Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
Maaf


__ADS_3

Setelah mengetahui semuanya dari Papanya, Fandi pun tak habis pikir dengan Surya yang tak tahu malu meminta bantuan kepada keluarga nya mengingat apa yang dilakukan beberapa bulan yang lalu kepada nya.


Pak Ardi pun sudah menyerahkan semuanya kepada Fandi, apa Fandi mau membantu Surya atau tidak, dan jelas Fandi menjawab tidak.


Ia ingin memberi sedikit pelajaran kepada Surya dengan apa yang pernah mereka lakukan.


Alisa sempat goyah, ia ingin memberikan bantuan tapi dengan segala cara Fandi pun dapat menghalangi niat istrinya.


Bukannya Fandi tak mempunyai belas kasihan kepada orang, tapi mengingat semua yang dilakukan membuat Fandi enggan untuk memberikan bantuan kepada Surya.


Tak lama kemudian telfon dari meja kerja Pak Ardi pun kembali berbunyi, pak Ardi yakin pasti itu adalah Surya, pak Ardi berjanji akan memikirkan kembali dengan permintaan Surya tadi.


Dengan meminta izin kepada Papanya Fandi pun berjalan untuk mengangkat telfon yang ada dimeja tersebut.


Setelah mendapat izin Fandi pun beranjak dan mengangkat gagang telpon tersebut.


" Halo " Ucap Fandi saat menerima telfon tersebut.


Dari sebrang sana, Surya pun dapat mengetahui jika yang mengangkat telfon tersebut adalah Fandi.


" Fa-fandi ", Jawab Surya dengan terbata-bata.


Surya tak menyangka jika yang mengangkat telfon tersebut adalah Fandi,


" Maaf Pak Surya, sepertinya perusahaan kami tidak dapat membantu perusahaan anda, jadi berhentilah untuk meminta belas kasihan kepada kami ", Ujar Fandi.


Pak Surya pun terdiam, memang dirinya sudah tidak punya rasa malu sampai ia berani meminta bantuan kepada pak Ardi.


" Maaf kan aku Fandi, aku sadar aku tidak pantas di belaskasihani, dan maafkan aku juga atas semua sikapku kepada mu dan kepada istrimu ", Ujar pak Surya.


" Baiklah, maaf sudah mengganggu kalian ", Ujar pak Surya.


Fandi pun segera menaruh gagang telfonnya, dan kembali duduk bersama papa dan istrinya.


" Maaf Pah, tapi aku tidak bisa membantu dengan cara memberi dana kepada Surya, tapi aku akan membantu menemukan Handoko secepatnya ", Ujar Fandi membuat pak Ardi dan Alisa tersenyum.


" Papa yakin kamu tidak akan Setega itu Fand, dan Papa juga bangga kepadamu karena kamu memberi bantuan kepada Surya Secara tidak langsung dengan menemukan Handoko ", Ujar pak Ardi.


Fandi dan Alisa pun pamit dan Pak Ardi mengantarkan mereka sampai ke loby perusahaan,

__ADS_1


" Alisa pamit dulu ya pah ", Ujar Alisa kepada Papa nya,


Alisa kemudian mencium tangan papanya dan memelukanya membuat para karyawan dan Receptionist yang berada di situ melihat semuanya." Iya kalian hati-hati dijalan ", Jawab pak Ardi.


Fandi juga berpamitan kepada Papa mertuanya,


" Hati-hati Fand ", Ucap pak Ardi kepada Fandi.


" Baik pah, Assalamualaikum ", Ucap Alisa dan Fandi bersamaan.


" Waalaikum salam ", Jawab pak Ardi,


Alisa dan Fandi pun meninggalkan kantor tersebut, para Receptionist dan beberapa karyawan lainnya pun masih mematung melihat semuanya.


Pak Ardi pun menyadari akan kebingungan para karyawan nya,


" Dia putri dan menantuku, jika mereka datang kemari perlakuan dengan baik "Ucap pak Ardi membuat semua yang berada di situ mengangguk.


Mereka pikir Alisa dan Fandi adalah tamu, ternyata mereka adalah pewaris dari Bachtiar Group tempat ia bekerja selama ini.


Setelah pak Ardi pergi muncullah kasak-kusuk dari Receptionist tadi.


" Ternyata dia putri pak Ardi, berarti dia pemimpin perusahaan utama ", Ujar salah satu resepsionis.


