
Mereka kini sedang berjalan menyusuri area perbelanjaan, Niko dan Tania terlihat bahagia, apalagi hubungan Tania dan mamanya sudah semakin dekat membuat Niko tampak bahagia.
Mereka kemudian berhenti di salah satu toko perhiasan yang cukup besar dan Niko pun segera mendekat ke arah pegawai yang sedang bertugas.
" Selamat siang mas mbak, ada yang bisa saya bantu ??", Tanya Pegawai tersebut kepada Niko.
" Saya mau lihat cincin yang bagus untuk kami berdua ", Ujar Niko.
Pegawai tersebut pun mengerti dan mengeluarkan cincin terbaik yang ada di toko tersebut.
Pegawai itu terlihat mengeluarkan 3 pasang cincin terbaik di sini
" Silahkan dipilih mas mbak ", Ujar pegawainya tersebut.
Niko kemudian melirik Tania sekilas lalu meminta Tania untuk memilihnya.
" Kamu pilih aja sayang, jika kamu suka aku juga suka ", Ujar Niko yang membuat Tania tak enak jika dia yang harus memilih cincin pertunangannya.
" Kamu aja ", Ujar Tania.
Pegawai tersebut terlihat tersenyum kala menyaksikan perdebatan kecil antara Tania dan Niko, masalah siapa yang akan memilih membuat pasangan itu sedikit berdebat kecil.
" Ok, biar aku saja ", Ujar Niko yang tak mau mau memperpanjang masalah kecil seperti ini.
" Yang itu mbak ",Tunjuk Niko Ter arah ke cincin yang mempunyai satu permata di tengahnya.
" Bagaimana ??", Niko pun bertanya apakah Tania suka tau tidak dengan pilihannya.
" Iya aku suka ", Ujar Tania tersenyum kepada Niko.
Tania terlihat bahagia karena Niko mengerti apa yang diinginkannya.
" Baiklah mbak, Saya pilih yang ini, segera di bungkus ya ", Ujar Niko kepada pegawai tersebut.
Niko kemudian mengeluarkan black card nya dan menyerahkan kepada pegawai tersebut untuk membayar semua tagihannya.
" Terimakasih ", Ujar pegawai tersebut dan langsung diangguki oleh Niko dan Tania.
Niko dan Tania pun berjalan kembali dan masuk ke toko baju khusus pakaian perempuan.
" Kita mau apa kesini ??", Tanya Tania kepada Niko, Niko pun tak menjawab dan terus menggandeng tangan Tania.
Niko kemudian segera menuju ke bagian gaun untuk dipakai di acara pertunangan mereka.
__ADS_1
" Kamu pilih saja, nanti aku Yang bayar ", Ujar Niko yang kemudian duduk di sofa untuk menunggu Tania memilih gaun.
Tania pun semakin bingung, " Buat apa Nik ??", Tanya Tania dengan polosnya.
Niko pun kemudian bangkit dan menghampiri Tania kembali.
" Kita kan mau tunangan, kamu harus pilih baju yang paling bagus sayang ", Ujar Niko memberitahu Tania.
Tania pun mengangguk, ia baru mengerti tujuan Niko sebenarnya.
Tania kemudian segera memilih gaun yang pas untuk ia pakai, Tania pun memilih dan ia menunjukkan ke Niko apa Niko suka dengan gaun yang ia pilih.
" Jangan warna itu, aku kurang suka", Tania mengembalikan kembali gaun itu ketempat semula, lalu ia mengambil warna maroon dan memperlihatkan nya lagi kepada Niko.
" Jangan yang itu, itu terlalu terbuka", Ujar Niko lagi.
Tania pun membuang nafasnya secara kasar.
" Lebih baik kamu saja yang pilih ", Ujar Tania yang sudah lelah sedari tadi memilih gaun tapi tidak ada yang cocok sama sekali menurut Niko.
Niko pun tersenyum, ia tahu jika Tania kini mulai kesal terhadap nya.
Niko langsung mengambil gaun dengan warna salmon dan memberikannya kepada Tania.
" Aku coba dulu ya ??", Ujar Tania.
