Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 53


__ADS_3

Hari ini Rafa sudah mulai masuk ke kantor lagi, Para karyawan pun terlihat sangat senang sekali dengan kembalinya Presdir ganteng nya itu.


"Selamat pagi Pak Rafa", Ucap salah satu resepsionis yang melihat kedatangan Rafa.


"Selamat pagi juga", Rafa menjawab sambil memperlihatkan senyuman yang bisa membuat semua karyawan wanita begitu ingin melihat senyuman itu.


Rafa berjalan menuju ke ruangannya, menuju ruangan kebesarannya yang ia tinggalkan selama satu Minggu ini.


Rafa melihat banyak sekali dokumen di atas mejanya, membuat Rafa langsung duduk dan memulai pekerjaannya yang sangat banyak itu.


Didalam rumah saat ini, Disya nanti siang berencana akan datang ke perusahaan Suaminya, Disya berniat untuk memasak dan membawakan makan siang untuk suaminya.


Disya pun mulai membuka lemari pendingin, mencari bahan makanan yang akan ia masak nantinya.


Pandangan Disya kini tertuju pada cumi-cumi yang ada di freezer, Disya kemudian mengambil cumi dan mengambil bahan-bahan bumbu lainnya, tak lupa juga wortel dan sayuran lainnya sebagai pelengkap makanannya nanti.


Bibi yang baru saja datang langsung saja kaget dengan keberadaan Disya di dapur, menantu majikannya itu saat ini tengah berkutat di dapur dan bibi kemudian segera menghampirinya.


"Non, lagi ngapain??", Tanya bibi yang melihat sedang apa Disya saat ini.


Disya pun menoleh, dan melihat bibi yang datang menghampiri nya.


"Eh Bi, Aku mau masak bi buat kak Rafa", Disya kemudian kembali membalikkan badannya dan mengambil pisau untuk memotong cumi yang akan ia masak.


"Bibi bantu ya Non", Bibi kemudian ikut mendekat dan kini berada tepat disamping Disya.


"Gak perlu Bi, aku bisa sendiri, Bibi lanjutin aja pekerjaan bibi", Bibi pun mengangguk dan kemudian pergi meninggalkan Disya sendirian di dapur.


Satu jam kemudian makanan yang akan dibawa oleh Disya sudah siap, Kini tinggal Disya lah yang akan bersiap-siap terlebih dahulu, mandi dan kemudian berdandan secantik mungkin karena ia akan bertemu dengan Suaminya.


Disya turun dari kamarnya dan segera menuju ke dapur,


"Bi aku pergi dulu ya", Setelah berpamitan kepada bibi Disya pun segera pergi.

__ADS_1


" Iya Non, hati-hati", Jawab Bibi yang saat ini sedang berada di dapur.


Disya sudah memesan taksi online sejak setengah jam yang lalu, kini taksi tersebut sudah berada di depan dan Disya pun segera memasuki taksi tersebut dan segera pergi menuju ke kantor Suaminya.


Perjalanan Disya menuju ke Wiratama Corp sangat lah lancar, masih pukul setengah sebelas siang dan jam makan siang tinggal setengah jam lagi.


Disya tiba di kantor Suaminya tepat saat jam makan siang, dan Disya pun segera masuk kedalam kantor Suaminya.


"Selamat siang Bu", ucap salah satu resepsionis yang sudah tau jika yang datang saat ini adalah istri dari Presdir nya.


"Selamat siang juga Mbak, Pak Rafa nya ada kan??", Tanya Disya, Disya memang tidak memberitahu kan kepada Rafa jika siang ini dirinya akan datang.


"Iya Bu, Pak Rafa ada di ruangannya saat ini, silakan masuk, perlu kami antar Bu??", Tanya salah satu resepsionis itu Kembali.


"Terimakasih mbak, tidak usah, saya akan naik sendiri, ya sudah saya ke atas dulu ya mbak", Disya kemudian segera melangkahkan kakinya menuju ke arah lift dan segera menekan tombol angka 10 untuk sampai di ruangan Suaminya.


Beberapa menit kemudian Disya sudah sampai di depan ruangan Suaminya, Sekertaris Suaminya saat ini juga tengah tersenyum melihat kedatangan dirinya.