Didalam mobil Alisa masih terus memandangi Suaminya yang sedang berkonsentrasi untuk mengemudikan mobilnya, Fandi pun melirik sekilas ke arah istrinya.


" Kenapa ??", Tanya Fandi membuat Alisa tersadar dan memalingkan wajahnya.


" Tidak apa-apa mas ", Jawab Alisa.


" Tidak mungkin sayang, pasti ada sesuatu, kamu pasti rindu kan sama mas ?? ", Ujar Fandi kepedean.


Alisa pun tertawa, " Kamu ada-ada saja mas, aku cuma kagum kepada mu mas, kamu masih mau membantu keluarga Surya tanpa sepengetahuan mereka ", Ujar Alisa.


" Aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan sayang, jadi jangan berlebihan ", Ujar Fandi.


Mereka pun kini sedang menuju ke resto terdekat, perut mereka sudah sangat lapar dan segera minta diisi.


Fandi segera menepikan mobilnya di pelataran parkir resto yang ada didepannya, segera ia keluar dan kemudian membukakan pintu untuk istrinya.

__ADS_1


" Silahkan sayang ", Ujar Fandi kepada istrinya.


" Terimakasih mas ", Jawab Alisa dengan senyum manisnya.


Mereka pun masuk kedalam, resto tersebut terlihat sangat ramai dan Fandi pun segera mencari tempat yang kosong.


Satu jam kemudian setelah mereka selesai makan siang Fandi dan Alisa memutuskan untuk pergi ke kantor Fandi, karena Alisa sudah menyelesaikan pekerjaannya jadi Alisa memutuskan untuk tidak kembali ke Perusahaan dan mengikuti suaminya.


Setelah sampai di kantornya Fandi dan Alisa berpapasan dengan Anton, Fandi pun sudah tidak cemburu lagi dan mereka hanya bertegur sapa saja dan tidak lebih.


Mereka kini sudah memasuki ruangan Fandi dan Denis langsung saja masuk setelah mengetuk pintu ruangan bosnya.


"Ada apa bos ??", Tanya Denis karena sebelum masuk Fandi menyuruh Denis untuk menemuinya.


" Carikan aku orang terbaik untuk mencari seseorang, dan pastikan orang tersebut dapat melacak keberadaan orang tersebut ", perintah Fandi kepada Denis.


" Baik bos,ada lagi ??", Tanya Denis kepada Fandi.


" Tidak ada, kamu bisa kembali ", Ujar Fandi.


Denis pun kembali saat akan membuka kenop pintu ruangan tersebut tiba-tiba Alisa memanggilnya.


" Den ??", Panggil Alisa yang membuat Denis membalikan badannya.


" Iya Bu bos ada apa ??", Tanya Denis.


" Bagaimana keadaan Nisa, apa semuanya sudah membaik??", Tanya Alisa kepada Denis.


Usia kehamilan Nisa sudah memasuki usia 4 bulan dan bisa dipastikan drama kehamilan Nisa sudah berakhir.


" Alhamdulillah Bu bos, istriku baik-baik saja ", Jawab Denis.


"Alhamdulillah Den, kapan-kapan bolehkan aku mampir kerumahmu ??", Tanya Alisa karena sejujurnya ia sangat merindukan Nisa, beberapa bulan menjadi Sekertaris nya membuat Nisa dan Alisa seperti saudara kandung.


" Dengan senang hati Bu bos, jika Nisa mendengar nya pasti Nisa akan sangat senang ", jawab Denis.


Kemudian Denis pun segera keluar dan segera melaksanakan apa yang diperintahkan oleh bosnya saat ini.


Tak lama kemudian Denis pun sudah mendapat beberapa orang yang akan ditugaskan mencari Handoko ke penjuru negri ini, bahkan Fandi juga menugaskan untuk mencari Handoko ke luar negri kalau sampai ia lari kesana.

__ADS_1


Setelah pekerjaan nya selesai Fandi dan Alisa pun segera keluar kembali dan pulang menuju ke rumahnya, mereka pulang juga bertepatan dengan jam pulang kantor.


Jalanan sore ini sangat padat, beberapa kali mereka terjebak macet dan mengakibatkan mereka pulang terlambat sore ini dan sampai rumah menjelang Maghrib.


__ADS_2