
Tania yang sudah mendengar siapa orang tua Ghina merasa sangat bahagia, bagaimana tidak, ternyata putranya mempunyai hubungan dengan putri sahabat baiknya.
"Jadi kamu putrinya Alisa??", tanya Tania, dan Ghina pun mengangguk.
"Tante sahabat baik Mama kamu, Mama dan papa kamu baik banget, dan Tante senang bisa mengenal kamu", Ghina pun tersenyum sedangkan Zian merasa sangat bahagia, ternyata Ghina bisa diterima secepat itu di keluarganya.
"Terimakasih Tante, Tante juga baik, cantik lagi", ucap Ghina, dan mereka kini saling melempar senyum masing-masing.
Dari arah pintu masuk kini Ghani dan Ratna juga sudah datang, Ghani terlihat celingukan, mencari orang tuanya dan Ghina adiknya, Ghani benar-benar ingin mengenalkan Ratna kepada seluruh keluarganya, dan mungkin tak lama lagi Ghani lah yang akan menyusul kakaknya.
Mata Ghani masih menyusuri sekian banyak orang, memang seluruh keluarga sudah ada tempat khusus, tapi melihat meja yang sudah disediakan, Ghani sama sekali tidak menemukan orang tuanya, mungkin saat ini mereka tengah menyambut tamu-tamu undangan yang sudah berdatangan.
Tangan Ghani masih terus memegang tangan Ratna, tak dilepaskan dan terus dipegang erat semenjak Ratna keluar dari kamarnya dan sampai saat ini.
Ghani kini melihat Ghina yang sedang bersama seorang laki-laki, walaupun Ghani belum terlalu hafal wajah Zian, tapi Ghani bisa memastikan jika Ghina kini sedang bersama dengan Zian.
Ghani terus menggandeng tangan Ratna, saat ini mereka tengah berjalan untuk menghampiri Ghina.
Kini Ghani sudah semakin dekat, tangannya sudah melambai ke arah Ghina agar Ghina tahu jika ia datang untuk menghampirinya.
"Kak, dari mana aja, mommy nyariin tau", ucap Ghina, tapi pandangan Ghina tertuju kepada wanita yang sedang ada di samping Ghani.
"Iya sorry, Aku lagu ada urusan tadi, terus mommy mana??", tanya Ghani lagi, mata Ghani kini tertuju pada Zian dan mereka saling berjabat tangan.
"Mommy dan daddy lagi sama para tamu, Om Denis dan Tante Nisa juga",
"Oh ya kak, siapa yang ada di sebelah kakak, kok gak dikenalin", Ghina sengaja, ia penasaran dengan wanita yang di bawa oleh Ghani, Pertama kali buat Ghina melihat Ghani membawa seorang wanita.
"Oh iya lupa, Ini Ratna", Ucap Ghani kepada Ghina, dan Ghina pun segera menyalami dan berkenalan dengan Ratna, begitu juga dengan Zian.
"Hai Aku Ghina, aku saudara kembar kak Ghani", Ratna pun menyambut uluran tangan Ghina, "Aku Ratna mbak", ucap Ratna, melihat seperti nya usianya lebih tua darinya maka Ratna memutuskan untuk memanggil Ghina Mbak.
__ADS_1
Zian juga mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya sebagai kekasih Ghina.
"Jangan panggil mbak dong, panggil nama aja", Ghina kemudian mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga Ghani.
"Bentar ya pinjam pacarnya dulu", tangan Ratna pun meraih tangan Ratna dan membawa nya menjauh dari Ghani dan Zian.
Ratna pun terlihat bingung, untuk apa ia dibawa menjauh, apa ada sesuatu??, tapi Ratna masih tidak tahu dan penasaran.
Kini mereka berdua terlihat berada di samping meja, banyak minuman disana dan mereka pun mengambil minuman itu satu persatu.
"Pacarnya kak Ghani ya??", Tanya Ghina, Ratna pun mengangguk.
"Kalian itu lucu ya, Apalagi kak Ghani yang kaku kayak gitu, jadi penasaran bagaimana pas nyatain cinta sama kamu", ucap Ghina.
Ratna pun tersenyum,
"Maksud kamu kami lucu gimana??, oh ya kata kamu mas Ghani kaku orangnya??", Tanya Ratna memastikan.
"Iya, kan dia gak pernah bawa cewek ke rumah, Baru kamu aja, jadi ya aku penasaran gimana kak Ghani nyatain cintanya??".
