
Keesokan paginya Mereka tengah menikmati keindahan jalan di depan rumah Fandi, mulai pagi ini Fandi akan membiasakan menemani istrinya jalan-jalan di pagi hari.
Untuk pertama kalinya Alisa berjalan dan bertemu dengan para tetangga Mama mertuanya.
"Selamat pagi Mas Fandi ", Ujar ibu-ibu yang sedang berbelanja di tukang sayur yang mangkal di pinggir jalan.
" Selamat pagi juga Bu ", Ujar Fandi sambil tersenyum, Alisa pun juga ikut tersenyum kala ibu-ibu tersebut menyapa suami nya.
" Tumben pagi-pagi sudah dirumah sini, biasanya kan gak pernah ??", Tanya salah satu ibu yang sedang berbelanja.
" Iya Bu, Kebetulan tadi malam kita nginap disini ", Ujar Fandi.
" Oh iya ngomong-ngomong Kita kok gak dikenalin sama istrinya mas Fandi ", Tanya salah seorang ibu yang menimpali percakapan mereka.
Kemudian Fandi dengan senang hati memperkenalkan Alisa kepada ibu-ibu komplek tersebut.
" Nama saya Alisa Bu ", Ujar Alisa memperkenalkan diri.
" Oh namanya Mbak Alisa toh, Udah berapa bulan kandungannya ??",
" Alhamdulillah sudah 7 bulan Bu ", Ujar Alisa sambil tersenyum.
" Semoga lahirannya lancar ya Mbak Alisa", Ujar salah seorang ibu-ibu dengan ramah.
" Terimakasih Bu doanya Bu ", Ujar Alisa.
" Kalau begitu saya permisi dulu ", Ujar Fandi berpamitan.
Kemudian Fandi dan Alisa melanjutkan langkah kakinya mengitari komplek perumahan tersebut, saat sudah sampai di ujung gang Alisa sudah meminta untuk istirahat sejenak.
" Mas aku istirahat dulu ya , aku capek ", Ujar Alisa sambil duduk di trotoar jalan yang masih sepi.
Fandi kemudian mengikuti istrinya untuk istirahat sejenak, terlihat peluh sudah mengucur dari dahi Alisa, Dengan cepat Fandi langsung mengambil sapu tangannya buang selalu ia bawa disakunya untuk mengusap peluh di dahi istrinya.
" Kamu haus sayang ??", Tanya Fandi kepada istrinya.
" Iya mas, tapi gak apa-apa aku bisa tahan, kita minum dirumah saja ", Ujar Alisa.
" Sebentar sayang mas mau cari minum dulu buat kamu ", Ujar sambil bangkit dari duduknya namun sudah ditahan oleh Alisa.
" Mas gak usah, lagi pula mas mau nyari minum dimana, ini tuh masih pagi mas, toko kelontong aja juga belum buka, cuma tukang sayur aja yang ada ", Ujar Alisa.
Fandi merasa ucapan istrinya ada benarnya, mana mungkin di komplek perumahan seperti ini ada toko yang buka, lagi pula ini juga terlalu pagi untuk si pemilik toko untuk membuka tokonya.
" Ayo sayang lebih baik kita kembali kerumah sebelum kamu tambah haus ", Ujar Fandi mengajak istrinya kembali kerumah.
Dengan pelan Alisa pun bangkit dari duduknya dan segera memutar arah untuk pulang kerumah nya.
__ADS_1
" 15 menit kemudian mereka akhirnya sampai di rumah Fandi, perjalanan mereka sangat lama karena Alisa sering mengajak Fandi untuk istirahat sejenak sepanjang jalan.
Fandi kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur, sementara Alisa masih berada di taman depan rumah untuk menikmati udara pagi yang sangat segar.
Fandi keluar dengan membawa Dua gelas air putih untuk dirinya dan istrinya.
" Sayang ini ", Ujar Fandi sambil menyerahkan segelas air putih tersebut kepada Alisa.
" Terimakasih mas ", Jawab Alisa dan kemudian langsung meneguk air putih tersebut sampai habis.
"Ayo sayang kita masuk, mas mau mandi udah gerah nih ", Ujar Fandi sambil membantu istrinya untuk berdiri.
Perut Alisa sudah semakin membesar membuat ia kadang-kadang susah untuk berdiri.
Setelah sampai di dalam rumah terlihat Mama Mira sedang berada di dapur bersama dengan bibi.
