
Hari ini Fitting baju pengantin Zian dan Ghina, mereka mendatangi butik langganan keluarga Ghina.
"Assalamualaikum" Ucap Ghina masuk kedalam butik tersebut, Ghina tak sendirian, ia ditemani Mommy nya yang saat ini masih berada di minimarket yang berada di seberang jalan di depan butik ini.
"Selama pagi Mbak, mas, Ada yang bisa kami bantu?" Tanya pegawai butik tersebut.
"Iya mbak, selamat pagi juga. saya mau lihat kebaya dan gaun untuk resepsi" Ucap Ghina, karyawan itu pun mengangguk dan mempersilakan Ghina dan Zian untuk melihat berbagai model kebaya dan gaun resepsi nya.
Zian pagi ini datang sendiri. Mamanya akan menyusul satu jam kemudian karena masih ada urusan dengan persiapan pernikahan nya, jadi Zian dan Ghina tak mempermasalahkan itu semua.
Alisa sudah keluar dari minimarket, dan Alisa segera pergi menuju kedalam butik yang di sana dia mungkin sudah ditunggu oleh Ghina dan Zian.
Zian terlihat sedang duduk. Dan saat ini Ghina sedang memilih berbagai macam gaun dan kebaya yang nanti nya akan ia kenakan.
Alisa yang baru saja datang kini bisa melihat dimana Putri dan calon menantunya berada. Kemudian Alisa pun segera menghampiri Ghina dan Zian.
Zian sedang fokus ke arah ponselnya saat ini jadi Zian tidak tahu sama sekali jika calon ibu mertua nya datang menghampiri nya.
"Gimana Zi, sudah dapat pilihan??" Tanya Alisa kepada Zian. Zian pun kaget dan kemudian segera menoleh ke arah sumber suara tersebut.
"Hmm.. Belum Mom. Ghina masih memilih dan aku masih menunggu giliran" Ujar Zian.
Alisa kemudian meninggalkan Zian, kantung belanjaan nya juga ia sudah taruh di mobil sebelum masuk ke dalam butik ini.
Ghina saat ini sudah menjatuhkan pilihan gaunnya. gaun tersebut sangat pas sekali di tubuh Ghina, warnanya juga cocok untuk kulit putih Ghina yang sangat bersih itu.
"Gimana mas?" Tanya Ghina yang baru saja keluar dari kamar ganti. Zian yang masih terbengong hanya bisa diam saja. dan tak bisa membuka mulutnya sama sekali.
Ghina menunggu jawaban dari Zian, dan Zian pun masih diam saja membuat Ghina mengerti jika calon suaminya itu saat ini sedang melamun.
__ADS_1
"Mas. Bagaimana??" Ghina kemudian menepuk bahu Zian dan barulah Zian tersadar dari lamunannya.
"Ka- kamu cantik sekali sayang" Jawab Zian yang gelagapan, Ghina pun tersenyum mendengar jawaban Zian.
Alisa yang juga melihat gaun putri nya juga ikut tersenyum, "Gaun ini sangat pas buat kamu sayang. Kami sangat cantik sekali" Ghina pun kembali tersenyum. Ia bahagia melihat Mommy nya juga bahagia.
"Iya Mom, terimakasih" Ghina sudah mencoba gaun dan kebayanya, saat ini giliran Zian lah yang akan memilih jas pernikahan yang serasi dengan gaun yang akan dipakai oleh Ghina.
Satu jam kemudian Semuanya sudah selesai, Zian baru mendapatkan telfon dari mamanya jika mamanya tidak bisa datang untuk menemani nya ke butik, jadi Alisa lah yang sudah mengurus Baju seragam yang akan mereka kenakan di pernikahan Ghina dan Zian.
❤️❤️❤️❤️
Hari ini adalah hari dimana pernikahan Zian dan Ghina, Suasana rumah kediaman Fandi pun juga sudah sangat ramai, Keluarga Zian juga sudah datang dan sebentar lagi acara juga sudah dimulai.
Disya saat ini sedang berada di dalam kamar Ghina. Disya mencoba untuk menenangkan Ghina yang sedari tadi sangat gugup sekali. Disya pun juga sudah pusing melihat Ghina saat ini. Dia mondar-mandir di dalam kamarnya untuk menghilangkan ras gugupnya.
"Mbak, Gimana?? Aku takut" Ucap Ghina dan itu membuat Disya tersenyum.
