
Flashback On
Setelah Denis pergi dari ruangannya Pak Didit langsung masuk kedalam ruang divisi kepegawaian untuk memberitahu jika salah seorang dari mereka harus ikut dengan Presdir mereka ke Bandung untuk membantunya disana.
Pak Didit segera melangkahkan kakinya menuju ke arah beberapa meja yang ada di dalam ruangan tersebut.
Semua pegawai terlihat sangat hormat kepada Pak Didit.
" Selamat siang semuanya ", Ujar pak Didit yang berdiri di tengah-tengah beberapa karyawannya.
Semua karya diruang tersebut langsung saja berdiri melihat Pak Didit yang seperti nya akan menyampaikan sesuatu kepada semua yang ada disana.
" Selamat siang Pak ", Jawab mereka semua.
Mereka semua kembali duduk setelah pak Didit menyuruh mereka untuk duduk kembali ke kursi mereka masing-masing.
Pak Didit mengambil nafas dalam-dalam sebelum ia berbicara kepada seluruh karyawannya di divisi nya tersebut.
" Ada yang ingin saya sampaikan kepada kalian, ini sangat penting karena ini merupakan tugas langsung dari bapak Presdir kita ",
Semuanya terlihat sangat antusias dengan apa yang akan di sampaikan oleh kepala divisi mereka, ada yang saling berbisik dan ada juga yang hanya diam menunggu kelanjutan nya.
" Besok pagi, salah satu dari kalian akan saya tugaskan untuk berangkat ke Bandung menemani Pak Fandi dan Pak Denis " Ujar pak Didit.
Ke tujuh orang yang berada di ruangan tersebut tampak saling pandang satu sama lain, mereka berharap jika mereka lah yang akan ditugaskan untuk pergi bersama kedua pria tampan tersebut.
Apalagi bagi karyawan wanita mereka tengah bersiap-siap jika namanya yang akan pak Didit sebut untuk ikut dengan Presdir nya tersebut.
" Pasti gue Des ", Ujar Siska kepada Desi.
" Ge er banget lo, pastinya itu gue, gue yang lebih lama kerja disini. ", Ujar Desi dan Siska yang saling berebut untuk ikut ke Bandung.
" Kalian semua apa-apa in sih ribut sendiri, kita tunggu aja siapa yang akan dipilih pak Didit, jadi kalian berdua gak usah berebut ", Ujar Lila, dia hanya diam mendengarkan saja dan tidak seheboh seperti kedua temannya
Semua orang disitu terlihat sangat menanti pak Didit membuka suaranya, bagaimana tidak senang jika dipilih untuk ikut ke Bandung pasti nantinya yang akan terpilih akan mendapat uang saku dari kantor dan semua kendaraan nya juga di tanggung oleh perusahaan, apalagi jika perginya dengan orang-orang tampan yang sangat berpengaruh diperusahaan ini, pastinya para wanita-wanita ini tidak akan menolak sama sekali.
" Brian, Kamu yang harus berangkat besok ke Bandung ", Ujar pak Didit kepada Brian.
__ADS_1
Brian kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal,
"Bapak lupa jika saya, Agus dan Haris sudah anda tugaskan untuk merevisi data kepegawaian tahun ini ", Ujar Brian mengingatkan.
Pak Didit pun seketika mengingat apa yang ia tugaskan kepada mereka Ber tiga dan tak mungkin juga salah satu dari mereka harus berangkat kesana, pekerjaan tersebut harus selesai dalam Minggu ini.
" Pak gimana kalau saya saja ", Tawar Siska kepada pak Didit.
Pak Didit pun tersenyum kepada Siska, dan Siska pun menjadi senang ", Pasti pak Didit akan memilihku ", Gumam Siska dalam hatinya.
Tidak sia-sia Siska mengajukan dirinya tadi, terbukti pak Didit kini tersenyum kepadanya.
Desi yang melihatnya langsung saja cemberut karena Siska sudah satu langkah lebih maju dari dia.
" Maaf Siska, tapi pak Fandi tidak ingin wanita yang ikut, cuma laki-laki saja ", Ujar pak Didit.
