Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
52.


__ADS_3

Setelah semuanya bubar para karyawan pun nampak sibuk dengan pekerjaannya masing-masing, Ada yang melayani pelanggan, dan ada yang sedang melaksanakan tugas dari bosnya tersebut.


Fandi sudah berada di dalam ruangannya, lain halnya dengan Alisa yang kini berada di dalam dapur sedang menemui Dina.


" Kak !!, Ucap Alisa yang membuat lainnya menatap Alisa dengan malu, " Kalian jangan menatapku seperti itu, aku tetap Alisa yang dulu, jadi kalian tidak usah sungkan terhadapku ", Ucap Alisa kepada teman-teman


nya.


Teman temannya pun tersenyum, mereka pun akhirnya meminta maaf secara bersama- sama kepada Alisa.


" Maafkan kami semua Al, kami tidak tahu siapa dirimu sebenarnya ", Ucap salah satu karyawan disitu.


" Iya aku sudah memaafkan kalian semua, Aku juga minta maaf karena telah menyembunyikan siapa diriku selama ini ", Ucap Alisa.


Mereka semua pun tersenyum, Alisa sudah lega karena semua temannya mau menerima dia apa adanya.


Dina pun menghampiri Alisa dan segera memeluknya, "Akhirnya sudah tidak ada rahasia lagi Al ", Ucap Dina.


" Iya kak, aku juga sudah lega, dan aku juga mau berterimakasih kepada mas Fandi karena sudah menyiapkan semua ini ", Ucap Alisa kepada Dina.


Dewi pun menghampiri Alisa dan Dina, " Jadi selama ini kamu udah tau Din siapa Alisa


sebenarnya ", Ucap Dewi kepada Dina.


" Iya wi, Aku awal nya juga tidak tahu tapi setelah aku ikut bersama Alisa waktu itu, aku jadi tahu siapa Alisa sebenarnya", Ucap Dina sambil tersenyum.


Tak lama ketik mereka sedang bercengkrama tiba - tiba ponsel Alisa berbunyi, ia segera menerima panggilan tersebut.


" Halo mas, ada apa ??", Tanya Alisa.


" Kamu dimana sayang ???, kenapa kamu belum juga keruangan ku ?? Ucap Fandi kepada Alisa.


" Iya mas, tunggu sebentar, aku kesana sekarang ", Ucap Alisa.


" Aku tunggu sayang", Ucap Fandi sambil menutup telfonnya.


" Aku keruangan mas Fandi dulu ya kak ?? ", Ucap Alisa kepada Dewi dan Dina.

__ADS_1


" Iya Al, cepetan kamu kesana , pak bos udah nungguin ", Ucap Dina sambil tersenyum.


Alisa pun bergegas menuju ke ruangan Fandi, Tanpa terasa dia sudah lama berada di dapur bersama teman - temannya.


" Tok .. tok .. tok , Assalamualaikum mas ", Ucap Alisa sambil membuka pintu.


" Waalaikum salam sayang, duduk sini ", Perintah Fandi sambil menepuk sofa yang berada di sampingnya.


Alisa pun menuruti perintah Fandi, gak lama kemudian Fandi mengajak Alisa untuk keluar.


" Lho, kok keluar mas, kan baru aja aku duduk", Ucap Alisa.


" Ayo ikut aja sayang ", Ucap Fandi sambil membawa Alisa menuju pintu belakang Resto.


Alisa yang belum pernah pergi ke area belakang Resto tiba tiba sangat takjub dengan keindahan taman belakang Resto.


Setelah itu, Alisa mata Alisa langsung dimanjakan oleh pandangan langit malam, banyak sekali bertaburan bintang.


Tepat di sebelah kanan taman tersebut ada sebuah meja dan Dua kursi yang sudah dihias dengan sangat apik oleh Fandi.


Alisa pun ternganga melihat itu, Dia tersenyum senang karena dia malam ini akan melaksanakan makan malam romantis dengan Fandi.


Dipersilahkan duduk Alisa bagaikan tuan putri oleh Fandi.


Tak lama kemudian para pelayan yang sudah berganti seragam datang dengan menyajikan berbagai macam makanan untuk mereka berdua.


Setelah itu Fandi segera mengajak Alisa untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan semenjak sore tadi.


