Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
37. Pertengkaran


__ADS_3

Keesokan harinya Alisa sudah kembali bekerja di Resto, Ia nampak sangat bahagia karena bisa kembali bekerja setelah Lebih dari tiga hari yang lalu mengajukan cuti kepada Fandi.


" Hai kak", ucap Alisa kepada Dina dan Dewi.


" Hai juga Al ", Jawab mereka berdua.


"Akhirnya kamu datang juga Al, tiga hari ini Resto sepi kalau gak ada kamu", ucap Dina.


Alisa pun terkekeh, " Kakak ada ada aja " Ucap Alisa sembari tersenyum.


" Ya udah aku kebelakang dulu ya kak, aku mau ganti baju dulu" , ucap Alisa sambil berjalan menuju ke loker yang ada di sebelah dapur.


Setelah Alisa pergi, dari luar nampak ada seorang wanita sexy badannya tinggi semampai dengan dress berwarna maroon dan rambut nya yang dibiarkan tergerai sedang berjalan ke dalam Resto.


"Selamat siang mbak", ucap Tania.


" Selamat siang juga mbk, ada yang bisa saya bantu", tanya Dewi yang berada di Meja Kasir.


"Saya ingin bertemu dengan Fandi, apa dia ada di ruangannya", ucap Tania.


" Maaf mbak, apa anda sudah membuat janji ??" Tanya Dewi.


" Iya " , Ucap Tania berbohong.


"Silahkan tunggu sebentar, saya akan menghubungi pak Fandi terlebih dahulu", ucap Dewi sambil meraih gagang telfon yang ada di meja tersebut.


" Selamat siang Pak, ada yang ingin bertemu dengan anda ", Ucap Dewi dari seberang telfon.


" Suruh dia keruangan saya", Ucap Fandi menyahuti.


Fandi tidak tau kedatangan Tania ke Resto nya, dia pikir yang datang adalah salah satu rekan bisnisnya yang hari ini memang sedang ada janji dengannya.


" Silahkan masuk mbak, Pak Fandi sudah menyuruh Anda untuk masuk kedalam ruangannya", Ucap Dewi.


Tanpa mengucapkan terimakasih Tania langsung saja berjalan menuju ruangan Fandi .


"Dasar gak punya rasa terimakasih", ucap Dewi sebal.


Tania kini berjalan menuju ruangan Fandi tanpa mengetuk pintu dan tanpa permisi langsung saja dia masuk ke ruangan tersebut.


" Hai Fand???", sapa Tania dengan nada manjanya.


Fandi yang masih serius dengan layar laptopnya merasa mengenal suara yang sedang memanggil dirinya.


Tania langsung duduk di depan meja Fandi Tanpa di persilahkan.


" Tania...!!!! ", Ucap Fandi kaget.


" Kenapa wajahmu kaget begitu, bukankah kamu senang jika aku datang kemari", ucap Tania tanpa malu.


Sorot mata Fandi menajam, ada aura kebencian yang ditunjukkan oleh Fandi.

__ADS_1


" Ada apa kamu kesini !! ", Tanya Fandi sambil menajamkan matanya.


" Fand, kenapa kamu jadi cuek sama aku???, Kamu gak kangen sama aku", Ucap Tania.


" Jaga bicaramu Tania, aku tidak suka!! "


" Fand, aku tahu aku salah sama kamu, aku kesini mau minta maaf sama kamu??" ucap Tania.


" Dan aku mau kita bisa memperbaiki hubungan kita lagi", Imbuhnya lagi.


Fandi mendongakkan kepalanya, emosinya sudah sampai ubun-ubun nya, dengan tangan yang dikepalkan menahan amarah semenjak tadi.


" Aku tidak akan mau lagi berhubungan dengan wanita sepertimu", ucap Fandi.


Tania yang mendengar perkataan Fandi langsung geram dan ia langsung melangkahkan kaki nya di dekat Fandi.


Dia kini tengah berada tepat dihadapan Fandi, dia menghadap Fandi dengan dekat, Fandi yang merasa risih pun segera membentak Tania.


Apa yang kamu lakukan, menjauh dariku, ucap Fandi geram.


Tania bukannya menjauh dia malah semakin mendekat.


Dilain tempat, Alisa yang sudah mengganti bajunya dengan seragam karyawan Resto kini dia berada di dapur tengah membawa nampan untuk membawa pesanan pengunjung Resto.


Saat Alisa mau membawa makanan tersebut ke depan tiba - tiba Dina menghentikannya.


"Al, ada pesan dari pak Fandi untuk mu", ucap Dina.


