Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
64


__ADS_3

" Non, apa yang bisa saya bantu ??", Tanya Bibi yang sudah berada didalam dapur dengan Alisa.


" Bibi tolong bantuin aku buat kue untuk Mas Fandi Papa dan Kakek ", Ucap Alisa.


" Oh itu Non, Sini Bibi bantu ", Ucap Bibi.


Alisa kini tengah serius dengan apa yang ia buat sekarang, dan ia lupa jika ponselnya kini tengah berdering berkali - kali.


" Kamu kemana sih sayang ", Tanya Fandi yang tengah kebingungan karena sedari tadi Alisa tidak mengangkat panggilan nya.


Alisa yang masih sibuk tidak mengerti jika Fandi sudah menelfon ya berpuluh-puluh kali.


"Bi udah aku kukus, Aku tinggal cuci tangan dulu ", Ucap Alisa yang beralih ke arah wastafel.


Kemudian Alisa teringat dimana ponselnya kini berada, ia segera mencari benda pipih tersebut berharap suaminya tidak menelfon ya sedari tadi.


" Ya Allah ", Ucap Alisa yang melihat layar ponselnya yang berisikan panggilan tak terjawab dari suaminya yang sudah dikatakan sangat banyak sekali, bahkan sudah berpuluh-puluh kali.


Segera Alisa menelfon ulang suaminya dan meminta maaf karena sudah mengabaikan telfon darinya.


Fandi kini melihat layar telfonnya yang tiba - tiba hidup. dan menandakan ada panggilan yang masuk, segera ia geser tombol berwarna hijau.


" Halo, Assalamualaikum mas " Ucap Alisa.


" Waalaikum salam sayang, kamu dari mana aja kok telfon dari tadi gak bisa - bisa ", Tanya Fandi.


" Maaf mas, aku dari tadi di dapur sama Bibi, ponsel aku juga selalu aku bawa kok, hanya saja aku tadi menaruhnya di atas meja makan jadi aku gak tau kalau mas telfon ", Ucap Alisa menjelaskan.


" Lain kali jangan gitu lagi sayang, aku hampir gila tau nelfon kamu sudah gak kehitung lagi ", Ucap Fandi.


" Iya mas, aku minta maaf, lain kali aku gak bakalan gini lagi ", Ucap Alisa.


" Ya udah lebih baik kamu istirahat aja, gak usah terlalu capek sayang, aku gak mau pas aku datang nanti aku melihat kamu kecapean ", Ucap Fandi.


" Iya mas ku sayang", Ucap Alisa yang membuat Fandi tersenyum.


" Kamu udah makan mas ?? ", Tanya Alisa.

__ADS_1


" Gimana aku mau makan kalau sedari tadi aku mikirin kamu sayang ", Ucap Fandi.


" Ya udah mas, aku minta maaf ya, lebih baik mas segera makan siang, habis ini juga aku makan siang sama Kakek", Ucap Alisa.


" Iya sayang, ya udah kamu cepetan makan siang ", Ucap Fandi.


" Iya mas, Assalamualaikum ", Ucap Alisa.


" Waalaikum salam sayang ", Jawab Fandi.


Ada rasa lega ketika Fandi sudah mendengar suara istrinya yang baik - baik saja, ada rasa khawatir yang mendalam akibat kejadian malam tadi ketika mereka bertemu Tania tanpa mereka duga.


Ada rasa was - was terhadap Alisa, karena Tania bisa melakukan hal yang diluar dugaan Fandi.


Dengan cepat Fandi menyelesaikan pekerjaannya dan juga ia sudah memesan makan siang yang akan di antar pelayan restonya sesaat lagi.


Ia berharap pekerjaannya cepat selesai sehingga ia bisa cepat pulang dan bertemu Istri yang sudah membuatnya merasa khawatir sejak tadi.


***


Kemudian Alisa berjalan menuju dapur kembali untuk melihat apakah kue yang ia buat sudah matang apa belum.


" Sudah matang Bi?? ", Tanya Alisa.


" Sudah Non, ya sudah kalau begitu Bibi tolong siapkan makan siang, saya mau ke kamar dulu ", Ucap Alisa yang sudah di angguki oleh Bibi.


