Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
85


__ADS_3

Fandi sudah terlihat lebih segar saat ini, Alisa yang memperhatikan suaminya dari atas ranjang nampak menyunggingkan senyuman nya yang teramat manis.


Fandi kini berjalan menuju ke arah tas kerjanya, ia kemudian mengambil sesuatu yang ia beli tadi yang ia simpan di balik tas kerjanya.


Fandi kini duduk disamping istrinya dan membelai lembut rambut istrinya dan mengecup kilas bibir merah Alisa.


Kemudian tangan Fandi pun beralih menuju perut buncit istrinya yang kian membesar.


" Gimana kabar anak Daddy hari ini ??", Tanya Fandi sambil mengelus perut istrinya.


" Aku sehat Daddy, dan aku sangat aktif sekali bergerak di perut Mommy ", Jawab Alisa yang menyuarakan suaranya seperti anak kecil.


Fandi pun tersenyum senang, " Sayang, ada sesuatu buat kamu ",Ucap Fandi sambil mengeluarkan buket bunga mawar merah yang ia beli tadi.


Seketika senyum Alisa bertambah lebar, ia sangat senang suaminya kini membelikan ia bunga yang sangat cantik untuknya.


" Makasih ya Mas ", Ujar Alisa sambil terus mencium bunga Tersebut.


" Kamu suka sayang ??", Tanya Fandi kepada istrinya tersebut.


" Aku suka banget Mas, makasih ya",Ucap Alisa yang masih mencium aroma dari bunga mawar yang ia pegang.


" Kamu kok cium itu terus sayang, kamu kok gak cium mas ??", Ucap Fandi yang berpura-pura cemberut.


Alisa kemudian mendekatkan wajahnya dan mencium pipi Fandi dengan sangat lama.


Fandi pun tersenyum lebar, ia merasa sangat senang jika saat ia lelah seperti ini dapat terobati dengan perhatian dari istrinya.


Tak lama kemudian terdengar suara adzan Maghrib dari masjid dekat rumahnya, " Sayang, mas mau sholat berjamaah di masjid. kamu gak apa-apa kan sholat sendirian ??", Tanya Fandi kepada istrinya.


" Iya mas, aku tidak apa-apa. Ya sudah sebaiknya mas segera bersiap-siap ", Ucap Alisa.


Satu jam kemudian Fandi sudah tiba dari masjid, dan Alisa kini tengah membantu Bibi untuk menyiapkan makan malam untuk mereka.


Fandi segera menuju kamarnya untuk segera berganti pakaian dan keluar kembali untuk menemui istrinya.


" Mas, kamu sudah pulang??", Tanya Alisa yang melihat suaminya berjalan menghampirinya.


" Iya sayang, barusan ", Jawab Fandi sambil menggeser kursi di meja makan tersebut.

__ADS_1


Seperti biasanya mereka kini makan malam bersama dengan Bi Jum, setelah seleai Alisa segera membantu Bi Jum membersihkan sisa makan malam mereka.


Di dalam kamarnya Fandi kini tengah merebahkan tubuhnya sambil memikirkan keberangkatannya di Surabaya, ia harus membicarakan terlebih dahulu tentang ini bersama istrinya.


" Sayang ", Panggil Fandi yang melihat istrinya masuk dan menghampirinya.


Alisa segera menghampiri suaminya dan duduk tepat di samping nya, Fandi kemudian menyandarkan tubuhnya di ranjang dan memeluk Alisa yang berada di sampingnya.


" Sayang, ada yang ingin mas bicarakan ", Ucap Fandi dengan wajah seriusnya.


Alisa yang melihat keseriusan suaminya langsung saja menatap mata Fandi dengan tajam.


" Apa mas ??", Tanya Alisa yang masih menunggu Fandi untuk memulai pembicaraannya.


" Emh.... Mas bingung mau ngomongnya dari mana ", Ujar Fandi karena ia tidak mau nantinya tambah membebani pikiran Alisa.


" Mas ngomong aja, aku siap dengerin kok", Ujar Alisa yang semakin tambah penasaran dengan omongan Fandi.


" Mas Minggu depan mau ke Surabaya ", Ucap Fandi yang menjeda Kalimat nya.


" Dan mas disana cukup lama sayang ", Ucap Fandi yang melanjutkan kalimatnya.


Alisa pun hanya terdiam, ia kini tengah berpikir,


" Iya Mas ", Jawab Alisa singkat.