Ratna pun kembali tersenyum, ternyata Ghina ramah banget dan Ratna sangat nyaman berbicara berdua dengan Ghina,
"Itu rahasia, kalau di ceritain malu dong", Keduanya saling terkekeh, dan keduanya kemudian kembali ke dua orang laki-laki yang tengah menunggu mereka saat ini.
Disana kedua laki-laki itu juga tengah berpikir, apa yang di bicarakan oleh kedua wanita itu, apa mungkin mereka tengah merencanakan sesuatu untuk dirinya, Dan keduanya semakin penasaran saat ini.
Ghani sudah tidak sabar lagi, ia berniat akan menghampiri kedua wanita itu, tapi disaat ia akan melangkahkan kaki nya tiba-tiba saja kedua wanita itu sudah kembali.
"Apa yang kalian lakukan disana??, pasti kalian merencanakan sesuatu", ucap Ghani kesal, Ratna kemudian mendekat ke arah Ghani dan menjelaskan semuanya.
"Kita gak lagi merencanakan sesuatu mas, kami hanya berbincang saja, perkenalkan lebih jauh", Ghani pun sama sekali tidak percaya, ia sekarang tengah ngambek dan membuat Ratna menghela nafas nya .
__ADS_1
Ghani dan Ratna meninggalkan Ghina dan Zian, Ghina dapat melihat jika Ghani tengah kesal saat ini, Ghina pun tertawa cekikikan, dan itu membuat Zian menggeleng kan kepalanya.
"Kamu tuh ya Ghin, lihat deh kakak kamu ngambek tuh", Ucap Zian, Ghina pun kemudian tertawa lagi, benar-benar lucu melihat Ghani yang ngambek didepan pacarnya.
"Emang dia nya aja, ya udah gak usah mikirin dia, ayo kita belum ngucapin selamat kepada kak Rafa", Ghina dan Zian pun akhirnya berjalan ke panggung menemui pengantin baru yang sedari tadi tak berhenti tersenyum kepada semua orang.
Mereka naik ke panggung, Rafa berdiri ketika melihat adik perempuan nya, adik yang selalu jahil kepada kembaran nya.
Rafa kemudian memeluk adiknya, Ghina pun menyambut pelukan kakaknya dengan senang hati.
"Selamat ya kak, semoga samawa, dan cepet kasih aku keponakan", Disya yang mendengar pun menjadi malu Sendiri, mengapa Suaminya itu bisa mengangguk saat di mintai keponakan oleh adiknya.
"Tenang aja Ghin, segera terlaksana", Ucapan Rafa kepada adiknya itu lagi-lagi membuat Disya Semakin malu, bukankah bukan dirinya saja yang ada disana, tapi ada orang lain yang dibawa Ghina, dan pastinya Disya malu kepada orang tersebut yang tak lain adalah Zian.
Disya pun mencubit perut Rafa,
"Bisa gak sih kak yang itu di omongin nanti aja, malu tahu", ucap Disya yang membuat Rafa terkekeh.
"Ngapain Malu sayang, kan cuma ada kita berempat disini, dan lainnya gak ada yang dengar", Disya kemudian mengerucutkan bibirnya, memang ya mulut Suaminya ini ternyata tidak bisa dikontrol untuk masalah itu.
Disya kemudian beralih ke arah kakak iparnya itu,
"Selamat ya kakak ipar, selamat datang dikeluarga kami, samawa ya, semoga cepet dapat momongan", Mereka pun berpelukan seperti tidak ada jarak diantara Mereka.
"Terimakasih ya Ghin, semoga kamu cepat menyusul", Ucap Disya.
"Amin kak, makasih doanya",
"Selamat ya mas, dan mbak Disya", ucap Zian dan Rafa pun mengangguk, terimakasih Zian, jaga adikku ya, aku tahu kamu baik", Zian kemudian mengangguk, "Pasti mas, aku mencintai nya", Mereka kemudian turun dan bergantian dengan para tamu lain.
Saat ini Alisa, Fandi, Nisa dan Denis kini tengah berbincang dengan Dina dan Suaminya,
__ADS_1
Dan dilain tempat Ghani dan Ratna sedang menikmati hidangan yang sudah disediakan, Mata Ratna masih terus mencari dimana mamanya, mulai dari tadi Ratna masih belum juga bertemu dengan mamanya, mama dan ayahnya sudah berangkat terlebih dahulu, sedangkan Ratna menunggu Ghani yang mengajaknya datang bersama di acara ini.