"Selamat siang juga Pak Arif, Pak Rafa nya ada??", tanya Disya kepada Sekertaris Suaminya tersebut.


"Pak Rafa ada di dalam Bu, silakan masuk", Disya pun mengangguk dan kemudian masuk kedalam ruangan Suaminya.


"Assalamualaikum", Ucap Disya saat membuka pintu ruangan Suaminya. Rafa yang kaget pintunya terbuka tak menyangka jika dibalik pintu tersebut adalah Disya istrinya.


Rafa kemudian berdiri dan menyambut kedatangan Disya dengan senyum yang mengembang


"Waalaikum salam sayang", Rafa kemudian menutup pintu ruangan nya dan menggandeng tangan istrinya untuk segera masuk kedalam bersama nya.


Rafa kemudian duduk dan mencium kening istrinya.


"Kamu sama siapa sayang, kok gak bilang kalau mau kesini??", Tanya Rafa yang sebenarnya kaget dengan kedatangan Istrinya tersebut.


"Aku sendiri kak, aku tadi naik taksi, dan kalau aku bilang ya namanya gak surprise dong kak", Ucap Disya, dan kemudian ia meletakkan rantang yang ia bawa tadi.

__ADS_1


"Aku bawain kakak makan siang, Kaka pasti belum makan siang kan??", Tanya Disya yang seketika di angguki oleh Rafa.


Disya kemudian segera membuka rantang tersebut dan dapat Rafa cium aroma masakan Istrinya di hidungnya.


"Kamu masak apa sayang, seperti nya enak??", Tanya Rafa lagi.


"Aku masakin kakak tumis cumi dan sayur juga", Disya kemudian segera mengambilkan makanan untuk Rafa, dan Disya berinisiatif untuk menyuapi Suaminya tersebut.


Rafa kemudian membuka mulutnya, menikmati suapan yang diberikan oleh istrinya tersebut.


"Gimana kak, enak atau gak enak??", Disya ingin melihat respon Suaminya dengan masakannya kali ini, dan respon Rafa sangat membuat Disya Seketika senang.


"Enak banget sayang, makasih ya, nanti kalau kita pindah kamu masakin kakak terus ya", Disya pun merasa senang dan kemudian ia menganggukkan kepalanya.


"Iya kak, pastinya, Disya akan memasak masakan yang kakak Suka", Jawab Disya.


Sendok pun di ambil alih oleh Rafa, dan kemudian ia juga menyuapi makanan tersebut ke mulut Disya dan Disya pun juga langsung saja membuka mulutnya.


"Kamu harus makan yang banyak sayang, kakak gak mau kalau nanti kamu kurus", ucap Rafa yang membuat Disya Seketika tersenyum.


"Iya kak, tapi gimana kalau Disya gendut, nanti kakak gak suka lagi sama Disya", Uvao Disya sedikit khawatir.


Jari telunjuk Rafa kemudian menempel di bibir Disya.


"Jangan berkata seperti itu sayang, seandainya kamu nanti gendut atau gimana pun kakak gak bakalan ninggalin kamu,kamu jangan berpikiran aneh-aneh, Ya udah sekarang lanjutin makan aja, jangan berpikiran aneh-aneh lagi", Disya kemudian membuka mulutnya kembali setelah Rafa kembali menyuapkan makanan di mulut istrinya tersebut.


Akhirnya makanan mereka pun habis, Dan keduanya kini sudah sangat kenyang sekali.


"Kamu gak usah pulang sayang, tunggu kakak aja disini", Disya pun meng iya kan permintaan Suaminya, dan kini ia tengah duduk di sofa dan sedangkan Rafa masuk kedalam kamar mandi untuk menunaikan sholat dhuhur nya.


Setelah selesai sholat dhuhur, Rafa kembali ke mejanya dan melanjutkan pekerjaannya, pekerjaannya tinggal sedikit jadi tak membuat Disya akan menunggu lama,


Setelah pekerjaan nya selesai Rafa segera mengajak Disya untuk keluar dari kantor dan mengajak istrinya tersebut untuk pergi ke suatu tempat.

__ADS_1


__ADS_2