandi yang sudah terlihat kesal, sebenarnya ia tak tega, tapi ia ingin memberikan sedikit hukuman kepada Fandi.


" Sayang, baju yang aku belikan dimana??, kenapa di dalam lemari tak ada sama sekali, kamu taruh mana ??", Tanya Fandi.


Fandi berharap istrinya akan membuka matanya, tapi nyatanya Alisa masih terus memejamkan matanya walaupun ia tak benar-benar sedang tidur.


Fandi pun semakin gemas, ia kemudian beralih ke hadapan istrinya, ia yakin jika Istrinya tak benar-benar tidur nyenyak, pasti hanya berpura-pura saja.


" Lihat saja, mana yang menang dan mana yang kalah ", Fandi kembali bergumam, ia ingin melakukan sesuatu kepada istrinya yang bisa membuat istrinya membuka Matanya.


Sasaran Fandi kini adalah bibir Istrinya, Ia ingin mencium bibir yang membuat ia begitu kecanduan.


Bibir yang selalu membuat ia rindu kepada istrinya.


Tak perlu menunggu lama, Fandi kini sudah mencium bibir Alisa, ia semakin menempelkan bibirnya ke bibir Istrinya, ia hisap bibir tersebut dengan penuh kenikmatan, Fandi sangat suka, ia sangat menyukai bibir mungil istrinya tersebut.

__ADS_1


Alisa pun kaget,bibirnya kini sudah di bungkam oleh bibir suaminya, dan bisa dipastikan Suaminya akan terus ******* bibirnya Tersebut.


" Emhh..", Aliaa pun seketika melenguh, Fandi pun tersenyum, ia sukses membuat istrinya mengakhiri sandiwara nya.


Alisa melepas paksa ciuman Fandi, ia sudah kehabisan nafas, dan ketika matanya terbuka mata Alisa masih terlihat segar dan tak menunjukkan jika ia sudah tidur lelap tadi.


" Mas ..???", Alisa Seketika memukul lengan Suaminya,


Fandi pun tertawa, ia tahu jika Istrinya tadi benar-benar berpura-pura menghindari nya.


" Kamu mau berpura-pura lagi, mas sudah tau jika kamu hanya akting sayang, dan sepertinya kamu tidak bisa untuk memainkan sebuah sinetron karena aktingmu tidak bisa dipercaya", Ujar Fandi.


Alisa pun mendengus kesal, sia-sia usahanya, ia kini sudah mengerucutkan bibirnya membuat Fandi semakin gemas kepada istrinya.


" Masih mau akting lagi ?, Atau mau mas cium lagi ??", Tanya Fandi, Alisa pun seketika menggelengkan kepalanya.


" Sekarang mas mau tanya, dimana baju yang mas beli buat kamu, kenapa kamu gak pakai ??", Fandi masih terus mempertanyakan apa yang membuat ia penasaran dari tadi, dimana lingerie yang ia beli tadi.


Alisa pun beranjak, ia kemudian berjalan ke arah lemarinya, ia kemudian mengambil apa yang suaminya cari sedari tadi, Alisa menyimpan pakaian tersebut di dalam tas yang ada disana, dan Alisa pun mengeluarkan nya.


" Kamu cari ini kan mas ??", tanya Alisa.


Fandi pun mengangguk " Sebaiknya kamu cepat ganti pakaian mu sayang, mas ingin melihatnya ", Ujar Fandi.


" Tapi mas??", Ucap Alisa bimbang.


" Kamu gak mau buat suami kamu senang, kamu gak takut dosa ??", Fandi pun mengeluarkan jurus terbaru nya.


" Iya mas, aku ganti sekarang ", Alisa pun berjalan menuju ke kamar mandi niatnya ingin memberi hukuman kepada suaminya tapi malah ia yang mendapat hukuman.


" Kamu mau kemana ??", Tanya Fandi.

__ADS_1


" Aku mau ganti baju mas, kan kamu yang mau ", Ujar Alisa.


" Mas kan gak nyuruh ke kamar mandi, mas mau kamu ganti baju disini ", perintah Fandi.


Alisa pun mendelikkan matanya,


" Mas, kamu apaan sih ??, aku malu", Ujar Alisa.


" Itu hukuman buat kamu sayang ", Ucap Fandi.


Alisa pun tak habis pikir, mengapa tingkat kemesuman Suaminya semakin menjadi-jadi saat ini.


Dengan terpaksa Alisa pun menuruti Suaminya, dan Fandi pun kini tersenyum penuh kemenangan.


Mata Fandi pun tak dapat berkedip, pandangan tubuh polos istrinya begitu sangat menggoda saat ini.


Fandi pun segera turun dari ranjang, tak perlu memakai lingerie tersebut Fandi segera mengangkat tubuh istrinya menuju ke ranjangnya, senyum nakal Fandi membuat Alisa semakin tak sanggup membuka matanya, sudah dapat dipastikan jika malam ini ia akan habis diterkam Suaminya.


Lenguhan pasangan tersebut sudah terdengar di seluruh ruangan tersebut, kini mereka sedang menikmati kenikmatan duniawi.


Aktivitas mereka selesai beberapa menit yang lalu, Fandi kini tengah menatap wajah lelah istrinya setelah Melayani dirinya.


" Semoga apa yang kita inginkan cepat di berikan oleh Allah ", ucap Fandi sambil mengelus puncak kepala istrinya.


Fandi kemudian mendekat Dan mencium kening istrinya, Alisa sudah terlelap karena lelah menghadapi aksi Suaminya di atas ranjang.


" Terimakasih sudah menjadi istri terbaik dan ibu terbaik, aku sangat mencintaimu sayang ", Ucap Fandi.


Fandi kemudian menarik selimutnya dan menutupi tubuh polos istrinya, Fandi kemudian segera turun dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, sebenarnya ia amat lelah tapi pekerjaan nya kali ini menanti, Setelah memberikan cuti kepada Denis, maka Fandi lah yang akan mengurus semuanya.


Tepat tengah malam Alisa terbangun, ia tak mendapati Suaminya di sampingnya, Alisa kemudian bangun, ia kemudian mengambil piyama yang ia lepas tadi, bukan Suaminya yang melepas tapi Alisa sendiri yang melepas dan itu semua atas perintah dari Fandi.

__ADS_1


Alisa kemudian menuju ke kamar mandi terlebih dahulu, setelah itu ia akan mencari Suaminya, Tapi malam ini Alisa merasakan perutnya yang kembali lapar, dengan langkah gontai nya, kini Alisa berjalan menuju ke arah dapur dan mencari bahan makanan yang akan ia masak.


Suara berisik dari arah dapur dan aroma yang sudah menyeruak mampu membuat Fandi bangkit dari kursi kerjanya, ia ingin melihat siapa yang sedang berada di dapur, begitu enak aroma masakan tersebut sampai Fandi pun merasakan lapar pada perutnya.


__ADS_2