
Keaadaan Alisa sudah kini sudah mulai pulih, Dokter Tamara yang pagi tadi mengecek keadaan Alisa mengatakan jika siang ini Alisa dan Baby Rafa sudah boleh pulang.
Fandi yang kini sedang sibuk mengemasi barang-barang istrinya terlihat tersenyum saat melihat Alisa sedang menggendong Rafa yang tengah tertidur.
" Sudah sayang ayo kita pulang ", Ujar Fandi.
Kemudian Fandi segera mengambil kursi roda yang sudah disiapkan oleh suster tadi pagi untuk membawa Alisa menuju loby rumah sakit.
" Mas aku bisa jalan kok, ngapain pakai kursi roda ", Ujar Alisa heran.
" Mas tidak mau kamu kesakitan sayang, lagi pula bekas jahitan mu juga masih basah ", Ujar Fandi.
Dengan segera Alisa kemudian duduk di kursi roda dan Fandi kemudian mendorong nya sampai menuju loby rumah sakit.
" Sebentar sayang, mas mau ambil mobil dulu", Ujar Fandi yang langsung diangguki oleh Alisa.
Alisa terus saja memandangi wajah Rafa yang begitu menggemaskan menurutnya.
Hidungnya yang mancung semakin membuat Rafa terlihat sangat lucu.
Setelah sampai Dirumah Alisa langsung disambut oleh Keluarga besar mereka berdua.
Mama Mira yang sedari pagi tadi sudah disana kini tengah menyambut kedatangan cucu nya dirumah ini.
" Sini Mama gendong Rafa nya ", Ujar Mama Mira yang langsung di berikan oleh Alisa.
Para orang tua lainnya langsung saja mengerubungi bayi mungil tersebut, Terlihat mereka sedang berdebat dengan kemiripan dari Rafa.
Mama Mira yang menyebut Rafa mirip Kakek nya dan Papa Ardi juga tidak mau kalah dengan besannya tersebut.
" Maaf Bu Mira seperti nya Rafa lebih mirip saya ", Ujar Papa Ardi bangga.
Alisa dan Fandi seketika tersenyum melihat perdebatan kecil antara Kakek dan nenek baru Tersebut.
" Kita kekamar saja sayang, biarkan saja mereka masih ingin bersama Rafa ", Ujar Fandi.
Fandi segera menuntut istrinya untuk naik kekamar atas untuk segera istirahat.
Fandi dengan hati-hati membantu istrinya untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang besar tersebut.
" Jilbab nya di copot aja ya sayang, Kamu nanti gerah ", Ujar Fandi yang langsung diangguki oleh Alisa.
Fandi dengan telaten mengurus segala keperluan Alisa sendiri, ia mau jadi suami siaga tentunya untuk Alisa dan ayah yang baik untuk Rafa.
__ADS_1
Dengan ikut merebahkan tubuhnya Fandi terlihat begitu lelah, " Kamu tidur saja mas, aku mau menunggu Rafa ", Ujar Alisa.
" Mas tidur dulu ya sayang ", Ujar Fandi yang kini mulai memejamkan Matanya.
Baru beberapa menit Fandi sudah terbawa oleh mimpinya Alisa yang masih menunggu Rafa kini mencoba untuk turun dari ranjang sendiri.
Perlengkapan Rafa sudah tertata dengan rapi di kamar nah sekarang, mulai dari box bayi yang berada di samping tempat tidur tersebut.
Tak lama kemudian Mama Mira datang dengan menggendong Rafa yang sedang menangis karena kehausan.
" Kayaknya Rafa haus deh sayang, coba kamu kasih ASI ", Ujar Mama Mira.
Alisa dengan segera menggendong Rafa dan langsung saja menyusuinya.
Benar saja , Rafa kini tengah menyusu dengan kuat dan perlahan matanya mulai terpejam, Bayi mungil tersebut langsung saja tertidur saat ia sedang menyusu kepada Mommy nya.
Alisa kemudian meletakkan Rafa dengan hati-hati kedalam box bayi agar Rafa tidak sampai terganggu tidurnya.
Alisa mulai berjalan keluar setelah menidurkan Rafa tadi, perutnya sudah mulai lapar lagi.
Dimeja makan semuanya sudah berkumpul, Kecuali kakek yang tidak bisa datang hari ini karena ada kunjungan ke perusahaan cabang.
