
Alisa masih menunggu Fandi membuka suaranya.
" Mas kamu mau bicara apa ??", Tanya Alisa yang bernada lebih halus.
" Sayang, mas seperti merasa tidak asing dengan wajah mbak Heni ", Ujar Fandi.
Alisa Kemudian mengernyitkan dahinya,
"emangnya kamu pernah ketemu sama mbk Heni ??", Ujar Alisa curiga.
" Nggak sayang, mas kan cuma bilang gak asing aja sama wajah mbk Heni ", Ujar Fandi menjelaskan.
" Jangan bilang kamu cemburu dengan baby sitter Rafa ??", Tanya Fandi setengah meledek.
" Ya nggak lah mas, kamu apaan sih, aneh ", Ujar Alisa kesal.
Alisa kemudian memalingkan wajahnya,
" Sayang, mas itu pusing, kamu elus-elus dong kepala mas biar enakan dikit ", Ujar Fandi.
Alisa yang merasa suaminya ini tidak berbohong dengan sangat senang mengelus kepala suaminya sampai akhirnya tertidur.
" Kami capek ya mas, maafin aku selalu nyusahin kamu harus bolak-balik kesini jemput aku ", Ujar Alisa sambil berkaca-kaca.
Kerjasama antara Wiratama Corp Dan Bachtiar Group Sudah terjalin dari dulu semenjak masih dipegang oleh kedua orang tua masing-masing, kini mereka hanya meneruskan saja.
Jadi semisal mungkin ada masalah nantinya kedua pasangan suami istri tersebut yang akan saling berdiskusi untuk menyelesaikan masalah antara kedua perusahaan tersebut.
Cukup lama Fandi tertidur, mungkin sudah satu jam lebih membuat paha Alisa merasa kebas, tapi ia tahan tak tega rasanya membangunkan suaminya yang tengah tertidur dan badannya cukup hangat.
Di sentuh lagi kening Fandi oleh Alisa, betapa terkejutnya kini suhu badan Fandi tiba-tiba saja naik membuat Alisa panik seketika,
Kemudian ia segera memindahkan kepala suaminya dan Alisa mencoba untuk bangkit, Alisa kemudian mencoba untuk membangunkan suaminya dan berniat untuk mengajaknya ke dokter.
" Mas, bangun ", Ujar Alisa sambil menepuk pelan pipi suaminya.
Sudah berulang kali Alisa membangunkannya tapi Fandi masih belum membuka matanya.
" Sayang, bangun ayo kita ke dokter ", Ujar Alisa sekali lagi, mata Fandi pun mulai terbuka dengan pelan, Fandi merasakan sakit dikepalanya sehingga membuat ia terus memegang pelipisnya.
" Sayang, sebaiknya kita ke dokter, ayo aku bantu mas berdiri ", Ujar Alisa.
__ADS_1
Fandi hanya menurut saja, Alisa segera mengambil tas nya dan segera menggandeng tangan suaminya untuk turun dari lantai 10.
Mereka berdua menjadi pusat perhatian semua karyawan Alisa, banyak yang iri dengan pasangan tersebut, Fandi yang ganteng dan Alisa yang cantik membuat para kaum hawa tak mampu berpaling jika melihat Fandi, dan begitu sebaliknya jika para kaum Adam melihat Alisa pasti mereka tak akan mampu melepas pandangannya dari wanita cantik tersebut.
Setelah Sampai di loby utama Alisa segera membawa Fandi keluar, " Mana kunci mobilnya mas, biar aku yang bawa ", Ujar Alisa.
" Apa kamu yakin sayang ??, Tanya Fandi yang merasa ragu dengan keahlian Alisa dalam mengemudikan mobil.
" Kamu meragukan ku mas ??", Tanya Alisa.
" Gak usah banyak mikir mas, aku gak mau lihat kamu kayak gini, cepat mana kuncinya ", Ujar Alisa mengulang.
Fandi pun segera memberikan kunci mobilnya, Alisa segera membukakan pintu samping untuk suaminya, setelah memasangkan seat belt dengan benar, Alisa kemudian berlari kecil menuju tempat kemudinya.
Alisa segera memutar kunci tersebut, mobil pun berjalan perlahan tanpa ada masalah, sungguh Fandi tak mengira jika istrinya sangat pandai dalam mengemudikan mobil, selama menjadi istri Fandi, Alisa sama sekali tidak pernah mengemudikan mobilnya, hanya saja sewaktu bekerja di resto nya dulu sekali Alisa membawa mobil sport nya dan pergi bersama Dina.
