
Para orang yang disewa oleh Fandi sudah menyebar, ia akan mencari Handoko yang tengah bersembunyi dan membawa sejumlah uang yang sangat besar.
Mereka pun kini mulai melacak keberadaan Handoko dari dimana tempat terakhir ia kunjungi dan nomor telfon yang terakhir ia hubungi semuanya pun sudah dikantongi informasi nya oleh para orang tersebut.
Menurut informasi, terakhir kali Handoko sebelum meninggalkan kota Bandung ia memesan tiket penerbangan menuju Kalimantan, Handoko juga lepas landas dari bandara pukul 11 malam karena ia takut sampai ia ditangkap dan di masukkan kedalam penjara.
Sementara itu Surya, semenjak ditolak mentah-mentah oleh Fandi ia pun juga terlihat kebingungan, ia pun sudah tidak dapat meminta bantuan kepada siapapun karena semua sudah mundur dan tak bisa dihubungi, Bu Susi pun terlihat kurang sehat sekarang, ia mengalami sakit kepala semenjak ia mengetahui jika perusahaan nya sudah bangkrut dan semua dana dibawa kabur oleh Handoko direktur keuangan di perusahaan nya.
Surya melihat ke arah istrinya yang begitu memperihatinkan, Bu Susi terlihat masih memejamkan matanya di atas ranjangnya, Bu Susi sedari tadi hanya memanggil nama Fattiya putrinya yang tak kunjung pulang, bahkan Fattiya sekarang tidak tahu kondisi orang tuanya.
" Maafkan Papa mah, dan maaf kan papa juga yang tak dapat membawa Tya pulang kerumah ", Ujar Surya saat melihat istrinya terbaring lemah, wajah Bu Susi sangat pucat, ia masih terus memanggil nama Tya sampai sekarang ini.
Malam pun tiba, tapi Surya masih enggan menyentuh makan malamnya, ia sudah kalut bagaimana cara keluar dari masalahnya yang cukup besar ini.
Ditempat lain, Fattiya tengah selesai dengan pemotretan nya yang terakhir, feri masih terus membujuk kekasih nya itu untuk pulang, Bahkan feri sudah tau kondisi orang tua Tya sekarang yang mengalami kebangkrutan.
" Sayang, apa kamu masih tidak ingin pulang??", Tanya feri disela Tya tengah membereskan barang-barang nya di lokasi pemotretan nya.
Tya pun mendongakkan kepalanya, sudah beberapa kali feri mengatakan itu membuat Tya kesal.
" Kenapa kamu membahas itu lagi, aku sedang tidak ingin membicarakan nya ", Tya pun berlalu dan meninggalkan Feri yang masih duduk menatap dirinya.
" Tapi kondisi orang tuamu tengah tidak baik sayang, apa kamu tidak kasihan dengan mereka ??", Mau tidak mau feri harus memberitahukan masalah yang dialami oleh orang tua kekasihnya tersebut.
Tya kembali mendongakkan kepalanya, " Maksud kamu apa ??", Tanya Tya kepada Feri, sejujurnya Tya Memang tidak tahu masalah yang dialami oleh orang tuanya.
" Orang tuamu bangkrut sayang, apa kamu tidak ingin membantunya, jika tidak apa kamu tidak ingin melihatnya ??", Feri pun mulai mencari celah agar Tya mau pulang menemui orang tuanya.
" Pulanglah sayang, temui orang tuamu, aku yakin mereka sekarang tengah membutuhkanmu ", lanjut Feri kepada Tya.
Tya pun mulai memikirkan nya, memang ia sangat merindukan orang tuanya, apalagi mamanya.
" Bagaimanapun kalau mereka masih tidak mau merestui hubungan kita ??", Tanya Tya kepada Feri.
__ADS_1
" Jika itu masih terjadi, aku berjanji kepadamu, kita akan berjuang bersama-sama, dan sebaliknya aku akan memperjuangkan mu ", Jawab Feri dengan penuh keyakinan.
Tya pun akhirnya luluh, ia pun mengangguk dan bersedia untuk kembali pulang menemui orang tuanya.
Feri pun tersenyum lega, akhirnya apa yang ia lakukan tidak pernah sia-sia.