" Sayang,kamu kok turun sendiri, Fandi mana ??", Tanya Mama Mira.
" Aku lapar mah ", Ucap Alisa kepada Mama Mira.
Alisa kemudian duduk bersama dengan keluarganya dan sedang menikmati makan siang mereka.
" Kita adain acara aqiqah nya Rafa di rumah sini saja, Kasihan jika kamu harus bolak-balik kerumah Mama lagi ", Ujar Mama Mira.
" Papa juga setuju sayang, bagaimana pak Dimas?? ", Tanya Papa Ardi kepada Papa Dimas.
" Saya juga sangat setuju pak Ardi, lagi pula disini juga sama saja, toh mereka sekarang sudah tinggal dirumah sendiri ", Ujar Papa Dimas.
Alisa sangat menikmati makan siangnya hari ini, porsi makannya juga bertambah dari sebelumnya, mungkin karena efek dari menyusui sehingga Alisa mudah sekali lapar saat ini.
" Mama sapa Papa pulang dulu ya sayang, besok Mama kesini lagi ", Pamit Mama Mira kepada Alisa.
" Iya Mah, hati-hati dijalan ", Jawab Alisa sambil mencium tangan Mama Mira.
" Ya sudah Mama ke mobil dulu, kasihan Papa nunggu dari tadi ", Ujar Mama Mira.
Mama Mira dan Papa Dimas akhirnya pulang terlebih dahulu, sedangkan Papa Ardi masih enggan untuk meninggalkan cucu kesayangannya.
__ADS_1
" Pah, kalau Papa capek Papa istirahat saja ", Ujar Alisa.
" Iya sayang, Papa istirahat dulu kalau begitu", Ujar Papa Ardi.
Alia berjalan kembali menuju kamarnya secara pelan-pelan dan hati-hati, Saat sudah sampai di kamar terlihat Fandi yang masih belum bangun membuat Alisa segera menghampirinya dan duduk di sampingnya.
" Terimakasih sudah mau menjagaku mas, Kami sangat beruntung memiliki mu ", Ujar Alisa sambil mengelus pundak Fandi.
Kemudian Alisa mencondongkan tubuhnya sedikit untuk sekedar mencium Pipi suaminya.
Terdengar Rafa kini mulai menangis pertanda bayi tersebut sudah bangun dan minta digendong,
" Sayangnya mommy sudah bangun nak ", Ujar Alisa sambil mencium pipi Rafa.
" Daddy nya juga mau di cium nih " Ujar Fandi yang sudah bangun dan sedang duduk ditepi ranjang.
" Mas gak boleh iri dong sama anak sendiri ", Ujar Alisa.
" Mas mulai sekarang harus terbiasa dengan kehadiran rafa, Jangan cemburu kalau aku lebih perhatian dengan Rafa ya ", Ujar Alisa.
" Iya sayang, sini duduk sini Daddy juga mau lihat Rafa ", Ujar Fandi menyuruh Alisa untuk menghampirinya.
Fandi sangat terlihat senang melihat Rafa, wajah Rafa sangat mirip dengannya, mulai dari matanya beserta hidungnya.
" Tapi kalau malam Daddy boleh pinjam Mommy kan ??", Ujar Fandi.
" Mas jangan mulai lagi dong, aku baru saja melahirkan, dan kamu harus puasa 40 hari ya untuk gak menyentuh ku ", Ujar Alisa.
" Kenapa lama sekali sayang ??" Tanya Fandi yang protes.
" Mas ...??", Ujar Alisa sambil mencubit perut Fandi.
" Iya sayang Mas cuma bercanda kok ", Ujar Fandi tersenyum.
" Semoga Daddy bisa sabar ya ", Ucap Fandi.
Fandi segera memeluk tubuh istrinya, Fandi sangat bahagia sekali karena keluarganya sudah lengkap dengan kehadiran Rafa ditengah-tengah mereka.
" Daddy mandi dulu kalau begitu, nanti giliran Daddy yang bantuin Mommy untuk mandi ", Ujar Fandi.
Fandi masih tidak mengizinkan Alisa untuk mandi sendirian, Fandi akan terus membantu istrinya untuk mandi sampai keadaannya benar-benar pulih.
Semoga Fandi masih bisa bertahan ya berdua dengan Alisa di kamar mandi.
__ADS_1