
" Sayang, masih lama kah ??", Tanya Fandi.
" Mas, pertanyaan itu baru kamu tanyain tadi malam lho ", Ujar Alisa heran.
" Masak sih, mas rasa udah lama deh kayaknya ", Ujar Fandi mengingat.
Alisa pun menggelengkan kepalanya, ia tahu suaminya pasti begitu sangat menginginkan nya, tapi apa boleh buat jika sedang seperti ini Alisa juga tidak bisa berbuat apa-apa.
" Mas aku lapar ",Ujar Alisa yang merasakan perutnya sudah mulai keroncongan karena Rafa sudah mulai menyusu sangat kuat.
" Mau makan apa ??", Tanya Fandi.
" Hm... Yang enak, yang banyak ", Ujar Alisa tersenyum,
" Baiklah tuan putri , mas akan pesankan sekarang, jadi kamu gak usah kemana-mana apalagi keluar dari ruangan ini ", Ujar Fandi.
Alisa hanya menurut saja, dengan satu kali perintah makanan yang dipesan bosnya akan segera disiapkan oleh para koki yang ada di dapur.
Setengah jam kemudian dua orang pegawai sudah menata rapi makanan tersebut di atas meja, makanan ini sangat lezat dan menggiurkan bagi Alisa.
Alisa kemudian mengambil makanan tersebut dan langsung memakannya, Perutnya kini sudah kembali terisi.
" Mas kamu kok gak makan juga??", Tanya Alisa yang melihat Fandi hanya memandang nya sedari tadi.
" Mas mau disuapi sayang ", Ujar Fandi yang mulai dengan tingkah manjanya.
"Mumpung si kecil lagi tidur, Daddy nya bisa kuasain Mommy nya ",Ujar Fandi sambil tersenyum.
Alisa tak habis pikir dengan suaminya ini, Tapi ada benarnya yang dikatakan tadi, kalau Rafa bangun tentu ia tidak bisa berduaan seperti dengan Fandi.
Suapan demi suapan sudah mendarat di mulut Fandi, Alisa yang tadinya ingin makan sendiri malah kini sedang menyuapi suaminya yang sangat manja ini.
" Sekarang mas mau suapin kamu juga sayang, ayo buka mulutnya ", Perintah Fandi yang dengan senang hati Alisa lakukan.
Tak berapa lama kemudian terdengar suara tangisan Rafa dari dalam kamar, segera Fandi berjalan untuk meraih Rafa dalam gendongannya.
" Anak Daddy rupanya sudah bangun ya ", Ujar Fandi.
Fandi segera membawa Rafa keluar dan duduk kembali bersama istrinya.
" Sini nak, Rafa haus ya ", Ujar Alisa yang kemudian segera menyusui Rafa.
__ADS_1
Bayi itu terlihat sangat haus sekali, dia sangat kuat sekali dalam menyusu, Alisa juga terlihat mengelus pipi gembul putranya tersebut.
Setelah Rafa merasa kenyang, bayi itupun Sudah kembali tertawa riang, Sesekali Rafa melihat ke arah langit-langit ruangan itu dan kemudian melihat ke arah Daddy nya yang sedang bekerja.
" Daddy masih lama apa gak?", Tanya Alisa.
" Daddy gak lama kok mom, bentar lagi, emangnya kenapa??", Tanya Fandi.
" Mommy lagi pingin jalan-jalan Dad ", Ujar Alisa.
" Baiklah Mommy dan Rafa tunggu sebentar ya, Daddy mau beresin meja kerja Daddy ", Ujar Fandi tersenyum.
Mereka kini sudah keluar dari ruangan Fandi, ketika Fandi sedang menutup pintu tersebut Fandi tiba-tiba teringat sesuatu yang tertinggal di meja kerjanya.
" Sayang, sebentar, ada yang tertinggal "Ujar Fandi yang kembali masuk kedalam ruangannya.
Dina yang melihat bos dan istrinya keluar Segera menghampirinya.
" Al, sudah mau pulang ??", Tanya Dina.
" Iya kak ", Jawab Alisa dengan tersenyum.
Dina kali ini sudah tidak tahan lagi untuk tidak menggendong bayi tampan tersebut.
