Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
72


__ADS_3

Setelah memasuki apartemennya, Fandi juga sudah memasukkan barang-barang nya kembali kedalam, kini giliran Alisa yang akan membereskan semua barang bawaannya.


" Sayang udah, kamu istirahat aja, aku gak mau kamu kelelahan, sebaiknya kamu cepat cuci muka dan ganti baju, dan setelah itu kita tidur ", Ucap Fandi.


Alisa pun mengerucutkan bibirnya, " Aku belum ngantuk mas, dan aku juga gak capek ", Ucap Alisa.


" Sayang kamu gak boleh bantah omongan mas ya, Mulai besok mas akan sewa ART yang akan mengurus semua keperluan kamu ", Ucap Fandi.


Alisa pun hanya diam, diam bukan berarti menyetujui semua omongan suaminya,


" Hmmm ya udah kalau gitu aku mau kekamar dulu", Ucap Alisa meninggalkan Fandi.


Fandi kemudian berjalan menuju dapur, ia ingin membuat kopi sendiri tanpa meminta kepada istrinya, Saat sampai di dapur Fandi teringat kalau istrinya belum mempunyai susu Khusus untuk ibu hamil, lalu Fandi segera menuju keluar tanpa berpamitan dengan istrinya.


Fandi kini tengah melajukan mobilnya menuju ke salah satu Supermarket terdekat,


Ia kini teringat bahwa belum mengabari Papa Ardi tentang kehamilan istrinya,


Lalu ia merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya dan segera menghubungi Papa mertua nya tersebut.


Panggilan pun tersambung, tak lama kemudian Papa Ardi pun telah mengangkat panggilannya.


" Assalamualaikum Pah ", Ucap Fandi.


" Waalaikum salam Fand, tumben kamu telfon malam - malam begini, ada apa ??", Tanya Papa Ardi penasaran.


" Pah, Fandi cuma mau ngasih kabar gembira buat Papa ", Ucap Fandi sengaja menjeda ucapannya.


" Apa itu Fand ??", Tanya Papa Ardi masih dengan rasa penasarannya.


" Alisa hamil pah, sebentar lagi Papa akan menjadi seorang Kakek ", Ucap Fandi dengan sangat bahagia.


Papa Ardi yang mendengar kabar dari menantunya langsung merasa bahagia.


" Alhamdulillah Fand, Papa sangat senang dan bahagia sekali", Ucap Papa Ardi.


" Ya sudah Pah, Fandi tutup dulu telfonnya Fandi masih dijalan, Assalamualaikum Pah ",


" Waalaikum salam Fand, hati - hati dijalan " Ucap Papa Ardi.


Fandi pun mengakhiri panggilannya,

__ADS_1


Limat menit kemudian Fandi sudah sampai di supermarket tersebut, Fandi segera masuk dan menuju ke rak yang menyediakan berbagai macam susu khusus untuk ibu hamil, Fandi memilih susu yang paling mahal karena dia juga tidak tahu mana yang lebih bagus,


Setelah menentukan pilihannya, kini giliran Fandi untuk memilih rasa yang sekiranya Alisa juga suka, tapi ia tetap saja bingung, tak perlu menunggu lama Fandi kini mengambil semua varian rasa susu tersebut dan langsung membawanya ke meja kasir.


Setelah membayar semua belanjaannya, Fandi segera pulang kerumahnya karena pasti sekarang istrinya tengah bingung mencari nya.


Fandi melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi karena ia ingin segera sampai di apartemen nya.


Saat melewati area pedagang kaki lima, Fandi teringat jika istrinya sangat menyukai Bakso,


kemudian ia memberhentikan mobilnya dan berjalan menuju warung bakso yang sempat ia beli bersama Alisa waktu sebelum menikah.


" Mang, Baksonya Dua bungkus ya " Ucap Fandi kepada Mamang bakso.


Setelah mendapatkan apa yang ia beli Fandi langsung bergegas untuk pulang,


Fandi tahu jika nanti Alisa akan memarahinya karena ia tak pamit kepada nya, jadi untuk membujuknya ia belikan Bakso sebagai permintaan maafnya kepada istrinya.


***


Didalam apartemen Alisa tak sadar jika dirinya kini tengah sendirian, merasa di dalam apartemen sangat sepi Alisa keluar dari kamarnya dengan menggunakan daster rumahannya dan tanpa menggunakan hijabnya, ia kemudian berjalan kearah dapur untuk mencari suaminya, namun apa yang ia temui suaminya tak ada di situ, Alisa kembali berjalan menuju kamar sebelah, tempat ruang kerja Fandi, tapi hasilnya pun nihil, Fandi tidak ada di ruangan tersebut.


