Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
87


__ADS_3

Fandi pun kini mulai mempelajari satu persatu laporan yang di bawa Deny tadi, Fandi pun nampak tercengang, tak satupun laporan tersebut sama dengan yang Jery kirimkan lewat Email nya.


Ternyata benar kecurigaan Fandi dan Jery, laporan tersebut telah di manipulasi oleh Deny.


Kini Fandi pun tampak tersenyum sekilas,


" Ternyata kamu mengantar dirimu sendiri ke penjara dengan memanggil ku kemari ", Gumam Fandi dalam Hatinya.


Dengan cepat Fandi kini langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Jery.


" Halo Jer ", Sapa Fandi saat menelfon Jery.


" Iya Pak Fandi, ada yang bisa saya bantu ??", Tanya Jery kepada Fandi.


" Ternyata benar dugaan kita, Deny telah memanipulasi semuanya ", Ucap Fandi dari balik telfon.


" Apa Pak??",Tanya Jery kaget, Setahu nya Deny bekerja dengan pak Fandi secara jujur dan tidak menunjukkan gelagat mencurigakan.


" Iya Jer, aku sudah mengecek semuanya, jadi kita hanya perlu mencari bukti yang kuat untuk bisa menangkap Deny ",Ujar Fandi.


" Iya Pak, saya akan berusaha membantu Bapak dengan sekuat tenaga saya ", Ujar Jery kepada Fandi.


Fandi pun segera menutup telfonnya dan kembali mengecek ulang laporan tersebut.


Deny kini tengah mondar-mandir di dalam rumahnya, ia sangat amat ketakutan karena Fandi sudah mulai curiga kepadanya.


" Apa yang harus aku lakukan ??", Gumam Deny dalam hatinya.


Tapi tiba-tiba Deny teringat bahwa ia sudah merubah semua hasil laporan tersebut.


" Seperti nya aku akan selamat kali ini ", Ujar Deny yakin.


Sementara kini Jery tengah sibuk untuk melihat rekaman CCTV kantor, dia mulai memutar semua kaset dari awal bulan sampai hari ini, terlihat pada pertengahan bulan saat proyek sedang membutuhkan banyak material, Deny tiba-tiba mendatangkan Beberapa material yang kurang layak untuk pembangunan Resto.


Dan terlihat juga Deny seperti sedang menerima telfon dari seseorang yang membuat Jery semakin curiga.


" Seperti nya aku sudah menemukan buktinya, kini tinggal aku berikan kepada Pak Fandi ", Ujar Jery sambil mengcopy rekaman CCTV tersebut.


***


Keesokan paginya Jery telah tiba didepan pintu kamar hotel Fandi, dengan pelan Jery mengetuk pintu kamar atasannya tersebut .


Tak lama kemudian Fandi pun membukakan pintu tersebut dan mempersilahkan Jery untuk masuk.


" Silahkan masuk Jer, ", Ucap Fandi sambil berjalan kembali menuju kedalam kamar nya.


" Baik Pak, terimaksih ", Jawab Jery yang mengekori Fandi dari belakang.

__ADS_1


Jery kemudian menyerahkan sebuah flashdisk kepada Fandi, Fandi kemudian mengambil laptopnya dan segera melihat isi dari flashdisk tersebut.


Setelah melihat isi dari flashdisk itu, Fandi tampak merubah mimik wajahnya.


Fandi terlihat sangat geram sekali dengan kelakuan Deny dibelakangnya.


Selama ini Fandi sangat mempercayai Deny karena Deny sanggup menghandle tugas yang Fandi berikan untuk memantau langsung jalannya pembangunan proyek Resto nya.


"Kita harus segera menindak tegas Deny Jer ",Ucap Fandi yang melihat tajam kearah Jery.


" Baik Pak, saya akan segera menyerahkan semua bukti tersebut kepada pihak yang berwajib ", Ucap Jery.


Jery pun segera keluar dari kamar hotel Fandi, kini mobilnya tengah melaju ke kantor polisi yang ada dikota tersebut.


Didalam kamarnya, Fandi kini tengah mengingat kalau dirinya belum mengabari istrinya mulai dari semalam.


" Pasti Alisa sedang mengkhawatirkan ku ", Gumam Fandi dalam hati.


Setelah panggilan tersebut terjawab Fandi pun langsung tersenyum mendengar suara istrinya yang amat ia rindukan.


" Sayang, maafin mas gak ngabarin kamu semalam ", Ucap Fandi.


