
Setelah keluar dari bioskop mereka segera menuju ke salah satu tempat yang menyediakan berbagai macam hijab, Alisa pun segera memasukinya, terlihat Fandi yang masih terus mengekori Alisa dari belakang.
Setelah melihat aneka macam hijab, perasaannya sudah semakin tenang, dia sudah melupakan kejadian tadi di bioskop yang membuat Alisa amat sangat ketakutan.
Alisa masih terus berjalan sambil memilih berbagai macam hijab yang sangat bagus menurutnya,
Berbagai warna telah ia ambil satu persatu, untuk menambah koleksinya menurut Alisa.
Setelah mendapat apa yang Alisa inginkan mereka kemudian berpindah tempat menuju area pakaian pria,
Alisa nampak antusias memilih kemeja untuk Fandi.
"Mas, ini bagus deh kayak nya buat kamu", ucap Alisa sambil menunjukkan kemeja yang ia pilih.
Fandi yang melihatnya pun tersenyum dan mengangguk, Kemudian ia menghampiri Alisa dan melekatkan kemeja tersebut dibandan nya, " Iya Al, ini pas banget dan warnanya juga gak norak", ucap Fandi meyakinkan.
Kemudian Alisa mengambil kemeja tersebut dan masih terus berjalan menyusuri tempat tersebut, saat matanya masih terus melihat berbagai macam barang - barang di sekitar tempat tersebut, tiba - tiba dari arah berlawanan ada yang menabrak badan nya dan barang - barang belanjaanya yang ia bawa seketika jatuh berserakan,
" Maaf mbak saya tidak sengaja", ucap perempuan yang menabrak Alisa.
"Iya mbak gak apa-apa, ini juga salah saya karena saya tadi tidak begitu memperhatikan jalan", ucap Alisa sambil memunguti barang belanjaan nya tersebut.
Fandi yang mendengar suara barang terjatuh pun segera menghampiri Alisa.
"Sayang kamu gak apa-apa ??", Tanya Fandi yang ikut memunguti barang belanjaan Alisa.
"Iya mas, aku gak apa-apa kok, cuma kurang hati-hati aja", ucap Alisa.
Ketika semua barang telah diambil , seketika Fandi mendongak kan kepalanya dan dia langsung kaget menatap wanita yang ada dihadapannya.
Tatapan Fandi langsung saja menajam ketika tau siapa wanita yang ada didepannya tersebut, lalu ia segera menarik tangan Alisa untuk segera pergi dari hadapan wanita tersebut.
Wanita itu juga nampak kaget setelah ia tahu yang ada dihadapannya adalah Fandi, mantan kekasihnya nya dulu,
"Apakah mereka saling kenal???" Gumam wanita tersebut.
Kemudian wanita tersebut diam - Diam mengikuti Alisa dan Fandi.
"Aku harus tau siapa dia dan ada hubungan apa dengan Fandi", Ucap wanita tersebut.
Dilain tempat Fandi yang masih menarik tangan Alisa dan tidak memperdulikan Alisa yang dari tadi sudah mencoba meneriaki Fandi.
__ADS_1
Fandi nampak emosi ketika melihat wanita tersebut, Dia terus menarik tangan Alisa sampai Alisa yang sudah mengerang kesakitan karena genggaman Fandi sedari tadi.
"Mas, lepas kan tanganku kenapa kamu menarik ku seperti ini", ucap Alisa yang masih tidak dihiraukan oleh Fandi.
Fandi yang masih sangat emosi saat ini masih terus menatap lurus jalan yang ia lewati.
" Mas!!! " ucap Alisa berteriak.
Seketika Fandi pun berhenti dan berbalik menatap Alisa yang sudah nampak kesakitan dari tadi.
" Kenapa kamu terus menarik tangan ku mas !!", ucap Alisa dengan marahnya.
Fandi pun seketika melepas genggaman tangannya terhadap Alisa.
Nampak bekas memar merah yang sudah terlihat di pergelangan tangan Alisa,
"Sayang , maafkan mas, bukan maksud mas untuk menyakitimu", ucap Fandi.
"Hanya saja mas... " Ucapan Fandi pun terhenti.
"Hanya apa mas, ayo katakan ", Teriak Alisa.
