Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Season 2 Part 21


__ADS_3

Ghani masih memandang lekat undangan yang ada di tangannya, Ia bingung harus mengajak siapa, tak mungkin kan di sana ia harus berdiam dan tak bicara kepada siapapun, yang pasti Ghani akan merasa bosan nantinya.


Pikiran Ghani pun langsung tertuju pada gadis yang saat ini sedang melakukan drama dengannya, drama jika sedang didepan Mesya,


Ya, sepertinya Ghani berinisiatif untuk mengajak Ratna saja.


Ghani pun mengeluarkan ponselnya, ia kemudian mencari nomor gadis itu dan segera menelfonnya,


Suara Ratna pun terdengar di telinga Ghani, meskipun nada suara Ratna terdengar malas berbicara tapi Ghani mencoba untuk berbicara baik-baik.


"Halo Ratna", Ghani terlihat kaku sekali, jujur ia sedikit gugup, entah apa yang membuat laki-laki itu bisa se gugup ini jika berbicara kepada Ratna.


"Iya halo mas, ada apa??", Ratna tak lupa sama sekali panggilan yang diperintahkan oleh Ghani kepadanya, tak lupa Ratna memanggil seorang dokter Ghani dengan sebutan mas Ghani.


"Bisa kita bertemu nanti malam??", Ucap Ghani lembut, meminta dan tak lagi memaksa seperti kemarin-kemarin.


"Iya mas, dimana??", Ratna pun mengiyakan permintaan Ghani, mendengar suara Ghani yang lembut tiba-tiba saja membuat hati Ghina sedikit melunak.


"Aku chat saja ya nanti, boleh aku jemput kamu??", Mata Ratna seketika mendelik, mencoba mencerna kata-kata dari dokter itu.


"I-iya mas, boleh, jam berapa??", Tanya Ratna meminta kepastian, jujur degup jantung Ratna susah di kontrol saat ini, mendengar Ghani ingin menjemputnya rasanya ini adalah mimpi.


"Jam 7 malam, nanti kamu chat ya alamat rumah kamu", Ratna pun mengiyakan semua yang dikatakan oleh Ghani, Tak lama setelah itu Panggilan pun terputus, mendengar ia akan pergi dengan Ghani malam ini membuat ia seketika meloncat dari atas ranjangnya, Memang hari ini Ratna tidak pergi ke kampus dan ia kini masih berada di kamar nya.


Ratna segera pergi menuju ke arah lemari pakaiannya, ia ingin memilih baju mana yang akan ia kenakan malam ini, meskipun masih malam nanti, Ratna akan mencoba berpakaian sebagus mungkin dan tak ingin mempermalukan seorang dokter tampan itu.


Di rumah sakit, Ghani masih memandang undangan tersebut, undangan yang akan ia berikan kepada Ratna nanti, ia sudah tak ambil pusing kepada siapa ia harus memberikan undangan tersebut.


Malam harinya, Ghani sudah berpakaian rapi, tak biasanya Ghani akan berpakaian seperti ini pada malam hari, Ghina yang melihat saudara kembarnya sudah rapi tampak mengerutkan keningnya.


"Mom, aku mau pergi dulu", Ghani kemudian mencium punggung tangan Mommy nya, Alisa hanya mengangguk saja dan tak menaruh rasa curiga kepada putranya itu.


"Iya hati-hati, pulangnya jangan malam-malam", Ghani pun mengangguk dan segera pergi dari rumahnya.


Ghina masih penasaran, dengan siapa saudara kembarnya itu bertemu, mau mengikutinya pun tak mungkin yang jelas ia tak akan diberi izin oleh Mommy maupun Daddy nya.


Ghina mencoba mengubur rasa penasarannya dalam-dalam, memikirkan nya pun membuat ia sakit kepala nanti, jadi ia sudah tak ambil pusing kemana Ghani pergi saat ini.


Ghani tiba di depan rumah yang tak terlalu besar ini, terlihat mobil yang biasa dipakai oleh Ratna terparkir di garasi rumahnya.


