Cinta Tulus Suamiku

Cinta Tulus Suamiku
138


__ADS_3

Tania masih pulang di apartemen nya, apartemen yang ia dapatkan dari laki-laki kaya yang ia pilih saat meninggalkan Fandi sewaktu itu.


Tania tidak tinggal dengan orang tuanya, ia malu karena pernah membuat malu orang tuanya sehingga Ayahnya mengusirnya dari rumah.


Tania menghempaskan tubuhnya ke ranjangnya, kemudian ia melepas jilbab yang ia pakai,


" Kenapa jadi serumit ini hidup ku ", Ujar Tania sambil menghembuskan nafasnya kasar.


" Aku sama sekali gak menyangka jika akhirnya aku akan bekerja dirumah Fandi ".


" Sampai kapan aku akan menyamar seperti ini, aku takut jika nanti Fandi akan tau siapa diriku, pastinya dia akan mengusir ku ", Ujar Tania.


Tania berniat akan menyudahi pekerjaannya ini, ia tak mau jika nantinya Fandi akan mengetahui identitas asli dirinya,


Tania kemudian bangun dan mengambil handuk kimono nya dan berjalan menuju ke arah kamar mandinya.


Tak lama kemudian Tania sudah menyelesaikan mandinya dan masih mengenakan kimono Nya.


Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar membuat Tania bergegas untuk membukanya.


Seseorang tengah berdiri di balik pintu apartemen Tania, dengan kagetnya Tania kemudian membanting pintunya kembali.


" Tan, bukain pintunya ", Ujar Niko yang kini mulai menggedor-gedor pintu apartemen Tania.


Niko merupakan orang yang sempat menyelamatkan Tania di luar negri karena perlakuan kasar kekasih Tania disana.


" Sudahlah nik, jangan ganggu aku, pergilah ", Ujar Tania.


Niko selalu mengejar Tania karena Niko sudah jatuh hati saat pertama melihat Tania di luar negeri.


" Aku tidak akan pergi Tan, dengarkan aku, aku sangat mencintaimu ", Ujar Niko.


" Jangan pernah mencintaiku nik, aku tidak pantas untukmu, aku gak baik buat kamu, aku bukan wanita baik-baik ", Ujar Tania sambil menangis.


" Aku sama sekali tidak perduli dengan masa lalumu, aku tidak perduli ", Ujar Niko meyakinkan.


Tania tidak memperdulikan Niko yang masih berada di balik pintu, Niko kini masih tetap menunggu Tania keluar dari apartemen nya.


Satu jam kemudian Tania mulai merasakan lapar pada perutnya, kemudian ia mengambil ponselnya untuk segera memesan makanan lewat aplikasi online,

__ADS_1


Tania memang tidak membunyikan nada dering ponselnya sedari tadi pagi, terlihat beberapa kali Niko memanggil lewat ponselnya yang melebihi 50 kali seharian ini.


" Maaf ", Hanya kata itu yang bisa Tania ucapkan kala melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari Niko.


Setelah sekian lama menunggu pintu apartemen pun diketuk kembali oleh seseorang, segera Tania membukakan pintunya karena dia yakin itu adalah yang mengantarkan makanan nya.


Ternayata benar sewaktu Tania membuka pintu yang pertama ia lihat adalah mas-mas yang mengantarkan makanannya.


"Maaf mbak, apa mbak kenal mas yang sedang tidur di sana ??", Tanya mas ojol tersebut saat mengarahkan tangannya menuju ke arah Niko yang tertidur bersandar di tembok sebelah apartemen Tania.


" Niko !!", Ucap Tania kaget, Tania kira Niko akan pergi setelah ia tadi menyuruh laki-laki tersebut pergi meninggalkannya.


" Iya saya mengenalnya mas, terimaksih ya ", Ucap Tania kepada mas ojol tersebut.


Tania segera mendekat dan membangunkan Niko, entah apa yang ada dipikiran laki-laki ini sehingga ia nekat seperti ini untuk menemui Tania.


" Nik, Niko bangun ", ujar Tania sambil menggoyangkan tubuh Niko secara perlahan.


Niko pun mulai merasa ada yang menggoyangkan tubuhnya sehingga dia langsung saja mengerjapkan matanya mencoba untuk mengumpulkan kesadarannya.