"Sayang, ayo kita kesana, akan mas obati memar di tanganmu ", ucap Fandi.
Alisa pun hanya terdiam, dan saat ini dia hanya mengikuti langkah Fandi yang berjalan terus ke depan.
Alisa saat ini ingin sekali segera mendapatkan penjelasan dari Fandi.
"Kenapa ketika mas Fandi melihat perempuan itu, ekspresi wajah mas Fandi seketika berubah?? " tanya Alisa dalam hati.
Ia saat ini sangat membutuhkan penjelasan dari Fandi, tapi ia urungkan begitu melihat wajah Fandi yang menahan marah semenjak tadi.
Wajahnya tampak memerah dan matanya masih saja menatap dengan tajamnya.
"Apa yang mas Fandi sembunyikan dariku", ucap Alisa yang masih terus dengan rasa penasarannya.
Aku tidak sedang menyembunyikan apapun sayang, ucap Fandi.
Sekarang kita gak perlu membahas itu, lebih baik kita kesana, ucap Fandi sambil menunjuk kearah bangku yang berada di sekitar area mall tersebut.
Alisa dan Fandi kini tengah duduk di bangku tunggu yang berada di mall tersebut, "Sebentar sayang kamu tunggu disini dulu mas mau belikan kamu obat", ucap Fandi kepada Alisa.
__ADS_1
Alisa pun hanya diam dan tak berkata apapun.
Fandi pun segera pergi dan menuju gerai obat yang ada di area mall tersebut.
Setelah ia mendapat apa yang ia cari, Fandi pun langsung menuju tempat keberadaan Alisa yang sedang menunggunya saat ini, tak lupa juga Fandi membeli sebotol air mineral untuk Alisa.
Setelah sampai di tempat, Fandi langsung saja membuka obat tersebut dan mengoleskan secara perlahan ke pergelangan tangan Alisa.
Alisa yang merasa sedang di obati tiba - tiba meringis menahan sakit.
Alisa pun tidak berkata apa - apa dia hanya diam sambil menahan rasa sakit di tangannya.
"Maaf kan mas ya sayang, mas sangat kelewatan sekali", ucap Fandi menyesal.
Alisa pun masih tetap terdiam sambil menatap Fandi dengan tajam.
Setelah selesai mengobati memar di tangan Alisa, kemudian Fandi juga menyerahkan sebotol minuman untuk Alisa.
"Minumlah sayang, mas tau kamu pasti haus", Ucap Fandi sambil menyerahkan sebotol air mineral yang ia bawa tadi.
Alisa mengambilnya dan tanpa banyak bicara ia langsung meminumnya.
Dilain tempat yang tidak begitu jauh dari tempat Alisa dan Fandi, nampak perempuan yang berpakaian sangat sexy sedang memperhatikan Alisa dari balik tembok yang membatasi area satu dengan yang lainnya.
"Cepat sekali kamu melupakan ku Fand", ucap perempuan tersebut.
"Aku tidak mau ada wanita lain yang memilikimu, hanya aku yang akan memilikimu selamanya", ucap wanita itu dengan penuh amarah.
Dia terus mengepalkan tangannya ketika melihat Fandi yang begitu perhatian Dengan Alisa saat ini.
Tunggu saja Fand, cepat atau lambat kamu "akan menjadi milikku lagi", ucap wanita tersebut.
Wanita itu pun segera meninggalkan area tersebut, meninggalkan Fandi dan Alisa.
Rasa cemburu terus menyeruak di dalam hati wanita tersebut, wanita yang pernah ada dalam kehidupan Fandi beberapa tahun lalu.
Tapi dengan keegoisan akhirnya mereka berpisah karena wanita itu lebih memilih laki laki yang lebih kaya dibandingkan Fandi.
Fandi yang merasa terhianati, dan ia berubah menjadi lelaki pendiam dan sangat dingin, bahkan orang tuanya juga tidak dapat berbuat apapun, rasa sakit yang ia alami begitu membuatnya sangat tertutup kepada orang lain saat ditinggalkan kekasihnya yang bernama Tania.
Ya, dia wanita yang diceritakan oleh mama Fandi kepada Alisa tempo hari.
__ADS_1