Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
48.


__ADS_3

Anton yang mendengar penuturan Alisa langsung saja terdiam, Ini adalah salah satu kesempatan Fandi untuk segera membalas pukulan yang dilakukan Anton kepadanya,


Anton yang masih saja terdiam tidak menyadari jika Fandi sudah berdiri dan melayangkan satu pukulan keras ke wajah Anton.


" Bughhh... Bughhh... Bughhh..", Beberapa kali Fandi memukul Anton hingga Anton tersungkur dan tak berdaya.


" Jangan pernah lagi mengganggu Alisa lagi, dia sudah menjadi calon istriku, Ingat itu !!!", Ucap Fandi kepada Anton untuk memberi peringatan dengan tegas.


" Ayo sayang kita pergi dari sini " Ucap Fandi sambil menggandeng tangan Alisa .


Setelah berada didalam mobil, Alisa masih tetap terus mengusap wajah Fandi dengan pelan, ia seka darah yang keluar dari sudut bibir Fandi dengan perlahan.


" Mas, kita kerumah Sakit aja ya " Ajak Alisa yang kemudian ditolak oleh Fandi.


" Gak usah sayang, ini cuma luka kecil aja, dikompres dan di oles salep aja besok juga udah baikan ", Ucap Fandi.


" Tapi kan mas, luka memar mu sangat banyak, aku takut nanti jika tidak di obati akan semakin sakit ??", Ucap Alisa yang masih terus membujuk Fandi.


" Aku gak apa-apa kok sayang, Lebih baik kamu aja yang obati luka aku ??", Ucap Fandi yang langsung di angguki oleh Alisa.


Setelah melewati perjalanan , kini Fandi dan Alisa sudah sampai di Apartemen Fandi.


Setelah Fandi dan Alisa memasuki Apartemen Fandi, Alisa langsung menuju dapur dan mengambil air es dan lap untuk mengompres luka Fandi.


Tak lupa juga Alisa mengambil kotak obat yang berada di kamar Fandi.


Alisa pun mengompres luka Fandi dengan hati hati, " Tahan dikit ya mas, Mungkin Ani agak sakit dan perih ", Ucap Alisa yang mengompres bagian sudut bibir Fandi yang berdarah.


Kemudian Alisa beralih ke bagian pipi dan lainnya, setelah selesai mengompres, Alisa segera mengoleskan salep pereda nyeri ke bagian wajah Fandi yang lebam.


" Sebaiknya kamu istirahat mas, " Ucap Alisa yang sedang berjalan keluar menuju dapur.


Fandi pun tidak mendengarkan perkataan Alisa, Sekarang ia malah mengikuti Alisa menuju dapur.

__ADS_1


" Mas, kenapa kamu malah ngikutin aku ", Ucap Alisa kesal.


Fandi tidak merespon Alisa sama sekali, ia hanya memandangi wajah alis dan seketika memegang tangan Alisa dan hendak mengatakan sesuatu.


" Sayang, tatap mata ku ", Perintah Fandi yang langsung dipandangi wajah Fandi oleh Alisa.


" Kenapa mas, apa ada sesuatu ??", Tanya Alisa yang masih bingung karena tatapan Fandi tidak berpaling kemanapun.


" Sayang, Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku bersama laki - laki itu ", Ucap Fandi yang masih tetap menatap mata Alisa.


" Aku berjanji mas, aku akan tetap selalu disampingmu, sekarang atau selamanya" Ucap Alisa dengan mantap..


" Ceritakan lah, Siapa dia sebenarnya dan kenapa dia menarik tanganmu dan memaksamu untuk ikut dengannya ", Tanya Fandi yang merasa sangat butuh penjelasan dari Alisa.


Alisa kemudian menelan ludahnya dengan berat, ia masih di tatapi oleh Fandi sedari tadi.


" Sebenarnya dia adalah mantan kekasihku mas, Namanya Anton, Dia dulu memang baik aku selalu membelanya di depan Papa, Dia tidak pernah menyakitiku, Sampai - sampai suatu hari teman - temanku memberikanku sebuah bukti yang membuat aku nampak kaget dan membencinya, Dia cuma memanfaatkan kekayaan dari Papaku mas, dan dia juga selama ini punya kekasih selain diriku, Aku merasa sangat di bohongi waktu itu, hingga saat aku bertemu dengannya aku sudah tidak ragu lagi untuk memutuskan hubunganku dengannya ", Ucap Alisa sendu.