Niko pun segera menolak, ia melarang Tania untuk mencoba gaun tersebut.
" Biar itu menjadi kejutan, kalau kamu coba hari ini, gak akan ada kejutan buat aku ", Ujar Niko.
Tania pun menuruti Niko, berdebat pun tak ada gunanya cuma hanya masalah kecil saja, lebih baik ia mengalah dan dan menyetujui semua permintaan calon suami tersebut.
Niko kemudian menyuruh salah satu pegawai untuk segera membungkus gaun yang ia beli tadi, setelah mendapatkan nya Niko dan Tania pun segera pergi meninggalkan butik tersebut.
Niko berpindah lagi, ia ingin membeli kemeja dan jas yang senada dengan gaun milik Tania.
Niko mengajak Tania untuk memilihkan kemeja untuknya,
Tania juga mengambil kemeja dan jas yang berwarna senada dengan gaunnya, dan Niko sama sekali tidak keberatan dengan pilihan Tania.
" Pilihan yang bagus, aku suka ", Niki kemudian segera membayar kemeja dan jas yang mereka pilih.
Ditempat lain Alisa kini sedang berada di kantornya dan sedang menerima telfon dari suaminya.
__ADS_1
" Belum mas, aku belum menemukan pengganti Nisa, dan aku nggak apa-apa kok mas, kamu gak perlu khawatir, aku bisa kok menghandle semua pekerjaan untuk saat ini.
Alisa pun membuang nafasnya kasar, Suaminya begitu over protective kepadanya,
" Ya sudah sayang, kalau kamu butuh bantuan mas akan selalu siap ", Ujar Fandi yang sempat khawatir dengan pekerjaan istrinya.
Lowongan pekerjaan pun sudah tersebar dan banyak para wanita yang melamar pekerjaan di perusahaan tersebut
Terlihat juga ada sahabat Alisa yang juga melamar di sana,
Shinta, dia melamar kerja di Bachtiar Group Tanpa tahu jika Presdir nya adalah Alisa sahabatnya sendiri.
Shinta sebenarnya juga anak orang berada, tapi tekatnya untuk mandiri membuat Shinta kini melamar menjadi Sekertaris di perusahaan ini.
Surat lamaran pekerjaan Shinta sudah ada di bagian HRD dan akan di interview hari ini juga.
" Ashinta Nurmalia ", Panggil petugas Yang sedang berjaga untuk memanggil para pelamar kerja.
Shinta yang merasa di panggil segera masuk kedalam ruang HRD,
Shinta pun mulai di interview dan Shinta berhasil menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Kepala bagian HRD.
" Selamat Shinta, mulai saat ini anda bisa bergabung dengan perusahaan kami ", Ujar Pak Andika.
Shinta pun terlihat senang sekali, ia tak menyangka jika akan diterima di perusahaan besar tersebut.
" Terimakasih pak ", Jawab Shinta dengan tersenyum.
Shinta kemudian keluar dengan perasaan bahagia membuat para pelamar lainnya pun berekspresi kecewa.
Shinta pun keluar Ari gedung besar itu dengan tersenyum, ia masih tidak mengetahui jika akan menjadi sekertaris sahabatnya.
🌼🌼🌼
Keesokan harinya Shinta sudah bersiap untuk berangkat ke kantor, dengan mengenakan kemeja putih dan rok span hitam nya, ia sudah siap memulai pekerjaannya yang baru.
Dilain tempat juga Alisa kini tengah bersiap untuk berangkat ke kantor bersama dengan suaminya.
" Mas aku sudah mendapatkan sekertaris baru dan hari ini dia sudah mulai bekerja ",
" Alhamdulillah sayang, mas jadi tenang, akhirnya kami ada yang membantu di kantor ", Ujar Fandi.
" Sekertaris kamu perempuan kan sayang ??", Tanya Fandi yang tak mau jika Sekertaris istrinya adalah seorang laki-laki, meskipun kebanyakan Sekertaris adalah perempuan, jika yang ia dapatkan kali ini adalah laki-laki pastinya akan membuat Fandi marah.
__ADS_1