" Iya mas , nggak Apa-apa, Mungkin mas sibuk atau mas kelelahan sampai mas tidak bisa mengabari ku ", Ucap Alisa.


" Mas beneran minta maaf sayang, disini ada sedikit masalah sayang, jadi mas harus secepatnya membereskannya ", Ujar Fandi.


" Terlalu panjang ceritanya sayang, nanti kalau mas sudah pulang akan mas ceritakan mulai dari awal ", Ucap Fandi.


"Kamu sudah sarapan sayang ??", Tanya Fandi kepada istrinya tersebut.


" Sudah Mas ", Jawab Alisa kepada suaminya tersebut.


" Kalau begitu mas tutup dulu telfonnya sayang, mas mau lanjutin pekerjaan mas biar cepat pulang ",Ujar Fandi kepada Alisa.


" Iya mas, aku tunggu mas pulang ", Ucap Alisa.


Setelah mematikan ponselnya Fandi segera bersiap-siap untuk pergi keluar dari hotel, ia berniat untuk pergi ke lokasi pembangunan Restonya.


Jery kini tengah berada di kantor polisi untuk menyerahkan semua bukti kejahatan Deny karena telah menggelapkan dana pembangunan Proyek tersebut.


" Baik Pak, saya akan segera memproses semua. ", Ujar salah seorang pihak kepolisian.


" Terimakasih Pak, kalau begitu saya permisi dulu ", Ujar Jery sambil melangkahkan kakinya keluar dari kantor polisi.


Jery kemudian mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi Fandi.


" Halo Pak, semua bukti sudah ditangan polisi", Ujar Jery.

__ADS_1


" Terimakasih Jer, kamu telah membantuku selama ini ", Ujar Fandi.


Fandi kini tengah berada di dalam lokasi tersebut, terlihat Deny semakin salah tingkah saat bertemu Fandi.


" Selamat pagi Pak Deny", Sapa Fandi.


" Se... selamat pagi juga Pak ", Ujar Pak Deny gugup.


Deny semakin bingung harus berbicara apa kepada Fandi, ia seperti sudah kehabisan kata-kata, " Pak Deny saya sudah mempelajari semua laporan anda, tapi sepertinya ada sedikit masalah menurut saya ", Ujar Fandi.


" M.. Masalah apa Pak ??", Tanya Deny semakin takut.


Wajah Deny seketika berubah semakin tegang dan sedikit pucat.


" Pak, kenapa muka Bapak pucat , apa bapak sedang sakit??", Tanya Fandi.


" Oh, tidak Pak, saya baik-baik saja ", Ujar Pak Deny.


Selang beberapa menit, terdengar suara mobil yang sedang berhenti, Deny pun tampak semakin kaget dengan datangnya polisi yang menuju ke arahnya.


" Selamat Pagi Pak, Apa anda yang bernama Deny ", Ujar Salah satu polisi.


" I..iya Pak, ada apa anda mencari saya ", Ujar Deny takut.


" Bapak dituduh menggelapkan dana pembangunan proyek pembangunan Resto milik Pak Fandi ", Ujar polisi tersebut.


" Tidak pak, saya tidak melakukan itu ", Ujar Deny mengelak.


" Silahkan anda jelaskan semua di kantor polisi Pak ", Ujar Polisi tersebut sambil memborgol tangan Deny.


Setelah Deny dimasukkan kedalam mobil polisi, Jery pun datang menghampiri Fandi.


" Silahkan Pak ", Ujar Jery mempersilahkan Fandi untuk naik kedalam mobil.


Fandi dan Jery pun mengikuti Deny yang dibawa ke kantor polisi.


Banyak orang yang melihat kejadian tersebut tampak tak percaya jika Deny lah yang telah membuat pembangunan terhambat.


Setelah sampai di kantor polisi, Deny segera di mintai keterangan nya.


Fandi pun nampak geram kepada Deny.


" Pak Deny, saya sangat percaya sekali dengan anda, tapi anda telah menyalahgunakan kepercayaan saya", Ujar Fandi.


" Maafkan saya Pak Fandi, saya khilaf, saya mohon lepaskan saya, saya tidak mau berada didalam penjara Pak ", Ujar Pak Deny memohon.


"Terlambat Pak, anda harus mempertanggung jawabkan perbuatan anda ", Ujar Fandi.

__ADS_1


Fandi pun akhirnya meninggalkan kantor polisi bersama Jery, dan Pak Deny juga akhirnya di masukkan ke dalam penjara untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya.


__ADS_2