
Alisa terlihat sangat lega dan perasaan nya kini sudah lebih baik dan tidak terlalu khawatir, kini Alisa sedang sibuk berkutat dengan masakannya yang ia masak khusus untuk Suaminya.
Sayur capcay ala-ala Mommy Alisa sudah siap untuk Daddy Fandi seorang, baunya pun sudah menyebar di seluruh rumah membuat orang yang menciumnya langsung merasakan lapar.
Alisa kemudian membuka lemari pendingin nya dan mengambil jus jeruk yang sudah disimpan oleh Bi Jum sore tadi,
Dan tiga gelas jus pun sudah siap dan sudah tertata dimeja makan.
Apron yang masih berada di badannya sudah ia lepaskan kini dan Alisa segera mencuci tangannya, hari ini Alisa tidak mengizinkan bi Jum untuk memasak untuk makan malam, dan Bi Jum kini sedang menjaga Rafa dikamar nya.
" Akhirnya sudah selesai, lebih baik aku panggil mas Fandi dan bi Jum dulu " Alisa Kemudian berjalan menaiki tangga, Pertama ia akan memanggil suaminya terlebih dahulu dan kemudian Alisa akan memanggil Bi Jum juga.
Fandi saat ini sedang merebahkan dirinya di sofa sambil menonton acara televisi yang sedang tayang hari ini, Fandi kemudian melirik jam yang terpasang di dinding nya.
" Sudah jam 7 ternyata ", Gumam Fandi sambil terus melihat acara tv nya.
Fandi sudah lebih tenang juga dan ia sudah melupakan sejenak kejadian tadi siang, Fandi sudah lega karena masalah yang membuat pikiran nya kacau sekarang sudah selesai.
beberapa saat kemudian pintu pun terbuka dan terlihat istrinya yang baru masuk,
" Mas ayo makan malam dulu, semua sudah siap dan aku memasak khusus untuk mu mas", Fandi pun terlihat tersenyum dan kemudian meraih remote tv nya dan langsung mematikan televisi nya.
" Ayo sayang, mas juga sudah lapar ", Fandi kemudian bangkit dari sofa dan berjalan sambil menggandeng tangan istrinya.
Alisa dan Fandi kemudian menuju ke sebelah kamarnya dimana ada Rafa yang sedang ditemani oleh Bi Jum.
Saat Alisa membuka pintu kamar tersebut, terlihat Rafa yang sudah tertidur di dalam box bayinya.
Alisa kemudian mendekat, " Rafa sudah tidur bi ??", Alisa kemudian melihat putranya yang sudah tidur dengan pulasnya di dalam box bayinya.
" Iya Non, padahal bibi cuma mengelus punggung den Rafa, eh taunya den Rafa nya langsung tidur ", Alisa pun tersenyum kepada Bi Jum.
" Ya sudah Bi, sebaiknya kita makan malam bersama, aku sudah masak dan semuanya sudah siap, Ayo Bi nanti keburu dingin ", Alisa dan Bi Jum pun keluar dari kamar yang ditempati Rafa.
__ADS_1
Fandi kini sedang duduk di meja makan sambil menunggu istrinya dan Bi Jum turun dari kamar Rafa, tak lama kemudian dua orang yang ditunggu pun sudah datang dan segera duduk bersama dengan dirinya.
" Ayo Bi silahkan, bibi gak perlu sungkan ", Alisa pun memperlakukan Bi Jum dengan sangat baik.
Alisa kemudian Segera mengambil piring dan segera diisi dengan nasi dan sayur capcay, tak lupa juga Alisa menambahkan lauk di piring suaminya.
Alisa kemudian menyerahkan piring yang sudah ia isi kepada suaminya, Fandi pun dengan senang hati menerima nya.
" Terimakasih sayang ", Alisa pun tersenyum kepada suaminya.
Mereka pun kini makan malam dalam diam, Setelah selesai Alisa segera membersihkan piring bekas mereka makan malam tadi, Alisa kini dibantu oleh Bi Jum, dan setelah selesai Alisa pun langsung menuju kamarnya dan Bi Jum sudah disuruh oleh Alisa untuk segera istirahat.