" Maafkan aku sayang, Aku telah mengingatkan tentang laki - laki brengsek seperti dia ", Ucap Fandi menyesal.


" Aku berjanji sayang, Aku akan terus bersamamu sampai kapanpun, sampai maut yang akan memisahkan kita ", Ucap Fandi yang membuat Alisa tersenyum sembari meneteskan air matanya.


" Terimakasih mas, aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu, laki - laki yang membuat hatiku tenang saat aku menatap matamu pertama kali ", Ucap Alisa.


" Aku juga sangat berterimakasih kepadamu sayang, karena kamu mau menerimaku dengan segala kekuranganku ",


Merekapun sudah menceritakan semua masal lalunya, berharap tidak akan ada masalah lagi sampai pernikahan mereka diselenggarakan.


" Ya sudah mas, kalau begitu aku pamit pulang dulu, aku akan naik taksi, jadi kamu gak perlu mengantarku pulang, kamu istirahat saja, badan mu mungkin sakit semua karena perkelahianmu dengan Anton tadi", Ucap Alisa saat ingin beranjak dari tempat duduknya.


Fandi pun hanya pasrah, Dia hanya mengangguk saja, menahan Alisa pun juga tak mungkin karena saat ini mereka berdua belum ada ikatan pernikahan, Jadi sepertinya Fandi harus bersabar menunggu Alisa sesuai dengan ucapannya sendiri yang akan menikahi Alisa disaat Alisa sudah lulus dan sudah diwisuda.


" Biar aku mengantarmu sampai ke lobi sayang ", Ucap Fandi yang di angguki oleh Alisa.

__ADS_1


Merekapun berjalan keluar menuju lobi yang ada dilantai dasar Apartemen ini, Setelah kurang lebih menunggu selama 15 menit , akhirnya taksi yang dipesan Alisa sudah datang.


" Mas, aku pulang dulu, jangan lupa makan dan istirahat", ucap Alisa.


" Dan satu lagi mas, jangan lupa meminum obat pereda nyeri yang sudah aku siapkan di meja makanmu ", Ucap Alisa yang menunjukkan perhatian kecil terhadap calon suaminya tersebut.


" Iya sayang, akan selalu ku ingat pesan mu ", Ucap Fandi tersenyum.


" Ya sudah aku pulang dulu mas, Assalamualaikum ", Ucap Alisa sambil berlalu dari hadapan Fandi.


" Waalaikum salam , Jawab Fandi yang masih setia menunggu Alisa sampun tak terlihat lagi.


" Hati - hati dijalan ", Imbuh Fandi sambil melambaikan tangannya ke arah Alisa.


Tanpa Alisa dan Fandi sadari seseorang tengah mengikuti arah taksi online yang sedang membawa Alisa .


Ya itu Tania, sudah sedari tadi ia menunggu di depan Apartemen Fandi untuk membuntuti Alisa pergi, Dia sudah teramat penasaran dengan Alisa, Siapa sebenarnya Alisa tersebut.


Dilain tempat Anton kini tengah mengaduh kesakitan saat di obati oleh Ibunya, " Kenapa kamu bisa sampai babak belur begini ?? Tanya Bu Nita yang tengah mengobati Anton.


" Aduh ma, Pelan pelan sakit nih ?? ", Ucap Anton sambil meringis kesakitan.


" Anton tadi berkelahi sama Laki - laki yang mengaku calon suami nya Alisa Bu ??", Ucap Anton kepada ibunya.


" Apa???, Jadi Alisa sudah punya calon suami ??", Tanya ibu Nita kaget.


" Anton Anton kenapa kamu gak becus sekali buat mendapatkan Alisa kembali, Gagal deh semua rencana Ibu untuk mendapatkan seorang mantu anak konglomerat", Ucap Bu Nita kecewa kepada Anton.


" Dasar kamu memang anak tidak berguna, mengambil hati seorang wanita saja tidak bisa", Ucap Bu Nita.


Bu Nita terus memikirkan Alisa yang sangat kecil harapan nya untuk mempunyai seorang menantu seperti Alisa yang seorang putri Konglomerat.


Bu Nita kemudian meninggalkan Anton sendirian yang tengah merasakan sakit diwajahnya.

__ADS_1


" Bu, Mau kemana??, Gimana luka Anton ?? " Ucap Anton yang tak dihiraukan oleh Ibunya.


" Obati saja lukamu sendiri", Ucap Bu Nita ketus.


__ADS_2