"Hm... apa kak", tanya Alisa penasaran.


" Kak, apa ???" tanya Alisa.


" Hehhe " sejenak Dina tertawa.


Alisa yang masih setia menunggu ucapan Dina tiba - tiba saja langsung cemberut.


"Iya Iya Al, aku kasih tau, gak usah cemberut gitu", ucap Dina sambil terkekeh.


"Kalau kamu sudah datang pak Fandi menyuruhmu untuk membuatkan dia kopi", ucap Dina.


"Oh,, itu, aku kirain apa kak, iya bentar lagi aku buatin, aku mau nganterin ini dulu ke depan", ucap Alisa.


"Gak usah Al, biar aku aja yang anterin, kamu bikin kopinya aja, pak Fandi udah nunggu dari tadi", ucap Dina.


"Baiklah kak", sambil menyerahkan nampan tersebut.


Alisa sekarang tengah menuju ke dapur lagi untuk membuatkan secangkir Kopi hitam kesukaan Fandi,


Setelah selesai Alisa segera menuju ruangan Fandi untuk mengantar Kopinya tersebut.


Begitu Alisa membuka pintu tersebut Alisa langsung dikejutkan dengan Tania yang tengah berduaan dengan Fandi di dalam ruangan Fandi.

__ADS_1


" Mas...!!! " Ucap Alisa setengah berteriak.


Kopi yang dibawa Alisa pun jatuh dan cangkirnya juga pecah, nampak bulir - bulir bening milik Alisa jatuh tanpa kendali.


" Sayang !!" ucap Fandi kaget.


Fandi langsung berdiri dan sedikit menjauh dari Tania.


Fandi tidak tau jika Alisa sudah datang dan ingin mengantarkan kopi untuknya.


"Mas, apa yang kamu lakukan dengannya", ucap Alisa sambil menangis.


"Sayang, ini tidak seperti yang kamu lihat", ucap Fandi menjelaskan.


"Aku sudah melihat sendiri mas, kamu sedang berduaan dengan perempuan ini dan tidak ada jarak sedikitpun dengan dia", ucap Alisa marah.


"Ternyata semua omonganmu itu hanya bohong mas, sebenarnya kamu masih menginginkannya kan??? ", tanya Alisa.


"Tidak sayang, aku tidak melakukan apa pun, dia yang seenaknya saja sudah datang kemari", ucap Fandi.


Tania pun tersenyum senang, ternyata tanpa dia duga perempuan yang ia jumpai kemarin datang di saat yang tepat.


" Fand??? apa yang kamu katakan, bukannya kamu tadi senang jika aku datang kemari", ucap Tania.


Fandi pun semakin geram dengannya, "Diam kamu Tania, jangan membuat semakin kacau, jangan menfitnahku dan Jangan campuri urusanku", ucap Fandi.


"Oh, sekarang aku mengerti mas, kamu mau kembali dengannya", ucap Alisa dengan suara bergetar.


"Tidak sayang, aku hanya mencintaimu, aku hanya ingin bersamamu", ucap Fandi yang masih menjelaskan.


"Sudah mas, aku sudah melihatnya, kamu tidak perlu lagi menjelaskannya aku sudah sangat kecewa dengan mu", ucap Alisa sambil pergi meninggalkan ruangan Fandi.


Alisa keluar dari ruangan Fandi sambil masih terus menangis,


Dewi dan Dina yang melihat Alisa yang sedang menangis langsung saja mengikutinya.


"Al, kamu kenapa??" tanya Dina dan Dewi.


Alisa tidak merespon sama sekali, dia terus berlari keluar dari resto menuju mobilnya saat ini.


"Wi, aku kejar Alisa dulu", ucap Dina kepada Dewi


"Iya Din, kenapa ya Alisa", tanya Dewi.


"Aku kurang tahu, ya udah aku nyusulin dia dulu, jangan lupa izinin aku keluar ya", ucap Dina kepada Dewi.


"Iya Din, Hati hati", ucap Dewi.


Dina juga berlari keluar dan masih mengejar Alisa, setelah di luar resto nampak Alisa sedang berada di sekat mobil nya.


" Al ", panggil Dina.

__ADS_1


Alisa yang mengetahui Dina menyusulnya langsung saja memeluknya dan menangis sejadi-jadinya.


Dina nampak bingung dengan apa yang dialami Alisa di dalam ruangan bosnya itu, dia pun hanya diam menenangkan Alisa dan tidak bertanya apapun sampai Alisa sendiri yang akan mengatakannya.


__ADS_2