"Mas Fandi kemana sih, keluar kok gak bilang - bilang ", Ucap Alisa kesal.


Tak berapa lama Alisa menonton tv, Pintu apartemen pun terbuka, terlihat Fandi tengah membawa dua buah kantong plastik, Yang satu besar dan yang satu kecil.


Saat Fandi masuk ia melihat istrinya yang sedang duduk bersandar di sofa tanpa melirik Fandi sedikitpun.


" Pasti ngambek ", Gumam Fandi dalam hatinya.


Fandi pun berjalan ke arah dapur dan mengambil Dua mangkuk beserta sendok dan garpunya dan dua gelas untuk minum.


Fandi pun berjalan mendekat ke istrinya, ia usap kepala istrinya dan mendaratkan satu kecupan di pipi mulus Alisa.


" Sayang ...", Ucap Fandi.


Alisa pun pura - pura tidak mendengarnya, ia sangat kesal terhadap suaminya tersebut.


" Sayang jangan ngambek lagi dong, mas punya sesuatu buat kamu ", Ucap Fandi yang kini berjalan kearah meja dapur untuk mengambil bakso yang sudah ia siapkan.


" Tara.... ", Ucap Fandi yang meletakkan dua mangkok bakso didepan Alisa.

__ADS_1


Alisa yang tadi cemberut kini wajahnya berubah sumringah, " Sayang ayo kita


makan ", Ucap Fandi.


Alisa pun mendekatkan tubuhnya, ia tak lagi duduk di sofa, ia kini menjatuhkan tubuhnya kelantai untuk menikmati baksonya.


" Makasih ya mas ", Ucap Alisa.


" Sama - sama sayang, maafin mas ya tadi gak bilang kalau mas keluar ", Ucap Fandi.


Alisa pun tersenyum, " Iya mas, tapi jangan diulangi lagi ya, aku tuh takut sendirian disini , apa lagi malam - malam begini", Ucap Fandi.


" Oke sayang, siap, sekali lagi maafin mas ", Jawab Fandi.


Setelah menghabiskan baksonya Fandi segera membawa mangkuk tersebut ke dapur, Fandi tidak mengizinkan Alisa untuk bergerak sama sekali.


Fandi kemudian mencuci semua bekas tempat ia makan, Dan dia juga membuatkan susu untuk Alisa.


" Sayang, ini susu nya, kamu minum ya ", Ucap Fandi sambil menyerahkan satu gelas penuh susu rasa coklat.


Alisa menerimanya dengan senang hati, Alisa langsung saja meminumnya sampai habis, Fandi yang melihatnya pun ikut tersenyum.


" Wah, pinter sayang nya mas, sekarang kamu duduk aja dulu sayang ", Ucap Fandi.


Alisa segera kembali duduk di atas sofa,


" Mas temenin aku ", Ucap Alisa.


Fandi pun kini duduk tepat disamping Alisa, Alisa kini mulai dengan tingkah manjanya kepada Fandi, " Mas aku tiduran disini ya ", Ucap Alisa sambil menepuk paha Fandi.


" Iya sayang, tidurlah ", Ucap Fandi.


Alisa kini berbaring di sofa dengan berbantalkan paha suaminya, Fandi dengan sangat lembut mengusap rambut Alisa yang berwarna coklat tersebut.


Tak lama kemudian Alisa sudah tertidur di pangkuan Fandi, dengan sangat hati - hati Fandi kini mulai memindahkan tubuh Alisa ke kamar dengan menggendongnya.


Setelah itu Fandi segera menyelimuti tubuh istrinya, dan Fandi segera memasuki kamar mandi untuk mencuci mukanya dan berganti dengan piyama tidurnya.


Fandi kemudian membaringkan tubuhnya di sebelah Alisa, ia memiringkan tubuhnya dan menatap wajah polos istrinya yang tengah tertidur,


Fandi menatap wajah Alisa dalam - dalam dan ia juga mencium kening istrinya dengan lembut.

__ADS_1


" Selamat malam sayang ", Ucap Fandi sebelum ia memejamkan matanya.


Tak lama kemudian Fandi sudah terlelap bersama istrinya.


__ADS_2