Tak lama setelah itu pintu kamar Ghina pun terbuka, Ternyata Mamanya datang dan meminta Ghina untuk keluar karena Ijab kabul sudah selesai.
"Sayang, Ayo kita keluar. sekarang kamu sudah sah menjadi istri Zian, dan Zian sudah menunggu mu di bawah".
Ghina pun akhirnya di dampingi Mommy dan kakak iparnya untuk turun, Sama dengan Disya. Ghina juga akan memberi kejutan kepada Zian hari ini. Rambutnya sudah ia tutup dengan balutan hijab yang cantik. Setelah menjadi istri Zian Ghina akan merubah penampilan nya tentunya. Ia ingin hanya Zian lah yang dapat melihat rambutnya dan bukan orang lain.
Keduanya saat ini tidak bisa mengontrol kinerja jantung masing-masing. Kedua jantung mereka kini berdetak sangat cepat. Beda lagi dengan Zian. Ia semakin deg-degan kala melihat Ghina yang saat ini mengenakan hijab.
Ghina terus saja turun. Dan Zian segera menghampiri untuk menuntun istrinya. Ia mengambil alih tangan Ghina dari gandengan kakak iparnya.
Saat ini Mereka sedang menyematkan cincin di jari satu sama lain, dan Ghina kemudian mencium tangan Zian untuk pertama kalinya.
__ADS_1
"Hai Nyonya Zian" Ucap Zian setelah berbisik di telinga Ghina. dan itu membuat Ghina seketika malu. Dian benar-benar sudah menjadi Nyonya Zian Atmadja.
Alisa dapat melihat kebahagiaan di wajah Putri nya, kini tinggal satu lagi. Ghani yang belum menikah. Dan Alisa masih menunggu tanggal yang akan diberikan Ghani kepadanya.
Disya sudah berada bersama dengan suaminya. Disya sudah mengeluh, ia sangat lapar sekali. dan Rafa pun mengajak istrinya untu segera makan karena Disya saat ini sangat mudah lapar karena usia kehamilan nya.
Rafa dan Disya mencari tempat duduk yang nyaman. mereka berdua kini terlihat sedang makan bersama tapi merek memilih untuk Makan di dapur saja karena Disya tak mau jika Ia makan di banyak kerumunan orang.
Ghani melihat adiknya yang sudah menikah ikut bahagia. Ia nantinya juga akan segera menikahi Ratna. tapi setelah Ratna wisuda. sebenarnya Ratna tidak apa-apa jika ia menikah terlebih dahulu. tapi Ghani tidak mau. Ghani tidak mau Ratna terbebani dengan urusan rumah tangga dan urusan kuliahnya. jadi Ghani mengalah untuk membiarkan Ratna sampai selesai wisuda terlebih dahulu.
Ratna akan datang di acara resepsi pernikahan Ghina. sebenarnya Alisa sudah menelepon Ratna agar ia datang pada saat acara ijab kabul. tapi karena ada kendala lain Ratna pun tidak bisa datang dan akan datang Nanti sore.
Di tempat lain, tepatnya di dapur terlihat pasangan ini sedang lahap nya menghabiskan sarapan mereka. Disya juga sudah menghabiskan sarapannya. tak peduli badannya gemuk, yang terpenting anak yang ada di dalam kandungannya Sehat dan mendapatkan nutrisi setiap hari.
Tak lama setelah itu ponsel Rafa pun berbunyi, dan Rafa segera mengambil ponselnya yang berada di saku kemejanya.
Terlihat di layar ponsel tersebut tertera nama Mama Nisa, dan Rafa pun segera menerima panggilan tersebut.
"Halo Ma, Assalamualaikum" Ucap Rafa kepada Mama mertua nya.
"Waalaikum salam Fa. Gimana acaranya?? lancar kan??" Tanya Mama Nisa.
"Alhamdulillah Ma, Acara berjalan Dengan sangat lancar"
"Alhamdulillah, Mama dan papa akan berangkat siang nanti, dan mungkin sampai Jakarta tidak terlalu sore" Ucap Nisa.
"Iya Ma, Hati-hati dijalan. dan nanti Rafa yang akan menjemput Mama dan papa di bandara" Ucap Rafa.
"Terimakasih Fa, ya sudah Mama tutup telfonnya, Assalamualaikum" Ucap Nisa.
__ADS_1
"Waalaikum salam ma" Jawab Rafa.
Rafa pun segera memasukkan kembali ponselnya dan segera melanjutkan sarapannya yangbmasih belum habis itu.