" Kamu kenapa sayang??", Tanya Fandi.


Alisa pun hanya menggeleng tak bersuara sama sekali.


Kemudian Fandi merubah posisinya, ia sekarang tengah menghadap ke arah Alisa, Ia menangkupkan wajah Alisa dan saling berdekatan,


Seketika tampak mata Alisa sudah berkaca-kaca, Fandi sudah tahu ini akan terjadi, pasalnya selama menikah baru kali ini mereka akan berjauhan.


Fandi kemudian mencoba menenangkan Alisa.


" Sayang, jangan menangis, Mas tak tega jika melihat mu menangis didepan mas seperti ini ", Ucap Fandi sambil menyeka air mata Alisa.


Tangisan Alisa pun pecah, kemudian Fandi memeluk istrinya tersebut dengan erat.

__ADS_1


" Maafkan Mas ya sayang, ini mendadak, mas harus kesana ", Ucap Fandi memberi pengertian kepada Alisa.


" Mas ingin sekali mengajakmu, tapi mas gak tega kalau kamu harus kelelahan karena mengikuti mas ", Ujar Fandi menenangkan Alisa.


Mas janji tidak akan lama sayang, dan mas akan secepatnya pulang, jadi mas mohon kamu jangan nangis lagi ", Ucap Fandi sambil mengusap pelan air mata di wajah Alisa.


Fandi kemudian mencium Alisa tepat dibibir nya, meskipun Alisa masih terlihat diam tapi lama-kelamaan Alisa akhirnya merespon sampai terjadi saling sahut antara pasangan Suami Istri tersebut.


Hasrat Fandi pun semakin memuncak, ia kemudian memberi kode meminta persetujuan Alisa, setelah Alisa sudah memberi isyarat, Fandi langsung saja melepas semua pakaian istrinya.


Tepat tengah malam percintaan pun selesai, Fandi terus menciumi wajah sembab istrinya yang terlalu lama menangis.


" Tidurlah sayang, mas akan menemanimu ", Ujar Fandi sambil menciumi wajah istrinya.


Alisa pun akhirnya tertidur setelah mendengar suara Fandi yang akan terus menemaninya.


Fandi pun memeluk Alisa dengan erat, tak lupa juga ia terus mengusap pelan peluh di dahi istrinya, ia juga mencium perut istrinya yang sudah membuncit itu.


Ia terus pandangi wajah istrinya yang tak bisa ia pandangi untuk beberapa hari kedepan.


Setalah sekian lama, akhirnya rasa kantuk pun sudah menghampiri Fandi, dengan membenarkan posisi selimut yang menyelimuti dirinya dan Alisa, akhirnya Fandi pun ikut terlelap bersama istrinya.


Pagi harinya, mereka pun sudah terlihat segar,


bibir Alisa pun sudah mulai tersenyum walau hanya tak selebar biasanya, kini mereka tengah menyiapkan pakaian untuk Fandi bawa ke Surabaya besok pagi.


" Kamu di Surabaya berapa hari mas", Tanya Alisa memecahkan keheningan.


" Mungkin tiga hari sayang, jika mas bisa menyelesaikan nya lebih cepat, mas usahakan tak sampai tiga hari ", Ucap Fandi sambil terus membantu istrinya menyiapkan perlengkapan nya.


" Kamu nanti kerumah Papa saja ya selama mas di Surabaya ", Ucap Fandi yang sedikit khawatir dengan istrinya.


" Aku disini saja Mas, aku mau tunggu kamu pulang dirumah ini aja ", Ujar Alisa menolak secara halus.


" Tapi memangnya gak apa-apa jika kamu disini sendirian sayang ", Tanya Fandi yang masih membujuk istrinya.


" Mas tenang saja, aku gak apa-apa blok, aku bisa jaga diri, lagi pula di depan ada pak Norman, dan juga ada Bibi yang akan menemaniku ", Ujar Alisa.


" Ya sudah sayang jika itu mau mu, mas harap kamu tidak sedih kalau disini sendirian ",Ujar Fandi.

__ADS_1


Setelah barang-barang Fandi sudah masuk koper semua, kini mereka tengah duduk berdua didalam kamarnya, mereka memutuskan tidak keluar sama sekali dari dalam kamar,


Mungkin Alisa akan rindu dengan pelukan dan kasih sayang suaminya yang tidak ia dapat untuk beberapa hari ini.


__ADS_2