Alisa segera menyerahkan Rafa kedalam gendongan Dina, " Rafa kamu tambah gemuk ya ", Ujar dina yang tak henti-hentinya mencium pipi Rafa.
Dina memang sangat suka sekali dengan anak kecil, adiknya saja ia rawat sendiri dirumah karena ibunya kini sedang sakit.
Fandi kemudian keluar kembali dari ruangannya, setelah mengunci pintunya Fandi segera menghampiri istri dan anaknya.
" Ayo sayang, kita berangkat ", Ujar Fandi mengajak Alisa keluar.
" Saya pulang dulu Din, kalau ada masalah cepat hubungi saya ", Ujar Fandi.
" Baik pak ", Jawab Dina sambil mengantar bosnya keluar dari dalam Resto, kemudian Dina segera menyerahkan kembali Rafa ke dalam gendongan Alisa.
" Bye Rafa ", Ujar Dina sambil melambaikan tangannya ke arah Rafa.
" Bye,bye juga Tante ", Jawab Alisa sambil menggerakkan pelan tangan Rafa.
Fandi segera mengemudikan mobilnya menuju ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota nya.
__ADS_1
Sudah lama sekali Fandi tidak mengajak istrinya ke mall, apalagi semenjak Rafa lahir tak pernah Alisa keluar seperti sekarang ini.
Fandi telah menyiapkan kereta dorong yang selau ada di bagasi mobil nya untuk dia pakai di saat seperti ini, dengan mendorong kereta dorong Rafa, bayi tersebut juga tampak menikmati suasana yang belum pernah ia datangi.
" Mas, ke baby shop ya ", Ajak Alisa saat melihat baju-baju seusia Rafa yang di gantung di dekat kaca toko Tersebut.
tanpa menjawab Fandi segera membelokkan kereta dorong Rafa dan memasuki toko Tersebut.
Alisa hampir saja bingung dengan semua pakaian seukuran Rafa yang membuat ia terlihat bingung, " Ini bagus, yang itu juga bagus, semuanya kok bagus aku jadi bingung milihnya ", ujar Alisa yang saat ini tengah sibuk memilihkan baju untuk Rafa.
" Kenapa sayang ??", Tanya Fandi yang menghampiri istrinya.
" Aku bingung milihnya mas, semua ini bagus", Ujar Alisa.
" Jika kamu bingung, Ambil semua Sayang ", Ujar Fandi yang justru tak ingin repot-repot memilih baju.
" Jika dibeli semuanya nanti mubazir mas, Rafa kan cepat besar, pasti satu dua bulan lagi udah gak muat", Ujar Alisa.
" Ya sudah kamu pilih yang menurut kamu paling bagus aja ", Ujar Fandi.
Kemudian Alisa menjatuhkan pilihannya di kemeja brrwarna Dongker dan celana jeans pendek untuk Rafa.
Setelah selesai membayar, Alisa dan Fandi segera keluar dan menuju ke arah barang-barang khusus Wanita.
Alisa Kemudian segera menuju ke arah etalase yang menyediakan perlengkapan baju dalam nya, Alisa kemudian memilih BH yang sesuai dengan ukuran Pay*daranya saat ini.
" Kok beli yang besar sayang ??", Tanya Fandi kepada istrinya.
" Mas, kan ini udah lebih besar sekarang, apalagi aku menyusui Rafa, jadi ukuran nya juga tambah ", Ujar Alisa Setengah berbisik.
" Oh, ya udah aku tunggu di sana ya ", Ujar Fandi sambil menunjuk ke arah kursi yang ada di luar toko.
Alisa dan Fandi kemudian beralih menuju ke toko yang menyediakan berbagai gamis dan kerudung, segera ia masuk dulu dan hendak mendahului istrinya.
" Mas, mau beli apa ??", tanya Alisa.
" Mau beli baju dong sayang ", Ujar Fandi.
" Iya tahu mau beli baju, tapi buat siapa?", Tanya Alisa yang membuat Fandi Seketika tertawa.
" Kamu aneh deh sayang, masuk kesini ya mau beli baju buat kamu lah ", Ujar Fandi.
__ADS_1
" Gak usah deh mas, baju aku udah banyak ", Ujar Alisa menolak karena bajunya saja sudah banyak sekali dan Alisa pun juga tidak setiap hari memakainya.