" Tan, kamu keluar ", Ujar Niko merasa senang.


" Aku keluar karena aku mau mengambil pesanan ku ",


" Aku gak akan pergi jika kamu mau menemui ku dan mau menerima ku ",


Tania pun menghembuskan nafasnya dengan kasar, " Kenapa kami sangat keras kepala, aku tak mungkin menerimamu".


" Aku tidak perduli Tan, aku mohon terimalah aku ", Ujar Niko.


Tania pun masih tidak menjawab, kemudian ia mengajak Niko untuk masuk kedalam apartemen nya karena ia merasa kasihan karena melihat Niko yang sedari tadi tidur di lantai.


" Lebih kamu masuk dulu ", Ajak Tania kepada Niko.


Niko dengan senang masuk kedalam apartemen Tania, Tania segera kebelakang terlebih dahulu untuk membuatkan teh hangat untuk Niko.


" Ini minumlah, biar badanmu hangat ", Ujar Tania sambil menyerahkan secangkir teh kepada Niko.


" Makasih Tan, ternyata kamu masih perhatian kepada ku "

__ADS_1


" Jangan mengharapkan lebih dari ini, aku hanya merasa kasihan kepadamu ", Ujar Tania.


Tania merasa canggung ketika berhadapan dengan Niko saat ini, pertemuan yang tak terduga membuat Niko tak bisa melupakan Tania sampai saat ini sehingga ketika Tania berniat kembali ke Indonesia Niko pun juga ikut dengan nya


Niko mulai mengingat bahwa Tania tadi pasti sedang mengambil pesanan makanan nya,


" Tan, makanlah jika kamu merasa lapar, aku akan menunggu mu disini ", Ujar Niko.


" Maaf nik, aku tidak tahu jika kamu menungguku di luar ", Ujar Tania.


" Tidak apa-apa, sebaiknya kamu makanlah terlebih dahulu ",


Tania segera mengambil dua piring, kebetulan Tania memesan sup buntut yang lumayan banyak, tak mungkin jika Tania akan menghabiskannya sendiri.


" Ikutlah makan bersama ku, aku juga tau kamu pasti belum makan ",


Tania segera menuangkan sup kedalam dua piring yang ada di meja tersebut, satu untuknya dan satu lagi untuk Niko.


Mereka pun makan bersama dengan canggung, Niko yang sedari tadi memperhatikan Tania membuat Tania tidak bisa untuk menelan makanannya saat ini.


" Pulanglah nik, ini sudah malam ", Ujar Tania.


" Terimakasih sudah mau mengajakku makan malam bersamamu, ini tak akan aku lupakan ", ujar Niko.


" Jangan berlebihan nik, ini hanya kebetulan kamu berada di sini ",.


Niko pun akhirnya keluar dari dalam apartemen Tania dengan senyum lebarnya,


Niko berniat akan meluluhkan hati Tania secara perlahan-lahan, ia tidak mau memaksakan hati Tania untuk mencintainya secepat ini.


" Aku pasti akan membuat mu jatuh cinta kepadaku ", Gumam Niko dalam hatinya.


Setelah sampai di besmen Niko segera mengemudikan mobilnya dan langsung pulang kerumahnya.


Hati Tania kini tangah merasakan getaran yang teramat dalam ketika bertemu Niko, tapi ia tak mau membuka hatinya terlalu dalam, ia takut Niko akan kecewa kepadanya setelah mengetahui masa lalu dirinya.


Ia tak mau Niko menyesal nantinya jika bersama dengan nya.


" Maafkan aku nik, aku tahu kamu sangat tulus kepadaku, tapi aku tak mungkin menerimamu menjadi pendamping hidupku, aku tidak pantas untukmu nik ", Ujar Tania sambil menitikkan air matanya.

__ADS_1


Tania kemudian menyandarkan badannya di balik pintu sambil terus memejamkan matanya, air matanya masih terus mengalir mengingat Niko yang begitu ingin memilikinya.


" Apa yang terjadi kepadaku, kenapa aku menangis saat Niko begitu ingin memiliki ku, apa aku sudah jatuh cinta kepadanya ??", Tanya Tania dalam hatinya.


__ADS_2