
Tania merasa tenang dengan ucapan Niko, seakan Niko lah yang mampu untuk menghiburnya saat ini.
Tania kemudian tersenyum kepada Niko, ia berjanji akan menerima Niko mulai saat ini.
Niko mungkin adalah kiriman dari Tuhan untuknya saat ini dan selamanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, sejenak Tania pun mengerutkan keningnya, dilihat dari penampilan Niko pagi ini, seharusnya laki-laki ini bekerja hari ini, tapi mengapa bisa berada di sini pagi ini.
" Nik, kami gak ke kantor ??", Tanya Tania.
Niko kemudian melirik jam tangannya yang ada di pergelangan tangannya,
" Nggak, aku gak tega buat ninggalin kamu yang lagi kayak gini ", Ujar Niko menatap Tania.
" Aku gak apa-apa, kamu ke kantor aja, aku gak mau gara-gara aku pekerjaan kamu jadi terbengkalai ", Ujar Tania.
" Kamu tenang saja Tan, semua sudah ada yang mengurus ",
"Gimana pekerjaan kamu Tan, apa semua lancar ??", Tanya Niko yang sebenarnya merasa khawatir dengan Tania, ia tau jika Tania bekerja sebagai baby sitter di rumah mantan kekasihnya dulu.
" Sebenarnya aku mulai takut identitas ku terbongkar, jadi aku ingin berhenti sebelum semuanya terlambat, aku tidak mau terjadi kesalahpahaman ", Ujar Tania.
" Aku harap kamu akan segera berhenti dari pekerjaan mu, aku sangat menghawatirkan mu Tan ", Ujar Niko.
Tania pun tersenyum kepada Niko,
" Terimakasih Nik, sudah menghawatirkan ku", Ujar Tania.
" Kamu tidak perlu berkata seperti itu Tan, aku senang, aku sayang sama kamu, ku harap kamu juga sayang sama aku ", Ujar Niko.
Tania pun terdiam, membuat Niko kembali frustasi takut jika Tania akan menolaknya lagi.
" Nik, terimaksih sudah menyayangi ku, mencintai ku, aku akan mencoba untuk menerimamu mulai sekarang, menerima cinta mu ", Ujar Tania yang seketika membuat senyum Niko melebar.
" Terimakasih Tan, Terimakasih, aku berjanji akan selalu menyayangimu, membahagiakan mu ", Ujar Niko.
🌸🌸🌸
Dilain tempat Fandi kini masih duduk di sofa bersama dengan istrinya,
Alisa hari ini tak banyak pekerjaan jadi dia bisa menemani suaminya yang juga berada disana.
" Mas kamu masih hutang penjelasan sama aku ", Ujar Alisa.
__ADS_1
Alisa rasa ini adalah waktu yang tepat untuk meminta penjelasan kepada suaminya karena Rafa juga sudah tertidur.
" Mas kapan kamu mau cerita ??", Tanya Alisa yang sudah sangat merasa penasaran dengan apa yang ingin suaminya katakan..
" Iya mas akan cerita, tapi kamu jangan kaget atau jangan bertindak gegabah ", Ujar Fandi.
" Iya mas, ayo ceritakan ", Paksa Alisa kepada suaminya yang masih belum membuka suaranya lagi.
" Sewaktu mas mengikuti Heni bersama Mama kemarin, mas sama Mama mengetahui sesuatu tentang Heni ", Ujar Fandi.
Alisa pun semakin tak sabar mendengar kejelasan dari Suaminya, Fandi bercerita sangat bertele-tele menurut Alisa sehingga membuat Alisa semakin tak sabar.
" Mas kamu jangan bertele-tele, jelaskan secara lebih jelas lagi ", Ujar Alisa.
Fandi kemudian mengambil nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nya secara pelan.
" Sayang, Heni itu Tania ", Ujar Fandi sambil menatap manik mata istrinya.
" Apa ???", Alisa pun kaget dengan pernyataan suaminya.
Alisa pun menjadi tak tenang,
" Mas dari mana kamu tahu ??", Tanya Alisa yang kini menatap mata suaminya tersebut.
" Jadi kami tahu segalanya mas, dan kamu baru ngasih tau aku ???", Tanya Alisa.
" Iya mas baru tau kemarin sayang, dan maaf mas gak ngasih tau kamu secara langsung ".