Sementara itu, Tania kini sedang menikmati makan malamnya di kafe bersama dengan Niko, Tania terlihat sangat cantik dengan menggunakan dress selutut berwarna biru Dongker dengan sepatu senada, begitu juga dengan Niko, dia juga sedang mengenakan kemeja berwarna senada dengan dress milik Tania.
" Tan, ada yang ingin aku sampaikan ", Niko pun berbicara membuat Tania menghentikan makan malamnya.
" Iya, ada apa Nik ??", Tania pun menatap manik mata Niko dalam-dalam dan masih menunggu Niko untuk melanjutkan apa yang sedang ingin ia katakan.
" Aku mau memperkenalkan kamu dengan orang tuaku ", Wajah Niko pun terlihat serius dan Niko pun masih terus menatap wajah Tania.
" Kapan ??", Tanya Tania.
" Besok, aku mau mengajak kamu bertemu orang tuaku besok siang ", Ujar Niko.
Niko merasa jika besok adalah waktu yang tepat karena besok adalah hari libur jadi ia mempunyai waktu banyak untuk membawa Tania kerumah nya.
Tania pun kaget dan merasa sangat gugup,
" Apa tidak terlalu cepat ??", Tania pun bertanya kembali, ia merasa belum siap untuk bertemu dengan orang tua Niko secepat ini.
" Enggak Tan, besok adalah waktu yang tepat, jadi kamu mau kan ??", Tanya Niko berharap Tania mau untuk diajak kerumahnya.
Tania kemudian mengangguk membuat Niko langsung Tersenyum lebar.
__ADS_1
" Besok aku jemput jam 10 pagi ", Niko Kemudian melanjutkan makan malamnya dengan senyuman yang selalu terukir diwajahnya.
Berbeda dengan Tania, wanita ini terlihat sangat gelisah karena ia akan dipertemukan dengan keluarga Niko secara langsung.
Bukannya Tania tidak mau, tapi Tania rasa ini terlalu cepat dan jujur Tania masih belum siap.
Niko pun dapat melihat raut wajah Tania yang sedang gelisah, bahkan makanannya yang ia makan tadi tidak ia sentuh Setelah mendengar perkataan Niko.
" Kamu tidak perlu khawatir Tan, aku akan selalu disampingmu", Ujar Niko agar Tania merasa lebih tenang dan. tidak merasa gugup.
Tania pun tersenyum kembali, ia tak mau menunjukkan rasa gugup nya kepada Niko lagi.
Setelah itu mereka segera pulang dan Tania masih saja diam,
" Tan kamu kenapa?", Niko pun bertanya kepada Tania.
" Aku tidak apa-apa Nik, aku hanya mengantuk saja ", Jawab Tania bohong.
Tania kini berpura-pura menguap agar Niko percaya jika dirinya benar-benar sedang mengantuk.
" Kamu tidur aja dulu Tan, nanti kalau sudah sampai di ruamyh aku bangunin kamu ", Tania pun mengangguk dan ia pun juga berpura-pura tidur di dalam mobil tersebut
Tak lama kemudian mobil Niko sudah sampai di depan rumah Tania, Niko pun segera membangun kan Tania dengan cara perlahan agar tidak mengagetkan nya.
" Tan, sudah sampai, ayo turun ", Tania kemudian segera membuka matanya dan kemudian segera turun dari mobil Niko.
" Terimakasih Nik, kamu mau mampir dulu ??" Tania pun menawari Niko untuk mampir sebentar dirumahnya, biasanya Niko akan berbincang-bincang terlebih dahulu bersama Papanya Tania.
" Terimakasih Tan, tapi sepertinya aku langsung pulang saja, lagi pula kamu harus segera istirahat ",
" Ya sudah kamu hati-hati dijalan ", Jawab Tania.
" Baik Tan, jangan lupa salamkan ke Om ya, maaf aku gak bisa mampir, dan jangan lupa besok jam 10 aku jemput ", Ujar Niko membuat Tania tersenyum.
__ADS_1
Tania kemudian melambaikan tangannya Setelah melihat mobil Niko pergi dari halaman rumahnya