Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Bonus Chapter 2


__ADS_3

Ghina sudah bersiap untuk kembali pulang, memang sudah rutinitas Ghina jika weekend tiba Ghina akan datang dan menginap di rumah Mommy dan Daddy nya.


Dan itu semata-mata untuk mommy nya, di usianya yang sudah tak muda lagi Ghina tak ingin jika Mommy nya yang harus bolak-balik kerumahnya, jadi Ghina memutuskan setiap weekend Ghina, Zian dan vino akan menginap di rumah Mommy dan Daddy nya.


Semua perlengkapan sudah lengkap semua, Vino pun juga sudah siap, bayi ganteng itu pun terus menunjukkan senyumannya kepada semua orang yang berada dirumah tersebut. Alisa terus berulang kali menciumi cucu lelakinya itu, begitu menggemaskan Sekali. Disya juga begitu, Dia juga teramat sayang dengan Vino, sama seperti kepada Fasya putri kandungnya sendiri.


"Sudah ma, Jangan di cium terus Vino nya nanti nangis", Fandy pun melihat istrinya berulang kali menciumi cucu laki-laki nya tersebut.


"Papa kenapa??, Mau gendong, iri kan pasti pa", ungkap Alisa,


"Tidak pa, Papa sudah menggendong vino pagi ini saat mama sibuk di belakang tadi",


Mungkin di usia mereka yang sudah tidak muda lagi membuat mereka sering berdebat, tapi Mereka sangat menyayangi satu sama lain, cinta mereka Langgeng sampai mereka mempublikasikan cucu dari anak-anak mereka.


Semua barang sudah masuk, tidak banyak, tapi Cukup memenuhi satu mobil Fortuner milik Zian itu.


"Sudah semua sayang?", Zian mengangguk, sembari menutup Bagian belakang mobilnya.


"Kami pamit pulang Mom, Dad, Mbak", Mobil tersebut kini sudah menghilang dibalik pagar rumah tersebut, sepi??, tapi masih ada Fasya yang masih tetap di jaga oleh Alisa selama Disya mendampingi Rafa pergi ke kantor.


Tak lama setelah itu Rafa muncul dari dalam, niat nya ingin mengantar Adiknya sebelum pulang, Tapi ternyata perutnya sama sekali tidak bersahabat, Ghina pulang saat Rafa sedan berada di kamar mandi.


"Ghina dan Zian udah pulang??", tanya Rafa sambil mengambil Fasya dari gendongan Disya.


"Sudah kak, baru aja. Kamu dari mana??", tanya Disya.

__ADS_1


"Perutku sakit dan aku ke kamar mandi dulu tadi", Jawab Rafa sambil Menggendong putri kecilnya itu.


"Kalian masih mau disini??, Mommy Sam Daddy mau masuk.kedalam", Rafa dan Disya pun mengangguk dan Alisa berserta Fandi pun masuk kedalam.


"Fasya mau jalan-jalan?", Tanya Rafa, dan Fasya pun tersenyum dan mengangguk.


"Oke, Kita jalan-jalan di sekeliling rumah aja, mumpung masih belum terlalu panas" Akhirnya mereka keluar rumah, ternyata banyak tetangga yang juga berada di luar rumah karena ini merupakan hari Minggu.


Sudah setengah jam berlalu, Fasya sudah menguap tanda mengantuk, Rafa dan Disya pun akhirnya membawa Fasya masuk dan membawanya ke kamar, Fasya seperti sudah mengantuk berkata hingga saat sampai di kamar Fasya ternyata sudah tertidur lelap di gendong sang papa.


***


Suasana malam sudah cukup sunyi, Hanya suara langkah kaki Rafa yang kini sedang berjalan menuju ke arah kamar nya, setelah Fandi mendahului Rafa masuk ke kamar, kini giliran Rafa yang keluar dari ruang kerja mereka, Cukup satu ruangan kerja dan itu dipergunakan untuk Fandi dan Rafa untuk bekerja di malam hari saat sedang banyak pekerjaan.


Ayah dan anak ini masih sibuk dengan urusan masing-masing dan berada di dalam satu tempat yang sama, karena mereka juga saling membantu.