" Kamu tega sama aku mas, hal sebesar ini kamu gak langsung cerita sama aku, malah kamu minta yang tidak-tidak ", Ujar Alisa.
" Maaf sayang, mas tau mas salah ",
" Gimana seandainya aku ngotot pagi ini Rafa sama Tania, gak ikut kita ??", Tanya Alisa.
" Iya sayang, aku minta maaf, aku gak bermaksud ", Ujar Fandi.
" Mas Rafa itu anak kita, udah sepantasnya aku tau semuanya tentang siapa pengasuh Rafa, kamu gak ngehargai aku sama sekali mas ", Ujar Alisa yang kecewa kepada Fandi.
Seandainya Alisa menuruti permintaan Fandi tadi malam mungkin malah ia semakin marah terhadap suaminya sekarang.
Alisa Kemudian berjalan ke arah Rafa yang tengah tertidur, ia gendong bayi berumur 5 bulan itu dan kemudian langsung pergi meninggalkan ruangannya.
" Sayang, sayang, kamu mau kemana ??",
__ADS_1
Fandi pun mengejar istrinya yang kini sudah berada di dalam lift, tak mungkin Fandi memaksakan membuka pintu lift tersebut, jadi Fandi tanpa berpikir panjang langsung menggunakan tangga darurat untuk segera menyusul istrinya kelantai dasar.
Didalam lift Alisa sangat marah sekali dengan Fandi, ia tak menyangka jika Fandi akan memanfaatkan informasi yang Alisa ingin dapatkan dengan menggunakan tubuhnya, meskipun mereka berdua suami istri tapi seharusnya Fandi tak memanfaatkan dirinya seperti ini.
Fandi masih terus menuruni tangga lantai demi lantai,
Alisa kemudian keluar dari lift dengan tergesa-gesa, ia tak mau Fandi mengikutinya sekarang.
Alisa segera berjalan ke arah jalan raya untuk mencari taxi dan segera pergi dari kantornya, setelah memberi tahu kepada supir taxi tersebut, taxi pun segera pergi menuju ke arah tujuan.
Rafa yang masih berada didalam gendongan Mommy nya terbangun saat ia sudah terlalu lama tertidur, Rafa melihat sekeliling dan melihat Mommy nya yang tengah menatap nya dengan tersenyum.
" Rafa sudah bangun sayang, hari ini kita kerumah Kakek ya ", Ujar Alisa kepada bayi tersebut.
Di dalam kantor, Fandi baru saja sampai di lantai dasar dengan nafas yang sudah tak beraturan lagi, peluh yang membanjiri dahi dan seluruh wajahnya membuat kedua resepsionis menatap suami dari atasannya terlihat aneh.
Fandi segera mendekat ke arah resepsionis dengan penampilan yang sangat kacau,
" Apa kalian melihat istriku ??", Tanya Fandi kepada dua resepsionis tersebut.
" Maaf Pak, Bu Alisa tadi pergi ", Ujar salah seorang resepsionis tersebut.
Fandi pun dengan segera berlari ke arah ke arah mobilnya dan segera mengemudikan mobilnya, diambil ponsel yang berada di sakunya dan segera menelfon istrinya.
Ponsel Alisa terus saja berbunyi tapi sengaja ia mengabaikannya.
Taxi pun terus melaju menuju ke rumah besar Bachtiar,
" Terimakasih Pak ", Ujar Alisa sambil menyerahkan uang kepada supir taxi tersebut.
Supir Tersebut menerima uang yang diberi Alisa,
Alisa pun segera keluar dari dalam taxi tersebut,
" Mbak maaf uangnya kebanyakan ", Ujar supir tersebut.
" Tidak apa-apa Pak, buat bapak saja ", Ujar Alisa tersenyum kepada supir taxi tersebut.
" Terimakasih mbak ", Jawa supir taxi tersebut.
Mang Dirman pun melihat Alisa yang berjalan ke arah gerbang langsung saja berlari untuk membukakan pintu gerbang tersebut.
" Non Alisa ", Sapa mang Dirman sedikit kaget karena Alisa datang hanya bersama dengan putranya saja dan menaiki taxi.
__ADS_1
" Silahkan masuk Non " Ujar mang Dirman yang langsung di angguki oleh Alisa.