
Setelah kepergian Ghani, Fandi dan Niko segera memasuki ruangan perawatan Zian, dapat dilihat Zian yang saat ini tengah terbaring di ranjang rumah sakit, wajahnya penuh lebam karena bekas pukulan, Dan terdapat sedikit darah yang keluar dari ujung bibir nya, dan itu dapat dilihat dengan jelas, Fandi dan Niko segera mendekat,
Keadaan ke tiga wanita tersebut saat ini sudah lebih tenang, apalagi melihat keadaan Zian yang baik-baik saja membuat Tania, Ghina dan Alisa sedikit lega, meskipun terlihat jelas wajah Zian yang masih penuh luka lebam, itu tak membuat Tania khawatir.
"Bagaimana keadaan Zian ma??" Tanya Niko kepada Tania.
"Zian baik-baik saja Pah, hanya saja Zian saat ini butuh istirahat" Ucap Tania, Tania memang sudah lebih tenang setelah tahu keadaan putranya.
"Alhamdulillah kalau begitu"
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 Tapi mata Ghina belum sama sekali ingin terpejam, ia masih ingin menemani Zian, dan ingin melihat dia sadar nantinya.
Alisa yang tengah duduk di sofa beserta Tania sedari tadi hanya melihat putrinya yang tak mau meninggalkan Zian sama Sekali.
"Ghina, lebih baik kamu istirahat saja" Perintah Alisa, namun Ghina hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Aku mau disini saja Mom, Mommy dan Mama jika ingin istirahat, istirahat saja, biar aku yang menemani mas Zian disini.
Alisa tak bisa lagi melarang putri nya, biarlah jika ingin seperti itu, dan kini Alisa ikut duduk berdua bersama dengan Tania, dan untuk Fandi dan Niko saat ini sudah berada di luar ruangan rawat Zian.
__ADS_1
"Ya sudah, Mommy mau istirahat sebentar, pinggang Mommy rasanya sudah sakit sekali" Kedua wanita paruh baya itu kemudian duduk bersama, dan Sedikit menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa agar badan nya terasa lebih baik.
Ghina terus saja memandang wajah Zian, wajah yang penuh dengan luka lebam yang cukup banyak, dan itu membuat Ghina sangat sedih sekali, berulang kali ia menetes kan air matanya, ia mengingatkan pertengkaran antara dirinya dan Zian tadi, dan itu membuatnya sangat menyesal.
"Mas, bangun, jangan buat aku khawatir seperti ini, buka mata kamu mas" Ghina ingin sekali melihat mata Zian terbuka, meskipun kakak nya mengatakan jika Zian baik-baik saja, tapi untuk Ghina tidak, jika masih belum melihat Zian membuka matanya membuat hati Ghina tidak tenang sama sekali.
Ghina kemudian menunduk kan kepalanya, Tangannya Memegang tangan Zian yang tepat berada di depannya, Air matanya terus saja keluar, ia tak tega melihat Zian seperti ini, terbaring lemah dan belum sadar sama sekali.
Tak berapa lama, Terasa ada pergerakan dari tangan tersebut, Ghina pun seketika mendongak, dan pandangan nya beralih ke arah tangan yang saat ini tepat berada di depannya, Ghina sangat bahagia sekali, Zian sudah sadar, perlahan matanya mulai terbuka.
"Mas, Alhamdulillah, akhirnya Mas bangun juga, mas sudah sadar" Ghina sangat bahagia sekali, dan Zian pun tersenyum melihat Ghina yang tersenyum kepadanya.
"Mom, Ma, Mas Zian sudah sadar" Ucap Ghina, dan kedua Ibu paruh baya itu seketika terbangun dari tidurnya.
Alisa dan Tania seketika terbangun, dan segera melihat Zian yang sudah membuka matanya.
"Alhamdulillah, akhirnya kamu sadar juga sayang" Tania dan Alisa pun sudah berada tepi sisian ranjang Zian.
"Bagaimana keadaan kamu sayang, apa yang kamu rasakan??" Tanya Tania kepada putranya.
__ADS_1
"Zian baik-baik saja Ma, hanya masih sedikit sakit kepala Zian" Ucap Zian lirih.
"Perlu mama panggilkan dokter??" Tanya Tania, dan Zian menggeleng kan kepalanya.
"Tidak perlu Ma, Aku baik-baik saja, aku hanya butuh istirahat saja Ma" Ucap Zian.
"Lebih baik Mama dan Mommy istirahat saja, aku baik-baik saja" Alisa dan Tania pun mengangguk, dan mereka berdua kembali menuju ke arah sofa tempat awal mereka istirahat tadi.
Kini hanya tinggal Zian dan Ghina saja, Ghina sama sekali tak melepas genggaman tangannya, ia terus memegangi tangan Zian.
"Maafin aku ya mas" Ucap Ghina.
"Kenapa minta maaf, Kamu gak salah sayang" Ucap Zian yang tak ingin membuat Ghina sedih.
"Tapi pertengkaran kita mas, itu kan yang membuat mas marah" Ucap Ghina lagi.
"Sudah sayang, lupakan itu, jangan diingat lagi, Lebih baik sekarang kamu juga istirahat, ini sudah hampir pagi" Ucap Zian, dan Ghina pun mengangguk.
Maaf baru up, dan dikit aja dulu ya, saya benar-benar sibuk,
__ADS_1
Selamat membaca