Ghani kemudian turun dari mobilnya, lalu ia berjalan dan memencet bel pagar rumah Ratna.

__ADS_1


Tak lama setelah itu, satpam yang berjaga pada malam itu membukakan pintu pagar rumah Ratna, Ghani tersenyum ramah, menunjukkan dirinya yang murah senyum kepada semua orang.


Ghani masuk.kefalam rumah tersebut dan pintu pun terbuka dari dalam.


Terlihat Ratna lah yang membuka pintu tersebut, ia sudah tahu jika Ghani sudah datang.


"Silahkan masuk mas", Ghani pun tersenyum, Dan ia mengikuti Ratna dari belakang.


"Sebentar ya mas, aku ke kamar dulu", Ghani duduk dan menunggu Ratna yang sedang kembali ke kamarnya, Mata Ghani menelusuri seluruh ruangan ini, menatap foto yang ada, foto yang kini terpasang di dinding ruangan tersebut.


Foto Ratna bersama seorang laki-laki, ya di samping foto keluargaaa Ratna, disampingnya lagi ada foto Ratna yang sedang bersama dengan seseorang laki-laki yang sedang wisuda.


"Siapa laki-laki ini, sepertinya mesra sekali", Ucap Ghani penasaran, namun Ratna tiba-tiba saja datang, membuat Ghani segera memalingkan wajahnya dari foto tersebut.


Mata Ghani seketika pun terbelalak, ia melihat penampilan Ratna yang cukup berbeda, Ratna malam ini sangat cantik.


"Aku sudah siap mas, ayo kita berangkat", Ghani masih saja terdiam, tak menyangka jika Ratna akan cantik sekali malam ini, tapi Ghani tiba-tiba tersadar, ia tak mau masuk kedalam cinta yang belum tentu, Ghani tidak mau itu, tapi untuk saat ini, Ghani tidak bisa berbohong, detak jantungnya saat ini berdetak sangat cepat dan tak bisa ia normal kan kembali.


Ghani berdiri, ia kemudian berangkat bersama Ratna menunju tempat yang hanya Ghani sendiri lah yang tahu, dan Ratna pun hanya menurut saja, mengikuti Ghani dari belakang.


Suasana di rumah itu memang sedang sepi, Ayah Ratna sudah mulai bekerja dan tampaknya baru besok sore akan sampai di rumah, dan untuk Mama nya Ratna, dia juga sedang bekerja, mengurus resto milik bos nya yang sudah dua puluh tahun ini ia kelola.


Mereka pun kini berada dalam mobil sambil menikmati udara malam yang dingin tapi terasa hangat untuk mereka.


"Kita mau kemana ini mas??", Tanya Ratna, tapi Ghani masih menutup mulutnya rapat-rapat, ia tak mau memberitahukan kemana ia akan mengajak Ratna pergi saat ini.


"Kamu lihat saja nanti", Jawab Ghani tanpa memalingkan wajahnya ke arah lurus nya jalanan di depannya.


Tak lama setelah itu, Mobil Ghani menepi, ia memberhentikan mobilnya tepat di resto kecil, tapi bernuansa indah, resto yang banyak di kunjungi anak muda dan sangat bagus untuk di buat berfoto-foto.


Ghani kemudian keluar, dan Ratna juga ikut menggerakkan tangannya untuk membuka pintu mobil tersebut.


"Jangan di buka dulu, tunggu aku", Ratna pun terdiam mendengar penuturan Ghani, ia kemudian menunggu Ghani untuk membukakan pintu untuknya, Ratna merasa sangat senang, seperti sedang di istimewa kan oleh dokter tampan dan dingin ini.


Ghani kemudian berlari kecil mengitari mobilnya, ia kemudian membukakan pintu untuk perempuan yang sedang bersama dengannya.


Mereka berdua kini berjalan bersama, meskipun hubungan mereka hanya pura-pura saja, tapi tidak terlihat oleh semua orang, yang orang lain lihat mereka seperti benar-benar sepasang kekasih.