Setelah menghabiskan makanan mereka , Alisa disuguhi oleh banyaknya kembang api yang sudah disiapkan oleh Fandi.


Alisa masih tetap terus menatap langit malam itu, senyuman nya selalu terukir malam ini, malam ini Fandi sudah membuat kejutan yang amat membahagiakan dirinya.


" Mas , terimakasih atas semuanya, aku sangat bahagia sekali malam ini ", Ucap Alisa.


" Syukurlah kalau kamu merasa sangat bahagia malam ini, berarti aku sudah berhasil membuatmu selalu tersenyum kepadaku", Ucap Fandi yang sudah berada tepat di samping Alisa.


Mereka pun tengah menikmati pemandangan malam taman belakang Resto milik Fandi, Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, Tanda Fandi harus segera mengantarkan Alisa pulang kerumahnya.

__ADS_1


" Sayang, ayo pulang, ini sudah malam, aku gak mau kamu kedinginan nanti kalau berlama-lama disini ", Ucap Fandi kepada Alisa yang masih enggan untuk meninggalkan keindahan taman ini.


" Sebentar aja mas, aku masih ingin disini ", Ucap Alisa yang kini tengah duduk di rerumputan taman belakang Resto.


Fandi pun akhirnya mengikuti Alisa yang tengah duduk disana, Terasa dinginnya angin malam sudah menusuk kedalam tulang - tulang mereka sekarang.


Fandi akhirnya melepaskan jasnya yang ia pakai, kemudian ia pakai kan ke tubuh Alisa untuk sekedar mengurangi rasa dingin yang sudah menjalar ke tubuh mereka.


" Mas, kenapa jas mu kamu kasih ke aku, nanti kamu kedinginan", Ucap Alisa.


" Aku nggak apa-apa sayang ", Ucap Fandi meyakinkan.


" Ya sudah kalau begitu ayo kita pulang mas ", Ajak Alisa kepada Fandi.


Mereka pun segera beranjak dari taman tersebut, kini ia tidak melewati pintu belakang Resto, melainkan melewati pintu samping yang selalu Fandi gunakan untuk masuk dari belakang.


" Ayo sayang lewat sini, ini pintu khusus untuk aku kalau aku ingin masuk kedalam resto sewaktu - waktu ", Ucap Fandi.


Setelah sampai di area parkir, terlihat resto sudah gelap karena sejak setengah jam yang lalu sudah tutup, Fandi tidak menginginkan restonya buka sampai tengah malam karena ia juga akan memikirkan karyawan nya yang harus mendapatkan istirahat yang cukup.


Setelah berada didalam mobil Fandi terus membelah jalanan ibukota yang sudah agak lengang dari biasanya, karena ini sudah sangat malam akhirnya Fandi pun mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


" Mas jangan ngebut - ngebut, aku takut ", Ucap Alisa sambil memegang lengan Fandi.


" Maaf sayang, aku cuma ingin segera sampai, karena ini sudah terlalu malam, aku takut Om Ardi marah ", Ucap Fandi.


" Hehehe", Alisa tiba - tiba tertawa kecil.


" Kamu tenang aja mas, Papa itu percaya sama kamu, Papa yakin mas bakal jagain aku dan tidak akan melakukan hal diluar batas sebelum kita menikah", Ucap Alisa.


Akhirnya Fandi pun tersenyum dia merasa senang bahwa Calon mertuanya sangat percaya kepadanya,.


Tak lama kemudian mobil mereka pun sampai di depan gerbang rumah Alisa, Pak Galih yang sudah tertidur di pos jaga satpam akhirnya kaget setelah mendengar bunyi klakson dari mobil Fandi.


" Eh, Den Fandi ngagetin Bapak saja", Omel pak Galih sambil membuka pintu gerbang tersebut.


Fandi dan Alisa hanya tertawa mendengar Pak Galih yang sedang setengah sadar berjalan membukakan pintu untuk mereka.

__ADS_1


" Terimakasih ya pak", ucap Fandi.


Pak Galih hanya tersenyum kemudian kembali menuju pos jaganya, dia baru akan menutup pintu gerbangnya setelah Fandi pulang dari rumah majikannya tersebut.


__ADS_2