" Sebaiknya kita langsung ke apartemen kita kemasi barang-barang kita ", Ujar Feri membuat Tya mengangguk.
Mereka pun berjalan keluar dari area pemotretan dan segera menuju ke mobil mereka.
🌸🌸🌸
Pagi ini Fandi tengah disibukkan dengan Rafa yang tengah berlari kesana kemari membuat Fandi menjadi kwalahan mengejar putranya.
" Sayang, jangan lari-lari terus Daddy sudah lelah ", Fandi pun akhirnya bisa menangkap Rafa dan membawanya kedalam pangkuannya, peluhnya sudah membanjiri kening dan sekitar wajahnya,
Alisa yang mendengar suara Suami nya akhir menghampiri mereka yang berada di halaman belakang.
Alisa membawa sebuah nampan yang berisikan kopi kesukaan Suaminya dan sebotol susu formula untuk Rafa yang pastinya sudah lelah karena berlarian sejak pagi tadi.
" Terimakasih sayang ", Fandi langsung saja meminumnya dan menikmati kopi khas buatan istrinya.
Rafa juga sudah menghabiskan susu didalam botolnya dalam sekejap dan Fandi dan Alisa pun tersenyum melihat putranya itu.
" Haus banget ya sayang ", Ujar Fandi kepada Rafa.
Anak itu seketika tersenyum, wajah Rafa sangat mirip sekali dengan Daddy nya membuat Fandi begitu membanggakannya.
"Hmmm... Rafa itu mirip aku ya sayang ", Fandi pun menjawil pipi putranya tersebut.
Alisa pun menatap suaminya,
" Ya mirip aku lah mas, kan aku mommy nya ", Mereka pun kini saling berebut kemiripan putranya,
__ADS_1
Alisa pun cemberut membuat fandi seketika tertawa,
" Rafa, lihat mommy mu kalau cemberut sangat lucu sekali ", Fandi pun kini menggoda istrinya tersebut.
Alisa pun tak tahan, ia kemudian tertawa,
" Mau mirip aku atau kamu yang penting Rafa selalu sehat dan pintar ya nak ", Alisa pun memeluk putranya tersebut.
" Iya sayang, yang terpenting Rafa selalu sehat dan tetap terus menjadi kebanggaan kita ", ujar Fandi.
Alisa pun menoleh ke arah jam dinding, sudah hampir siang, dan mereka pun harus segera bersiap menuju ke kantor mereka masing-masing.
Kini Rafa sudah diambil alih oleh Bi sum, semenjak ada Bi sum Bu Mira akan ke rumah putranya seminggu dua kali, itu pun atas permintaan Fandi, Fandi tak mau jika mamanya akan kelelahan jika terus saja bolak balik dari rumah ke rumahnya.
Didalam kamar Alisa sedang sibuk berdandan di depan cerminnya, Fandi yang melihat istrinya begitu cantik segera menghampiri nya,
" Kita sudah hampir dua tahun sayang hidup bersama, apa kamu bahagia hidup bersama mas ??", Tanya Fandi kepada Alisa.
Alisa kemudian memutar badannya menghadap ke arah suaminya, ia kemudian menangkupkan wajah Suaminya.
" Aku bahagia mas, aku sangat bahagia, terimaksih sudah hadir dalam hidup ku ", Ujar Alisa.
Fandi pun memeluk istrinya dengan mesra,
" Mas juga bahagia bisa memilikimu sayang, teruslah hidup mendampingi mas selamanya, kita akan membesarkan anak-anak kita bersama dan kita akan menua bersama ", ujar Fandi.
"Pasti mas, itu sudah impianku ketika aku sudah hidup bersama denganmu mas, aku hanya ingin selalu bersamamu sampai maut memisahkan kita ", Ujar Alisa yang masih memeluk tubuh suaminya.
Fandi sudah merencanakan kejutan ulang tahun pernikahannya dengan Alisa, Ia akan membuat kejutan yang membuat Alisa bahagia.
Mereka pun menyudahi pelukan mereka, Alisa pun kembali menatap cermin yang ada di depannya,
" Sudah sayang ??", Tanya Fandi kepada istrinya.
__ADS_1
" Sudah mas, ayo kita berangkat ", Mereka pun berangkat bersama menuju kantor mereka masing-masing.