"Sayang, kalian sudah pulang??", Tanya Mama Mira kepada Fandi dan Alisa.
" Iya mah ",
"Kami mau ke kamar dulu ya mah, mau mandi udah gerah ", Ujar Fandi.
Alisa yang akan melangkah menuju dapur tiba-tiba dihalangi langsung oleh Fandi.
"Sayang kamu mau kemana, Ayo kita mandi, badan mas udah gerah ", Ujar Fandi.
" Sayang, ayo, jangan bantah omongan mas, Mas itu mau mandi ", Ujar Fandi yang bernada agak tinggi.
" Kan kamu yang mau mandi mas, kenapa ajak-ajak aku, aku masih mau disini ", Ujar Alisa .
" Kita mandi berdua sayang ", Ujar Fandi yang membuat Alisa seketika membungkam mulut suaminya.
" Mas jangan keras-keras ngomongnya, malu tahu sama Mama ", Ujar Alisa yang melihat Mama Mira kini tengah memperhatikan tingkah keduanya.
" Ya habisnya kamu gak mau ikut mas ",Ujar Fandi yang masih ingin memaksa istrinya.
" Iya iya mas, gak usah keras-keras, Ayo ", Ujar Alisa sambil meraih tangan suaminya.
" Fandi pun tersenyum menang, pagi ini ia dapat mandi bersama istrinya lagi.
Didalam kamar mandi mereka kini tengah berendam bersama di dalam bathtub.
" Sayang, apa kamu senang ??", Tanya Fandi sambil menciumi tengkuk leher istrinya.
" Asalkan kamu gak menjahili ku aku senang
mas ",
__ADS_1
" Maksud kamu apa sayang??", Tanya Fandi sambil mengernyitkan keningnya.
" Pokoknya gak ada mandi plus plus ", Ujar Alisa.
Fandi pun terkekeh mendengar perkataan suaminya.
" Kalau itu mas gak janji sayang, Mas mana bisa menahan hasrat jika melihatmu seperti ini ", Ujar Fandi sambil mencium Pipi Alisa.
" Mas kamu mulai lagi deh ", Ujar Alisa.
" Kenapa sayang ??",
" Aku tuh gak suka kalau disini, mendingan aja dikamar ", Ujar Alisa.
Dengan mata berbinar binar Fandi pun langsung menyudahi mandi nya kali ini.
" Ayo sayang, mas udah selesai ", Ujar Fandi tiba-tiba.
Tanpa aba-aba Fandi kini tengah menggendong istrinya ala bridal style yang membuat Alisa seketika mengalungkan tangannya ke leher Fandi.
Dengan masih dibalut handuk, Fandi kini menjatuhkan tubuh istrinya secara perlahan diatas ranjang mereka.
" Mas kamu apa ??".
Fandi pun tak menjawab pertanyaan istrinya tersebut melainkan Fandi kini tengah melepas handuk yang sedang di kenakan istrinya tersebut.
" Bukannya kamu minta di kamar saja sayang", Ujar Fandi sambil tersenyum misterius.
" Mas bukan itu maksudku ", Ujar Alisa yang ingin meneruskan kalimatnya.
tapi sebelum Alisa membuka mulutnya kembali Bibirnya sudah di bungkam dengan bibir milik suaminya.
Dengan penuh nafsu Fandi kini mulai menciumi wajah Alisa dan kemudian beralih ke leher jenjang Alisa dan tak lupa meninggalkan jejak kepemilikannya.
Tangannya kini tengah memainkan bukit kembar milik istrinya yang membuat Fandi semakin ingin berlama-lama memainkannya.
Keringat mereka kembali bercucuran untuk yang kedua kalinya pagi ini membuat tubuh Alisa terasa sangat lemah saat ini, apalagi ia sekarang belum memasukkan Apapun kedalam perutnya.
"Sayang kamu lapar ", Tanya Fandi sambil menenggelamkan kepalanya di leher istrinya.
" Iya mas, anak kamu dari tadi minta makan tapi Daddy nya seperti nya tak mengerti sama sekali " Ujar Alisa yang sudah mengerucutkan bibir nya.
" Kalau begitu kita mandi dulu sebelum kita turun kebawah ", Ujar Fandi.
Alisa kemudian bangkit dari tempat tidur nya dan berjalan menuju ke kamar mandi.
" Aku mau mandi sendiri ", Ujar Alisa sambil menoleh tajam kearah Suaminya.
__ADS_1
Fandi pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan menurut nya.