Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Akhirnya


__ADS_3

Setelah Denis dan Nisa pergi, kini Fandi mencoba mendekati istrinya, mungkin Fandi akan mengikuti saran Denis untuk menagih janji istrinya, tapi apakah Alisa mau ??


Alisa sudah mengatakan jika nanti malam dan bukan sore, susah payah Fandi merayu istrinya tapi hasilnya masih tetap, Alisa tetap kekeh jika nanti malam dan bukan sekarang.


" Ayo lah sayang, sebentar aja ", Fandi masih terus mengejar dan merayu Istrinya.


Alisa masih tak menghiraukan suaminya karena menurut nya jika sewaktu-waktu Rafa kembali pastinya Alisa akan kebingungan nanti jika menuruti suaminya.


" Nanti malam ya mas, sabar dulu, ini masih sore, nanti jika Denis Kembali dan ternyata Rafa nangis gimana ??", Alisa terus berbicara kemungkinan yang akan terjadi nantinya.


Fandi pun hanya pasrah dengan apa yang dibicarakan istrinya, mau tak mau Fandi pun harus menurut, jika ia terus memaksa, tentunya istrinya akan semakin marah dan akan semakin tambah panjang urusannya.


" Iya, mas akan sabar, tapi kamu harus janji sayang ", Fandi terus mengatakan hal itu.


" Iya mas, kamu kok gak percayaan sih ", Alisa masih terus mengomel.


" Iya sayang, mas percaya ", Tak ada kata-kata lagi selain berkata seperti itu.


Alisa Kemudian berjalan menuju ke kamarnya.


" Mau kemana sayang ??", Fandi pun mengikuti langkah kaki istrinya.


" Mau mandi, takut Rafa sudah datang ", Alisa pun mempercepat langkahnya.


" Mandi bareng ya ??", Fandi mulai merayu Istrinya kembali.


" Nggak ", Jawab Alisa singkat.


" Sayang, kok tega banget sih ", Fandi terus mengikuti istrinya.


Alisa sebenarnya kasihan melihat suaminya yang seperti ini,


" Kali ini aja ya mas, ini tuh di villa, dan disini bukan kita aja ", Alisa terus berbicara.


" Iya, ayo sayang, Fandi menggandeng tangan istrinya dengan semangat.


Alisa pun pasrah, sudah terlanjur mengatakan iya kepada suaminya dan tak mungkin mengatakan tidak, jika ia ingkari Alisa tak ingin membuat Fandi marah kali ini.


Mereka kini tengah berendam didalam bathtub dan Fandi berada di belakang istrinya.


Fandi mulai mencari titik kelemahan istrinya saat ini. ia tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada seperti ini,


Alisa mulai merasakan kegelian kala Fandi mulai menyentuk area yang membuat ia seketika lemas dan tak mampu memberontak.

__ADS_1


" Mas...??? ", Alisa mulai mengeluarkan nada bicara yang membuat gairah Fandi semakin memuncak.


Fandi kemudian meminta izin agar hasratnya cepat tersalurkan kepada istrinya,


Alisa pun tak dapat menolak karena hasratnya juga sudah berada di puncak kenikmatan.


" Lepaskan saja sayang, jangan ditahan ', Fandi masih terus membisik kan kata-kata ditelinga istrinya membuat Alisa semakin kegelian.


" Alisa mulai tak sanggup mengendalikan diri, sampai akhir nya Fandi pun melepaskan semua hasratnya bersama istrinya didalam kamar mandi.


Fandi segera membersihkan tubuh istrinya dan Fandi segera mengangkat tubuh istrinya, sebelumnya Fandi mengambil handuk kimono untuk menutupi tubuh istrinya.


Alisa kini digendong dan didudukkan langsung di sofa yang ada di kamarnya, Fandi pun segera membuka lemari pakaiannya dan segera mencari sarung dan baju Koko untuk ia gunakan untuk sholat ashar.


" Kita jamaah ya mas ", Alisa kemudian bangkit dari tempat duduk nya dan mengganti pakaiannya, Setelah itu Alisa dan Fandi pun kembali menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan segera sholat berjamaah.


Setelah sholat Alisa segera memakai jilbab nya dan memoleskan sedikit makeup agar wajahnya tak tampak pucat.


" Nggak usah tebal-tebal sayang, kamu udah cantik kayak gini kok, mas udah suka ",


" Iya mas ", Hanya jawaban singkat yang Alisa katakan .