Disya malam ini mengurung bandan nya dengan selimut tebal, Hanya sebagai tipuan saja sebenarnya. Ia ingin sedikit menjahili sang suami, sebab tadi sebelum masuk ke ruang kerja Rafa sudah berpesan jika malam ini akan menjadi malam romantis untuk Rafa dan Disya.


Rafa duduk tepat di samping Disya. Memperhatikan sang istri yang terlihat sudah terlelap, Tangannya kini mulai bergerak, bergerak untuk menggoyangkan bahu sang istri, Mencoba menagih janji sang istri tadi sore.


"Sayang, Sayang", Rafa berusaha untuk tetap mengecilkan suaranya, tak mau malah anaknya yang terbangun dan menjadi kacau semua, jadi Rafa benar-benar mengecilkan volume suaranya.


Disya terlihat tersenyum tipis, ternyata membuat suaminya seperti ini sangat mudah, Merengek manja ketika apa yang di inginkan akan gagal malam ini.


Disya semakin menarik selimutnya menutupi seluruh bagian tubuhnya hingga hanya wajah saja yang terlihat oleh Rafa saat ini, tapi sayang, Rafa tiba-tiba menarik selimut tersebut dan dapat Rafa lihat jika sang istri sudah mengenakan baju yang sangat seksi.

__ADS_1


Disya pun membuka matanya, melirik apa yang sedang dilakukan suaminya saat ini.


Ternyata Rafa saat ini sudah membuka seluruh pakaiannya, apa yang sedang dipakai Disya membuat Rafa sudah tidak sanggup menahan semuanya.


"Aku tahu kamu nggak tidur kan??. Kebiasaan". Rafa sudah tahu jika istrinya hanya pura-pura saja, tak perlu menunggu lama, tangan Rafa sudah bergerak dan membawa tubuh istrinya menuju ke sofa, Sudah jadi rutinitas mereka, Apa jadinya jika dia tas ranjang. Pastinya akan membangunkan Fasya dan Rafa tak mau itu terjadi, sudah tiga kali tepatnya, Fasya bangun di saat yang tidak tepat dan akhirnya Rafa berakhir di kamar mandi sendirian.


Disya pasrah apa yang dilakukan oleh suaminya. Melayani sang suami adalah kewajiban nya, dan Disya melakukan itu semua dengan keikhlasan hatinya.


"Sudah siap??", Wajah Rafa sudah berubah seperti seratus delapan puluh derajat, wajah yang penuh dengan hawa *****, apalagi melihat penampilan di depannya, membuat Rafa tak mau membuang waktunya malam ini.


Disya mengangguk mantap. Menikmati sensasi yang di berikan oleh Rafa kepadanya, dan itu sudah membuat candu di tubuh Disya, rasanya ingin lagi dan lagi, tapi jika Fasya tidur nyenyak. Jika tidak, maka cukup satu saja dan akhirnya mereka berdua terlelap.


Keduanya saat ini sedang menikmati sensasi yang sedang mereka rasakan, saling bercumbu dan terus bercumbu dan sampai akhirnya apa yang mereka lakukan sudah mencapai puncaknya, Mereka saling berpelukan. meluapkan rasa kasih dan cinta diantara mereka berdua.


"Terimakasih sayang", 2 kecupan mendarat di bibir dan kening Disya.


"Sama-sama kak, Sudah kewajiban ku sebagai seorang istri untuk melayani mu" mata mereka berbinar-binar memancarkan aura kebahagiaan.


"Teruslah begini selamanya sayang, sampai kita tua, Aku mencintaimu", ungkap Rafa Sambil mencium kening Disya lagi.


"Aku juga mencintaimu kak, rasa cinta yang akan selalu ada sampai saat ini dan selamanya".


Akhirnya mereka pun menyudahi percintaan mereka.


Mempunyai keluarga yang sangat bahagia adalah mimpi setiap orang.

__ADS_1


Kimi rafa dan Disya pun memiliki nya, dan akan mereka jaga sampai akhir nafas mereka.


__ADS_2