Setelah satu jam perjalanan akhirnya Alisa membawa suaminya ke dokter pribadinya yang tengah bertugas di salah satu rumah sakit,
Alisa tak menyangka jika dokter pribadi suaminya ternyata teman satu SMA dengan suaminya, jadi Alisa merasa heran kenapa Fandi bisa langsung akrab dengan Dokter tersebut.
" Bagaimana keadaan suami saya Dok ??", Tanya Alisa.
Dokter itu pun mengernyitkan dahinya saat mendengar wanita yang mengantar sahabat nya tersebut mengaku jika Fandi adalah suaminya,
" Maaf, lagi pula bukannya Lo lagi diluar negri", Ujar Fandi.
Dani pun mengingat jika satu setengah tahun yang lalu ia masih berada di luar negri dan belum pulang ke Indonesia.
" Tenang saja mbak, Fandi tidak apa-apa cuma kecapean aja ", Ujar Dani yang membuat Alisa lega.
Dokter Dani pun menuliskan beberapa resep obat penurun panas, dan vitamin untuk menambah daya tahan tubuh Fandi.
Setelah menerima resep tersebut Fandi pun berniat untuk berpamitan.
" Terimakasih Dan, kalau gitu gue pulang dulu", ujar Fandi.
" Sama-sama Fand ",.
Kemudian sebelum Fandi melangkahkan kaki nya Dani kemudian menepuk bahu Fandi.
" Fand, Lo dapat dari mana bini cantik kayak gini ", Ujar Dani menggoda.
__ADS_1
" Sialan Lo, bini gue bukan orang sembarangan ya, Awas Lo gangguin bini gue", Ujar Fandi sambil menonjok lengan Dani.
"Hahahah ", Dani pun tertawa lepas sehingga membuat Alisa bingung.
" Tenang aja, gue udah punya ", Ujar Dani.
" Syukur deh kalau gitu ", Jawab Fandi tersenyum.
" Kapan-kapan datang ke rumah gue Dan ", Ujar Fandi.
" Iya makasih bro, kalau ada waktu gue pasti kesana ",
" Dan jangan lupa Lo bawa pasangan Lo , Ujar Fandi.
" Pastinya ", Jawab Dani.
Akhirnya Fandi dan Alisa pun keluar dari ruangan dokter Dani, setelah menebus obat di apotek yang ada dirumah sakit tersebut, Fandi dan Alisa langsung saja menuju kerumahnya agar Fandi bisa beristirahat.
Alisa kembali mengemudikan mobilnya, Fandi awalnya menolak, tapi Alisa tak akan membiarkan suaminya disaat kondisinya seperti ini mengemudikan mobilnya sendiri.
Alisa membelah jalanan ibukota pada sore ini, meskipun belum waktunya jam pulang karyawan, jalanan yang dilalui Alisa terlihat sedikit macet.
Alisa Kemudian melihat ke arah suaminya berada, Fandi tampak menyandarkan kepalanya di sandaran mobilnya dan sesekali memejamkan matanya.
" Mas, kamu tidak apa-apa ??", Tanya Alisa yang masih sedikit khawatir dengan keadaan suaminya.
Bukannya dijawab oleh Fandi, Fandi kini malah menyandarkan kepalanya di bahu Alisa.
" Jangan khawatir, mas tidak apa-apa ", Ujar Fandi.
Tak seperti biasanya Fandi hari ini begitu manja kepada istrinya, apalagi ia tengah sakit seperti ini sehingga tak ada alasan lagi untuk ia tetap berada disamping istrinya.
Setelah sampai di depan pintu gerbang rumahnya, Alisa segera memasukkan mobilnya ke dalam halaman rumahnya setelah pak Udin membukakan pintu.
Kembali ia berlari kecil untuk membukakan pintu untuk suaminya.
" Hati-hati mas jalannya ", Ujar Alisa.
" Makasih ya sayang, sudah sangat perhatian sama mas ", Ujar Fandi.
" Itu sudah menjadi kewajiban ku sebagai istri mu mas ", Jawab Alisa.
__ADS_1
Alisa kemudian segera masuk kedalam dengan tetap menggandeng tangan suaminya agar suaminya tetap bisa berjalan meskipun pelan.