" Aku keluar dulunya mas, mau nunggu Rafa ", Tanpa menunggu jawaban dari Suaminya Alisa kemudian keluar dan meninggalkan suaminya yang masih duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


" Assalamualaikum ", Denis dan Nisa pun datang dari arah pintu gerbang villa.


Nisa dan Denis terlihat begitu bahagia setelah mengajak Rafa berjalan-jalan sebentar disekitar villa tersebut.


" Waalaikum salam ", Alisa langsung menyambut dan segera meraih Rafa,


" Pak bos kemana ??", Denis pun terlihat celingukan mencari bosnya yang tak ikut menyambut dirinya.


" Ada dikamar Den, Mau mbak panggilin ", Alisa pun menawarkan tapi langsung ditolak oleh Denis.


" Nggak usah mbak, biar aku sendiri yang panggil ", Denis kemudian berjalan kedalam meninggal dua orang wanita yang kini tengah berbincang dan mencari bosnya yang menurut Bu bosnya sedang ada dikamar.


"Bos...,bos... ",Denis pun mengetuk pintu kamar Fandi secara pelan, lalu tak lama kemudian pintu tersebut telah terbuka dan menampakkan Fandi yang sudah segar dengan pakaian muslimnya.


" Gimana bos lancar ??", Satu kalimat yang dikatakan Denis membuat Fandi terkekeh.


" Beres ", Fandi pun menjawab dengan wajah yang sumringah,


Sudah lama sekali Fandi tidak melepaskan semua hasratnya, apalagi setelah terjadi masalah tempo hari menjadikan Fandi terus terfikir kan masalahnya dan melupakan keperluan batinnya.

__ADS_1


" Makasih ya den, ini semua berkat kamu, Alisa tak menolak ", ujar Fandi.


" Bagus deh kalau gitu, setidaknya bos gak marah dan cemberut lagi ", Denis pun mengatakan apa adanya kepada bosnya.


" Emang aku dari pagi cemberut???", Tanya Fandi


" Benar-benar sih bos, gan nyadar ", Gumam Denis.


" Iya lah bos, dari pagi bos udah cemberut aja, yang ngelihat gak enak bos, gantengnya juga ilang ", Denis terus menceramahi bosnya.


Fandi pun tak terima, ia kemudian meninju lengan Denis sampai suaranya terdengar sampai halaman depan.


" Sakit bos ", Denis pun kini mengaduh kesakitan.


Tak lama kemudian Alisa dan Nisa datang dan ingin melihat apa yang sedang terjadi di dalam.


Alia melihat Denis yang masih meringis menahan sakit di lengannya.


" Kamu kenapa den ??",Alia melihat raut wajah Denis yang kini sudah berubah.


" Em.., nggak apa-apa Bu bos ",Denis pun berbohong .


" Benar??", Alisa pun memastikan.


Alisa tak langsung percaya dengan apa yang dikatakan Denis kepadanya, Nisa pun juga ikut mengerutkan keningnya.


"Beneran bang kamu gak apa-apa, tapi tadi kok teriak ??", Nisa pun bertanya dan mencoba mastikan kembali apa yang sedang terjadi kepada suaminya.


" Beneran yang Abang nggak apa-apa ", Jawab Denis.


Nis pun mengangguk, tapi Nisa yakin jika suaminya kini tenyagh berbohong,


" Ya udah kita tinggal dulu aja ya ", Alisa dan Nisa pun meninggalkan kedua laki-laki yang sedang berada di depan kamar milik Fandi dan Alisa.


" Wah si bos, untung aja aku bohong, kalau aku jujur pasti Bu bos bakalan marahin bos deh ",


" Iya deh, maaf den, dan makasih sudah memberikan saran tadi ", Fandi pun tersenyum lebar kepada Denis.


" Iya bos, kalau bos seneng kan aku juga ikut senang bos ", Denis pun berkata dengan tulus.


"Makasih Den, kamu sudah seperti saudara kandung ku ", Fandi kemudian memeluk Sekertaris nya tersebut.


" Iya bos,bos juga seperti kakak kandung ku, aku senang bisa kenal bos ", Denis pun tersenyum dibalik punggung Fandi dan ia sangat bersyukur bisa bertemu dengan bis baik seperti Fandi.

__ADS_1


__ADS_2