Kini mereka sudah duduk berhadapan, ada rasa canggung tentunya, pertama kali buat Ghani makan malam bersama seorang wanita, biasanya ia akan makan malam bersama dengan Ghina, itu pun juga dengan paksaan dari Ghina karena saudaranya itu merengek minta ikut.


Tak lama setelah itu pelayanan pun datang dan menyerahkan buku menu, Ratna pun menerima dengan senang hati ia kemudian membuka buku tersebut dan segera memesan makanan yang ada di dalam daftar.

__ADS_1


Ghani sedari tadi masih memperhatikan Ratna, ia masih menatap wanita yang ada di depannya, biasanya Ghani akan selalu marah-marah jika bertemu Ratna tapi untuk malam ini untuk membuat suara nya saja lidahnya Kelu, ia sudah terhipnotis oleh penampilan Ratna yang berbeda dari biasanya.


"Mas??", panggil Ratna kepada Ghani.


Ghani kemudian tersadar, ia malu telah terpergok memperhatikan Ratna sedari tadi.


"Iya ada apa??", Ghani kemudian mencoba mengalihkan pandangannya, tapi itu sudah telat karena Ratna sudah tahu jika dirinya sedang diperhatikan sedari tadi.


"kamu mau pesan apa??, biar aku pesankan juga", Ucap Ratna kepada Ghani.


"Samakan saja sama kamu", Jawab Ghani singkat dan Ratna pun mengangguk.


Pelayanan pun pergi membawa pesanan pasangan tersebut, dan kini tinggallah mereka bersua, tempat ini memang sedikit sepi, sengaja Ghani memilih nya karena ia ingin berbicara lebih leluasa kepada Ratna.


"Mas, sebenarnya ada acara apa mas mengajakku makan malam??", tanya Ratna kemudian, ia merasa penasaran, melihat tempat ini pun ia juga semakin bertambah penasaran, tempat ini sangat indah dan sangat romantis menurut Ratna.


"Sebenar nya ada yang ingin kuberikan kepada mu, aku bingung harus memberikan ini kepada ada siapa, dan kakak ku menyerah ini kepada aku dan adikku juga", Ghani pun kemudian meletakkan sebuah undangan di atas meja, Ratna pun kaget, dadanya tiba-tiba saja bergemuruh melihat Undana tersebut.


"Undangan mas??, kamu mengundang ku??", Tanya Ratna lagi, wajah Ratna yang semula terlihat senang kini berubah menjadi masam, "Iya undangan, kamu mau kan datang??", tanya Ghani lagi.


Ratna pun terdiam, "Untuk apa Ghani menyerahkan undangan pernikahannya, jadi hubungan pura-pura untuk apa??, untuk menutupi jika dirinya akan menikah dengan orang lain", Dan Ratna pun terasa sesak, bahkan rasa laparnya pun seketika hilang.


"Hey, Aku bertanya sama kamu, kamu mau kan datang??", Tanya Ghani mengulang untuk yang kedua kalinya.


Ratna hanya bisa mengangguk kan kepalanya, ia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, hatinya terasa sakit.


Ghani pun tersenyum senang.


"Alhamdulillah, terimakasih ya, akhirnya kami mau datang juga",


Ratna pun semakin dongkol saja, makan malam nya ini hanya untuk tameng saja, tameng agar ia bisa menyerahkan undangan pernikahannya.


Makanan pun datang, dan Ghani pun


segera memakan makanan nya, bagi Ghani ia sudah tidak punya beban lagi, tapi untuk Ratna ia sudah kehilangan selera makannya karena undangan yang ada di atas meja tersebut.


Ratna hanya mengaduk-aduk makanan nya saja, lidahnya sudah terasa pahit.


"Kamu gak makan??", Tanya Ghani, makanan yang ada di piring Ratna pun masih utuh dan belum di makan sama sekali.


Ratna pun mengangguk malas ia kemudian memaksakan mulutnya untuk menelan makanan masuk kedalam perut nya

__ADS_1


__ADS_2