Senyum percaya diri di wajah Siska langsung saja padam mendengar penuturan pak Didit kepadanya.
Desi pun tersenyum menang karena tidak ada satu pun yang akan ikut pergi ke Bandung bersama dengan Presdir nya tersebut.
Anton pun mendongakkan kepalanya tak percaya, " Pak saya masih baru dan saya merasa belum pantas untuk menerima tugas ini ", Ujar Anton.
Disisi lain Anton tau jika nantinya ia akan semakin tidak enak jika harus bersama Fandi satu Minggu ini.
" Tidak ada penolakan, besok pagi kamu berangkat ke bandara ", perintah pak Didit yang tak terbantahkan lagi.
Anton pun pasrah, tak mungkin juga ia tolak tugas luar pertamanya tersebut,
" Baik Pak,saya akan berangkat besok ", Jawab Anton.
Pak Didit pun tersenyum, " Semua biaya akan di tanggung seluruhnya oleh kantor, dan kamu besok akan berangkat bersama dengan Pak Fandi dan Pak Denis ", Ujar Pak Didit.
" Baik pak, Terimakasih ", Jawab Anton dan kemudian duduk kembali ke posisinya semula.
Flashback off
Fandi kini sudah datang di bandara dan melihat siapa orang yang akan ikut bersama nya ke Bandung selama satu Minggu ini.
__ADS_1
Terlihat dari belakang nampaknya Fandi sangat tak asing dengan orang yang ada di depannya ini yang sedang membelakangi dirinya.
Anton pun mulai tersadar jika ada langkah kaki dua orang orang yang sedang menuju ke arah nya, Anton pun segera menoleh dan ternyata benar, Fandi dan Denis lah yang sedang berjalan ke arahnya.
Mata Fandi membulat seketika melihat Anton lah yang akan ikut bersama nya.
" kenapa harus dia ??", Gumam Fandi dalam hatinya.
Anton pun segera bersalaman dengan bos dan Sekertaris bosnya tersebut dan mereka duduk berjajar bertiga disana.
Panggilan keberangkatan untuk tujuan Bandung pun sudah terdengar, Fandi Denis dan Anton pun segera berjalan untuk menuju ke arah pemberangkatan.
Tepat pukul setengah 9 pagi, mereka bertiga sudah berada di loby hotel tempat ia akan menginap selama satu Minggu kedepan, Anton pun tak berbicara satu kata apapun sedari tadi, hanya menyahuti ketika Denis lah yang bertanya kepada dirinya.
" Pergilah ke kamar kalian masing-masing, 15 menit lagi kita harus ke PT. Surya Bakti indah", Ujar Fandi mengingatkan.
" Baik Bos, baik Pak ", Jawab Denis dan Anton bersama.
Fandi segera masuk kedalam kamar hotelnya dan kemudian duduk di sofa yang ada di dalam nya.
ia sangat tidak menyangka jika Anton lah yang akan ikut bersama dengan dirinya saat ini.
Tapi Fandi patut bersyukur jadi dia tak perlu khawatir jika meninggalkan Alisa di sana karena Anton kini tangah ikut bersama dengannya.
Rasa cemburu dihati Fandi masih belum hilang sampai saat ini, rada takut kehilangan istrinya masih menghantuinya sampai sekarang.
Fandi kemudian merogoh sakunya dan mengambil ponselnya, segera ia menelfon istrinya yang kini sedang berada di kantor.
" Halo sayang assalamualaikum ", Ucap Fandi.
" Waalaikum salam mas, kamu sudah Sampai ??", Tanya Alisa kepada Fandi.
" Alhamdulillah sayang, mas sudah sampai ",
" Alhamdulillah mas, aku lega kalau kamu sudah sampai dibandung ", Jawab Alisa.
Fandi pun segera mengakhiri panggilan karena pukul 9 akan segera melakukan pertemuan dengan Pak Surya, Presdir PT. Surya Bakti indah yang akan melakukan kerja sama dengan kantor miliknya.
__ADS_1