Alisa kemudian merebahkan sejenak badannya, ia membanting tubuhnya di kasur miliknya yang sangat empuk, Rasa nyaman sudah menjalar ke tubuhnya ketika ia sudah berbaring di ranjang tersebut.


Alisa kemudian melihat ke arah arloji yang sedang ia pakai, " Udah masuk waktu dzuhur ternyata, lebih baik aku sholat dulu ", Ucap Alisa yang segera menuju ke arah Kamar mandi.


Setelah melaksanakan kewajibannya, Pintu kamar Alisa sudah diketuk oleh Bibi " Non, makan siang nya sudah siap ", Ucap Bibi dari balik pintu.


Alisa segera bangkit dan segera membuka pintu, " Iya Bi, makasih ya, habis ini aku turun ", Ucap Alisa.


Alisa kemudian segera melepas mukenanya dan segera menuju ke bawah untuk melaksanakan makan siangnya bersama Kakek.


Kakek sudah menunggu nya sejak tadi ", Ayo Al, kita makan siang dulu ", Ajak Kakek kepada Alisa.

__ADS_1


" Iya kek, " Jawab Alisa sambil menyeret tempat duduk di sebelah kakek dan segera duduk disana.


Mereka makan siang dalam diam, setelah selesai makan siang Kakek kembali menuju ke kamarnya untuk istirahat kembali, mungkin karena faktor usia Kakek sudah tidak bisa berlama-lama jika sudah duduk di kursi seperti ini, " Kakek ke kamar dulu, Kakek mau istirahat ", Ucap Kakek kepada cucunya tersebut.


" Iya Kek, mau Alisa buatin sesuatu ", Tanya Alisa.


" Tidak, terimakasih, kamu istirahat lah, jika nanti suami kamu datang kamu terlihat capek bagaimana ??", Tanya Kakek.


"Iya Kek, habis ini Alisa akan istirahat ", Ucap Alisa sambil menghabiskan sisa makanan yang ada di piringnya.


Alisa kembali ke kamarnya, Rasa kantuk pun sudah melanda, matanya sudah tidak bisa di ajak untuk melihat drama Korea lagi, mungkin karena tadi malam ia tidur kurang cukup, jadi tanpa menunggu lama mata Alisa sudah terpejam.


Tepat jam 2 Fandi sudah menyelesaikan pekerjaannya, kini ia sudah bersiap-siap untuk segera pulang menuju kerumah Papa Ardi, Papa mertuanya untuk menjemput Alisa pulang.


Memerlukan waktu hampir satu jam jika Fandi melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah, kini ia sudah sampai di depan gerbang rumah Papa Ardi.


Pak Galis sudah mendorong pintu gerbang tersebut agar cepat terbuka.


Senyum sudah menghiasi wajah Pak Galih tatakala melihat Menantu dari rumah ini datang.


" Selamat sore mas ", Ucap Pak Galih.


" Selamat sore juga pak ", Jawab Fandi sambil tersenyum.


Fandi segera memarkirkan mobilnya bersamaan dengan beberapa mobil yang dimiliki oleh keluarga Papa Ardi.


setelah itu Fandi segera memasuki rumah dan segera menuju kamar istrinya tersebut,saat ia mengetuk pintu tidak ada sahutan sama sekali, " Mungkin tidur ???" Ucap Fandi. Jadi Fandi membuka pintu kamar tersebut secara perlahan-lahan.


Setelah masuk kedalam Fandi melihat istrinya tengah tertidur dengan pulas, gandi segera melepas sepatunya dan kemejanya bermaksud untuk mengikuti istrinya tersebut untuk istirahat.


Alisa yang sangat pulas tidak menyadari sama sekali jika Fandi sudah berada disampingnya.


Fandi pun tersenyum melihat istrinya yang tengah tidur dan dalam keadaan baik - baik saja.


Ia kecup kening Alisa dengan sangat lembut, ia singkap rambut Alisa yang telah menutupi setengah dari wajah istrinya tersebut.


Setelah lama memandangi istrinya tersebut lama kelamaan Fandi juga ikut tertidur disamping Alisa, mereka tidur dengan sangat nyeyak sampai sore hari.

__ADS_1


__ADS_2